Sudimampir Lor, Balongan, Indramayu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sudimampir Lor
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenIndramayu
KecamatanBalongan
Luas637,620 Ha
Jumlah penduduk5672 orang[butuh rujukan]
Kepadatan-

Desa Sudimampir Lor merupakan hasil dari pemekaran dari wilayah Desa Sudimampir pada tahun 1983. Desa Sudimampir Lor sebelum menjadi bagian dari Kecamatan Balongan pada tanggal 1 Februari 2006 adalah bagian dari Kecamatan Sliyeg, penduduk desa Sudimampir Lor rata-rata adalah bermata pencaharian petani, dengan jumlah penduduk sekitar 5672 jiwa[butuh rujukan], sudimamapir lor memiliki daerah pertanian yang cukup luas, desa sudimampir lor terdiri dari :

  1. Blok Kayen
  2. Blok Talam
  3. Blok Sana
  4. Blok Desa
  5. Blok Ngor

Suluruh masyarakat Sudimampir Lor adalah beragama Islam[butuh rujukan], Hampir rata-rata masyarakat di Sudimampir Lor adalah suku jawa indramayu. tingkat pendidikan didesa ini masih tergolong rendah. tetapi ada beberapa penduduk yang menuntaskan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi.[butuh rujukan]

Letak geografis[sunting | sunting sumber]

Secara geografis Desa Sudimampir lor bebatasan dengan Desa Tegalsembadra dan Desa Majakerta di sebelah Utara, Desa Tinumpuk di sebelah Timur, Desa Sudimampir di sebelah Selatan, dan Desa Longok di sebelah Barat

Budaya[sunting | sunting sumber]

Tradisi dan kebudayaan di Desa Sudimampir Lor tidak jauh berbeda dengan desa-desa yang ada di Kabupaten Indramayu, yaitu:

  1. Mapag Sri
    Pesta rakyat Mapag Dewi Sri ini, menurut kepercayaan masyarakat merupakan kegiatan yang wajib diadakan pada saat panen, yang dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun yaitu musim panen pertama dan musim penen kedua. Biasanya hiburan pesta rakyat ini di isi dengan pagelaran Wayang Kulit.
  2. Sedekah Bumi
    Tradisi ini diadakan setiap tahun dilaksanakan ketika akan berakhirnya musim kemarau dan memasuki musim tanam.
  3. Mapag Tamba
    Tradisi ini diadakan setiap tahun dilaksanakan setelah musim tanam.
  4. Unjungan
    Tradisi ini diadakan setiap tahun dilaksanakan sekitar bulan Oktober s.d Nopember. Yaitu suatu tradisi untuk mengunjungi petilasan atau makam leluhur dengan mengadakan berbagai hiburan.
  5. Baritan
    Tradisi ini hampir sama dengan unjungan, namun perbedaanya baritan tidak ada hiburannya.