Kabupaten Indramayu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Indramayu)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 6°28′32″S 108°16′05″E / 6.475656°S 108.268089°E / -6.475656; 108.268089

Kabupaten Indramayu
Locator kabupaten indramayu.png
Peta lokasi Kabupaten Indramayu di Jawa Barat
Koordinat: 107"51'-108"36' Bujur Timur dan 6"15' - 6"40' Lintang Selatan
Provinsi Jawa Barat
Tanggal peresmian 7 Oktober 1527
Ibu kota Indramayu
Pemerintahan
-Bupati Drs. H. Supendi, M.Si.

(Petahana)

APBD
-DAU Rp1.134.695.113.000.-(2013)[1]
Luas 2.000,99 km2
Populasi
-Total 1.795.372 jiwa (2007)[2]
-Kepadatan 897,24 jiwa/km2
Demografi
-Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa Indramayu, Bahasa Sunda (Dialek Parean).[3][4]
-Kode area telepon 0234
Pembagian administratif
-Kecamatan 31
Simbol khas daerah
Situs web www.indramayukab.go.id

Kabupaten Indramayu Aksara Jawa Carakan: (ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦲꦶꦤ꧀ꦢꦿꦩꦪꦸ ),Sunda (ᮊᮘᮥᮕᮦᮒᮔ᮪ ᮄᮔ᮪ᮓᮢᮙᮚᮥ,) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Indramayu. Nama Indramayu berasal dari kecantikan putri Arya wira lodra bernama Nyi Endang Ayu ꧋ꦘꦶꦲꦼꦟ꧀ꦢꦔꦪꦸ꧉ yaitu salah satu pendiri Indramayu abad 1527 M. Nyi endang ayu. Nyi : si (Nyi vokal simpel "Si". Endang : indang (vokal "i" indang). Ayu : wajah cantik Nyi Endang. menjadi Si Indang Ayu. si indang adalah tanah kelahiran nyi endang ayu, nama tersebut supaya teringat yang sekarang menjadi nama kecamatan si indang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Indramayu timur ( Sukagumiwang, Tukdana, Bangodua, Widasari, Arahan, Santigi (Cènthigi), Sindang, Balongan, Kedokanbuder, Juntinyuat, Krangkeng, Celeng (Lohbener), Kandanghaur (sebagian wilayah), Losarang, Patrol, Sukra (Sakra), Anjatan, Bongas, Bantawaru dan Plasa kerep.

wilayah indramayu tersebut masuk ke wilayah kerajaan galuh purwa (jawa kuna) yang letak pemerintahannya di kaki gunung slamet abad 1 Masehi.


KESULTANAN BONDAN

pada abad ke 1414 wilayah indramayu sudah berbentuk kepemerintahan.


Indramayu timur yang dulu masuk ke wilayah kerajaan Galuh purwa (jawa kuna) abad 1 Masehi.

Dimana ibukota indramayu timur abad 13 berada di Kerticala (tukdana) & Bondan (sukagumiwang).

Indramayu timur merdeka dari kerajaan galuh purwa (jawa kuna) abad 1414, dimana saat itu masyarakat indramayu timur sudah menganut agama mazhab-mazhab dalam islam kejawen (islam gundul) karena pengaruh bangsa pendatang dari palestina, mesir dan ottoman tury utsmani.

Pada abad ke 1414 di dirikannya masjid jawa kesultanan bondan (indramayu) oleh syekh datul kahfi. Masjid Bondan yang dibangun oleh penduduk lokal, arsitek asal rombongan mesir, kerajaan majahpahit dan sekaligus memerdekakan dari kerajaan galuh purwa (jawa kuna).

Abad 1427 masehi dipindah ke gunung jati akibat wilayah tersebut sering dilanda banjir oleh meluapnya sungai bengawan manukan (cimanuk), kesultanan bondan ini seringkali disebut oleh penduduk sunda kuna (cirebon selatan) disebut kesultanan bondan gunung jati.

Pada abad ke 16 indramayu timur dan cirebon utara direbut oleh kesultanan mataram islam demi kepentingan persatuan rakyat jawa untuk melawan bangsa portugi yang sudah menduduki batavia (betawi jakarta).

Wilayah indramayu timur setia kepada mataram dan di merdekakan sekaligus dipecah menjadi 2 yaitu :

Nagari Darma ayu (Indramayu) Nagari Caruban (Cirebon) Kerajaan galuh ada 2 suku yaitu :

Galuh Purwa (Jawa Kuna/purwa/kawi). Pusat kerajaan yang berada di kaki gunung slamet.

Luas wilayah kerajaan galuh purwa (jawa kuna) : Indramayu timur, Cirebon utara, Brebes, Tegal, Pemalang, Bumiayu, Purwokerto, Cilacap (sebagian wilayah), Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan dan Kedu. Dimana wilayah tersebut masuk ke kerajaan Galuh Purwa (jawa kuna).

Raja Galuh Kerajaan Raja galuh adalah kerajaan suku sunda kuna yang berpusat di Wilayah kabupaten Ciamis & Garut. Lahir pada abad ke 6 masehi.

Luas wilayah

Cilacap (sebagian wilayah), Tasikmalaya, kuningan selatan, Garut, Majalengka selatan, Sumedang dan Subang Selatan. Suku sunda kuna belum mengenal bahasa sunda tingkatan, adapun sudah mengenak bahasa sunda tingkatan pada abad 15 masehi.


abad 16 direbut oleh kesultanan mataram islam.

Pengaruh Mataram Islam di Kesultanan Bondan, secara Religi, Sosio-Politik, dan Perangnya dengan kesultanan demak hingga demak sendiri runtuh/pecah menjadi :Indramayu-Cirebon-Banten-Surabaya-Gresik dan Runtuhnya Pajajaran oleh mataram islam. (Ki Gedhe) dari desa-desa kuna di Indramayu (sebelum sindang dermayu merdeka dari Losarang).

      Ki Gedhe disebut orang asli pribumi yang masih keturunan asli Galuh Purba (Kejawen Kuna/jawa kuna/jawa ngapak).

Sekitar berusia 98 tahun Ki Gedhe, dari Sukra hingga Kertasemaya, dari Bantarwaru hingga Singakarta, dimakamkan di sekitar makam Sunan Gunungjati di Nur Giri Ciptarengga, Gunung Sembung, Cirebon (Bambang Irianto, makalah 2007).

     Adanya makam Mahapatih Habib Keling di Desa Tanjakan Kecamatan, Krangkeng Kabupaten Indramayu menjadi catatan tersendiri yakni Habib Keling (Mahapatih Habib keling). Bahwa Mahapatih Habib keling dikenal oleh masyarakat Sunda, ,Sumedang, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Batavia(Betawi) dan Demak disebut Adipati Habib Keling.

menegaskan lagi adanya relasi ini, sebab mahapati Habib Keling merupakan sahabat Syarif hidayatullah yang ikut serta dalam penyerangan ke Batavia(Betawi) tahun 1526. Ia salah seorang komandan, di samping beberapa komandan lainnya seperti Mahapatih Cerbon, Mahapatih Cangkuang, dan Faletehan(Raden Fatah). Raden Fatah adalah dari kesultanan demak, orang portugis menyebutnya Faletehan.

        Sebelumnya Mahapatih Habib Keling bersama 98 pengikutnya meminta restu dan doa di dalam istana Kerajaan Losarang (islam) untuk menyerang Batavia (betawi).
         Mahapatih habib Keling berasal dari mesir datang ke istana losarang menikah dengan orang penduduk pribhumi jawa kuna dan diangkat Mahapatih di Kesultanan Bondan, karena kulitnya hitam seperti orang Keling (Hitam Mengkilap) (Sunardjo 1983: 53,81). 

Sangat mungkin, yang dimaksud makam tersebut adalah petilasan, sebab makam Mahapatih Habih Keling terdapat di istana Gunungjati, Cirebon berdekatan dengan Sunan Gunung Jati dan istana Kerajaan losarang di losarang, indramayu.

  Jejak lain di  yakni adanya makam Raden Suryonegoro (Suryanegara) yang terdapat di Desa Bulak(Bedhes/Kethek) Kecamatan Jatibarang dan memiliki keturunan di Jatibarang, indramayu sekarang.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kabupaten Indramayu berada pada 107"51'-108"36' Bujur Timur dan 6"15' - 6"40' Lintang Selatan. Wilayahnya terletak di bagian utara provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Kabupaten Indramayu berjarak sekitar 52 Km barat laut Kota Cirebon, 144 Km dari Kota Bandung melalui Sumedang serta 205 Km dari Jakarta ke arah timur. Seluruh wilayahnya merupakan dataran rendah hingga pesisir.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Laut Jawa
Timur Laut Jawa
Selatan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang
Barat Kabupaten Subang

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Indramayu

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Rumah sakit Indramayu pada tahun 1925.

Kabupaten Indramayu terbagi menjadi 31 wilayah kecamatan, yaitu:

  1. Anjatan
  2. Arahan
  3. Balongan
  4. Bangodua
  5. Bongas
  6. Cantigi
  7. Cikedung
  8. Gabuswetan
  9. Gantar
  10. Haurgeulis
  11. Indramayu
  12. Jatibarang
  13. Juntinyuat
  14. Kandanghaur
  15. Karangampel
  16. Kedokan Bunder
  17. Kertasemaya
  18. Krangkeng
  19. Kroya
  20. Lelea
  21. Lohbener
  22. Losarang
  23. Pasekan
  24. Patrol
  25. Sindang
  26. Sliyeg
  27. Sukagumiwang-
  28. Sukra
  29. Tukdana
  30. Terisi
  31. Widasari

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pusat perekonomian kabupaten ini berada di wilayah Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Haurgeulis karena kedua kecamatan ini memiliki akses transportasi yang mudah seperti Jalur Pantura dan Stasiun Kereta Api. Beberapa kecamatan penting di wilayah Kabupaten Indramayu diantaranya adalah Kecamatan Patrol, Kecamatan Karangampel, dan Kecamatan Terisi.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Indramayu dilalui jalur utama pantura. Jalur pantura Indramayu mulai dari ruas Patrol-Lohbener-Jatibarang-Kertasemaya. Juga jalur alternatif sebelah utara Indramayu-Karangampel-Krangkeng yang menuju ke arah Cirebon. Sebagai jalur alternatif bisa melalui jalur Lohbener lalu ke kota Indramayu kemudian ke Karangampel diteruskan ke arah Cirebon. Kabupaten Indramayu juga dilalui oleh jalur kereta api. Stasiun kereta api terbesar berada di Jatibarang dan merupakan salah satu stasiun besar yang ada di Daerah Operasi 3 Cirebon.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Secara umum ada dua bahasa daerah yang digunakan masyarakat Kabupaten Indramayu, yakni bahasa Jawa dan Sunda. Bahasa Jawa digunakan oleh mayoritas masyarakat, yakni kira-kira 90% dari sekitar penduduk yang berjumlah 1,7 juta jiwa. Sisanya menggunakan bahasa Sunda.

Ada dua jenis bahasa Sunda yang digunakan. Pertama, bahasa Sunda Priangan atau bahasa Sunda fase baru, yang digunakan masyarakat di Kecamatan Gantar dan sebagian Haurgeulis (berbatasan dengan Kabupaten Subang), Desa Cikawung di Kecamatan Terisi (yang berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Sumedang), dan Blok Karangjaya di Desa Mangunjaya di Kecamatan Anjatan, yang merupakan imigran dari Bandung dan Sumedang.

Ada pula bahasa Sunda fase Sunda kuna, yakni di Desa Ilir, Bulak, dan Parean Girang di Kecamatan Kandanghaur, serta Desa Lelea dan Tamansari di Kecamatan Lelea. Bahasa Sunda fase Sunda kuna agak berbeda dengan fase Sunda baru karena perbedaan dialek temporal. Perbedaan yang paling kentara adalah dalam bahasa Sunda kuna tidak mengenal undak-usuk (tingkatan berbahasa). Bahasa Sunda kuna juga tidak mengenal vokal /eu/, tetapi hanya /e/ saja. Belum lagi perbedaan pada kosakata.

Bahasa Jawa di Kabupaten Indramayu sekarang ada tiga dialek. Mayoritas adalah dialek Dermayu (Indramayu). Tetapi ada pula bahasa Jawa dialek Cerbon (Cirebon), yakni di Desa Krangkeng, Kalianyar, dan sekirarnya di Kecamatan Krangkeng, yang berbatasan dengan Kabupaten Cirebon. Bahasa Jawa dialek Tegal-Brebes juga ada di wilayah barat Kabupaten Indramayu karena pada tahun 1920-an terdapat migrasi dari Tegal-Brebes ke wilayah tersebut, yakni di beberapa desa atau blok di Kecamatan Haurgeulis, Anjatan, Patrol, Sukra, dan Bongas.

Bahasa Jawa dialek Dermayu mayoritas digunakan masyarakat Indramayu, yakni kira-kira 1,5 juta penduduk. Ada dua tingkatan dalam bahasa Jawa dialek Dermayu yang merupakan dialek sosial (sosiolek), yakni tingkatan bagongan atau ngoko dan tingkatan bebasan atau besiken atau krama. Diperkirakan warga yang menguasai bebasan sekitar 20%-40%.

Hingga kini, basa Jawa dialek Dermayu menjadi mata pelajaran muatan lokal di Kabupaten Indramayu dengan nama Bahasa Indramayu. Di jenjang SD/MI, Bahasa Indramayu diajarkan oleh guru kelas, di SMP/MTs oleh guru mata pelajaran, dan SMA/SMK/MA oleh guru mata pelajaran. Meskipun demikian, guru-guru tersebut bukanlah lulusan program studi yang sesuai. Hal itu karena hingga kini belum ada perguruan tinggi yang membuka program studi bahasa Jawa dialek Dermayu. Selama ini pemerolehan ilmu dan wawasan kebahasaan guru-guru berasal dari lingkungan rumah, pergaulan, ataupun pertemuan semacam diklat (pendidikan dan latihan), bimtek (bimbingan teknis), ataupun lokakarya yang diadakan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu maupun Provinsi Jawa Barat.

Seni dan budaya[sunting | sunting sumber]

Organ tunggal[sunting | sunting sumber]

Kesenian Indramayu salah satunya adalah kesenian Organ Tunggal, yakni pentas musik di atas panggung dengan menggunakan Organ. Organ Tunggal ini biasanya dipentaskan hampir di setiap acara, seperti acara tujuh belasan, juga pada hari raya keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, meskipun lebih sering dipentaskan pada acara-acara hajatan, seperti hajatan pernikahan dan khitanan. Selain di atas panggung, kesenian musik organ ini juga dipentaskan secara berkeliling kampung pada saat-saat tertentu, seperti pada Bulan Ramadhan. Dua di antaranya yang cukup ternama beserta artisnya adalah: Organ tunggal Rolani Electone dengan Aas Rolani dan organ tunggal Puspa Kirana dengan Dewi Kirana. Tidak jarang grup-grup ini mendapat job manggung di luar Indramayu, bahkan lintas provinsi.

Tari topeng[sunting | sunting sumber]

Seni tradisional lainnya adalah seni tari topeng, kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon, termasuk Indramayu. Tari topeng adalah salah satu tarian di tatar Parahyangan. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng di saat menari. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh saru penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.

Salah satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah tari topeng Kelana Kencana Wungu yang merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencana Wungu yang dikejar-kejar oleh Prabu Menak Jingga yang tergila-tergila kepadanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Menak Jingga (disebut juga Kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, temperamental dan tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha Soeradiredja.

Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas lain dari tari topeng.

Kesenian tari topeng ini masih eksis dipelajari di sanggar-sanggar tari yang ada, dan masih sering dipentaskan pada acara-acara resmi daerah, ataupun pada momen tradisional daerah lainnya. Salah satu sanggar tari topeng yang ada di Indramayu adalah sanggar tari topeng Mimi Rasinah, yang terletak di Desa pekandangan, Indramayu. Mimi Rasinah adalah salah satu maestro tari topeng yang masih aktif menari dan mengajarkan kesenian tari topeng walaupun dia telah menderita lumpuh semenjak tahun 2006, Mimi Rasinah wafat pada bulan Agustus 2010.

Wayang kulit[sunting | sunting sumber]

Wayang kulit

Seperti masyarakat Jawa pada umumnya, kesenian Wayang masih kental melekat pada masyarakat Indramayu. Wayang Kulit Indramayu sebenarnya tak ada bedanya dengan wayang kulit Jawa, perbedaanya hanya terletak pada bahasa yang digunakannya, yaitu Bahasa Jawa Indramayu atau yang biasa dikenal dengan basa dermayon yang khas dalam tuturannya, baik lakon maupun sempal guyonnya.

Wayang kulit indramayu merupakan ragam khas wayang kulit cirebon, dimana sebenarnya wayang kulit cirebon masih serupa dengan wayang kulit purwa, tetapi memiliki ciri khasnya tersendiri jika ditinjau dari sudut seni kriya, wayang kulit cirebon dibuat cukup jauh berbeda dengan tatahan dan sungingan wayang kulit purwa, adapun bentuk wayang kulit cirebon ini agak mirip dengan wayang kulit bali tetapi ukurannya lebih langsing.[5]

Pementasan Wayang Kulit masih sering diselenggarakan pada momen tertentu seperti hajatan, ataupun dipentaskan sebagai bagian dari adat tradisional lainnya, seperti Mapag Sri, Ngarot, Nadran, Ruwatan dan sebagainya. Dimana pada acara adat tersebut, pementasan wayang kulit menjadi suatu keharusan, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari acara itu sendiri.

Beberapa Dalang Wayang Kulit terkenal Indramayu adalah H. Anom Rusdi bersama Grup Langen Budaya dan H. Tomo bersama Grup Langen Kusuma.

Mapag Dewi Sri[sunting | sunting sumber]

Pesta rakyat Mapag Dewi Sri ini, menurut kepercayaan masyarakat setempat merupakan kegiatan yang wajib diadakan setiap tahun. Konon pada tahun 1970-an kegiatan ini pernah tidak dilaksanakan karena hasil panen sedikit, karena tidak dilaksanakannya pesta rakyat Mapag Dewi Sri akibatnya banyak masyarakat setempat yang sakit. Semenjak kejadian itu, sekecil apapun hasi panen yang diperoleh, pesta rakyat Mapag Dewi Sri harus tetap dilaksanakan.

Sintren[sunting | sunting sumber]

Kesenian tradisional Sintren atau Lais

Kebudayaan masyarakat Jawa yang melekat pada masyarakat Indramayu salah satunya adalah Sintren, Sintren adalan kesenian tradisional masyarakat Jawa, khususnya Pekalongan. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Barat, antara lain Pemalang, Pekalongan, Brebes, Banyumas, Kuningan, Cirebon, dan Indramayu. Sintren disebut juga dengan lais. Di Indramayu sendiri, kesenian Sintren dipentaskan pada acara-acara tertentu, misalkan hajatan atau syukuran, atau pentas seni tradisional. Dahulu ada pentas seni Sintren yang berkeliling kampung, tetapi sekarang sudah sangat sulit untuk ditemukan karena semakin tergeser oleh pentas dan hiburan modern.

Tarling[sunting | sunting sumber]

Berkas:Tarling.gif
Kesenian tradisional Tarling

Tarling merupakan seni musik dan lagu yang pada awalnya ditampilkan dalam bentuk nyanyian (kiser) yang diiringi oleh gitar dan suling saja.

Sejalan dengan perkembangan zaman, kesenian Tarling mengalami perkembangan dan perubahan yang cepat. Saat ini Tarling sudah dilengkapi dengan alat-alat musik yang modern. Kendati pun demikian Tarling klasik masih banyak diminati oleh wisatawan. Salah seorang Maestro tarling klasik yang di kenal masyarakat Indramayu adalah (Almh) Hj.Dariyah dengan grup Cahaya Muda yang di pimpinnya.[butuh rujukan]

Genjring akrobat[sunting | sunting sumber]

Salah satu jenis kesenian tradisional masyarakat Indramayu, yaitu pertunjukan berupa akrobat/atraksi dengan media tangga, sepeda beroda satu dan sebagainya. Kesenian Genjring Akrobat dalam penyajiannya diiringi alat musik Genjring/Rebana dengan dilengkapi tari Rudat.

Sandiwara[sunting | sunting sumber]

Sandiwara adalah sebuah pertunjukan pentasan sebuah cerita atau disebut pula lakon dalam bahasa Indramayu. Sandiwara yang dipertunjukan di wilayah-wilayah budaya Indramayu merupakan hasil alkulturasi budaya eropa yang dibawa oleh bangsa Portugis pada abad ke 16 yang terlihat dari setingan panggungnya.[6]

Sandiwara di Indramayu mirip dengan seni pertunjukkan masres yang ada di wilayah Cirebon dan hampir serupa dengan seni pertunjukan ketoprak yang ada di daerah Jawa Tengah dan Timur, kemiripan dengan seni pertunjukan masres ini dikarenakan masres dan sandiwara indramayu berasal dari akar budaya Cirebon yang sama namun hanya berbeda dalam penggunaan bahasa, Bahasa Jawa Indramayu atau yang biasa disebut basa dermayon lebih dominan pada pertunjukan sandiwara indramayu, di Indramayu seni drama sebagian besar mengisahkan tentang legenda dan sejarah.[7]

Sebuah sandiwara bisa berdasarkan skenario atau tidak. Apabila tidak, maka semuanya dipentaskan secara spontan dengan banyak improvisasi.

Berokan[sunting | sunting sumber]

Berokan adalah seni budaya asli asal penduduk pribumi indramayu dengan kata lain adalah barong yang mirip dengan barongsai yang diadakan setiap hari raya Idul Fitri, tepatnya setelah sholat hari raya. Biasanya yang menjadi berokan memakai topeng menyeramkan dan baju berupa kurungan namun ada juga yang berbentuk lucu. Pengiringnya ada dua, yang pertama adalah yang meminta beras kepada warga dan yang kedua adalah sekelompok orang yang memainkan alat musik. Cara memanggilnya yaitu dengan berteriak "galak, gloak" maka sang berokan akan mengejar siapapun yang memanggilnya. Berokan ini akan berkeliling kampung mulai dari hari pertama Idul Fitri sampai 2 atau 3 hari sesudahnya.

Singa Depok & Kebo Ngamuk[sunting | sunting sumber]

Kesenian yang mirip dengan sisingaan dari Subang, ini sudah mulai di modifikasi dengan adanya "Kebo Ngamuk" dan "burok"

Cindera mata[sunting | sunting sumber]

Batik tulis Paoman[sunting | sunting sumber]

Batik yang berciri khas pesisir, memiliki corak yang berbeda dengan batik daerah lainnya. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkungan kehidupan daerah pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar, seperti Cina, Arab dan Timur Tengah, Hindu-Jawa serta Eropa ikut memengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir.

Industri kerajinan batik tulis ini terdapat di Kelurahan Paoman, Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu dan Terusan, Sindang, Indramayu. Kualitas dari batik yang mem punyai ± 200 motif ini telah mampu menembus pasaran internasional, terutama para kolektor batik dari mancanegara.

Kerajinan bordir[sunting | sunting sumber]

Pedesan entog Bang Combet khas Indramayu

Kerajinan bordir berkembang cukup pesat di Indramayu, terletak di Desa Sukawera, Kecamatan Kertasemaya ± 6 kilometer dari Kota Jatibarang atau 22 kolimeter dari Kota Indramayu. Motif yang cukup terkenal adalah motif seruni, tapak kebo, bunga tulip, lunglungan, hasil produksinya mampu memenuhi permintaan pasar regional dan Nasional. Indramayu merupakan daerah yang sangat menarik untuk dikunjungi,karena letaknya yang sangat strategis yaitu disepanjang jalan pantai utara Pulau Jawa.

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Kuliner Indramayu tak jauh beda dengan kuliner Cirebon, di samping mempunyai kuliner khas Cirebonan yakni khas daerah Indramayu dan Cirebon, Indramayu juga punya beberapa kuliner khas Dermayonan yakni khas Indramayu.

  1. Pedesan Entog
    Kuliner ini khas Dermayonan, terbuat dari daging itik atau entog yang diracik dengan bumbu pedas yang khas;
  2. Bubur Indramayu
    Bubur ini asli Dermayonan, bubur ini memadukan bubur ayam dengan soto, maka dari itu bubur ini sering juga disebut dengan bubur soto;
  3. Rumbah
    Rumbah disebut juga dengan urab, pecel atau rujak, di Indramayu rumbah adalah sayuran yang sudah direbus, kemudian dilumuri dengan sambal asam, bisa ditambah dengan lontong, mi dan kerupuk melarat khas Cirebonan;
  4. Nagasari
    Kue khas Dermayonan ini terbuat dari tepung beras berisikan pisang yang dibungkus dengan daun pisang. Nagasari disebut juga dengan pipis.
  5. Koci
    Tak jauh beda dengan Nagasari, kue koci terbuat dari tepung beras yang dibalut daun pisang, bisa berisikan kacang, gula merah atau parutan kelapa. Yang membedakannya adalah bentuknya yang mengerucut atau mancung sehingga disebut juga dengan pipis monyong;
  6. Keripik Mangga
    Makanan olahan khas Dermayonan ini terbuat dari hasil bumi Indramayu yang terkenal yakni mangga, ini merupakan inovasi terbaru dalam mengolah mangga yang sebelumnya hanya dinikmati dalam bentuk buah saja.
  7. Burbahcek
    Bubur Rumbah Cecek yang memadukan bubur ayam, rumbah dan cecek (kikil) kulit sapi atau kerbau, yang sekarang makanan ini sudah hampir punah
  8. Kerupuk Udang
    Kerupuk udang adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari campuran adonan tepung terigu dengan udang ditambah bumbu lainnya sehingga menimbulkan rasa lezat dan nikmat.
  9. Terasi
    Terasi terbuat dari rebon yaitu udang kecil yang dihaluskan, terasi mungkin layak untuk menjadi makanan tambahan yang memang harus diolah menjadi sambal dulu biar terasa nikmat.
  10. Cimplo sejenis apem biasa digunakan untuk upacara adat menjelang tanam, maupun panen padi, mkanan ini biasa dicampur gula merah dan santan.
  11. Keripik Melinjo
  12. Dodol Mangga

Hasil bumi[sunting | sunting sumber]

Hasil bumi Indramayu adalah padi, walaupun bukan penghasil padi terbesar, tetapi masyarakat Indramayu umumnya memiliki mata pencarian sebagai petani, dan sebagian besar wilayah Indramayu merupakan lahan pertanian, bahkan bisa ditemukan persawahan walaupun berada di pusat kota Indramayu.

Selain padi, hasil bumi yang paling terkenal adalah Mangga, jenis mangga khas Indramayu sendiri disebut Mangga Gedong gincu oleh masyarakat setempat. Mangga ini terkenal enak dan manis, tak ayal di sepanjang jalur utama Indramayu banyak pedagang buah mangga sebagai oleh-oleh khas Indramayu. Dari hasil bumi yang satu inilah, Indramayu mendapat julukan sebagai Kota Mangga. Memang tak afdal rasanya jika berkunjung ke Indramayu tanpa membeli atau mencicipi mangga Gedong gincu Indramayu.

Indramayu juga terkenal kaya akan sumberdaya migas, salah satu kilang minyak besar yang ada di Indramayu adalah Kilang Minyak Balongan yang berada di Kecamatan Balongan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Jumlah penduduk Kabupaten Indramayu tahun 2007 versi BPS Provinsi Jawa Barat
  3. ^ Perda Provinsi Jawa Barat No. 5 Tahun 2003
  4. ^ Peta Budaya Provinsi Jawa Barat Tahun 2011
  5. ^ Hadi Sukirno - Wayang Cirebon
  6. ^ Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat - Teater Masres
  7. ^ Marianty, Wegi aknes sindu. 2007.Layar Sandiwara Masres Kelompok Dharma Samudra Cirebon Analisis Layar Dalam Cerita Jaka Pendil. Bandung: Institut Teknologi Bandung

Pranala luar[sunting | sunting sumber]