Bubur ayam
Sumber referensi dari artikel ini belum dipastikan dan mungkin isinya tidak benar. |
| Bubur ayam | |
|---|---|
Bubur ayam | |
| Sajian | Utama, biasanya untuk sarapan atau makan malam, larut malam. |
| Tempat asal | Indonesia |
| Daerah | Nasional |
| Dibuat oleh | Berasal dari Masakan Tionghoa-Indonesia |
| Suhu penyajian | Panas |
| Bahan utama | Bubur dengan Ayam |
Bubur ayam atau umum pula disebut buryam adalah salah satu jenis makanan dari Indonesia. Bubur nasi adalah beras yang dimasak dengan air yang banyak sehingga memiliki tekstur yang lembut dan berair. Bubur biasanya disajikan dalam suhu panas atau hangat. Bubur ayam disajikan dengan irisan daging ayam dengan beberapa tambahan bumbu, seperti kecap asin dan kecap manis, merica, garam, dan terkadang diberi kaldu ayam. Bubur dilengkapi dengan taburan daun bawang cincang, bawang goreng, seledri, tongcai (sayur asin), kacang tanah goreng atau terkadang kedelai goreng, cakwe, dan kerupuk. Bubur ayam cocok bagi mereka yang kurang menyukai masakan Indonesia yang pedas, karena bubur umumnya tidak pedas, sambal atau saus cabai disajikan secara terpisah.
Bubur ayam kerap menjadi pilihan makanan untuk sarapan, tetapi bubur ayam sebenarnya dapat dimakan kapan saja. Selain sarapan, bubur ayam kerap menjadi pilihan hidangan hangat di tengah malam. Karena teksturnya yang lembut serta memiliki kandungan gizi yang cukup baik,bubur ayam kerap dijadikan makanan bayi, anak-anak, atau orang sakit yang tengah dirawat untuk pemulihan.
Penyajian
[sunting | sunting sumber]Banyak jenis dan variasi bubur ayam yang ada, tetapi resep paling lazim adalah bubur ayam yang disajikan dengan potongan atau suwiran daging ayam, seledri, ditambah irisan cakwe sebagai pelengkap, lalu diberi kerupuk di atasnya. Kecap asin, kecap manis, dan merica menjadi penambah cita rasa yang tak bisa dipisahkan dari makanan yang banyak digemari.[1] Seledri dan tongcai (sayuran yang diasinkan biasanya terbuat dari lobak) juga bisa ditambahkan untuk mempercantik tampilan dan rasa. Selain itu, bubur ayam dilengkapi pula dengan sate jeroan ayam seperti hati, ampela, usus, dan telur.
Bubur ayam lazim dijumpai di Indonesia, mulai dari dimasak sendiri di rumah, dijajakan di gerobak pedagang keliling, atau dihidangkan di rumah makan. Seperti yang diketahui, beberapa daerah memiliki resep bubur ayam khas, seperti bubur ayam khas Jakarta, bubur ayam khas Bandung, hingga bubur ayam khas Manado.[2] Bubur ayam dapat dikreasikan, misalnya Bubur Ayam Sukabumi biasanya menambahkan telur ayam kampung mentah yang ditimbun dalam bubur panas hingga termasak setengah matang. Bubur Ayam Tegal yang menyajikan kuah bumbu kuning yang khas layaknya masakan dari daerah Tegal. Aneka sate-satean seperti sate usus, hati, ampela, telur puyuh, bahkan telur muda ayam biasanya ditambahkan sebagai hidangan tambahan bubur ayam. Bubur ayam adalah hidangan yang dapat kita tambahkan makanan lain ke dalamnya sesuai selera.
Perdebatan
[sunting | sunting sumber]Bubur Ayam ini sering kali menjadi perdebatan di kalangan pecinta kuliner di Indonesia. Perdebatan ini muncul diakibatkan perbedaan cara mengonsumsi makanan ini, di mana tedapat kelompok yang menyukai mengonsumsinya dengan cara mengaduk seluruh kondimen yang tersaji ada pula kelompok yang menentang jika bubur ayam harus diaduk.[3] Perbedaan ini cukup menarik perhatian khalayak umum bahkan menjadi perdebatan sengit bagi pendukung masing-masing cara. Konsep mengaduk atau tidak diaduk ini bahkan dikaitkan dengan kecerdasan yang dimiliki tiap orang.[4]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Bubur ayam dengan sate uritan (telur ayam prematur), disajikan di warung di Jakarta.
- Bubur ayam dengan sate hati ayam, jajanan jalanan populer di Indonesia.
- Bubur ayam disajikan di Solo, Jawa Tengah.
- Buryam, bubur ayam versi McDonald's Indonesia.
- Bubur ayam sebagai menu sarapan hotel di Bali.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ (Indonesia) "Resep Bubur Ayam Cina". Diarsipkan dari asli (HTML) tanggal 2012-06-29. Diakses tanggal 2012-07-21.
- ↑ "8 Cara Membuat Bubur Ayam Enak dan Gurih, Kenali Resep Daerah". Liputan6. 21 November 2024. Diakses tanggal 27 Maret 2025.
- ↑ "Bubur Diaduk vs Tidak Diaduk, Kamu Lebih Suka yang Mana?". kumparan. Diakses tanggal 2025-05-22.
- ↑ Media, Kompas Cyber (2022-09-19). "Tim Bubur Diaduk Vs Tak Diaduk, Penelitian Ungkap Beda Kecerdasan Emosional Keduanya Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-05-22.

