Tapal Kuda, Jawa Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kawasan Tapal Kuda
Ujung Timur Pulau Jawa
The Eastern Salient of Java
Kawasan Tapal Kuda, Madura Pendalungan
Kawasan Tapal Kuda, Madura Pendalungan
NegaraIndonesia Indonesia
ProvinsiFlag of East Java.svg Jawa Timur
Kota besarCoat of arms of the City of Probolinggo.svg Probolinggo,
Seal of Jember Regency.svg Jember,
Banyuwangi Regency coat of arms.svg Banyuwangi
KotaCoat of arms of the City of Probolinggo.svg Probolinggo
KabupatenSeal of Pasuruan Regency.svg Pasuruan,
Logo Kabupaten Probolinggo - Seal of Probolinggo Regency.svg Probolinggo,
Seal of Lumajang Regency.svg Lumajang,
Seal of Jember Regency.svg Jember,
Seal of Situbondo Regency.svg Situbondo,
Seal of Bondowoso Regency.svg Bondowoso,
Banyuwangi Regency coat of arms.svg Banyuwangi
Ketinggian3.676 m (12,060 ft)
Populasi
 (2017)
 • Total9.796.280
Demografi
 • Suku bangsaSuku Madura Pendalungan (termasuk Pendalungan Jember dan Lumajang
Jawa (termasuk Tengger dan Osing)
 • AgamaIslam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dll.
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon+62 331 (Jember)
+62 332 (Bondowoso)
+62 333 (Banyuwangi)
+62 334 (Lumajang)
+62 335 (Probolinggo)
+62 336 (Jember Selatan)
+62 338 (Situbondo)
+62 343 (Pasuruan)
Pelat kendaraanN
P
ISO 3166-2ID-JI[1]

Kawasan Tapal Kuda atau Ujung Timur Pulau Jawa (bahasa Jawa: bang wetan;bahasa Madura: Pendalungan;bahasa Inggris: The Eastern Salient of Java; bahasa Belanda: De Oosthoek) adalah salah satu daerah yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Wilayahnya meliputi sebagian timur Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Banyuwangi. Kawasan ini merupakan kawasan yang kental dengan budaya Madura di pulau Jawa dan daerah ini merupakan ujung paling timur dari Pulau Jawa dan langsung berbatasan dengan Selat Bali di sebelah timur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Asal penamaan Tapal Kuda karena bentuk kawasan ini dalam peta mirip dengan bentuk tapal kuda. Dalam bahasa Inggris daerah ini disebut sebagai The Eastern Salient dan dalam bahasa Belanda sebagai De Oosthoek yang keduanya berarti Pojok Timur.

Asal usul[sunting | sunting sumber]

Awal mula terbentuknya etnik Pandalungan karena Pada tahun 1806, Dari generasi ke genarasi Dinasti Cakraningrat Madura selalu gagal menyerang Jawa. karena di tiap agresi selalu berhadapan dengan pasukan dari Ponorogo, Sehingga membuat keputusan Pangeran Cakraningrat Sampang untuk memindahkan sebanyak 250.000 orang madura ke pulau Jawa bagian timur yang kini disebut tapal kuda untuk menguasai sebagian pulau Jawa terutama bagian ujung timur. Namun ternyata di wilayah pemindahan tersebut banyak juga ditemui orang-orang trah Jawa Ponorogo, Jawa Arekan, Tengger dan Osing yg masih termasuk sub suku jawa yang sudah tinggal di Tapal kuda ini, sehingga Jawa bagian timur ini tidak sepenuhnya dikuasai oleh Madura.[2]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Di kawasan Tapal Kuda terdapat tiga pegunungan besar, yaitu Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru (dengan puncak tertingginya Gunung Semeru / 3.676 mdpl), Pegunungan Iyang (dengan puncak tertingginya Gunung Argopuro / 3.088 mdpl), dan Pegunungan Ijen (dengan puncak tertingginya Gunung Raung / 3.344 mdpl).

Demografi[sunting | sunting sumber]

Budaya dan suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Suku Tengger, salah satu suku yang meninggali wilayah Tapal Kuda, tepatnya di wilayah pegunungan Bromo-Tengger-Semeru.

Dari segi sosial, ciri khas kawasan ini adalah dihuni Suku Madura Pendalungan, Suku Madura dan suku Jawa dimana kedua suku hidup dan tinggal berdampingan satu sama lain, dengan bahasa percakapan sehari-hari adalah bahasa Madura Pendalungan, Jawa dialek Surabaya di wilayah Pasuruan, Lumajang, Probolinggo dan Jember dan Bahasa Jawa Mataraman di wilayah Banyuwangi bagian selatan. Di wilayah Bromo-Tengger-Semeru, terdapat suku dan dialek tersendiri yaitu suku Tengger dengan Bahasa Tengger yang masih termasuk dialek Bahasa Jawa, dan di Banyuwangi juga memiliki suku dan bahasa sendiri pula, yaitu suku Osing dengan bahasa Osing yang merupakan Dialek bahasa Jawa yg terpengaruh Bahasa Bali. Etnis Madura bahkan merupakan mayoritas di sebagian besar wilayah, terutama di kawasan pesisir. Bahkan, sebagian dari mereka tidak bisa berbahasa Jawa, meskipun tinggal dan berdampingan dengan etnis Jawa.

Orang Pendalungan adalah orang Madura yang tinggal di kawasan ini yang sebagian hibrida dengan orang Jawa. Budaya yang berkembang di wilayah ini juga merupakan budaya Madura dengan pengaruh dari Jawa. Khusus di Kabupaten Banyuwangi, sosial dan kebudayaannya didominasi oleh kebudayaan suku Osing yang terpengaruh dengan suku Bali. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Osing. Bahkan di beberapa wilayah paling timur Banyuwangi, juga dijumpai penduduk suku Bali dengan bahasa Bali, selain itu juga terdapat Masyarakat Jawa Mataraman di Banyuwangi bagian selatan dan Suku Madura di Banyuwangi bagian barat.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kawasan Tapal Kuda adalah bagian dari Provinsi Jawa Timur.

Berikut ini adalah daftar kabupaten dan kota yang ada di Kawasan Tapal Kuda:

No. Kabupaten/Kota Ibu kota Keterangan
1 Kabupaten Banyuwangi Banyuwangi Seluruh Wilayah
2 Kabupaten Bondowoso Bondowoso Seluruh Wilayah
3 Kabupaten Jember Jember Seluruh Wilayah
4 Kabupaten Lumajang Lumajang Seluruh Wilayah
5 Kabupaten Pasuruan Bangil Bagian timur
6 Kabupaten Probolinggo Kraksaan Seluruh Wilayah
7 Kabupaten Situbondo Situbondo Seluruh Wilayah
8 Kota Probolinggo Kota
-
Seluruh Wilayah

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Kawasan Tapal Kuda sering kali dianggap sebagai daerah yang cukup tertinggal di Jawa Timur, karena berdasarkan peta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur, beberapa daerah di kawasan ini berada pada jajaran yang rendah. Kota-kota besar di kawasan Tapal Kuda adalah Kota Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi. Kawasan pantai utara Tapal Kuda juga merupakan salah satu lokasi paling strategis secara ekonomi di Indonesia, karena dilewati jalur penghubung utama antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Secara geografis, daerah Panarukan yang merupakan ujung timur dari Jalan Raya Pos yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels, terletak di kawasan ini. Di kawasan ini juga terdapat PLTU Paiton yang merupakan salah satu PLTU terbesar di Indonesia yang mengalirkan listrik untuk pulau Jawa dan Bali. Sebagai salah satu pembangkit listrik terbesar di Indonesia, aspek sosial masyarakat sekitar PLTU Paiton juga dapat menjadi hal yang menarik bagi para peneliti.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tapal Kuda memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat menarik dan selalu ramai dikunjungi, di antaranya:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Indonesia Provinces". www.statoids.com. 
  2. ^ BPS (1996). Stastistik Indonesia Bagian Jawa Timur. Jakarta. 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]