Mega Kuningan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mega Kuningan
Gedung-gedung di kawasan Mega Kuningan (sebelah kiri foto) terlihat dari Jalan HR Rasuna Said
Gedung-gedung di kawasan Mega Kuningan (sebelah kiri foto) terlihat dari Jalan HR Rasuna Said
Koordinat: 6°13′51″S 106°49′32″E / 6.230730°S 106.825680°E / -6.230730; 106.825680
Negara Indonesia
KotaJakarta Selatan
ProvinsiDKI Jakarta
Dinamai berdasarkanKabupaten Kuningan
Luas
 • Total0,54 km2 (0,21 sq mi)
Bahasa
 • ResmiIndonesia
Inggris
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)

Mega Kuningan adalah sebuah kawasan bisnis dengan konsep pengembangan terintegrasi yang terletak di Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.[1] Mega Kuningan dikelilingi oleh beberapa jalan protokol Jakarta (Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Prof. Dr. Satrio), dan berada di dalam kawasan Segitiga Emas Jakarta.[2]

Mega Kuningan dikembangkan sebagai sebuah kawasan bisnis dan diplomatik terintegrasi yang dilengkapi infrastruktur dan jaringan utilitas berstandar internasional. Selain properti komersial, juga ada beberapa kedutaan besar negara sahabat yang terletak di sini. Mega Kuningan terbagi menjadi delapan blok, yang dibagi lagi menjadi 44 subblok.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kawasan ini memulai sejarahnya pada tahun 1990, saat Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mendapat modal dari pemerintah berupa lahan seluas 311.930 meter persegi di Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, yang sebelumnya dikelola oleh Departemen Keuangan RI.[4] RNI kemudian mendirikan sebuah perusahaan patungan bersama PT Abadi Guna Papan untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi kawasan ini.[5] Peternakan sapi yang berada di atas lahan tersebut pun dipindah ke lahan lain di Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur yang juga diserahkan oleh pemerintah ke RNI.

Bangunan penting[sunting | sunting sumber]

Kedutaan besar Tiongkok, Kuwait, Mongolia, Pakistan, Qatar, dan Thailand untuk Indonesia terletak di kawasan ini. Selain kedutaan-kedutaan besar, juga terdapat Ciputra World Jakarta dan gedung-gedung yang menjadi kantor dari beberapa perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia.

Bangunan penting di Mega Kuningan antara lain:[6]

Akses[sunting | sunting sumber]

Kawasan Mega Kuningan dapat diakses dari gerbang utama di Jalan Profesor Dr. Satrio di sebelah utara dan dari Jalan HR Rasuna Said di sebelah timur.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Jalur Bus[sunting | sunting sumber]

Transjakarta[sunting | sunting sumber]

Kuningan Timur.jpg
Halte Kuningan Timur (atas) dan halte Patra Kuningan di Jalan HR Rasuna Said di sebelah timur kawasan Mega Kuningan

Kawasan Mega Kuningan dapat dijangkau dengan berbagai moda transportasi, seperti Transjakarta yang melewati Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Profesor Dr. Satrio. Berikut adalah rute Transjakarta yang melewati kawasan di sekitar Mega Kuningan:

Bus Lainnya[sunting | sunting sumber]

  • Mikrolet M44 Kampung Melayu-Karet (via Tebet - Casablanca - Prof. dr. Satrio)
  • Sinar Jaya AC149 Tanah Abang-Bekasi (via KH Mas Mansyur - Prof. dr. Satrio - Kp. Melayu - UKI - Bulak Kapal)

Jalur Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Stasiun LRT Kuningan adalah satu satunya stasiun pemberhentian LRT Jabodebek yang terletak dekat dengan kawasan Mega Kuningan

Insiden[sunting | sunting sumber]

Kawasan ini terdampak Pengeboman Hotel Marriott 2003 dan Pengeboman JW Marriott - Ritz-Carlton 2009.[8][9]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Condoms, underwear clog sewer in embassy district". The Jakarta Post. Diakses tanggal 19 July 2019. 
  2. ^ "Foreign developers eye local prospects". The Jakarta Post. Diakses tanggal 10 June 2019. 
  3. ^ "Pengembang Jepang Incar Mega Kuningan". Kompas. Diakses tanggal 10 June 2019. 
  4. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 4 tahun 1990" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 23 Oktober 2021. 
  5. ^ "Laporan Tahunan" (PDF). rni.co.id. Rajawali Nusantara Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2021-08-31. Diakses tanggal 31 Agustus 2021. 
  6. ^ "Persaingan Superblok di Mega Kuningan Makin Sengit". Kompas. Diakses tanggal 10 June 2019. 
  7. ^ "Jelang 2019, Tokyu Land Rilis Proyek Rp 2,2 Triliun di Mega Kuningan". Kompas. Diakses tanggal 10 June 2019. 
  8. ^ "FACTBOX: Five facts about Islamic militant Noordin Top | International". Reuters. 2008-12-05. Diakses tanggal 2019-06-10. 
  9. ^ "Sydney Morning Herald". Smh.com.au. 2009-09-18. Diakses tanggal 2019-06-10.