Nederlandsche Handel-Maatschappij

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tulisan "Nederlandsche Handel-Maatschappij" di pihtu masuk Arsip Amsterdam di gedung De Bazel, didirikan sebagai kantor pusat NHM

Perusahaan Dagang Belanda (bahasa Belanda: De N.V. Nederlandsche Handel-Maatschappij atau NHM; bahasa Inggris: Netherlands Trading Society) adalah suatu perusahaan dagang Belanda didirikan berdasarkan Besluit No. 163 pada tanggal 29 Maret 1824 atas prakarsa Raja Willem I dari Belanda untuk mempromosikan dan mengembangkan perdagangan, pengiriman dan pertanian. Selama 140 tahun berikutnya, NHM mengembangkan jaringan cabang internasional yang besar dan semakin terlibat dalam operasi perbankan, dan kemudian menjadi salah satu nenek moyang utama bagi ABN AMRO.[1]

Tujuan pendirian NHM adalah untuk menggantikan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang bangkrut akibat korupsi yang dilakukan oleh pejabat VOC sendiri. Tujuan lainnya adalah menghidupkan kembali perekonomian Negeri Belanda yang hancur akibat peperangan dengan negara tetangganya, Belgia. Sejak awal berdirinya, NHM bertugas melakukan perdagangan ke seluruh dunia, yang meliputi Amerika, Asia Kecil, Tiongkok, India, Persia, Jazirah Arab. Namun dalam perkembangan selanjutnya perusahaan NHM lebih memfokuskan ke Nusantara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pendirian NHM[sunting | sunting sumber]

Bangunan di Vijzelstraat 32 di Amsterdam yang dikenal saat ini sebagai "De Bazel", dinamai dari arsiteknya Karel de Bazel. Saat ini merupakan rumah bagi Arsip Amsterdam, tetapi awalnya dibangun pada 1919-1926 bagi NHM dan didekorasi dengan banyak detail yang mengingatkan pada Indonesia, terutama tembok bata, yang membuat bangunan ini memiliki nama panggilan "spekkoek".

NHM adalah perusahaan swasta yang menerbitkan saham publik dan menurut raja, NHM akan bertindak untuk memanfaatkan kegiatan ekonomi dan mendorong pengembangan kekayaan nasional. Namun, dalam praktiknya, hal itu terjadi untuk memperluas perdagangan yang ada, dengan mengumpulkan data dan mencari pasar baru serta industri pembiayaan dan pengiriman. Hubungan dekatnya dengan pemerintah Belanda berarti memainkan peran penting dalam pengembangan perdagangan antara Belanda dan Hindia Belanda.[2] Bekas kantor pusatnya di De Bazel di Amsterdam saat ini menjadi rumah bagi Arsip Amsterdam.[3]

NHM terkadang disebut sebagai penerus Perusahaan Hindia Timur Belanda, karena perusahaan ini juga merupakan perusahaan swasta yang mengeluarkan saham dan perdagangan yang dibiayai dengan Hindia Belanda. Pembentukan NHM mungkin bisa dilihat sebagai upaya untuk membawa dorongan baru untuk berdagang dengan Hindia Belanda setelah mengalami depresi dominasi Prancis bertahun-tahun (1795-1814) dan keruntuhan akhir Perusahaan Hindia Timur Belanda dua dekade sebelumnya.

Pembiayaan perdagangan dan pengiriman NHM menyebabkan pengembangan jaringan cabang yang semakin terlibat dalam pembiayaan dan operasi perbankan. Jaringan ini menjangkau seluruh Asia Tenggara dan rute perdagangan antara Belanda dan Hindia Belanda dan NHM terus memperluas jaringannya hingga abad ke-20. Ini kehilangan sejumlah cabangnya ketika pemerintah Indonesia menasionalisasi mereka pada tahun 1960 untuk membentuk sebuah bank milik lokal yang baru, tetapi pada saat itu memiliki cabang di banyak belahan dunia lainnya. NHM terus mengembangkan lebih banyak lagi operasi perbankan dan pembiayaan dengan jaringan cabangnya dan kemudian menjadi salah satu nenek moyang utama bank ABN AMRO pada tahun 1964, perusahaan tersebut bergabung dengan Twentsche Bank Belanda menjadi Algemene Bank Nederland (ABN).[4]

Sejarah di Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Pendirian[sunting | sunting sumber]

Pemandangan udara kantor cabang NHM di Jakarta sekitar tahun 1955, sekarang menjadi Museum Bank Mandiri.

Satu tahun setelah NHM didirikan, NHM membuka perwakilannya di Batavia, yang dikenal dengan nama Factorij Nederlandsche Handel Maatsehappij yang sering disebut dengan Factorij atau Kompeni Kecil. Sejak itu, perusahaan ini bertahan di Batavia serta meluaskan ruang operasionalnya ke wilayah Nusantara lainnya maupun di luar negeri, dan mampu bertahan sampai terjadinya nasionalisasi perusahaan Belanda pada tahun 1960-an. Pada tahun 1826 perwakilan NHM di Batavia dengan membuka cabangnya di Palembang, Banjarmasin, dan Banda. Kegiatan utamanya adalah melakukan pengiriman, pengapalan dan juga penjualan barang-barang ke Hindia Belanda. Di samping itu, perusahaan ini juga membantu pemerintah Hindia Belanda melakukan pengiriman uang ke Tiongkok, Australia, dan India.[5]

Pada tahun 1830 di Nusantara diberlakukan sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) yang dipelopori oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Dengan berlakunya sistem tanam paksa maka NHM juga mempunyai fungsi ganda, yakni selain melakukan pengiriman barang, akan tetapi juga melakukan pembelian rempah-rempah dari pemerintah Hindia Belanda. Ternyata harapan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya melalui tanam paksa membuahkan hasil. Pemerintah Hindia Belanda banyak meraup keuntungan dari eksploitasi tenaga kerja pribumi. Namun keuntungan yang selama 40 tahun dinikmati berangsur-angsur menuai kemunduran. Hal tersebut disebabkan pada tahun 1870 sistem tanam paksa dicabut. Pada tahun 1882, Factorij NHM Batavia melakukan usaha penuh sebagai bank modern dengan menerima dana pihak ketiga dalam bentuk deposito, rekening koran dan produk jasa lainnya.

Cabang di Weltevreden, Batavia (Jakarta Pusat)

Berkantor pusat di Jakarta, tepatnya terletak di Noordwijk Weltevreden (sekarang Jalan Kantor Pos) dan dibangun pada tahun 1910-1911. Perencana pembangunan Gedung Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) di Batavia dilakukan oleh Ed. Cuypers & Hulswit, sebuah biro perencana yang merupakan kolaborasi dari dua orang arsitek. Bangunan dua lantai ini dapat dilihat sistem tata letak bangunan di Pusat Kota Jakarta, sangat mirip dengan Kota Amsterdam, berderet dan berdempet, menjorok ke dalam dan menghadap ke sebuah kanaal. Secara keseluruhan arsitektumya adalah campuran klasik Eropa, dengan balustrade "mahkota", pediment melengkung di depan dan samping, alur-alur horisontal ciri arsitektur Renaissans, kolom-kolom, molding Yunani, doric pelengkung-pelengkung dengan vitrum Romawi.

Nasionalisasi[sunting | sunting sumber]

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, pada tanggal 5 Desember 1960 NHM dilebur ke dalam Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Nasionalisasi NHM dilakukan berdasarkan pada PP no. 44/1960 dan melalui SK Menteri Keuangan No. 261206/B.U.M tanggal 30 November 1960, yang menetapkan ketentuan-ketentuan tentang penyerahan segala hak dan kewajban, perlengkapan, dan kekayaan serta usaha perusahaan NHM N.V di indonesia kepada BKTN (Bank Koperasi Tani dan Nelayan).

Kebijakan pemerintah Indonesia untuk menasionalisasi NHM diduga berawal dari realitas politik dan ekonomi yang berkembang pasca perang kemerdekaan. Memasuki tahun 1950 semangat untuk melepaskan diri dari intervensi asing semakin kuat. Puncaknya adalah pada tahun 1957 ketika hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Belanda semakin memburuk. Kegagalan memperjuangkan Irian Barat melalui jalan diplomasi, mengakibatkan pemerintah Indonesia menempuh cara lain yaitu dengan melancarkan aksi-aksi untuk mengambil alih NHM. Nasionalisasi NHM berjalan tanpa proses perlawanan dari pihak Belanda. Sikap Belanda yang tanpa perlawanan selain disebabkan karena status Indonesia sudah merdeka dan dukungan dari buruh yang bekerja pada NHM juga dikarenakan lemahnya posisi Belanda dalam politik Internasional.

NHM dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia bersama 18 cabangnya di Indonesia. Setelah itu, perusahaan itu menjelma menjadi Bank Ekspor Impor Indonesia (BEII), kemudian menjadi Bank Mandiri yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia sampai saat ini.[6]

Linimasa[sunting | sunting sumber]

Bangunan pertama di Amsterdam, 1860

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Nederlandsche Handel-Maatschappij, 1824-1964" (PDF). ABN AMRO. Diakses tanggal 30 Agustus 2017. 
  2. ^ (Dutch) explanation of building in Amsterdam Archives
  3. ^ Amsterdam Archives
  4. ^ Robin Te Slaa (17 November 2012). "Nederlandsche handel-maatschappij". deVolkskrant. Diakses tanggal 22 Januari 2014. 
  5. ^ "Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM)". Jakarta.go.id. Diakses tanggal 30 Agustus 2017. 
  6. ^ Karta Raharja Ucu (17 Juli 2017). "Nederlandsche Handel Maatschappij Jadi Museum Bank Mandiri". Republika. Diakses tanggal 30 Agustus 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]