Ayam betutu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ayam Betutu
Bumbu ayam betutu

Ayam Betutu adalah makanan tradisional khas Bali yang terbuat dari ayam atau bebek utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Ayam betutu merupakan jenis lauk pauk yang dibuat dari daging ayam yang telah dibersihkan, kemudian dibalurkan bumbu khas Bali yang dikenal dengan "base genep"[1] di seluruh permukaan daging ayam dan sebagian lagi dimasukkan ke dalam rongga abdomennya. Daging ayam yang telah dibumbui kemudian direbus atau langsung dibakar hingga menghasilkan aroma yang khas. Aroma yang muncul disebabkan karena adanya pemanasan yang menyebabkan air dan lemak daging ikut menguap. Semakin banyak uap yang dihasilkan, semakin kuat dan enak aromanya.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Ayam Betutu merupakan kuliner khas Bali yang berasal dari Gianyar.

Sejarah Ayam Betutu pertama bermula pada tahun 1976, dari olahan tangan, Ni Wayan Tempeh atau Men Tempeh yang berasal dari wilayah Abiansi, kota Gianyar.

Kemudian, bersama dengan suaminya yang bernama I Nyoman Suratna yang berasal dari Bangli, Ni Wayan Tempeh mendirikan warung Ayam Betutu.

Nama Betutu sendiri berasal dari kata be dan tunu, Be artinya daging, dan tunu artinya bakar. Jadi secara harfiah adalah daging yang dibakar.

Kuliner ini secara tradisional pada dasarnya merupakan ayam bakar yang dilabur dengan bumbu khas Bali yang bernama base genep lalu di panggang di api sekam.

Namun, seiring kemajuan zaman pembuatan Ayam Betutu juga dilakukan memakai oven atau alat panggang/bakar modern lain.

Sebenarnya, Ayam Betutu merupakan hidangan untuk upacara keagamaan dan upacara adat di Bali, seperti otonan, odalan, dan juga acara pernikahan.

Sementara itu, pengolahan betutu sendiri khas dengan diberi lapisan pembungkus daun pinang, lalu diberi bara sekam.

Kemudian dimasukan ke dalam tanah dari batu-batu yang sudah dipanaskan.

Cara pengolahan ini merupkan warisan dari masa Majapahit yaitu masa abad ke-16, ketika pengaruh Islam masuk ke tanah Jawa.

Setelah itu, diketahui banyak orang Majapahit yang merupakan pemeluk Hindu akhirnya pergi wilayah Bali.

Berbagai pengaruh budaya yang ada di masa Majapahit akhirnya beralih ke Bali salah satunya kuliner. Beberapa kuliner khas Bali hasil pengaruh budaya Majapahit, termasuk juga betutu.

Rasa awal masakan ini bercita rasa manis yang berasal dari Pulau Jawa, dikarenakan Islam pada saat itu sudah menyebar luas di Pulau Jawa. Akhirnya, dibawalah masakan tersebut ke Pulau Bali.

Namun setelah dibawa ke daerah Pulau Bali, cita rasa masakkan Ayam Betutu tersebut berubah menjadi pedas yang dihasilkan dari bumbu khas pulau bali.

Dan sampai sekarang masakan tersebut masih dipertahankan oleh masyarakat pulau bali dan menjadi masakan khas Pulau Bali.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Kata betutu berasal dari kata "tunu" yang berarti "bakar" dan dirangkai dengan kata "be" yang berarti "daging". Berdasarkan uraian tersebut, "betutu" berarti daging yang dibakar. Sehingga ayam betutu adalah ayam yang dibakar.[3]

Perayaan[sunting | sunting sumber]

Menurut tradisi Bali, ayam betutu biasanya disajikan pada saat upacara adat seperti odalan, otonan, maupun pernikahan.

Selain itu, betutu digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan dijual. Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali, tetapi juga tamu mancanegara yang datang ke Bali, khususnya pada tempat-tempat tertentu seperti di hotel dan rumah makan atau restoran.[3] Makanan ini juga sering dijadikan pengunjung sebagai oleh-oleh pertanada mereka pernah berkunjung ke bali. Makanan ini merupakan salah satu favorit para pengunjung yang sering dijadikan oleh-oleh setelah mereka berkunjung ke Bali. Banyak pusat oleh-oleh di Bali yang menyediakan makanan ini karena tingginya minat konsumen terhadap hidangan khas ini.

Resep[sunting | sunting sumber]

Bahan yang diperlukan untuk membuat ayam betutu:

  1. Satu ekor ayam yang sudah dibersihkan bagian dalamnya
  2. Bumbu genep
  3. Bumbu wewangenan
  4. Garam dan minyak kelapa.

Base genep merupakan bumbu khas Bali yang terdiri dari bawang merah, kencur, kemiri, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, laos, cabai rawit, serai, gula merah, terasi, daun limau, daun salam, dan minyak kelapa.

Sedangkan bumbu wewangenan terdiri dari merica hitam, merica putih, cengkih, pala, tabia bun, ketumbar, kemiri, kemenyan, jangu, bangle, dan kulit jeruk purut.

Berikut adalah proses pembuatan ayam betutu:

  1. Haluskan base genep dan wewangenan kemudian ditumis hingga harum
  2. Bersihkan ayam dari bulu, jeroan, paruh, dan kulit kaki yang keras dikelupas
  3. Panaskan air dengan sedikit bumbu, daun salam, daun limau, dan batang serai yang telah dimemarkan.
  4. Rebus ayam ke dalam air hingga tiga per empat matang kemudian diangkat
  5. Setelah diangkat, base genep dimasukkan ke dalam perut ayam dan sebagian base genep yang dicampurkan dengan minyak tandusan dibalurkan di seluruh permukaan tubuh ayam
  6. Ayam yang telah dibumbui kemudian sedikit diremas-remas agar ayam menjadi lunak dan dibungkus dengan daun pisang atau kelopak daun pinang untuk selanjutnya dimasukkan ke bara api. Bara api tidak boleh terlalu besar dan proses pemasakan di bara api kurang lebih 1 jam
  7. Ayam betutu kemudian disajikan dengan cara dibelah pada bagian perut hingga daerah tempat tembolok, kemudian kedua belah dada ditarik ke samping. Satu paket ayam betutu biasanya dihidangkan bersama dengan sambal matah, kacang dan sayur

Kandungan Zat Gizi[sunting | sunting sumber]

Kandungan zat gizi Ayam Betutu yaitu :

  • Kadar air sebesar 60,87%
  • Kadar abu sebesar 1,84%
  • Kadar protein sebesar 14,69%
  • Kadar lemak 1,27%
  • Kadar karbohidrat sebesar 21,33%.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Media, Kompas Cyber (2022-11-01). "Asal-usul Ayam Betutu, Makanan Pedas Terenak di Dunia Versi CNN". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-05-16. 
  2. ^ Tania, Author (2020-12-09). "Makanan Enak, Cara Membuat Ayam Betutu Khas Bali, Resep Makanan". Poskota Jatim. Diakses tanggal 2023-05-16. 
  3. ^ a b tim. "Ayam Betutu, Sajian Ritual hingga Jadi Hidangan Ikonik Bali". gaya hidup. Diakses tanggal 2023-05-16. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]