Lompat ke isi

Bank Index Selindo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT Bank Index Selindo
Jenis perusahaan
Perseroan terbatas tertutup
IndustriJasa keuangan
PendahuluPT Bank Harmoni International
Didirikan30 Juli 1992; 34 tahun lalu (1992-07-30)
Kantor pusatJakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh kunci
Gimin Sumalim
(Direktur Utama)
Bosur Simatupang
(Komisaris Utama)[1]
Produk
PendapatanKenaikan Rp 994,06 miliar (2025)[1]
Kenaikan Rp 175,65 miliar (2025)[1]
Total asetKenaikan Rp 13,11 triliun (2025)[1]
Total ekuitasKenaikan Rp 3,58 triliun (2025)[1]
PemilikPT Kazanah Indexindo
Karyawan
624 (2025)[1]
Situs webwww.bankindex.co.id

Bank Index Selindo (disingkat Bank Index) adalah sebuah bank swasta devisa di Indonesia. Bank ini didirikan pada tahun 1992 dan berpusat di Jakarta, tepatnya di Plaza Bank Index Jalan M. H. Thamrin Kav. 57. Fokus usahanya adalah sektor komersial, terutama pada usaha kecil dan menengah, dibantu dengan 50 kantor cabangnya yang beroperasi di seluruh Indonesia.[2]

Bank Index merupakan salah satu bank yang lahir pasca kebijakan PAKTO 88, didirikan pada 30 Juli 1992. Bank yang pada awal pendiriannya dipimpin oleh Bambang Surjadi ini, saat itu berkantor pusat di Jl. Asemka 18-19, Jakarta.[3] Operasionalnya dimulai pada 23 Agustus 1993 sebagai bank umum non-devisa. Termasuk dalam salah satu bank yang selamat dari krisis 1997-1998, bank ini termasuk bank kecil dengan pada 2006 memiliki 401 karyawan, aset Rp 950 miliar dan kantor cabang di Bandung dan Bogor.[4]

Ekspansi Bank Index baru terjadi pada 2007. Di bulan Juli 2007, bank ini mengumumkan akan membeli sebuah bank kecil lain, bernama Bank Harmoni International.[5] Akuisisi ini dilakukan oleh Bank Index bersama pemiliknya, Kurnadi Setiawan terhadap saham bank tersebut milik Petrus Soepratman dan Dewi Djutiana Hatianto pada 18 Desember 2007. Setelah akuisisi, kepemilikan saham Bank Harmoni yang bermodal Rp 24 miliar dikuasai oleh Bank Index.[6] Kemudian, pada 7 April 2008, Bank Harmoni dimerger dengan Bank Index, menghasilkan Bank Index sebagai penerima merger beraset Rp 1,06 triliun.[7] Merger ini dilakukan sebagai upaya memenuhi Arsitektur Perbankan Indonesia.[2] Tidak lama kemudian, di tanggal 2 Desember 2009, Bank Index menyandang status sebagai bank devisa.[8]

Selain pengembangan jaringan kantor, Bank Index juga mulai mengembangkan Teknologi dan Sistem Informasi (TSI). Pada tahun yang sama, Bank Index telah mengoperasikan layanan ATM Index di beberapa kantor cabang dan cabang pembantu. Untuk lebih memperluas jaringan layanan ATM, maka Bank Index juga telah melakukan kerja sama dengan jaringan ATM Bersama. Kemudian, pada akhir Maret 2018 Bank Index telah dapat menerima setoran penerimaan negara berupa pembayaran pajak, bea cukai dan penerimaan negara lainnya melalui seluruh kantor cabang serta melalui mesin ATM Bank Index. Sejak bulan Mei 2018 Bank Index juga sudah meluncurkan IndexQu - Internet dan Mobile Banking.[2]

Logo baru (hasil penyegaran logo lama) Bank Index diperkenalkan pada 2017, sebagai simbol dari semangat Bank Index yang senantiasa bergerak maju seiring perkembangan zaman dan siap bersaing di era perbankan digital.[9] Belakangan waktu ini, Bank Index juga merencanakan ingin mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia,[10] meskipun sampai saat ini belum terealisasi. Kemudian, di tanggal 26 April 2022, fintech Modalku dan Carro mengumumkan investasi di bank ini, yang dijelaskan karena kesamaan visi dan misi.[11]

Manajemen

[sunting | sunting sumber]
  • Presiden Komisaris: Bosur Simatupang
  • Komisaris: Joko Setiawan
  • Komisaris Independen: Daniel Satyawan
  • Komisaris Independen: Lenggono Sulistianto Hadi
  • Presiden Direktur: Gimin Sumalim
  • Direktur: Jusuf Lukito
  • Direktur: Jap Chin Phing
  • Direktur: Lie Phing
  • Direktur: Tjipto Santoso[1]

Kepemilikan

[sunting | sunting sumber]
  • PT Kazanah Indexindo: 35,88%
  • Kaliber Assets Pte. Ltd.: 15,11%
  • PT Asseta Selindo: 11,96%
  • Modalku via Funding Asia Group Pte. Ltd.: 8,98%
  • PT Creador Kapital: 8,38%
  • Kurnadi Setiawan: 5,15%
  • Carro via Trusty Cars Pte. Ltd.: 3,98%
  • PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura: 3,76%
  • PT Digi Asia Bios: 3,67%
  • Alwi Setiawan: 1,72%
  • Nederlandse Financierings-Maatschappij Voor Ontwikkelingslanden N.V.: 1,41%[1]
  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Laporan Tahunan 2025" (PDF). PT Bank Index Selindo. Diakses tanggal 21 Januari 2022.
  2. 1 2 3 "Sekilas Bank Index". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-06. Diakses tanggal 2022-04-30. {{cite web}}:
  3. Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 5,Masalah 13-18
  4. Indonesia Banking Directory
  5. Bank Harmoni-Bank Index Merger
  6. Lap Tahunan Bank Index, 2014[pranala nonaktif permanen]
  7. Bank Harmoni Resmi Merger ke Bank Index
  8. Resmi Menjadi Bank Devisa, Bank Index Targetkan Laba Naik 35%
  9. LapTahunan Bank Index 2017[pranala nonaktif permanen]
  10. Bank Index Matangkan Rencana Melantai di Bursa
  11. Modalku dan Carro Umumkan Investasi di Bank Index

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]