Es teler

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Es Teler

Es teler adalah koktail buah di Indonesia. Alpukat, kelapa muda, cincau, nangka, dan buah-buahan lainnya disajikan dengan santan, susu kental manis, daun Pandanus amaryllifolius (biasanya dalam bentuk sirup rasa kelapa dan pandan), gula, dan sedikit garam.

Sejarah

Es teler merupakan minuman asli dari Jawa Tengah, Indonesia. Asal mula atau sejarah ternyata dari Kabupaten Sukoharjo. Pada tahun 1957, minuman ini muncul karena di temukan oleh Hj.Samijem Darmo Putro (Ibunda Tukiman Darmowijono), warga desa Juron, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa tengah.

Hj. Samijem dan Tukiman adalah orang pertama yang menemukannya. “Memang awalnya saya yang menemukan racikan es teler itu. Setelah itu, es teler makin banyak dimana-mana. Saya sengaja tak mematenkannya,” ujarnya.

Demi menopang hidup, keluarga Darmo Putro merantau ke Jakarta sebagai pedagang buah asongan didaerah Menteng, Jakarta Pusat. Dirasa hasil dari berdagang buah kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga Darmo Putro (Tukiman Darmowijono) lalu berinisiatif untuk menjual es buah. Seiringnya berjalannya waktu, mereka berinovasi dengan mencampurkan buah nangka, kelapa, alpokat, sirup, dan susu. Tanpa diduga, banyak orang yang suka dengan campuran berbagai buah tersebut.

Nama itu diambil dari ungkapan seorang pelanggan yang mengatakan “esnya bikin teler“. Dari ungkapan tersebut es teler dirasa cocok sebagai nama minuman lezat ini.

Bermodalkan keberanian, tekat, dan sedikit uang, keluarga darmo putro lalu membuka warung makan didaerah Cikini, Jakarta Pusat di kawasan metropol Megaria. Rumah makan tersebut diberi nama Es Teler Sari Mulia Asli. Dirumah makan ini, menyediakan juga Ayam Goreng, Bakso, Siomay, dan berbagai aneka minuman. Dan usaha keluarga Darmo Putro berkembang hingga sekarang.

Hingga kini beliau telah memiliki 7 cabang yang telah dibangunnya. Tak tanggung-tanggung pelanggannya pun banyak dari kalangan artis dan politisi terkenal, seperti Rieke Dyah Pitaloka, Jarwo Kuat, Puan Maharani, Faisal Basri, Gatot Amrih yang juga mantan Bupati Sukoharjo, dan tidak ketinggalan sejumlah kerabat serta Keluarga Cendana (keluarga mantan Presiden Soeharto). Beliau juga pernah diundang Ebeth Kadarusman yang juga menjadi salah satu pelanggan setia es telernya, untuk mengikuti siaran di televisi pada tahun 1993.

Tak mau dianggap lupa dengan kampung halaman, Keluarga Darmo Putro juga membuka rumah makan di Sukoharjo, di Jl. Raya Veteran No.30. Sebagai destinasi kuliner, pada tahun 2005 Es Teler resmi dijadikan minuman khas Sukoharjo oleh Bambang Riyanto Bupati Sukoharjo yang menjabat waktu itu 2005.

Referensi[sunting | sunting sumber]

http://klatenupdate.com/184/ternyata-penemu-es-teller-adalah-orang-sukoharjo/