Bank Jago

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT Bank Jago Tbk
Sebelumnya
PT Bank Artos Indonesia Tbk (1992-2020)
Perseroan terbatas
Kode emitenIDX: ARTO
IndustriJasa keuangan
Didirikan1 Mei 1992; 30 tahun lalu (1992-05-01)
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Kharim Indra Gupta Siregar[1]
(Direktur Utama)
Jerry Ng[1]
(Komisaris Utama)
Produk
Jasa
  • Platform pembayaran tagihan
  • Transfer uang
PendapatanRp Kenaikan696,5 milyar (2021)
Rp Kenaikan86,06 milyar (2021)
Total asetRp Kenaikan12,31 triliun (2021)
Total ekuitasRp Kenaikan8,36 triliun (2021)
PemilikPT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (37,65%)
Wealth Track Technology Ltd. (13,35%)
PT Dompet Karya Anak Bangsa (22,16%)
Karyawan
255 (2020)[2]
Situs webwww.jago.com

PT Bank Jago Tbk adalah sebuah bank digital yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini memiliki 2 kantor cabang, 3 kantor cabang pembantu, 1 kantor kas, dan 5 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.[2][1]

Logo lama Bank Artos Indonesia

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1992 di Bandung dengan nama "PT Bank Artos Indonesia". Bank Artos awalnya dimiliki oleh keluarga Arto Hardy yang bergerak di industri tekstil dan memiliki sejumlah pabrik di Jawa Barat.[3] Karena itulah, awalnya usaha Bank Artos dipusatkan di Bandung. Baru pada 1996, bank ini membuka kantor cabang di Jakarta. Belakangan, kantor cabangnya ditambah menjadi beberapa buah.[4]

Pada tahun 2016, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2019, PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia milik Jerry Ng dan Wealth Track Technology Ltd. milik Patrick Sugito Walujo masing-masing mengakuisisi 37,65% dan 13,35% saham perusahaan ini, sehingga keduanya bersama-sama menjadi pengendali perusahaan ini. Jerry sebelumnya adalah Direktur Utama Bank BTPN, sementara Patrick adalah investor Bank BTPN sebelum diakuisisi oleh SMBC.[5] Pada tahun 2020, nama perusahaan ini diubah menjadi seperti sekarang. Pada akhir tahun 2020, GoPay resmi mengakuisisi 22,16% saham perusahaan ini. Sebenarnya, sebelum akuisisi oleh Jerry dan Walujo, sempat ada rumor mereka akan mengganti nama Bank Artos menjadi GoBank menyesuaikan Gojek, namun belakangan tidak terjadi.[3]

Pada bulan Maret 2021, GIC ikut menjadi pemegang minoritas saham perusahaan ini. Pada bulan April 2021, perusahaan ini meluncurkan aplikasi Jago untuk memudahkan nasabahnya dalam mengelola keuangan. Pada bulan Juli 2021, perusahaan ini menjalin kemitraan strategis dengan PT Bibit Tumbuh Bersama. Pada bulan yang sama, perusahaan ini meluncurkan tahap awal dari integrasi dengan aplikasi Gojek, yakni Kantong Jago menjadi salah satu metode pembayaran non-tunai di aplikasi tersebut. Pada bulan September 2021, perusahaan ini meluncurkan Unit Usaha Syariah (UUS) untuk dapat melayani nasabahnya dengan prinsip syariah.[1][2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Sejarah Perusahaan". PT Bank Jago Tbk. Diakses tanggal 18 Januari 2022. 
  2. ^ a b c "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Bank Jago Tbk. Diakses tanggal 18 Januari 2022. 
  3. ^ a b Bank Artos, Jadi GoBank atau Sekadar Investasi Patrick Walujo
  4. ^ Sejarah Bank Artos
  5. ^ Jerry Ng dan Sugito Walujo Resmi Akuisisi Bank Artos Rp 243 Miliar

Pranala luar[sunting | sunting sumber]