Bambang Nurdiansyah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bambang Nurdiansyah
Informasi pribadi
Nama lengkap Bambang Nurdiansyah
Tanggal lahir 28 Desember 1960 (umur 61)
Tempat lahir Banjarmasin, Indonesia
Posisi bermain Penyerang
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1978–1982 Arseto
1982–1983 Tunas Inti
1983–1985 Yanita Utama (29)
1985–1986 Krama Yudha Tiga Berlian (9)
1986–1992 Pelita Jaya
1993 Putra Samarinda
Tim nasional
1980–1991 Indonesia
Kepelatihan
2005 Indonesia (interim)
2005 PSIS Semarang
2006 Pelita Krakatau Steel
2006–2007 Indonesia (asisten pelatih)
2007 Pelita Jaya Jawa Barat (direktur teknik)
2008 Arema Malang
2008–2009 PSIS Semarang
2011 Jakarta 1928
2011–2012 Persiram Raja Ampat
2013–2014 Cilegon United
2015–2016 Persija Jakarta
2019 PSIS Semarang
2020 Babel United FC
2021 RANS Cilegon FC
2022- Persipal Palu BU
Prestasi

Pencetak gol terbanyak Galatama 1983-84 (13 gol)

* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 00:56, 4 November 2022 (UTC)

Bambang Nurdiansyah (lahir 28 Desember 1960) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola legendaris Indonesia. Saat ini melatih Tim Persipal Palu BU yang berlaga di Liga 2.

Karier[sunting | sunting sumber]

Pemain[sunting | sunting sumber]

Anak dari pasangan M Sidik (almarhum) dan Nursehan ini memulai kariernya di kesebelasan Arseto Solo pada 1978-1982. Ia kemudian hijrah ke Tunas Inti (1982-1983), musim berikutnya pindah ke Yanita Utama (1983-1985). Sebelum menjadi pelatih, ia adalah seorang pemain sepak bola dan telah memperkuat Pelita Jaya dan tim nasional sepak bola Indonesia selama 11 tahun (1980–91).[1] Dia juga bermain untuk Mercu Buana dan Krama Yudha Tiga Berlian pada era Galatama pada tahun 1980-an. Ia memenangkan Galatama dua kali dengan Krama Yudha, dan selesai sebagai pencetak gol terbanyak ketiga kalinya - paling produktif musim menjadi musim 1984, ketika dia mencetak gol 13 di Liga.

Bambang Nurdiansyah merupakan satu-satunya pemain yang pernah meraih hattrick gelar top skor saat masa Galatama, yakni ketika tampil bersama Yanita Utama Bogor dan Krama Yudha Tiga Berlian Palembang pada tahun 1983-1985

Tak hanya moncer di kompetisi domestik, Ia juga sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia Tenggara. Ia masuk dalam skuat Timnas Indonesia yang sukses mempersembahkan emas SEA Games pada 1991.2007]].[2]

Ia dianugerahi sebagai salah satu 22 legenda sepak bola Indonesia, yang penganugerahannya diserahkan pada final Piala Indonesia 2007.[3]

Pelatih[sunting | sunting sumber]

Mulai musim 2008 ia melatih Arema Malang di Liga Super Indonesia,[4] namun mengundurkan diri setelah baru menjalani 4 pertandingan karena merasa ditekan kelompok pendukung Arema, Aremania.[5] Ia kemudian melanjutkan musim 2008/09 dengan menjadi pelatih PSIS Semarang. Sebelumnya ia pernah melatih klub Pelita Krakatau Steel pada tahun 2006. Pada musim 2005 ia melatih di PSIS Semarang dan memberi gelar: Juara III LI XII 2005 Juara III PEBY 2005 Juara II LI XIII 2006 Juara II PEBY 2006, tetapi pindah karena ingin mendekatkan diri dengan keluarga. Selain itu, Bambang juga pernah melatih Persita Tangerang.

Di sela jeda Liga Indonesia musim 2005 dengan musim 2006, Bambang sempat ditunjuk oleh PSSI untuk melatih sementara Indonesia untuk pertandingan melawan Afrika Selatan dalam rangka ulang tahun Golongan Karya.

Ia juga pernah menjadi pelatih tim nasional sepak bola putri pada SEA Games 2011.

Pada musim 2011-12, ia melatih klub sepak bola asal Papua Barat, Persiram Raja Ampat, yang bermain di Liga Super Indonesia 2011-12.[6]

Setelah sempat berlabuh di beberapa klub termasuk caretaker Persija Jakarta, pada tahun 2019 ia kembali ke PSIS Semarang menggantikan Jafri Sastra pada tengah musim.

Lalu pada musim 2020 setelah dipecat oleh PSIS Semarang pada musim 2019 berakhir, Bambang Nurdiansyah berlabuh ke babel United selama satu musim. Tetapi karena waktu itu kompetisi liga 2 berhenti total akibat Pandemi COVID-19. Kontrak Bambang Nurdiansyah bersama Babel United juga berakhir.

Berlanjut pada musim liga 2 2021 pada juni 2021, Bambang Nurdiansyah kembali melatih klub milik artis Raffi Ahmad yaitu RANS Cilegon FC selama 1 musim.

Direktur teknik[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 10 November 2021, Coach Banur menghubungi Coach RD untuk membicarakan kontrak setelah Coach Rahmad Darmawan mengundurkan diri dari Madura United.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-08-02. Diakses tanggal 2012-01-27. 
  2. ^ http:solopos.com / Imam Yudha Saputra: Mengenal Sosok Bambang Nurdiansyah, Pelatih Anyar PSIS Semarang
  3. ^ Penghargaan 22 Pemain Legendaris Indonesia - 3 April 2007, Bola Indo Wordpress, 3 April 2007
  4. ^ Bambang Nurdiansyah Tangani Arema, Suara Merdeka, 9 Februari 2008
  5. ^ "Terus Ditekan Aremania, Bambang Nurdiansyah Tinggalkan Arema", Goal.com, 4 Agustus 2008
  6. ^ http://www.goal.com/en-us/people/indonesia/26056/bambang-nurdiansyah
Didahului oleh:
Joko Susilo & Herman Kardiaman (temporer)
Pelatih Arema Malang
Mei 2008- Agustus 2008
Diteruskan oleh:
Gusnul Yakin