Zulkarnaen Lubis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Zulkarnain Lubis
Informasi pribadi
Nama lengkapZulkarnain Lubis
Tanggal lahir21 Desember 1958
Tempat lahirBinjai, Sumatera Utara, Indonesia
Tinggi168 m (551 ft 2 in)
Posisi bermainGelandang
Karier junior
1970–1976PSKB Binjai
Karier senior*
TahunTimTampil(Gol)
1976-78PSKB Binjai
1980-83Mercu Buana
1983-85Yanita Utama
1985-89Kramayudha Tiga Berlian
1989-90Petrokimia Putra
Tim nasional
1983-86Indonesia?(?)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 27 September 2010.

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 27 September 2010

Zulkarnaen Lubis (lahir di Binjai, Sumatera Utara, 21 Desember 1958; umur 59 tahun) adalah salah seorang mantan pemain nasional sepak bola Indonesia dari klub PSMS Medan pada era 1970-an. Dia adalah pemain PSMS Medan (1979-1980) dan Mercu Buana Medan (1981-1982), sebelum memperkuat klub-klub elite di Pulau Jawa, di antaranya Yanita Utama Bogor.

Karier[sunting | sunting sumber]

Pada eranya ia sering dijuluki sebagai Maradona Indonesia karena ia sering beroperasi di lini tengah, gocekan dan umpan-umpan matang dari kaki Zulkarnaen membuat para penyerang depan seperti mendapat pelayanan kelas satu. Visi bermain bola yang tinggi membuat Zulkarnaen mampu membaca pergerakkan pemain belakang lawan sekaligus menentukan ke mana teman di lini depan harus bergerak. Singkatnya, aksi pemain yang pada masa jayanya memiliki ciri rambut gondrong ini memang sangat memikat.

Talenta itu juga yang membawa Zulkarnaen menghuni skuat timnas. Di tim Merah Putih, striker seperti Bambang Nurdiansyah, Dede Sulaiman dan Noah Meriem merasakan sekali matangnya umpan-umpan Zulkarnaen. SEA Games, Pra Piala Dunia, dan Asian Games adalah ajang-ajang internasional yang pernah diikuti Zulkarnaen.

Di level klub, pemain ini sempat mengecap prestasi puncak bersama Krama Yudha Tiga Berlian. Dua kali Zulkarnaen mengantarkan klub ini ke jenjang juara Kompetisi Galatama.

Pemain Liga[sunting | sunting sumber]

pskb dimenangkan karena binjai masih berjaya binjai banyak penerus anak bangsa karena tidak di sadari bibit2 muda

Tim Nasional[sunting | sunting sumber]

  • 1983: Timnas SEA Games
  • 1984: PSSI Garuda I
  • 1985: Timnas SEA Games, PSSI Pratama, Timnas Pra Piala Dunia
  • 1986: Timnas Asian Games, Seoul

Prestasi[sunting | sunting sumber]

  • 1980: Runner-up Galatama (Mercu Buana)
  • 1985: Juara Sub Grup 3 B PPD
  • 1986: Semifinalis Asian Games
  • 1987: Juara Galatama (Krama Yudha Tiga Berlian)
  • 1988: Juara Galatama (Krama Yudha Tiga Berlian)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]