Kabupaten Situbondo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Situbondo)
Kabupaten Situbondo
Panarukan
Transkripsi bahasa daerah
 • Pegon Maduraسيتوباْنداْ
 • Hanacarakaꦱꦶꦠꦸꦧꦤ꧀ꦢ
 • Alfabet bahasa MaduraSitubândâ
Pantai Pasir Putih Situbondo
Lambang resmi Kabupaten Situbondo
Julukan: 
  • Surga Burung
  • Afrikanse van Java
  • Bumi Selawat Nariyah
  • Surga di Ujung Timur Jawa
Peta
Kabupaten Situbondo is located in Jawa
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Situbondo
Peta
Kabupaten Situbondo is located in Indonesia
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Situbondo (Indonesia)
Koordinat: 7°42′S 114°00′E / 7.7°S 114°E / -7.7; 114
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
Dasar hukumPeraturan Pemerintah RI Nomor. 28 / 1972
Hari jadi15 Agustus 1818 (1818-08-15)
Ibu kotaSitubondo
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 17
  • Kelurahan: 4
Pemerintahan
 • BupatiKarna Suswandi
 • Wakil BupatiKhoirani
 • Ketua DPRDEdy Wahyudi
Luas
 • Total1.693 km2 (654 sq mi)
Populasi
 (2019)
 • Total689.893
 • Kepadatan406/km2 (1,050/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam (98.65%)
Kristen (0.84%)
Katholik (0.41%)
Buddha (0.05%)
Hindu (0.03%)
Lainnya (0.02%)[1]
 • BahasaBahasa Indonesia
Madura
Jawa
 • IPMKenaikan 67,78 (0,677)
sedang (2021)[2]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon+62 338
Pelat kendaraanP – D*/E*/F*
Kode Kemendagri35.12 Edit the value on Wikidata
APBDRp1.749.683.318.801,95
DAURp831.861.637.000,00(2013)[3]
Semboyan daerahSitubondo Gaga (Luar biasa)
Situs websitubondokab.go.id

Situbondo (bahasa Jawa: ꦱꦶꦠꦸꦧꦤ꧀ꦢ, translit. Situbanda; bahasa Madura: Situbândâ) adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur, Indonesia dengan pusat pemerintahan dan ibu kota kabupaten terletak di Kecamatan Situbondo.[4][5]

Kabupaten ini terletak di daerah pesisir utara pulau Jawa, di kawasan Tapal Kuda dan dikelilingi oleh perkebunan tebu, tembakau, hutan lindung Baluran dan lokasi usaha perikanan. Dengan letaknya yang strategis, di tengah jalur transportasi darat Jawa-Bali, kegiatan perekonomiannya aktif. Situbondo mempunyai pelabuhan Panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan di pulau Jawa yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial Belanda.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Terdapat 2 pendapat yang mengatakan tentang asal nama Situbondo:

  • Dari nama seorang pangeran asal Madura yang bernama Aryo Gajah Situbondo, yang makamnya ditemukan di wilayah kota.[5]
  • Berasal dari kata siti bondo, yang berarti tanah yang mengikat, untuk menegaskan bahwa daerah ini menarik setiap pendatang yang tiba untuk menetap di Situbondo.[5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pantai Pasir Putih pada tahun 1920-an.
Kediaman bupati Situbondo pada tahuh 1927–1929.

SEJARAH SITUBONDO berdasarkan literasi sejarah yang terdapat pada manuskrip kuno kitab Kakawin Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca salah satu kepercayaan Maharaja Sri Rajasangara atau lebih dikenal Prabu Hayam Wuruh yang memerintah kerajaan Majapahit pada 1300-an, beberapa wilayah disebutkan dalam literasi sejarah yang diakui oleh UNESCO, tersirat dalam tulisan tersebut dalam pupuh 25-27 yang menyebutkan kewilayahan yang dipimpin oleh seorang penguasa bernama Adipati Suradikara pada saat kunjungan Prabu Hayam Wuruk berkunjung ke Kadipaten Patukanan atau Patukangan yang saat ini dikenal Panarukan. dalam kunjungan selama 7 hari tersebut berbagai kegiatan dalam menyambut para mantri perwakilan dari madura, bali dan beberapa wilayah kerajaan bawahan mengadakan pesta dan pertunjukan dan berbagai suguhan hidangan serta perhiasan, seperti Tari Topeng, Gulat (keket), Kain yang berkualitas. dalam literasi tersebut juga menulis wilayah seperti Balumbung (wilayah timur), Patukanan (panarukan), Truyan (olean) Lemahbang (tanah merah), pacaran (pecaron), bungatan, Walanding (mlandingan), Keta (ketah). Manuskrip kuno kitab Pararaton juga menuliskan penguasa wilayah Balumbung adalah Sri Bimacili Kepakisan. Saat itu masyarakat situbondo pada abad 14 masih menganut agama hindu siwa, dengan ditemukannya beberapa peninggalan benda cagar budaya yang tersebar di beberapa wilayah, berupa prasasti berangka tahun 1473, tulisan enkripsi di selobanteng, bentuk struktur bangunan yang telah ditetapkan sebagai Benda Cagar budaya kabupaten situbondo oleh Bupati Situbondo, berdasarkan rekomendasi kajian Tim Ahli Cagar Budaya Situbondo.

Penduduk Situbondo berasal dari beragam suku, mayoritas berasal dari suku Madura. Pada tahun 1950 sampai 1970-an, kehidupan perekonomian kebanyakan ditunjang oleh industri gula dengan adanya 6 perkebunan dan pabrik gula di sekelilingnya, yaitu di Asembagus, Panji, Olean, Wringin Anom, Demas, dan Prajekan. Dengan surutnya industri gula pada tahun 1980 dan 1990-an, kegiatan perekonomian bergeser ke arah usaha perikanan. Usaha pembibitan dan pembesaran udang menjadi tumpuan masyarakat.

Mangga manalagi, gadung, dan arumanis dari Situbondo sangat terkenal dan banyak dicari oleh penggemar buah. Sampai saat ini potensi ekonomi dari perkebunan mangga tersebut masih ditangani secara industri rumah tangga, belum dalam skala industri perkebunan.

Beberapa potensi kekayaan alam lainnya masih "menganggur". Ditengarai kandungan minyak bumi di Kabupaten Situbondo (sekitar Olean) cukup melimpah. Masyarakat Situbondo menunggu investor untuk datang dan mengeksplorasi kekayaan alam yang sampai sekarang "masih tersembunyi".

Masyarakat Jawa Timur banyak mengenal Situbondo dari pantai Pasir Putih, suatu tempat rekreasi pantai yang berjarak kurang lebih 23 km di sebelah barat Situbondo. Pasir Putih terkenal dengan pantainya yang landai dan berpasir putih. pada tahun 1960 hingga 1970-an masih banyak habitat laut yang bisa ditemukan dipantai ini. Kuda laut dan batu karang cantik berwarna warni banyak dijual di akuarium penjual ikan hias setempat, tetapi kini makhluk tersebut tidak dapat ditemui lagi.

Perubahan nama[sunting | sunting sumber]

Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah Kabupaten Panarukan dengan ibu kota Situbondo, sehingga pada masa pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels (± th 1808–1811) yang membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara pulau Jawa dikenal dengan sebutan "Jalan Anyer – Panarukan" atau lebih dikenal dengan "Jalan Daendels", kemudian seiring waktu berjalan barulah pada masa Pemerintahan Bupati Achmad Tahir (± th 1972) diubah menjadi Kabupaten Situbondo dengan ibu kota Situbondo berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor. 28 / 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daerah.

Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu belumlah berada di lingkungan Pendopo Kabupaten, tetapi masih menempati rumah pribadinya. Pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo (± th 1900–1924), dia memperbaiki Pendopo Kabupaten sekaligus membangun Kediaman Bupati dan Paviliun Ajudan Bupati hingga sekarang ini, kemudian pada masa Pemerintahan Bupati Drs. H. Moh. Diaaman, Pemerintah Kabupaten Situbondo memperbaiki kembali Pendopo Kabupaten (± th 2002).[5]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Situbondo mempunyai luas 1.638,50 km² atau 163.850 Ha serta mempunyai bentuk memanjang dari barat ke timur kurang lebih 150 km di pantai utara wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Secara astronomis, wilayah Kabupaten Situbondo terletak di posisi antara 7°35'–7°44' Lintang Selatan dan 113°30'–114°42' Bujur Timur.[6]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah Kabupaten Situbondo adalah sebagai berikut:

Utara Selat Madura
Timur Selat Bali
Selatan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi
Barat Kabupaten Probolinggo

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Situbondo berada pada ketinggian 0 – 1.250 m di atas permukaan laut. Wilayah dengan rata-rata ketinggian ada pada wilayah selatan barat seperti Kecamatan Jatibanteng dan Sumbermalang. Sementara itu, di wilayah utara terdapat Kecamatan Bungatan yang wilayah tertingginya pada ketinggian 1250 mdpl. Keadaan tanah di wilayah kabupaten ini menurut teksturnya, pada umumnya tergolong sedang 96,26 %, tergolong halus 2,75 %, dan tergolong kasar 0,99 %. Drainase tanah tergolong tidak tergenang 99,42 %, kadang-kadang tergenang 0,05 % dan selalu tergenang 0,53 %. Jenis tanah daerah ini berjenis antara lain alluvial, Regosol, Gleysol, Renzine, Grumosol, Mediteran, Latosol, dan Andosol. Ditinjau dari pola penggunaan tanahnya, diketahui penggunaan tanah terbesar adalah untuk hutan yaitu seluas 73.407,5 Ha (44,80%), berikutnya adalah untuk sawah yaitu seluas 30.365,95 Ha (18,53%), diikuti dengan pertanian tanah kering seluas 27.962,13 Ha (17,07).

Secara umum Kabupaten Situbondo merupakan dataran rendah, dengan ketinggian 0-1.250 m di atas permukaan laut, dengan kemiringan antara 0º-45º, dan memiliki tanah kering yang tererosi seluas 42.804 Ha (26,12%). Sebagian luas tanah di Kabupaten Situbondo mempunyai drainase yang baik yaitu seluas 1.629,03 Km² (99,42%) tidak pernah tergenang, sedang sisanya seluas 0,78 km² (0,05%) kadang-kadang tergenang dan seluas 8,69 km² (0,53%) selalu tergenang.

Ditinjau dari potensi dan kondisi wilayahnya, Kabupaten Situbondo dapat dibagi menjadi 3 wilayah, yaitu: wilayah utara yang merupakan pantai dan laut yang sangat potensial untuk pengembangan komoditi perikanan, baik budi daya maupun penangkapan ikan; wilayah tengah yang bertopografi datar dan mempunyai potensi untuk pertanian;dan wilayah selatan yang bertopografi miring yang mempunyai potensi untuk tanaman perkebunan dan kehutanan.[7][8]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Situbondo beriklim tropis basah dan kering (Aw) yang mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau di wilayah Kabupaten Situbondo biasanya berlangsung pada periode MeiNovember dengan puncaknya yakni periode JuliSeptember. Musim penghujan di wilayah Situbondo normalnya berlangsung pada periode bulan-bulan basah, yakni DesemberMaret dan pada saat musim penghujan, rata-rata curah hujan biasanya di atas 150 mm Air per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah Kabupaten Situbondo berada angka 900–1300 mm per tahun dengan jumlah hari hujan kurang dari 120 hari hujan per tahun. Rata-rata suhu udara di wilayah Kabupaten Situbondo bervariasi yakni antara 21 °C–33 °C. Tingkat kelembapan nisbi wilayah ini adalah ±78%.

Data iklim Situbondo, Jawa Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.1
(88)
31.2
(88.2)
31.3
(88.3)
31.7
(89.1)
31.6
(88.9)
31.5
(88.7)
31
(88)
31.9
(89.4)
33.1
(91.6)
33.6
(92.5)
33.2
(91.8)
32.1
(89.8)
31.94
(89.53)
Rata-rata harian °C (°F) 26
(79)
26
(79)
26.1
(79)
26.4
(79.5)
26.3
(79.3)
25.9
(78.6)
25.4
(77.7)
25.8
(78.4)
26.6
(79.9)
27.2
(81)
27.2
(81)
26.5
(79.7)
26.28
(79.34)
Rata-rata terendah °C (°F) 20.9
(69.6)
21
(70)
21
(70)
21.2
(70.2)
20.9
(69.6)
20.2
(68.4)
19.3
(66.7)
19.7
(67.5)
20.8
(69.4)
21.2
(70.2)
21.8
(71.2)
21.1
(70)
20.76
(69.4)
Presipitasi mm (inci) 319
(12.56)
336
(13.23)
240
(9.45)
144
(5.67)
67
(2.64)
40
(1.57)
20
(0.79)
4
(0.16)
6
(0.24)
26
(1.02)
89
(3.5)
263
(10.35)
1.554
(61,18)
Rata-rata hari hujan 20 20 17 13 6 3 2 1 1 3 8 18 112
% kelembapan 82 82 80 78 75 72 69 66 67 70 74 79 74.5
Rata-rata sinar matahari bulanan 162 170 195 233 286 281 298 302 300 294 261 186 2.968
Sumber #1: Climate-Data.org [9]
Sumber #2: BMKG [10] & Weatherbase [11]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah Daftar Nama Bupati Situbondo dari masa ke masa.

No. Foto Nama Bupati Awal Menjabat Akhir Menjabat Wakil Bupati Keterangan
Selama Periode Hindia Belanda dan Penjajahan Jepang
1.
R.T.A. Soerdjadi Poetro
-
Tidak ada
2.
R. Koesoemo Dipoetro
-
3.
R.A. Poestoko Pronomo
-
4.
R.A. Soedibjo Koesomo
-
Selama Periode Republik Indonesia (1945-sekarang)
5.
R.P. Ach. Saleh Koesoemo Winoto
1947
1953
Tidak ada
6.
R. Soebijakto Mangkoedihardjo
1953
1956
7.
R. Soepangkat Prataningrat
1956
1963
8.
Soodjanarso Adiwardojo
1963
1968
9.
K. Achmad Tahir Hadisoeparto
1968
1973
Pada masa pemerintahannya, nama kabupaten diubah menjadi Situbondo[12][13]
10.
Abdullah Dachnan, BA
1973
1978
11.
H. Tassrip
1978
1984
12.
H. Margono Samsidi
1984
1989
*
H. Arief Mulyadi, SH
1989
1989
13.
H. Sudarjanto
1989
1994
1994
1999
14.
-
Drs. H.M. Diaaman
2000
2005
15. Ismunarso-15thBup-Situbondo.jpg
Ismunarso
2005
2010
Suroso
16. Bupati Situbondo Dadang Wigiarto periode pertama.jpg
Dadang Wigiarto
6 September 2010
6 September 2015
Rahmad
*
Zainal Muhtadien
28 September 2015
17 Februari 2016
tidak ada
Penjabat bupati
(16.) Bupati Situbondo Dadang Wigiarto periode pertama kedua.png
Dadang Wigiarto
17 Februari 2016
26 November 2020
Yoyok Mulyadi
17. Bupati Situbondo 17.jpg
Karna Suswandi
26 Februari 2021
Petahana
Khoirani


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Komposisi anggota DPRD Kabupaten Situbondo selama 2 periode adalah sebagai berikut:[14]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 11 Kenaikan 13
  Gerindra 3 Kenaikan 6
  PDI-P 6 Penurunan 4
  Golkar 6 Penurunan 5
  NasDem 2 Penurunan 0
  PKS 1 Kenaikan 2
  PPP 9 Steady 9
  Hanura 2 Penurunan 1
  Demokrat 5 Steady 5
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 9 Penurunan 8

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Kota[sunting | sunting sumber]

Ibu kota Kabupaten Situbondo ialah Kecamatan Situbondo, tetapi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga peningkatan infrastruktur seperti, pembangunan dan perbaikan pasar, taman kota, lalu lintas, dan lainnya. Pemkab Situbondo juga telah meresmikan Second City Of Situbondo yaitu Kecamatan Besuki wilayah barat dan Kecamatan Asembagus di wilayah timur.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Terdapat 17 kecamatan di kabupaten ini, yakni:

  1. Kecamatan Banyuglugur
  2. Kecamatan Jatibanteng
  3. Kecamatan Sumber Malang
  4. Kecamatan Besuki
  5. Kecamatan Suboh
  6. Kecamatan Mlandingan
  7. Kecamatan Bungatan
  8. Kecamatan Kendit
  9. Kecamatan Panarukan
  10. Kecamatan Situbondo
  11. Kecamatan Panji
  12. Kecamatan Mangaran
  13. Kecamatan Kapongan
  14. Kecamatan Arjasa
  15. Kecamatan Jangkar
  16. Kecamatan Asembagus
  17. Kecamatan Banyuputih

Transportasi Umum[sunting | sunting sumber]

Stasiun[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Situbondo memiliki 4 stasiun di Jalur kereta api Kalisat–Panarukan yang berhenti beroperasi, diantaranya:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Motto Pariwisata Situbondo adalah "East Side of Paradise". Banyak potensi wisata yang terdapat di Kabupaten Situbondo, yaitu:

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Wisata Alam Taman Nasional Baluran[sunting | sunting sumber]

  • Gunung Baluran (Africa van Java)
  • Savana Bekol
  • Pantai Bama
  • Pantai Bilik
  • Forever Green Forest
  • Goa Jepang
  • Waduk Bajulmati
  • Kampung Merak

Wisata Alam Bahari[sunting | sunting sumber]

  • Pantai Pasir Putih
  • Pantai Berigheen
  • Pantai Pathek
  • Pantai Banongan
  • Pantai Bama
  • Pantai Lempuyang
  • Pantai Tangsi
  • Pantai Tampora
  • Pantai Keperan
  • Pantai Bilik
  • Pantai Pasir Putih
  • Kampung Kerapu Klatakan
  • Bendungan Curah Cottok
  • Pemandian Taman
  • Air Terjun Telempong
  • Arung Jeram Samir Situbondo Adventure
  • Cikasur Savana Sumbermalang
  • Plaza Rengganis Sumbermalang
  • Pelabuhan Panarukan
  • Pelabuhan Kalbut
  • Pelabuhan Jangkar
  • Pelabuhan Besuki

Wisata alam pegunungan[sunting | sunting sumber]

  • Puncak Rengganis
  • Desa Baderan
  • Gunung Pattok
  • Padang Savana Sekasor (merujuk pada penamaan daerah ini oleh penduduk Sumbermalang), Lereng Argopuro.

Lainnya[sunting | sunting sumber]

  1. Desa wisata Wonorejo
  2. Desa Wisata Sumberwaru
  3. Desa Wisata Bantal
  4. Desa Wisata Kayumas
  5. Desa Wisata Curahcottok
  6. Desa Wisata Olean
  7. Desa Wisata Gelung
  8. Desa Wisata Klatakan
  9. Desa Wisata Patemon
  10. Desa Wisata Kendit
  11. Desa Wisata Ketah
  12. Desa Wisata Banyuglugur
  13. Desa Wisata Telempong
  14. Desa Wisata Baderan

Wisata Sejarah[sunting | sunting sumber]

  1. PG Demaas (Besuki)
  2. PG Wringin Anom (Panarukan)
  3. PG Olean (Situbondo)
  4. PG Pandjie (Panji)
  5. PG Asembagoes (Asembagus)
  6. PG Tanjungsari (Mangaran)
  7. Goa Jepang (baluran)
  8. DAM Sluice (Patokan)
  9. Menara Air (Alun alun Situbondo)
  10. Stasiun Kereta Api (Sumberkolak, Panarukan)
  11. Rumah Resident Besuki
  12. Rumah Dalem Tengah Ke Pate Alos (Besuki)
  13. Rumah Bupati Besuki
  14. Situs Selobanteng
  15. Struktur Mellek, CB Lesong (sumberejo)
  16. Pal Navigasi darat (lempuyang, Baluran)
  17. Prasasti Widoropasar, Bakal Prasasti (banyuputih)
  18. Museum Balumbung Situbondo (utara taman kota Asembagus)
  19. CB Patemon
  20. Struktur Batu lobang (bayeman)
  21. CB Bentongan
  22. Pal Batas Anyer-Panarukan
  23. Benteng Loji Belanda (panarukan)
  24. CB Alasbayur
  25. CB Cemara
  26. CB Widoropayung
  27. Struktur Batu tangga (Plalangan)
  28. Struktur Rengganis (Puncak argopuro, sumbermalang)

Wisata Religi[sunting | sunting sumber]

Pondok Pesantren Besar[sunting | sunting sumber]

  1. PP Salafiyah Syafi'iyah (KHR. Azaim Ibrahimy, S.Sy)
  2. PP Walisongo (KHR. Muhammad Kholil As'ad)
  3. PP Sumber Bunga (KH. Syainuri Sufyan)
  4. PP Ad Dhiyaul Musthafawiy, Olean (Habib Haidarah Al Hinduan)
  5. PP Nurul Huda, Peleyan (Habib Musthofa Al Djufri)
  6. PP Nurul Huda, Paowan (KH. Mursyid Romli)
  7. PP Nurul Iman (Seletreng Kapongan) (KH. Faruq Amir)
  8. PP Nurul Islam (Seletreng Kapongan) (KH. Ubbad Yamin)
  9. PP Syech Maulana Ishaq (Pecaron) Pengasuh Kyai Ainur Rofiq
  10. PP Darul Mubtadi'in (Bletok) Kyai Mas Basid
  11. PP Sabilal Muhtadin (Bungatan) (KH. Mas Faqih Aly)
  12. PP Nurul Wafa (Demung)

Makam dan Petilasan[sunting | sunting sumber]

  1. Makam Pengasuh PP. Salafiyah Syafi'iyah (Sukorejo)
  2. Pasarean Syech Maulana Ishaq (Pecaron)
  3. Pasarean Agung Saifudin (Asembagus)
  4. Makam Raden Tjondrokusumo (klatakan)
  5. Petilasan Syekh Maulana Ishaq (bentongan)
  6. Makam Ke Pate Alos (Besuki)
  7. Situs Makam Tegal Mas
  8. Makam para Adipati dan Sultan di Desa Bloro
  9. Makam Pembabat Tanah Asembagus (Ghung : Kertajaya, Kertabana, Anggawijaya, Anggawiguna)

Wisata Religi[sunting | sunting sumber]

  1. Klenteng Poo Tong Biaw Besuki
  2. Gereja

Wisata Seni dan Budaya[sunting | sunting sumber]

  1. Kesenian Ojhung
  2. Pojhien
  3. Kadhisa kaki gunung argopuro
  4. Adat meminta hujan pariyopo
  5. Petik laut
  6. Tabbhuwan Topeng Kerte
  7. Selamatan Desa

Majelis Sholawat Kab.Situbondo[sunting | sunting sumber]

  1. BHENNING MANIA
  2. Majelis Sholawat SYABAB
  3. Sholawat Bersama AHAD PAHING
  4. Majelis Sholawat PADANG BULAN
  5. Majelis Sholawat TERAK MANCORONG
  6. Majelis Sholawat LAKAR TERAK
  7. Majelis Sholawat GRANAST 4444
  8. Majelis Sholawat AL HUDA
  9. FOKUS (Forum Komunikasi Santri)
  10. Majelis Sholawat SOCA
  1. ^ ""Kabupaten Situbondo Dalam Angka 2018"". 
  2. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 6 Maret 2022. 
  3. ^ [www.djpk.kemenkeu.go.id › wp-content › uploads › 2018/10 › DAU "Perpres No. 10 Tahun 2013"] Periksa nilai |url= (bantuan). 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ (Indonesia) "Profil Kabupaten Situbondo, di situs resmi web Depdagri". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-09-11. Diakses tanggal 28-9-12. 
  5. ^ a b c d (Indonesia) Sejarah Kabupaten Situbondo di "Situs resmi kabupaten Situbondo". Diakses tanggal 28-9-12. 
  6. ^ "Gambaran Umum Kabupaten Situbondo" (PDF). 
  7. ^ "Profil Kabupaten Situbondo" (PDF). 
  8. ^ "Kabupaten Situbondo" (PDF). 
  9. ^ "Situbondo, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 6 September 2020. 
  10. ^ "Curah Hujan Kabupaten Situbondo – ZOM 181, 182, 183, dan 184" (PDF). BMKG. hlm. 59. Diakses tanggal 6 September 2021. 
  11. ^ "Situbondo, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 6 September 2020. 
  12. ^ "Asal Usul Nama Kabupaten Situbondo". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2015-05-06. 
  13. ^ Kisah Kota Santri Situbondo[pranala nonaktif permanen]
  14. ^ Ditetapkan KPU, 45 Anggota Calon Terpilih DPRD Situbondo Menuju Kenanga I