Lompat ke isi

Tapal Kuda (kawasan)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tapal Kuda, Jawa Timur)
Tapal Kuda
Ujung Timur Pulau Jawa
Wilayah geografis
Julukan: 
Tapal Kuda; De Oosthoek ("sudut timur")
The eastern salient of Java (bottom-right) shown in the context of the island of Java (top).
Bagian menjorok di ujung timur Pulau Jawa (kanan bawah) ditampilkan dalam konteks Pulau Jawa secara keseluruhan (atas).
NegaraIndonesia
ProvinsiJawa Timur
Pembagian administratif
Populasi
  Perkiraan 
(2025)
Sekitar 8,48 juta
Demografi
  EtnisAsli:
Jawa
Tengger
Osing
Madura
Bali
Asing:
Arab
Tionghoa
  BahasaIndonesia (resmi)
Jawa
Jawa Arekan
Jawa Mataraman
Jawa Tengger
Osing
Madura
– Banyuwangi Madura
– Bondowoso Madura
– Jember Madura
– Lumajang Madura
– Pasuruan Madura
– Probolinggo Madura
– Situbondo Madura
Bali
Arab Indonesia
  AgamaIslam (mayoritas), Kekristenan, Hindu, Kejawen, dan lainnya

Tapal Kuda atau Ujung Timur Pulau Jawa adalah wilayah yang membentuk bagian paling timur pulau Jawa, Indonesia. Ini bukanlah subdivisi formal atau administratif, melainkan sebutan yang sering digunakan untuk merujuk pada sejarah, budaya, dan ciri geografisnya yang khas. Secara umum dianggap dimulai dari pegunungan Tengger dan membentang ke arah timur hingga pantai timur Jawa.[1] Seluruh wilayah ini berada di dalam provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Asal muasal penamaan Tapal Kuda dikarenakan bentuk kawasan ini dalam peta mirip dengan bentuk tapal kuda. Dalam bahasa Inggris, kawasan ini disebut sebagai The Eastern Salient dan dalam bahasa Belanda sebagai De Oosthoek yang keduanya berarti 'pojok timur'.

Asal-usul

[sunting | sunting sumber]

Kawasan ini adalah wilayah berpenghuni (bukan tanah kosong) sejak zaman batu. Banyak peninggalan manusia purba ditemukan di seluruh wilayah ini.[butuh rujukan]

Peradaban lebih maju tumbuh dan berkembang mula-mula di wilayah selatan Lumajang (era Singasari) dan tengah Lumajang (Situs Biting; era Majapahit), Sadeng di Puger, Keta di Besuki, Panarukan, Pakembangan di Bondowoso, dan terakhir Blambangan.

Daerah ini selalu menjadi titik temu berbagai budaya seperti budaya Jawa, budaya Madura, dan budaya Bali. Perpaduan di antaranya menjadi suatu hal yang unik, yang membentuk sebuah pembauran budaya yang disebut sebagai budaya Pendalungan.

Awal mula terbentuknya komunitas Pendalungan pada tahun 1806, dari generasi ke genarasi Dinasti Cakraningrat dari Madura selalu gagal menyerang Jawa. karena di tiap agresi selalu berhadapan dengan pasukan Jawa dari Ponorogo, Sehingga membuat keputusan Pangeran Cakraningrat untuk memindahkan sebanyak 250.000 orang Madura ke Jawa bagian timur yang kini disebut Tapal Kuda untuk menguasai sebagian pulau Jawa terutama bagian ujung timur. Namun ternyata di wilayah tersebut banyak juga ditemui orang-orang trah Jawa Ponorogo (Mataraman), Jawa Arekan, Tengger, Osing, dan Bali yang sudah tinggal di kawasan Tapal kuda, sehingga Jawa bagian timur ini tidak sepenuhnya dikuasai oleh orang Madura.[2]

Di kawasan Tapal Kuda terdapat tiga pegunungan besar, yaitu Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru (dengan puncak tertingginya Gunung Semeru; 3.676 mdpl), Pegunungan Iyang (dengan puncak tertingginya Gunung Argopuro; 3.088 mdpl), dan Pegunungan Ijen (dengan puncak tertingginya Gunung Raung; 3.344 mdpl).

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Bahasa dan suku bangsa

[sunting | sunting sumber]
Empat penari wanita mengenakan busana tari tradisional suku Madura, sekitar tahun 1890.
Suku Tengger, salah satu suku yang mendiami kawasan Tapal Kuda, tepatnya di wilayah pegunungan Bromo-Tengger-Semeru.

Dari segi sosial dan budaya, ciri khas kawasan ini adalah dihuni orang Pendalungan (campuran Madura-Jawa), Madura, dan Jawa di mana mereka hidup dan tinggal berdampingan satu sama lain, dengan bahasa percakapan sehari-hari adalah bahasa bahasa Madura yang menjadi bahasa mayoritas di Situbondo (dialek Situbondo), Bondowoso (dialek Bondowoso), Probolinggo bagian tengah dan timur (dialek Probolinggo), Lumajang bagian utara dan timur (dialek Lumajang), Kabupaten Banyuwangi bagian barat dan utara (dialek Banyuwangi), dan Jember bagian timur dan utara (dialek Jember), serta beberapa desa di timur dan utara Pasuruan (dialek Pasuruan).

Penutur bahasa Jawa Arekan dapat ditemukan di Lumajang (kecuali bagian utara dan timur laut), Kabupaten Pasuruan, Jember bagian barat dan barat laut, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo bagian barat. Selain itu, terdapat juga penutur bahasa Jawa Mataraman di bagian selatan Banyuwangi, bagian selatan Jember (terutama di Wuluhan, Ambulu, dan Tempurejo), dan sebagian kecil Lumajang.

Di Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, terdapat kelompok etnik dengan dialek mereka yang khas, yaitu suku Tengger yang menggunakan bahasa Tengger (dialek bahasa Jawa). Selain itu, di sebagian wilayah Banyuwangi, tepatnya di bagian tengah, utara, dan timur juga terdapat kelompok etnik yang merupakan penduduk asli Blambangan, yaitu suku Osing yang merupakan penutur bahasa Osing (dialek bahasa Jawa dengan pengaruh bahasa Bali), dan di beberapa wilayah paling timur Banyuwangi, juga dijumpai minoritas suku Bali yang bertutur menggunakan bahasa Bali, serta minoritas suku Mandar yang tinggal di Kampung Mandar, Banyuwangi.

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kawasan Tapal Kuda adalah bagian dari wilayah Provinsi Jawa Timur.[3] Berikut ini adalah daftar kabupaten dan kota yang ada di Kawasan Tapal Kuda:[butuh rujukan]

No. Kabupaten/Kota Ibu kota Keterangan
1. Kabupaten Banyuwangi Banyuwangi Mayoritas suku Jawa (meliputi sub-suku Osing, Jawa Mataraman, dan sebagian kecil Jawa Arekan), kemudian terdapat suku Madura yang merupakan mayoritas di wilayah utara dekat perbatasan dengan Situbondo dan Bondowoso, serta di wilayah barat dekat Perbatasan dengan Jember, dan minoritas suku Bali, terutama di Desa Patoman, kecamatan Blimbingsari
2. Kabupaten Bondowoso Bondowoso Mayoritas suku Madura
3. Kabupaten Jember Jember Suku Madura tersebar di bagian utara dan timur, sedangkan suku Jawa terdapat di bagian barat dan selatan (Jawa Mataraman dan Arekan)
4. Kabupaten Lumajang Lumajang Mayoritas suku Jawa Arekan, terdapat juga minoritas suku Jawa Mataraman di bagian selatan, suku Tengger di wilayah utara (Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru), dan suku Madura di bagian utara dan timur
5. Kabupaten Pasuruan Bangil Mayoritas suku Jawa Arekan, suku Madura terdapat di pesisir bagian timur dan utara (pluralitas; sebagian besar berasimilasi dengan suku Jawa), kemudian terdapat juga suku Tengger, terutama di kecamatan Tosari
6. Kabupaten Probolinggo Kraksaan Suku Madura menghuni wilayah timur, tengah, dan sebagian utara, sedangkan suku Jawa Arekan terutama menghuni wilayah barat
7. Kabupaten Situbondo Situbondo Mayoritas suku Madura
8. Kota Probolinggo Suku Madura dan suku Jawa hampir sama jumlahnya (pluralitas)
9. Kota Pasuruan

Perekonomian

[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di kawasan Tapal Kuda adalah Kota Pasuruan, Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi. Kawasan pesisir utara Tapal Kuda juga merupakan salah satu lokasi paling strategis secara ekonomi di Indonesia karena dilewati jalur penghubung utama antara Pulau Jawa, Pulau Madura, dan Pulau Bali. Secara geografis, wilayah Panarukan yang merupakan ujung timur dari Jalan Raya Pos yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels, terletak di kawasan ini. Di kawasan ini juga terdapat PLTU Paiton di Kabupaten Probolinggo yang merupakan salah satu PLTU terbesar di Indonesia yang mengalirkan listrik untuk Pulau Jawa dan Bali. Sebagai salah satu pembangkit listrik terbesar di Indonesia, aspek sosial masyarakat sekitar PLTU Paiton juga dapat menjadi hal yang menarik bagi para peneliti.

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]

Tapal Kuda memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat menarik dan selalu ramai dikunjungi, di antaranya:

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Hefner 1990b, hlm. 6.
  2. BPS (1996). Stastistik Indonesia Bagian Jawa Timur. Jakarta.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Sukandar, dkk. (Desember 2016). Profil Desa Pesisir Provinsi Jawa Timur Volume 1 (Utara Jawa Timur) (PDF). Surabaya: Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pengawasan, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur. hlm. 3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]