Bank Negara Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Bank publik
Simbol sahamIDX: BBNI
IndustriPerbankan
Pelayanan finansial
Didirikan(5 Juli 1946; 72 tahun lalu (1946-07-05))
PendiriMargono Djojohadikusumo
Kantor
pusat
Wisma 46
Jakarta, Indonesia
Cabang
1,076 cabang
Wilayah operasi
Australia
Kanada
Indonesia
Hong Kong
Tokyo, Jepang
Seoul, Korea Selatan
Singapura
London, Britania Raya
New York, Amerika Serikat
Tokoh
kunci
Achmad Baiquni[1]
(CEO)
Ari Kuncoro[2]
(Komisaris Utama)
ProdukPerbankan perseorangan
Perbankan perusahaan
Kartu Kresit
Investasi
Deposito
Perbankan privat
Pendapatan Rp 48,18 triliun (2017)[3]
Rp 17,22 triliun (2017)[3]
Rp 13,77 triliun (2017)[3]
Total aset Rp 709,33 triliun (2017)[3]
Total ekuitas Rp 100,91 triliun (2017)[3]
Karyawan
24,861 (2016)
IndukKementerian BUMN
Anak
usaha
BNI Securities
BNI Multifinance
BNI Life Insurance
BNI Remittance
PT Bank BNI Syariah
Dana Pensiun Lembaga Keuangan BNI
PT Graha Sahari Surya Jaya
PT Swadharma Duta Data
Sanwa Bank London Branch[4]
Situs webBNI.co.id

Bank Negara Indonesia atau BNI (IDX: BBNI) adalah sebuah institusi bank milik pemerintah, dalam hal ini adalah perusahaan BUMN, di Indonesia. Dalam struktur manajemen organisasinya, Bank Negara Indonesia (BNI), dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang saat ini dijabat oleh Achmad Baiquni.[1]

Bank Negara Indonesia (BNI) adalah bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia. Bank ini didirikan pada tanggal 5 Juli tahun 1946. Saat ini BNI mempunyai 1,076 kantor cabang di Indonesia dan 5 di luar negeri. BNI juga mempunyai unit perbankan syariah, Namun sejak 2010 telah spin off (Memisahkan diri), yang dinamakan BNI Syariah

PT Bank Negara Indonesia Tbk didirikan oleh Margono Djojohadikusumo, yang merupakan satu dari anggota BPUPKI, lalu mendirikan bank sirkulasi/sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI.

Margono berjasa besar atas perkembangan bisnis atau usaha perbankan di Indonesia. Karena Margono adalah seorang pionir, maka dia berhasil menanamkan nilai-nilai dan cara pandang bisnis perbankan di Indonesia, menggantikan peranan De Javasche Bank pada era penjajahan.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Awal pendirian[sunting | sunting sumber]

Perubahan Logo BNI
Logo pertama BNI (1946–1988)
Logo BNI kapal layar (1988–2004)
Logo BNI 46 (2004–sekarang)

Bank Negara Indonesia didirikan dan dipersiapkan pada tanggal 5 Juli 1946 menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI. Beberapa bulan setelah pendiriannya, Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama - Oeang Republik Indonesia atau ORI. Pengusul dibentuknya sebuah Bank Sentral atau Bank Sirkulasi, serta sekaligus juga adalah sebagai pendiri dan Direktur Utama Bank Negara Indonesia yang pertama adalah Raden Mas (R.M.) Margono Djojohadikusumo.

Pada 1955, Peran Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank pembangunan dan kemudian mendapat hak untuk bertindak sebagai bank devisa. Sejalan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank umum dengan penetapan secara yuridis melalui Undang-Undang Darurat nomor 2 tahun 1955.

Dengan inovasi perbankan yang luas, menimbulkan kepercayaan pemerintah terhadap perusahaan BNI. Maka, pada 1968, status hukum Bank Negara Indonesia ditingkatkan ke Persero dengan nama PT Bank Negara Indonesia.

Pada 2013, BNI meluncurkan kartu kredit dan kartu ATM/debit bergambar Tim Sepak bola peserta BPL, Chelsea, dengan logo MasterCard. Kartu tersebut dapat diterima oleh fans Chelsea. Bank BNI juga meluncurkan layanan trust bagi industri ekspor, termasuk untuk industri minyak dan gas.[5]

Perkembangan Bisnis[sunting | sunting sumber]

Jelang akhir 2015, BNI mendapat izin beroperasi di Myanmar dengan membuka kantor cabang yang akan dibantu kantor cabang Singapura. Kantor di Myanmar ini menggarap segmen korporasi dan juga terdapat layanan remitansi bagi para staf kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI).[6]

Bank Negara Indonesia terpilih menjadi bank yang melayani pembayaran bagi para investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia melalui alur Layanan Izin Investasi 3 Jam yang disiapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) karena BNI adalah bank yang sudah terhubung dengan layanan AHU Online milik Kementerian Hukum dan HAM.[7]

Slogan[sunting | sunting sumber]

  • 1994–2003 : Tepercaya, Kokoh, dan Bersahabat (Reliable, Solid, and Friendly)
  • 2003–2004 : Melayani Dengan Kebanggaan Sebagai Bank Anak Negeri
  • 2004–sekarang : Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa (Serving the Country, the Pride of the Nation)

Produk[sunting | sunting sumber]

Personal[sunting | sunting sumber]

Jenis Layanan Layanan
Simpanan
Pinjaman
Kartu Kredit[30]
  • Kartu Reguler
  • Co-Branding Card
  • Affinity Card
  • Corporate Card (Kartu Korporat)
  • Business Card (Kartu Bisnis)

Bisnis[sunting | sunting sumber]

Jenis Layanan Layanan
Perbankan Bisnis
Internasional
Tresuri
  • Foreign Exchange
  • Transaksi Pasar Uang
  • Transaksi Derivatif
  • Produk Investasi

Anak perusahaan[sunting | sunting sumber]

PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. saat ini mempunyai 9 anak perusahaan, yaitu:[4]

  • BNI Remittance Limited - Hong Kong
  • PT. Bina Usaha Indonesia
  • PT. BNI Life
  • PT. BNI Multi Finance
  • PT. BNI Nomura Jafco Investment
  • PT. BNI Nomura Jafco Manajemen Ventura
  • PT. BNI Nomura Jafco Ventura Satu
  • PT. BNI Securities
  • PT. Pembiayaan Artha Negara
  • PT. Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia
  • PT. Asuransi Tri Pakarta
  • Bank BNI Syariah
  • Bank Nusa Nasional (telah di-spin off pada 2009)

Struktur organisasi[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar komisaris dan direksi BNI saat ini [1][2]

Dewan Komisaris[sunting | sunting sumber]

  • Komisaris Utama : Ari Kuncoro
  • Wakil Komisaris Utama: Wahyu Kuncoro
  • Komisaris Independen: Revrisond Baswir
  • Komisaris Independen: Pataniari Siahaan
  • Komisaris Independen: Ahmad Fikri Assegaf
  • Komisaris Independen: Sigit Widyawan
  • Komisaris: Bistok Simbolon
  • Komisaris: Joni Swastanto
  • Komisaris: Marwanto Harjowiryono


Dewan Direksi[sunting | sunting sumber]

  • Direktur Utama: Achmad Baiquni
  • Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
  • Direktur Corporate Bankingː Putrama Wahju Setyawan
  • Direktur Retail Banking: Tambok P. S. Simanjuntak
  • Direktur Bisnis Kecil & Jaringanː Catur Budi Harto
  • Direktur Treasury & International Bankingː Rico Rizal Budidarmo
  • Direktur Keuanganː Anggoro Eko Cahyo
  • Direktur Teknologi Informasi & Operasiː Dadang Setiabudi
  • Direktur Hubungan Kelembagaanː Adi Sulistyowati
  • Direktur Manajemen Risikoː Bob Tyasika Ananta
  • Direktur Kepatuhanː Endang Hidayatullah
Daftar Direktur Utama
Direktur Utama Awal Akhir Ket.
Saifuddien Hasan
14 Februari 2000
15 Desember 2003
[42][43]
Sigit Pramono
15 Desember 2003
6 Februari 2008
[44][45]
Gatot Mudiantoro Suwondo
6 Februari 2008
17 Maret 2015
[46]
Achmad Baiquni
17 Maret 2015
Petahana
[47]

Pemegang saham[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Dewan Direksi BNI". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  2. ^ a b "Dewan Komisaris BNI". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  3. ^ a b c d e "Kinerja Keuangan BNI". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  4. ^ a b "Struktur Grup BNI: Mayoritas & Minoritas". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  5. ^ BNI Sediakan Layanan Trust Bagi Industri Berbasis Ekspor. Vibiznews. Diakses 14 Juli 2013.
  6. ^ Helen, Destyananda (3 Januari 2016). "Resmi Miliki Jaringan Kantor di Myanmar, Ini Sasaran BNI". Bisnis.com. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  7. ^ "BNI Jadi Bank yang Layani Pembayaran pada Layanan Izin Investasi 3 Jam". Kompas.com. 11 Januari 2016. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  8. ^ "BNI Taplus". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  9. ^ "BNI Taplus Bisnis". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  10. ^ "BNI Taplus Pegawai/ Taplus Anggota". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  11. ^ "BNI Taplus Muda". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  12. ^ "BNI Taplus Muda Co-Brand". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  13. ^ "BNI Taplus Anak". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  14. ^ "BNI Taplus Anak Co-Brand". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  15. ^ "BNI Tabungan Perencanaan Masa Depan". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  16. ^ "BNI Pandai". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  17. ^ "BNI Haji". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  18. ^ "BNI Dollar". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  19. ^ "BNI Simpanan Pelajar". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  20. ^ "Tabunganku". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  21. ^ "BNI Deposito". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  22. ^ "Kartu Debit". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  23. ^ "Jasa-Jasa". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  24. ^ "Bancaasunrance". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  25. ^ "BNI Griya". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  26. ^ "BNI Griya Multiguna". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  27. ^ "BNI Flexi". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  28. ^ "BNI Instant". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  29. ^ "BNI Flexi Pensiun". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  30. ^ "Produk Kartu Kredit BNI". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  31. ^ "BNI Business Banking". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  32. ^ "Transactional Banking Service". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  33. ^ "Sektor Industri". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  34. ^ "Funding". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  35. ^ "Lending". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  36. ^ "Services". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  37. ^ "Forfaiting". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  38. ^ "Bill Collection". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  39. ^ "Open Account". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  40. ^ "Smart Trade". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  41. ^ "Smart Remittance". PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  42. ^ "Dirut BNI Tak Mau Komentari Menteri". Tempo. 17 November 2003. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  43. ^ "Laporan Tahunan 2001" (PDF). PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. 17 November 2003. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  44. ^ Ihsan, Amal (15 Desember 2003). "Sigit Pramono Menjadi Dirut BNI". Tempo. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  45. ^ "Laporan Keuangan Konsolidasian BNI" (PDF). PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. 29 Maret 2004. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  46. ^ "Gatot M Suwondo Dirut Baru BNI". detikFinance. 6 Februari 2008. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  47. ^ Sukirno (17 Maret 2015). "Ini Jejak Rekam Dirut Baru BNI Achmad Baiquni". Bisnis.com. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]