Pelayaran Nasional Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)
Jenis BUMN / Perseroan Terbatas
Industri/jasa Transportasi Laut
Didirikan 1952
Kantor pusat Jalan Gajahmada 14, Petojo Utara, Gambir. Jakarta Pusat, D.K.I Jakarta, Indonesia
Tokoh penting Sugihardjo (Komisaris Utama)
Elfien Goentoro (Presiden Direktur)
Produk Keagenan Kapal dan Galangan Kapal
Jasa Jasa Angkutan Penumpang, Barang (Tol Laut), Ternak, dan Perintis
Pemilik Pemerintah Indonesia
Karyawan 5.366 (data tahun 2006)[1]
Slogan Pelni Jaya
Anak perusahaan PT. RS Pelni Petamburan (Rumah Sakit Pelni)
PT. SBN (Sarana Bandar Nasional
PT. PIDC (Pelita Indonesia Djaya Corporation)
Situs web pelni.co.id
Peta rute kapal Pelni
KM Lawit

Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) adalah maskapai pelayaran nasional Indonesia. Pelni mengoperasikan sejumlah 28 unit kapal penumpang dengan kapasitas seluruhnya 36.913 penumpang dan 4 unit kapal barang.[2]

Kapal-kapal Pelni memiliki rute tetap yang menyinggahi 91 pelabuhan di Indonesia.[2] Tiga unit kapal penumpang (KM Kerinci, KM Willis, dan KFC Jet Liner) berfungsi sebagai sebagai kapal carter atau kapal cadangan bila ada kapal yang sedang didok. Kapal penumpang yang dimiliki terdiri dari 6 jenis: kapasitas 3.000 penumpang, 2.000 penumpang, 1.000 penumpang, 500 penumpang, kapal Ro-Ro, dan 1 kapal feri.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pelni berawal dari Yayasan Penguasaan Pusat Kapal-Kapal (PEPUSKA) yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum tertanggal 5 September 1950. Yayasan PEPUSKA didirikan setelah Pemerintah Belanda menolak permintaan Pemerintah Indonesia untuk mengubah status NV Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) menjadi perseroan terbatas. Sebagai maskapai pelayaran Belanda yang beroperasi di perairan Indonesia, NV KPM juga menolak untuk memakai bendera Indonesia.[3]

Dengan modal awal 8 unit kapal, PEPUSKA harus bersaing dengan KPM yang armadanya lebih banyak dan memiliki kontrak-kontrak yang bersifat monopoli.[3] Setelah PEPUSKA dibubarkan pada 28 April 1952, PT Pelni didirikan berdasarkan SK Menteri Perhubungan tanggal 28 Februari 1952 dan 19 April 1952. Presiden direktur Pelni yang pertama bernama Ma'moen Soemadipraja.[3] Pada waktu itu, modal awal Pelni adalah 8 unit kapal yang diwariskan oleh Yayasan PEPUSKA. Kekurangan armada diatasi dengan memesan 45 unit kapal penumpang dari Eropa Barat dengan dana dari Bank Ekspor Impor Indonesia. Hingga kapal-kapal yang dipesan tiba, Pelni mencarter kapal-kapal asing untuk mengisi trayek yang ditinggalkan KPM. Selain itu, Pelni juga menambah jumlah armada dengan kapal-kapal hasil pampasan perang dari Jepang.[3]

Pada tahun 1961, Pelni diubah statusnya dari perseroan menjadi perusahaan negara. Status Pelni kembali diubah dari perusahaan negara menjadi perseroan terbatas pada tahun 1975.[3]

Dua kapal Pelni, KM Rinjani dan KM Kambuna dihibahkan kepada TNI-AL. Penyerahannya dilakukan pada 13 Mei 2005 di Komando Lintas Laut Militer Tanjung Priok. KM Kambuna diganti namanya menjadi KRI Tanjung Nusanive (KRI 973), dan KM Rinjani menjadi KRI Tanjung Fatagar (KRI 974).[4]

Armada[sunting | sunting sumber]

KM Awu

Sebagian besar armada kapal adalah kapal yang dibangun oleh galangan kapal di Jerman. Kabin penumpang umumnya dibagi menjadi kelas 1, kelas 2, kelas 3, dan kelas ekonomi. Kabin terbaik adalah kelas 1A diikuti dengan kelas 1 B, kelas 2A, kelas 2B, kelas 3, dan kelas ekonomi. Penumpang kelas ekonomi tidur beramai-ramai di sebuah kamar yang dilengkapi kasur. Di dalam kapal terdapat rumah makan, kafetaria, toko kelontong, bioskop mini, arena pertunjukan musik, dan musala.

Selain itu Pelni juga bekerja sama dengan Telkomsel untuk pemasangan BTS di atas beberapa kapal Pelni.

Kapal dengan trayek tetap[sunting | sunting sumber]

Kapal cadangan dan carter[sunting | sunting sumber]

  • KM Kerinci (Kaimana)
  • KFC Jet Liner
  • KM Willis (Padang)

Pelabuhan Tujuan[sunting | sunting sumber]

Pelni sebagai penyedia jasa pelayaran perintis memberikan pelayanan di kota-kota besar Indonesia, hingga ke pulau-pulau terpencil di pelosok negeri yang meliputi lebih dari 150 pelabuhan tujuan dari Sabang sampai Merauke.

Kota besar yang dilayani Pelni antara lain

Selain itu Pelni juga singgah di pulau terluar negeri seperti

Pelni sekarang juga membuka rute Internasional

Bisnis[sunting | sunting sumber]

Garuda Indonesia dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bekerjasama membuat paket wisata komplit untuk menjelajahi kepulauan Karimunjawa yang berada di wilayah Jawa Tengah. Paket wisata dengan nama Lets Go Karimunjawa ini bisa mulai dinikmati tanggal 9 Januari 2016. Untuk mendukung paket wisata ini Pelni membuka pelayaran reguler menuju Karimunnjawa setiap dua minggu sekali [5] [6]

Kerjasama yang dilakukan Garuda dan PT Pelni yaitu untuk merangkul minat wisata Karimunjawa yang berada di luar Jawa Tengah. Nantinya wisatawan yang berangkat dari Jakarta, Surabaya, denpasar, Makassar, dan Pangkalan Bun cukup membayar paket dan bisa berpetualang di Karimunjawa selama dua hari. PT Pelni mulai mengoperasikan 46 trayek pelayaran keperintisan penumpang secara bertahap sejak hari ini (Jumat, 15/1). Pengoperasian trayek-trayek yang ditugaskan oleh pemerintah itu dilakukan dengan menggunakan 46 kapal negara perintis. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemhub) Bobby R Mamahit mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2/2016 dan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 6/2016 telah diterbitkan sebagai aturan main penunjukan Pelni dalam mengoperasikan 46 trayek perintis tersebut. Dia juga sudah menginstruksikan kepada sekitar 26 Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) atau Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) yang ditunjuk sebagai pelabuhan pangkal untuk mengadakan kontrak dengan PT Pelni cabang setempat.[7]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]