Suku Madura Pendalungan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Madura Pendalungan
Orèng Pendalungan
COLLECTIE TROPENMUSEUM Een Javaanse onderwijzer met zijn vrouw te Probolinggo Oost-Java TMnr 10002265.jpg
Jumlah populasi
6.000.000[1]
Daerah dengan populasi signifikan
 Jawa Timur
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Jember
Kabupaten Lumajang
Kabupaten Malang
Kabupaten Pasuruan
Kabupaten Probolinggo
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Situbondo
Kota Malang
Kota Pasuruan
Kota Probolinggo
Kota Surabaya
Bahasa
Madura, Jawa
Agama
Islam
Etnis terkait
Bawean, Jawa

Suku Madura Pendalungan (Madura: Orèng Pendalungan) adalah sub-suku Madura yang mendiami daerah Tapal Kuda di Jawa Timur diluar Pulau Madura yang merupakan wilayah utama suku Madura. Suku Madura Pendalungan merupakan etnis dari Suku Madura dan pengaruh dari Jawa. Suku Madura Pendalungan populasinya sekitar 60% atau sekitar 6.000.000 jiwa lebih di daerah Tapal Kuda, Jawa Timur.[2] Orang Madura Jawa di wilayah Tapal Kuda menggunakan bahasa Pendalungan yakni bahasa Madura dengan pengaruh bahasa Jawa.[3]

Sejarah

Sejarah terbentuknya etnik Pendalungan berawal pada tahun 1806, dari pasukan Madura yang mecoba menyerang Jawa, karena dari generasi ke generasi Dinasti Cakraningrat dari Madura selalu gagal menyerang Pulau Jawa. Setiap agresi selalu berhadapan dengan pasukan dari Ponorogo, Sehingga membuat keputusan Pangeran Cakraningrat Sampang untuk memindahkan sebanyak 250.000 orang Madura ke pulau Jawa bagian Tapal Kuda yang dikenal saat ini untuk menguasai sebagian pulau Jawa. Namun ternyata di wilayah pemindahan tersebut banyak juga ditemui orang-orang trah Jawa Ponorogo yang telah mendiami di Tapal kuda, sehingga Jawa bagian timur ini tidak sepenuhnya dikuasai oleh Madura.[4] Pada daerah Tapal Kuda telah terjadi percampuran etnis Madura dan Jawa sehingga memunculkan Etnis Pandhalungan.

Populasi

Data resmi dan akademik tentang kependudukan orang Madura sangat bervariasi. Selama sensus penduduk nasional yang dilakukan di Indonesia pada tahun 2010, orang Madura merupakan 3,03% dari populasi negara, yaitu 7.179.356 orang. Di sisi lain, beberapa sumber ilmiah beroperasi dengan angka yang jauh lebih besar sekitar 10,5 hingga 10,8 juta orang. Bagaimanapun, orang Madura termasuk etnis terbesar di Indonesia , sehingga menurut statistik sensus 2010, mereka menempati kelompok etnis terbesar keempat setelah Suku Jawa, Suku Sunda dan Suku Batak.[5]

Secara historis, orang Madura mendiami Pulau Madura dan terletak di sebelah timurnya, gugusan pulau-pulau kecil di Laut Jawa seperti Pulau Bawean dan Kepulauan Kangean. Di sini mereka berjumlah sekitar 3,3 juta orang, yang merupakan lebih dari 90% populasi di wilayah ini. Kurang lebih sama jumlah orang Madura yang tinggal di daerag Tapal Kuda, Jawa Timur, dan lebih dari 400.000 jiwa di berbagai belahan Indonesia. Selain itu, puluhan ribu orang Madura tinggal di wilayah lain di Indonesia; khususnya, ada komunitas Madura yang signifikan di ibu kota Jakarta (sekitar 80.000 orang), di Bali (sekitar 30.000 orang) dan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (lebih dari 15.000 orang). Ada juga komunitas kecil Madura di negara-negara Asia Tenggara yang berbatasan dengan Indonesia, khususnya di Singapura.[6]

Referensi

  1. ^ Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia – Hasil Sensus Penduduk 2010. Badan Pusat Statistik. 2011. ISBN 9789790644175. 
  2. ^ http://bpad.jogjaprov.go.id/coe/article/mengenal-budaya-pendalungan-jawa-timur-984
  3. ^ https://www.lontarmadura.com/sekilas-masyarakat-pandalungan/3/
  4. ^ BPS (1996). Stastistik Indonesia Bagian Jawa Timur. Jakarta. 
  5. ^ https://jatim.bps.go.id/indicator/12/375/1/jumlah-penduduk-provinsi-jawa-timur.html
  6. ^ https://jatim.bps.go.id/statictable/2019/10/15/1921/jumlah-penduduk-dan-rasio-jenis-kelamin-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-timur-2017-.html