Bakpao

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bakpao

Bakpao.jpg

Bakpao beserta tempat kukusan
Hanzi sederhana: 包子

Bakpao (Hanzi: 肉包, hokkian: bakpao, hanyu pinyin: roubao) merupakan makanan tradisional Tionghoa. Dikenal sebagai bakpao di Indonesia karena diserap dari bahasa Hokkian yang dituturkan mayoritas orang Tionghoa di Indonesia. Pao itu berarti bungkusan, dan bak itu artinya daging, jadi bakpao berarti bungkusan (berisi) daging. Bakpao umumnya berisi daging babi, karena orang Tionghoa kebanyakan memang mengkonsumsi daging babi, akan tetapi sebenarnya arti Bak itu bukanlah daging babi, melainkan daging. Daging Babi sebutannya adalah Tie Bak, akan tetapi penyebutan Bakpau Babi, tidak dikenal dengan nama Tie Bakpao. Sebaliknya Bakpao yang berisi daging ayam dinamakan Koi Pao (Hokkian) atau kehpao (Hakka). Kalau daging sapi sebutannya adalah Gu Bakpao (Gu = Sapi).

Bakpao sendiri berarti harfiah adalah baozi yang berisi daging. Pada awalnya daging yang paling lazim digunakan adalah daging babi. Akan tetapi baozi sendiri dapat diisi dengan bahan lainnya seperti daging ayam, sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, selai kacang merah, selai kacang hijau, selai kacang hitam, dan sebagainya, sesuai selera.

Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu diberi ragi untuk mengembangkan adonan, setelah diberikan isian, adonan dibiarkan sampai mengembang lalu di kukus sampai matang. Untuk membedakan isi bakpao, tanpa daging (vegetarian) basanya di atas bakpao diberi titikan warna, demikian juga dengan isian yang lain diberi tanda warna yang berbeda-beda.

Bakpao dalam bahasa Hakka / Khek yaitu nyukppao / yugppao yang mempunyai arti yang sama yaitu daging berbungkus.

Di wilayah Sulawesi Utara, bakpao disebut biapong, dan sering dijadikan sebagai makanan pendamping saat minum kopi.[1]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Biapong, Roti Tiongkok di Tanah Minahasa". indonesiakaya.com. Diakses tanggal 2022-07-28.