Kabupaten Situbondo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Situbondo)
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Situbondo
Lambang Kabupaten Situbondo.jpg
Lambang Kabupaten Situbondo
Moto: Memayu Hayuning Tirto (dari Bahasa Jawa yang artinya "Usaha mempertahankan kelestarian sumberdaya air")

GEMMA SANTRI ( Gerakan Membangun Masyarakat Sehat, Aman, Nyaman, Tertib, Rapi, Indah )
Semboyan: Bumi Sholawat Nariyah, Situbondo " East Side of Paradise "
Julukan: Surga Burung, Afrikaanse Van Java


Locator kabupaten situbondo.png

Peta lokasi Kabupaten Situbondo
Koordinat: 7° 35’ - 7° 44’ LS dan 113° 30’ – 114° 42’ BT
Provinsi Jawa Timur
Dasar hukum Peraturan Pemerintah RI Nomor. 28 / 1972
Tanggal ± th 1972
Ibu kota Kecamatan Situbondo
Pemerintahan
 - Bupati H. Dadang Wigiarto, S.H.
 - Wakil Bupati H. Rahmad, S.H., M.Hum.
 - DAU Rp 692.549.026.000.-(2013)[1]
Luas 1.669,87 Km2
Populasi
 - Total 669713.00 Jiwa (Tahun 2015)
 - Kepadatan
Demografi
 - Kode area telepon 0338
Pembagian administratif
 - Kecamatan 17
 - Kelurahan 4
 - Situs web www.situbondokab.go.id

Kabupaten Situbondo adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur, Indonesia dengan pusat pemerintahan dan ibukota terletak di Kecamatan Situbondo.[2][3]

Kota ini terletak di daerah pesisir utara pulau Jawa, dikelilingi oleh perkebunan tebu, tembakau, hutan lindung Baluran dan lokasi usaha perikanan. Dengan letaknya yang strategis, di tengah jalur transportasi darat Jawa-Bali, kegiatan perekonomiannya tampak aktif. Situbondo mempunyai pelabuhan Panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan di pulau Jawa yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial Belanda.

Asal Nama[sunting | sunting sumber]

Terdapat 2 pendapat yang mengatakan tentang asal nama Situbondo:

  • Dari nama seorang pangeran asal Madura yang bernama Aryo Gajah Situbondo, yang makamnya ditemukan di wilayah kota.[3]
  • Berasal dari kata siti bondo, yang berarti tanah yang mengikat, untuk menegaskan bahwa daerah ini menarik setiap pendatang yang tiba untuk menetap di Situbondo.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pantai Pasir Putih pada tahun 1920-an.
Kediaman bupati Situbondo pada tahuh 1927-1929.

Konon, Situbondo pada zaman dahulu merupakan suatu situ atau danau besar. Pada zaman kejayaan kerajaan-kerajaan Jawa, Situbondo merupakan bagian dari konflik-konflik perebutan wilayah dan kekuasaan kerajaan Majapahit dengan kerajaan Blambangan, dan di daerah inilah diyakini perang Paregreg sebagai bagian dari kehancuran Majapahit terjadi.

Penduduk Situbondo berasal dari beragam suku, mayoritas berasal dari suku Jawa dan suku Madura. Pada tahun 1950 sampai 1970-an, kehidupan perekonomian kebanyakan ditunjang oleh industri gula dengan adanya 6 perkebunan dan pabrik gula di sekelilingnya, yaitu di Asembagus, Panji, Olean, Wringin Anom, Demas, dan Prajekan. Dengan surutnya industri gula pada tahun 1980 dan 1990-an, kegiatan perekonomian bergeser ke arah usaha perikanan. Usaha pembibitan dan pembesaran udang menjadi tumpuan masyarakat.

Mangga manalagi, gadung, dan arumanis dari Situbondo sangat terkenal dan banyak dicari oleh penggemar buah. Sampai saat ini potensi ekonomi dari perkebunan mangga tersebut masih ditangani secara industri rumah tangga, belum dalam skala industri perkebunan.

Beberapa potensi kekayaan alam lainnya masih "menganggur". Ditengarai kandungan minyak bumi di Kabupaten Situbondo (sekitar Olean) cukup melimpah. Masyarakat Situbondo menunggu investor untuk datang dan mengeksplorasi kekayaan alam yang sampai sekarang "masih tersembunyi".

Masyarakat Jawa Timur banyak mengenal Situbondo dari pantai Pasir Putih, suatu tempat rekreasi pantai yang berjarak kurang lebih 23 km di sebelah barat Situbondo. Pasir Putih terkenal dengan pantainya yang landai dan berpasir putih. pada tahun 1960 hingga 1970-an masih banyak habitat laut yang bisa ditemukan dipantai ini. Kuda laut dan batu karang cantik berwarna warni banyak dijual di akuarium penjual ikan hias setempat, namun kini makhluk tersebut tidak dapat ditemui lagi.

Perubahan nama[sunting | sunting sumber]

Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah kabupaten Panarukan dengan ibukota Situbondo, sehingga pada masa pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels (± th 1808 - 1811) yang membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara pulau Jawa dikenal dengan sebutan "Jalan Anyer - Panarukan" atau lebih dikenal dengan "Jalan Daendels", kemudian seiring waktu berjalan barulah pada masa Pemerintahan Bupati Achmad Tahir (± th 1972) diubah menjadi Kabupaten Situbondo dengan ibukota Situbondo berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor. 28 / 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daerah.

Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu beluml berada di lingkungan Pendopo Kabupaten, namun masih menempati rumah pribadinya. Pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo (± th 1900 - 1924), dia memperbaiki Pendopo Kabupaten sekaligus membangun Kediaman Bupati dan Paviliun Ajudan Bupati hingga sekarang ini, kemudian pada masa Pemerintahan Bupati Drs. H. Moh. Diaaman, Pemerintah Kabupaten Situbondo memperbaiki kembali Pendopo Kabupaten (± th 2002).[3]

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Kota[sunting | sunting sumber]

Ibukota Kabupaten Situbondo ialah Kecamatan Situbondo, namun demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga peningkatan infrastruktur seperti, pembangunan dan perbaikan pasar, taman kota, lalu lintas, dan lainnya. Pemkab Situbondo juga telah meresmikan Second City Of Situbondo yaitu, Kecamatan Besuki wilayah barat dan Kecamatan Asembagus di wilayah timur.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Terdapat 17 kecamatan di kabupaten ini, yakni :

  1. Kecamatan Banyuglugur
  2. Kecamatan Jatibanteng
  3. Kecamatan Sumber Malang
  4. Kecamatan Besuki
  5. Kecamatan Suboh
  6. Kecamatan Mlandingan
  7. Kecamatan Bungatan
  8. Kecamatan Kendit
  9. Kecamatan Panarukan
  10. Kecamatan Situbondo
  11. Kecamatan Panji
  12. Kecamatan Mangaran
  13. Kecamatan Kapongan
  14. Kecamatan Arjasa
  15. Kecamatan Jangkar
  16. Kecamatan Asembagus
  17. Kecamatan Banyuputih

Kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Situbondo : Patokan dan Dawuhan
  2. Panji : Mimbaan dan Ardirejo

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Motto Pariwisata Situbondo adalah " East Side of Paradise ". Banyak potensi wisata yang terdapat di Kabupaten Situbondo, yaitu :

Wisata Desa Kebangsaan Wonorejo Banyuputih[sunting | sunting sumber]

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Wisata Alam Taman Nasional Baluran[sunting | sunting sumber]

  1. Gunung Baluran
  2. Savana Bekol
  3. Pantai Bama
  4. Pantai Bilik
  5. Forever Green Forest
  6. Goa Jepang
  7. Curah Tangis

Wisata Alam Bahari[sunting | sunting sumber]

  1. Pantai Pasir Putih
  2. Pantai Berigheen
  3. Pantai Pathek
  4. Pantai Banongan
  5. Pantai Bama
  6. Pantai Lempuyang
  7. Pantai Tangsi
  8. Pantai Tampora
  9. Pantai Keperan
  10. Pantai Bilik
  11. Bendungan Curah Cottok
  12. Pemandian Taman
  13. Air Terjun Talempong
  14. Arung Jeram Samir Indah
  15. Pelabuhan Panarukan
  16. Pelabuhan Kalbut
  17. Pelabuhan Jangkar
  18. Pelabuhan Besuki

Wisata Alam Pegunungan[sunting | sunting sumber]

  1. Puncak Rengganis
  2. Desa Baderan
  3. Gunung Pattok
  4. Padang Savana Sekasor (merujuk pada penamaan daerah ini oleh penduduk Sumbermalang), Lereng Argopuro

Wisata Alam Perkebunan Kopi Kayumas[sunting | sunting sumber]

Wisata Sejarah[sunting | sunting sumber]

  1. PG Demaas ( Besuki )
  2. PG Wringin Anom ( Panarukan )
  3. PG Olean ( Situbondo )
  4. PG Pandjie ( Panji )
  5. PG Asembagoes ( Asembagus )
  6. Goa Jepang
  7. DAM Sluice
  8. Stasiun Kereta Api
  9. Rumah Resident Besuki
  10. Rumah Dalem Tengah
  11. Rumah Bupati Besuki
  12. Situs Selobanteng
  13. Situs Batu Lantai
  14. situs prasejarah Sumbermalang

Wisata Religi[sunting | sunting sumber]

Wisata Religi Pondok Pesantren[sunting | sunting sumber]

  1. PP Salafiyah Syafi'iyah
  2. PP Sumber Bunga
  3. PP Nurul Huda
  4. PP Walisongo

Wisata Religi Makam dan Petilasan[sunting | sunting sumber]

  1. Pasarean Syeik M. Ishaq
  2. Pasarean Agung Saifudin
  3. Makam Raden Tjondrokusumo
  4. Petilasan Syekh Maulana Ishaq
  5. Makam Ke Pate Alos
  6. Situs Makam Tegal Mas

WIsata Religi Lain[sunting | sunting sumber]

  1. Klenteng Poo Tong Biaw Besuki
  2. Gereja

Wisata Seni dan Budaya[sunting | sunting sumber]

  1. Kesenian Ojhung

Daftar Sekolah[sunting | sunting sumber]

PAUD/TK[sunting | sunting sumber]

  1. Dharma Wanita Pendopo Situbondo
  2. Bhayangkara
  3. Santa Theresia
  4. Permata Hati
  5. Rumah Pintar INDDAS
  6. Nurul Anshar

SEKOLAH DASAR[sunting | sunting sumber]

  1. SDN 01 Dawuhan
  2. SDN 02 Dawuhan
  3. SDN 02 Patokan
  4. SDN 03 Patokan
  5. SDI Al- Abror
  6. SDI Nurul Anshar
  7. SD Muhammadiyah Panji
  8. SDN 01 Mimbaan
  9. SDN 08 Mimbaan
  10. SDK Imanuel
  11. SDK Katholik Franciscus Xaverius

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA[sunting | sunting sumber]

  1. SMP Negeri 1 Situbondo
  2. SMPN 2 SITUBONDO
  3. SMPN 5 SITUBONDO
  4. SMPN 1 PANJI
  5. SMPN 1 ASEMBAGUS
  6. SMPN 1 BESUKI
  7. SMPN 1 BANYUGLUGUR
  8. SMPK IMANUEL
  9. SMPK FRANCISCUS XAVERIUS

SEKOLAH MENENGAH ATAS[sunting | sunting sumber]

  1. SMA Negeri 1 Situbondo
  2. SMAN 2 SITUBONDO
  3. SMAN 1 PANJI
  4. SMAN 1 ASEMBAGUS
  5. SMAN 1 BESUKI

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN[sunting | sunting sumber]

  1. SMKN 1 PANJI
  2. SMKN 1 SITUBONDO
  3. SMKN 2 SITUBONDO
  4. SMKN 1 KENDIT
  5. SMKN 1 SUBOH
  6. SMKN 1 BANYUPUTIH

UNIVERSITAS[sunting | sunting sumber]

  1. UNIVERSITAS ABDURRACHMAN SALEH
  2. STKIP SITUBONDO
Pantai Pasir Putih pada tahun 1920-an.

Televisi wilayah Jawa Timur[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ (Indonesia) "Profil Kabupaten Situbondo, di situs resmi web Depdagri". Diakses 28-9-12. 
  3. ^ a b c d (Indonesia) Sejarah Kabupaten Situbondo di "Situs resmi kabupaten Situbondo". Diakses 28-9-12. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]