Bank BTPN

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT Bank BTPN Tbk
Sebelumnya
PT Bank Pegawai Pensiunan Militer (1958-1986)
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (1986-2019)
Perseroan terbatas
Kode emitenIDX: BTPN
IndustriJasa keuangan
Didirikan6 Oktober 1959; 63 tahun lalu (1959-10-06)
Kantor
pusat
Menara BTPN, CBD Mega Kuningan, Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. 5.5 – 5.6, Jakarta 12950, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Ongki Wanadjati Dana[1]
(Direktur Utama)
Chow Ying Hoong[1]
(Komisaris Utama)
Produk
Merek
PendapatanPenurunanRp 16,71 triliun (2021)
KenaikanRp 2,66 triliun (2021)
Total asetKenaikanRp 191,92 triliun (2021)
Total ekuitasKenaikanRp 44,9 triliun (2021)
PemilikSMBC
Karyawan
7.482 (2020)[2]
Anak
usaha
Bank BTPN Syariah
Situs webwww.btpn.com

PT Bank BTPN Tbk adalah anak usaha Sumitomo Mitsui Banking Corporation yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini memiliki 61 kantor cabang, 264 kantor cabang pembantu, 141 titik pembayaran, dan 216 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.[2][3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Salah satu kantor Bank BTPN yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat
Kantor Bank BTPN di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah

Perusahaan ini memulai sejarahnya di Bandung pada tahun 1958 dengan nama "PT Bank Pegawai Pensiunan Militer" (Bapemil), dan awalnya hanya menerima simpanan dan memberi pinjaman kepada para pensiunan TNI. Pada tahun 1960, bank ini mendapat izin untuk beroperasi sebagai sebuah bank komersial. Pada tahun 1986, bank ini mengubah namanya menjadi "PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional". Pada tahun 1993, Kementerian Keuangan menetapkan bank ini sebagai sebuah bank umum. Pada tahun 2008, bank ini resmi melantai di Bursa Efek Jakarta. Pada tahun 2008 juga, TPG Nusantara S.AR.L resmi mengakuisisi 71,61% saham bank ini. Pada tahun 2009, bank ini meluncurkan bisnis pinjaman untuk mikro dan kecil (UMK) dengan nama "BTPN Mitra Usaha Rakyat". Pada tahun 2011, bank ini meluncurkan inisiatif Daya, sebuah program pemberdayaan masyarakat, dan meluncurkan merek Sinaya, yang terhubung dengan inisiatif Daya. Bank ini juga berhasil menyelesaikan uji coba bisnis Perbankan Komunitas Syariah (BTPN Syariah Tunas Usaha Rakyat), yang hingga tahun 2012, telah melayani 444.000 nasabah di 28.927 sentra komunitas yang tersebar di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Pada tahun 2013, bank ini mengakuisisi Bank Sahabat. Pada tahun 2013 juga, SMBC resmi membeli 24,3% saham bank ini. Pada tahun 2014, bank ini memisahkan unit usaha syariahnya ke dalam Bank Sahabat, dan kemudian mengubah nama bank tersebut menjadi BTPN Syariah. Pada tahun 2014 juga, SMBC meningkatkan kepemilikan sahamnya di bank ini menjadi 40%. Pada tahun 2015, bank ini meluncurkan BTPN Wow!, sebuah layanan perbankan yang memanfaatkan telepon seluler dan didukung dengan agen untuk meningkatkan jangkauan layanan. Pada bulan Februari 2016, bank ini mulai beroperasi sebagai sebuah bank devisa setelah mendapat izin pada bulan Desember 2015. Bank ini kemudian meluncurkan aplikasi Jenius, yang memanfaatkan ponsel cerdas untuk melakukan berbagai transaksi perbankan. Pada tanggal 19 Desember 2018, Otoritas Jasa Keuangan menyetujui penggabungan antara bank ini dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (BSMI), dan pada tanggal 18 Januari 2019, penggabungan tersebut juga disetujui oleh Japan Financial Services Authority.[4] Pada tanggal 1 Februari 2019, bank ini resmi bergabung dengan BSMI[5] dan mengubah namanya menjadi seperti sekarang. Pada tahun 2020, bank ini meluncurkan Sinaya Prioritas.[3][2]

Komisaris dan Direksi[sunting | sunting sumber]

  • Komisaris Utama: Mari Elka Pangestu (Independen)
  • Wakil Komisaris Utama:Chow Ying Hoong
  • Komisaris: Ninik Herlani Masli Ridhwan (Independen)
  • Komisaris: Takeshi Kimoto
  • Direktur Utama: Ongki Wanadjati Dana (Independen)
  • Direktur: Kazuhisa Miyagawa (Wakil Direktur Utama)
  • Direktur Kepatuhan: Dini Herdini (Independen)
  • Direktur: Yasuhiro Daikoku
  • Direktur: Henoch Munandar
  • Direktur: Adrianus Dani Prabawa
  • Direktur: Hiromichi Kubo
  • Direktur: Merisa Darwis

Produk dan Layanan[sunting | sunting sumber]

  • BTPN Taseto Premium
  • BTPN Taseto Premium iB (Syariah)
  • BTPN Taseto Bisnis
  • BTPN Taseto Mapan
  • BTPN Deposito Berjangka
  • BTPN Deposito Berjangka iB (Syariah)
  • BTPN Deposito Bonus
  • BTPN Deposito Maxima
  • BTPN Deposito Fleksi
  • BTPN Giro
  • BTPN WoW! (Tabungan Berbasis Nomor Ponsel yang menggunakan Kode USSD)
  • Tabungan Pensiun Citra
  • Tabungan Pensiun Citra iB (Syariah)
  • Kredit Pensiun Sejahtera
  • Kredit Pensiun Sejahtera Plus
  • Kredit Pensiun Sejahtera 6
  • Paketmu (Kredit)
  • Paket Masa Depan (Kredit Syariah)
  • Jenius (Tabungan Berbasis Aplikasi untuk Ponsel Pintar Berbasis Android dan iOS)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Komisaris & Direksi". PT Bank BTPN Tbk. Diakses tanggal 30 Januari 2022. 
  2. ^ a b c "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Bank BTPN Tbk. Diakses tanggal 30 Januari 2022. 
  3. ^ a b "Sejarah Perusahaan". PT Bank BTPN Tbk. Diakses tanggal 30 Januari 2022. 
  4. ^ https://www.cnbcindonesia.com/market/20190124132752-17-52181/dapat-restu-ojk-jepang-ri-btpn-merger-bulan-ini
  5. ^ "Salinan arsip". Kontan.co.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-07-09. Diakses tanggal 2019-07-09. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]