Jalan Sultan Agung (Jakarta)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pemandangan Banjir Kanal Barat dari Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan pada tahun 1971.
Salah satu pasar di Jalan Sultan Agung, Pasar Rumput.

Jalan Sultan Agung adalah nama salah satu jalan utama Jakarta. Nama jalan ini diambil dari nama seorang tokoh Sultan Agung dari Mataram. Nama asli jalan ini adalah JP Coenweg.[1][2][3] Jalan ini menghubungkan Matraman, Pegangsaan dan Kuningan. Jalan ini membentang sepanjang 1,8 KM dari Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan sampai Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan. Jalan ini melintasi 3 Kelurahan, yaitu kelurahan:

Jalan ini dilalui oleh TransJakarta Koridor 4 dengan rute Pulo Gadung 2Dukuh Atas 2.

Persimpangan[sunting | sunting sumber]

Jalan ini memiliki lima persimpangan utama, yaitu:

  • Persimpangan Jalan Manggarai Utara (menuju Stasiun Manggarai)
  • Persimpangan Jalan Saharjo (menuju Tebet, Pancoran)
  • Persimpangan Jalan Minangkabau (menuju Tebet, Pancoran)
  • Persimpangan Jalan Sukabumi (menuju Menteng)
  • Persimpangan Jalan Halimun Raya (menuju Kuningan)

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Jalur Bus[sunting | sunting sumber]

Transjakarta[sunting | sunting sumber]

Halte Transjakarta koridor 4 Pasar Rumput yang terletak di Jalan Sultan Agung.

Jalan ini dilalui oleh jalur TransJakarta koridor 4 dengan rute Pulo Gadung 2 - Dukuh Atas 2. Halte-halte yang berada di jalan ini yaitu:

Rute-rute bus Transjakarta yang melewati jalan ini adalah:

Jalur Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ucu, Karta Raharja (2019-09-24). "Kisah dari Manggarai; Budak Flores, Sultan Agung & JP Coen". Republika Online. Diakses tanggal 2022-10-24. 
  2. ^ Adriansyah, Yul (2022-05-24). "Daftar Nama-nama Jalan pada Zaman Dahulu di Batavia - Harian Kami". Daftar Nama-nama Jalan pada Zaman Dahulu di Batavia - Harian Kami. Diakses tanggal 2022-10-24. 
  3. ^ Harahap, Akhir Matua (2019-06-11). "Poestaha Depok: Sejarah Jakarta (55): Daftar Nama Jalan di Jakarta Tempo Dulu; Nama Jalan, Lapangan dan Taman Diubah Pada Era NKRI, 1950". Poestaha Depok. Diakses tanggal 2022-10-24. 
  4. ^ "Halte Transjakarta Manggarai, PGC1, Jembatan Gantung, dan Kebayoran Lama Ditutup Sementara, Simak Alternatifnya". Kompas.com. 2022-09-01. Diakses tanggal 2022-10-28. 
Jalan sebelumnya:
Jalan Galunggung
Jalur Jalan Raya Pejompongan - Pulo Gadung Jalan berikutnya:
Jalan Tambak