Semen Padang FC

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk Semen Padang sebagai perusahaan, lihat Semen Padang (perusahaan).
Semen Padang FC
Semen Padang FC.png
Logo resmi
Nama lengkap Semen Padang Football Club
Julukan Kabau Sirah (Kerbau Merah)
Didirikan 30 November 1980
Stadion Stadion Gelora Haji Agus Salim,
Padang, Sumatera Barat,
Indonesia
(Kapasitas: 20.000)
Komisaris Utama Bendera Indonesia Pudjo Suseno
Direktur utama Bendera Indonesia Daconi
Pelatih kepala Bendera Indonesia Nil Maizar
Liga Liga Super Indonesia
2014 Delapan besar
Situs web Situs web resmi klub
Kelompok suporter Spartacks, The Kmers, Ultras West Sumatera, Ultras Semen Padang
Kostum kandang
Kostum tandang

Semen Padang Football Club (dahulu Persatuan Sepak Bola Semen Padang) merupakan sebuah klub sepak bola yang dimiliki oleh PT Semen Padang. Klub sepak bola ini bermarkas di Indarung, Padang, Sumatera Barat, dan memainkan pertandingan kandangnya di Stadion Gelora Haji Agus Salim.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Galatama (1980-94)[sunting | sunting sumber]

Persatuan Sepak Bola Semen Padang didirikan didirikan pada tanggal 30 November 1980.[2] Klub ini mengawali perjalanan mereka di kancah sepak bola Indonesia dengan mengikuti Divisi 1 Galatama tahun 1980. Pada tahun 1982, Semen Padang berhasil menjuarai divisi tersebut dan promosi ke Divisi Utama. Mereka juga berhasil menjuarai Piala Galatama 1992 dengan mengalahkan Arema Malang di final, berkat gol semata wayang Delfi Adri.

Liga Indonesia (1994-2010)[sunting | sunting sumber]

Di musim 1994-95, PSSI melakukan penggabungan dua liga yang ada saat itu, yaitu Perserikatan dan Galatama untuk membentuk sebuah sistem liga baru yang dinamakan Liga Indonesia. Semen Padang berhasil memenuhi syarat untuk menjadi salah satu dari 34 kontestan yang akan berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia, kasta tertinggi dalam sistem yang baru ini.

Di Divisi Utama, Semen Padang tercatat sebagai tim papan tengah tanpa prestasi yang cukup signifikan, tetapi sempat berhasil melaju ke babak semifinal pada musim 2002 dengan menyandang status juara Wilayah Barat, meskipun harus dikalahkan Petrokimia Putra lewat adu penalti.[3]

Pada edisi terakhir Divisi Utama sebagai kasta tertinggi di musim 2007, Semen Padang terpuruk di posisi keenambelas Wilayah Barat dan terpaksa tetap di divisi tersebut, gagal menjadi salah satu kontestan perdana Liga Super Indonesia yang kini menjadi kasta tertinggi. Selama dua musim, Semen Padang bertahan di Divisi Utama. Di bawah pimpinan Arcan Iurie, Semen Padang berhasil meraih promosi pada musim 2009–10 setelah merebut tempat ketiga dengan mengalahkan Persiram Raja Ampat.[4]

ISL dan IPL (2010-kini)[sunting | sunting sumber]

Skuat Semen Padang merayakan gelar juara IPL

Dibawah asuhan mantan legenda mereka, Nil Maizar, Semen Padang berhasil menyelesaikan musim perdana mereka di Liga Super pada peringkat keempat, dan mulai diperhitungkan sebagai salah satu tim kuda hitam.

Setelah pecahnya kisruh di dunia sepak bola Indonesia pada awal 2011, Semen Padang memilih untuk berlaga di Liga Prima Indonesia yang digelar oleh PSSI. Dibawah pimpinan Suhatman Imam yang menggantikan Nil setelah penunjukannya sebagai pelatih tim nasional,[5] Semen Padang mendominasi sepanjang musim dan memastikan gelar juara usai menaklukkan Persiba Bantul di kandangnya, dengan kompetisi masih menyisakan beberapa pekan lagi.[6] Namun, ambisi mereka untuk merebut double winner gagal setelah dikalahkan oleh Persibo Bojonegoro di final Piala Indonesia.[7]

Sebagai juara Liga Prima, Semen Padang berhak untuk tampil di Piala AFC 2013. Tergabung dengan Grup E, Kabau Sirah berhasil lolos sebagai juara grup dan mengalahkan wakil Vietnam SHB Đà Nẵng di 16 besar, sebelum harus mengakui keunggulan East Bengal di babak perempatfinal.

Pada bulan Oktober 2012, manajemen memutuskan untuk kembali berlaga di Liga Super.[8] Namun pada akhir November, CEO Erizal Anwar memutuskan bahwa Semen Padang FC tetap di Liga Prima.[9] Pada saat yang sama, manajemen menunjuk Jafri Sastra sebagai pelatih kepala untuk menggantikan Suhatman yang kembali ke posisi lamanya sebagai direktur teknik.[10]

Stadion[sunting | sunting sumber]

Tribun timur Stadion Haji Agus Salim

Semen Padang FC saat ini memiliki Stadion Agus Salim dengan kapasitas 20.000 kursi. Stadion yang dibangun pada tahun 1985 ini, juga merupakan kandang bagi klub PSP Padang dan Minangkabau FC. Pada tahun 2013 nanti, manajemen Semen Padang FC berencana akan membangun Stadion Azwar Anas, home base baru yang berkapasitas 30.000 - 40.000 kursi.[11]

Pendukung[sunting | sunting sumber]

The Kmer's (Kerbau Merah Suporter) merupakan sebutan bagi pendukung Semen Padang FC. Nama ini diresmikan pada tanggal 14 November 2001, oleh pendukung klub tersebut.

Selain itu ada satu lagi kelompok suporter yang disebut Spartacks (Suporter Padang dan Anak Rantau Cinta Kabau Sirah) yang berdiri pada tanggal 18 Mei 2010. Kedua suporter ini saling mendukung penuh kepada tim kesayangannya, meskipun bentrokan juga terjadi pada Mei 2011.[12]

Skuat[sunting | sunting sumber]

Per 30 Januari 2016.

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

No. Pos. Nama
1 Bendera Indonesia GK Rachmanuddin
2 Bendera Indonesia DF Novan Setyo Sasongko
3 Bendera Indonesia MF Satrio Syam
4 Bendera Indonesia DF Handi Ramdhan
5 Bendera Indonesia DF Novrianto
6 Bendera Korea Selatan MF Yu Hyun Koo
7 Bendera Indonesia MF Rudi
10 Bendera Indonesia MF Vendry Mofu
11 Bendera Indonesia DF Hengky Ardiles (kapten)
12 Bendera Indonesia MF Nerius Alom
14 Bendera Indonesia GK Putra Syabilul Rasad
15 Bendera Indonesia MF Hendra Bayauw
16 Bendera Indonesia DF Saepulloh Maulana
No. Pos. Nama
17 Bendera Indonesia FW Nur Iskandar
18 Bendera Indonesia DF Ricky Akbar Ohorella
19 Bendera Indonesia MF Leo Guntara
20 Bendera Indonesia FW Arifan Masril
21 Bendera Indonesia DF Jeki Arisandi
22 Bendera Indonesia GK Jandia Eka Putra
25 Bendera Mali DF Al Hadji Adamou
26 Bendera Indonesia MF Fajar Legian Siswanto
31 Bendera Indonesia GK Fakrurrazi
39 Bendera Indonesia FW Gugum Gumilar
42 Bendera Indonesia DF Rezzi Syafrianto
88 Bendera Indonesia FW Irsyad Maulana
99 Bendera Liberia FW James Koko Lomell

Staf[sunting | sunting sumber]

Staf kepelatihan[sunting | sunting sumber]

Jabatan Staf
Pelatih kepala Nil Maizar
Asisten pelatih Delfi Adri
Pelatih kiper Zulkarnaen Zakaria
Pelatih fisik Irwansyah
Manajer Suranto
Media officer Haria Putra
Dokter tim dr. Masykur

Manajemen[sunting | sunting sumber]

Jabatan Staf
Komisaris utama Pudjo Suseno
Komisaris Desri Ayunda
Komisaris Bennas Azhari
Direktur utama Daconi
Direktur operasional Ampri Satyawan
Direktur keuangan Ahlen Alfian
Direktur teknik Asdian
Sekretaris perusahaan Yulisran Beni Putra
Kepala sekretariat Khairul Adi

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Gelar[sunting | sunting sumber]

Juara (1): 2011–12
Juara (1): 1982
Juara (1): 1992
Peringkat kedua (1): 2012
Juara (1): 2013
Peringkat kedua (1): 2015[14]

Kiprah di liga nasional[sunting | sunting sumber]

Musim Kompetisi Peringkat akhir
1993-94 Divisi Utama Galatama Peringkat 3 Wilayah Barat
1994-95 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 5 Wilayah Barat
1995-96 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 9 Wilayah Barat
1996-97 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 7 Wilayah Barat
1997-98 Divisi Utama Liga Indonesia Kompetisi tidak selesai
1998-99 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 3 Grup A Babak 10 Besar
1999–2000 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 6 Wilayah Barat
2001 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 7 Wilayah Barat
2002 Divisi Utama Liga Indonesia Semifinal
2003 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 8
2004 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 15
2005 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 10 Wilayah I
2006 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 11 Wilayah I
2007 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 16 Wilayah Barat (degradasi)
2008-09 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 7 Wilayah Barat
2009-10 Divisi Utama Liga Indonesia Peringkat 3 (promosi)
2010-11 Liga Super Indonesia Peringkat 4
2011–12 Liga Prima Indonesia Juara
2013 Liga Prima Indonesia Kompetisi tidak selesai
2014 Liga Super Indonesia Peringkat 3 Grup A Babak Delapan Besar
2015 Liga Super Indonesia Kompetisi tidak selesai

Kiprah internasional[sunting | sunting sumber]

Tahun Kompetisi Prestasi
1993-94 Piala Winners Asia Perempatfinal
2013 Piala AFC Perempatfinal

[sunting | sunting sumber]

Sponsor utama Semen Padang FC adalah PT Semen Padang, sedangkan sponsor lainnya adalah Specs, Bank Nagari, Mobil 1, Padang Ekspress, dan Classy FM Radio.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Stadion Gelanggang Olahraga Haji Agus Salim Padang". Spartacks. 
  2. ^ "Semen Padang FC". Liga Prima Indonesia. 
  3. ^ "Indonesia 2002". RSSSF. 
  4. ^ "Semen Padang Promosi Ke Liga Super". BOLA. 30 May 2010. 
  5. ^ "PSSI Tunjuk Nil Maizar Jadi Pelatih Timnas Senior". Kompas. 13 April 2012. 
  6. ^ "Suhatman Imam, Pengawal Semen Padang Jadi Juara". Tempo. 1 July 2012. 
  7. ^ "Persibo Juara Piala Indonesia". Republika. 14 July 2012. 
  8. ^ "Semen Padang Pastikan Ikut ISL". Republika. 10 October 2012. 
  9. ^ "Demi Merah Putih, Semen Padang Urung Pindah ISL". Bola.net. 30 November 2012. 
  10. ^ "Jafri Sastra Masuk, Suhatman Tetap Leader". Padang Ekspres. 19 October 2012. 
  11. ^ "Semen Padang Siap Bangun Stadion Azwar Anas". Goal.com. 1 February 2012. 
  12. ^ "The Kmers dan Spartacks Kembali Bentrok". Haluan. 10 May 2011. 
  13. ^ Rizal Marajo, 13 Mei 2012. "Suhatman Imam & Siklus Prestasi Semen Padang". Goal.com, diakses 25 Mei 2014.
  14. ^ Tekuk Semen Padang, Mitra Kukar Juara Piala Sudirman Tempo.co, tanggal 24 Januari 2016. Diakses tanggal 25 Januari 2016.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]