Kecap manis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sebotol kecap manis

Kecap manis adalah kecap kental yang memiliki cita rasa manis berasal dari gula aren. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kecap manis adalah kedelai, tetapi populer dibuat dari kedelai hitam, gula kelapa, garam, dan air. Kacang kedelai hitam difermentasi selama beberapa bulan hingga permukaan kedelai tertutup jamur, bagian ini disebut koji. Kemudian koji direndam pada larutan garam, disebut moromi.[1]

Kecap jenis ini sangat mudah ditemukan di Indonesia, dan menjadi salah satu bahan masakan penting dalam masakan Indonesia, misalnya nasi goreng, mi goreng, sate, tongseng, semur. Kecap manis juga kerap kali dicampur dengan sambal menjadi sambal kecap. Kecap dapat dicampur bersama masakan ketika dimasak, atau dinikmati sebagai saus.

Dibandingkan kecap asin biasa, kecap manis bertekstur lebih tebal dan rasanya sangat manis.

Tampilan fisik[sunting | sunting sumber]

Warna kecap manis adalah cokelat kehitam-hitaman.[2] Kecap manis dibedakan dari kecap asin melalui tingkat kekentalannya. Kekentalan kecap manis lebih tinggi dibandingkan dengan kecap asin.[3]

Pembuatan[sunting | sunting sumber]

Bahan dasar pembuatan kecap manis adalah kedelai.[4] Kedelai ini diolah bersama dengan gula merah hingga menjadi kecap.[5] Peran gula merah dalam pembuatan kecap adalah penambah cita rasa. Aroma kecap manis meningkat melalui penambahan gula karena di dalam gula terdapat senyawa volatil.[6]

Komposisi[sunting | sunting sumber]

Tiap 100 gram kecap manis mengandung komposisi zat-zat gizi dengan nilai tertentu. Pada 100 gram kecap manis terdapat kandungan air seberat 63 gram. Energi yang dimilikinya sebesar 71 kkal energi. Dalam 100 gram kecap manis terdapat protein seberat 5,7 gram protein, lemak seberat 1,3 gram, dan karbohidrat seberat 9 gram. Ada pula abu seberat 21 gram, kalsium seberat 123 mg, fosfor seberat 96 mg dan zat besi seberat 5,7 mg.[7]

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Kecap manis merupakan bahan tambahan pada makanan. Penggunaannya pada masakan dengan lauk yang berkuah. Kecap manis juga dapat digunakan sebagai pengganti gula.[5]

Kualitas[sunting | sunting sumber]

Kualitas kecap manis ditentukan oleh kandungan protein di dalamnya.[8] Kecap manis yang mengalami masalah mutu pangan akan ditumbuhi jamur. Spesies jamur yang tumbuh pada kecap manis adalah Aspergillus flavus.[9]

Penyimpanan pengawetan[sunting | sunting sumber]

Pengawetan kecap manis diawali dari bahannya. Dalam kecap manis, gula dan garam ditambahkan sebagai pengawet. Penyimpanan kecap manis ke dalam botol gelas dapat mencapai umur simpan selama 8 bulan pada ruang penyimpanan yang sejuk dan kering dengan suhu kamar.[10]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Unilever Indonesia. 2013. Bango Diarsipkan 2013-10-21 di Wayback Machine.
  2. ^ Widawati, L., dan Sanjaya, K. A. (2019). "Karakteristik Mutu Kecap Kepala Udang dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas dan Waktu Inkubasi". Jurnal Agroqua. 17 (2): 158. 
  3. ^ Barlina, R., Torar, D. J., dan Tenda, E. "Proses Pengolahan Kecap dan Minuman Ringan dari Air Kelapa" (PDF). Monograf Pasca Panen Kelapa: 67. 
  4. ^ Haerani dan Hamdana (2016). "Pengembangan Kecap dari Air Kelapa". Seminar Nasional “Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Membentuk Karakter Bangsa dalam Rangka Daya Saing Global. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar dan Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Indonesia: 335. 
  5. ^ a b Pattiradjawane, Bara (2017). Gretiani, Siti, ed. Cerita Dapur Nusantara dalam Rasa dan Rupa. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 11. ISBN 978-602-03-2879-9. 
  6. ^ Aini, J., Rasdiansyah, dan Muzaifa, N. (2018). "Pengaruh Jenis Bumbu dan Konsentrasi Gula Aren terhadap Mutu Kecap Manis Ampas Tahu". Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah. 3 (1): 2. 
  7. ^ Dewi, V. R., Indriani, Y., dan Situmorang, S. (2013). "Pengambilan Keputusan Rumah Tangga dalam Mengonsumsi Kecap Manis di Kota Bandar Lampung". JIIA. 1 (3): 200. 
  8. ^ Meutia, Yuliasri Ramadhani (2015). "Standardisasi Produk Kecap Kedelai Manis Sebagai Produk Khas Indonesia". Jurnal Standardisas. 17 (2): 151. ISSN 1411-0822. 
  9. ^ Sari, N. M., dan Wantini, S. (2017). "Gambaran Jamur Aspergillus flavus pada Kecap Manis Hasil Industri Rumahan". Jurnal Analis Kesehatan. 6 (1): 586. 
  10. ^ Koswara, S., dkk. (2017). Produksi Pangan Untuk Industri Rumah Tangga: Kecap Manis. Jakarta Pusat: Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Deputi BIdang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan. hlm. 2. ISBN 978-602-6307-96-5.