Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jalan Jenderal Sudirman dilihat dari Wisma BCA (dirobohkan dan digantikan Interntational Financial Center Jakarta) (November 2006)
Jalan Jenderal Sudirman saat menjelang malam (1992)

Jalan Jenderal Sudirman atau Jalan Sudirman adalah nama salah satu jalan utama Jakarta dan merupakan pusat bisnis di kota ini (dikenal dengan poros Sudirman-Thamrin-Kuningan). Nama jalan ini diambil dari nama seorang Pahlawan Nasional Indonesia yaitu Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman. Jalan ini membentang sepanjang 4 km dari Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat sampai Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jalan ini berada di perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Jalan ini melintasi 7 Kelurahan, yaitu kelurahan:

Jalan ini merupakan kawasan pemberlakuan sistem ganjil genap (berlaku Senin-Jumat Pukul 06:00-10:00 dan 16:00-21:00 WIB)[1] dan dilalui oleh TransJakarta Koridor 1 dan juga biasa di pakai untuk Car Free Day (sempat ditiadakan akibat Pandemi Covid-19, dan kembali diselenggarakan mulai 5 Juni 2022).[2][3] Di jalan ini terdapat Wisma 46, Jembatan Semanggi, Gelora Bung Karno dan kawasan Sudirman Central Business District (SCBD).

Bangunan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman[sunting | sunting sumber]

Sisi Barat Sisi Timur
Wisma 46 (Kantor Pusat Bank Negara Indonesia (BNI)) The Landmark Center
Menara Taspen (saat ini sedang dirobohkan untuk dibangun gedung superblok "Oasis Central Sudirman")[4][5] Wisma Indocement
Wisma KEIAI Lahan Kosong
Prince Center Building
Menara Astra Wisma Bumiputera
Wisma Nugraha Santana Indofood Tower
MidPlaza Chase Plaza
Da Vinci
Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta International Financial Center Jakarta
Tamara Center
Lahan Kosong Millennium Centennial Center
Sona Topas Tower
Jembatan Penyeberangan Orang Pinisi Karet Sudirman (terletak di tengah jalan)[6]
Hotel Le Meridien Jakarta Mayapada Tower 2
Mayapada Tower 1
Kompleks World Trade Center Jakarta
Intiland Tower Sampoerna Strategic Square
Lahan Kosong
The London Living Sudirman Suites Plaza Sentral
Mori Building (The Jakarta Office Tower) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Kantor Pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI) Plaza Semanggi dan Balai Sarbini
Simpang Susun Semanggi (persimpangan dengan Jalan Jenderal Gatot Subroto)
The Sultan Hotel & Residence Jakarta Markas Polda Metro Jaya
Stadion Utama Gelora Bung Karno Sudirman Central Business District (SCBD)
Bursa Efek Indonesia
Menara Mandiri (sebelumnya bernama Plaza Bapindo)[7]
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI
Sequis Center
Graha CIMB Niaga
Plaza Asia
FX Sudirman Menara Sudirman
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Summitmas Tower 2
Summitmas Tower 1
Lahan Kososng
Ratu Plaza
Kantor Pusat PaninBank Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI

Bangunan diurutkan dari Dukuh Atas menuju Senayan

Persimpangan[sunting | sunting sumber]

Jalan ini memiliki 6 persimpangan, yaitu:

Transportasi umum[sunting | sunting sumber]

Jalur Bus[sunting | sunting sumber]

Bus TransJakarta di Jalan Jenderal Sudirman (2006)

Jalan ini dilalui oleh jalur TransJakarta koridor 1 dengan rute Blok M - Kota 1 yang sudah beroperasi sejak 15 Januari 2004. Halte-halte yang berada di jalan ini yaitu:

Selain itu, berikut ini adalah trayek bus lain yang melayani Jalan Jend. Sudirman:

Jalur Kereta api[sunting | sunting sumber]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

"Salju" sisa proyek MRT Jakarta[sunting | sunting sumber]

Pada 6 Mei 2017, masyarakat sempat dihebohkan dengan butiran mirip salju yang menutupi Jalan Jendral Sudirman, masyarakat mengira bahwa butiran tersebut adalah salju asli, namun spekulasi itu dibantah oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan pihak PT MRT Jakarta.

Pihak MRT Jakarta mengatakan bahwa butiran mirip salju tersebut sebenarnya adalah material sisa tunneling (pengeboran terowongan jalur) MRT yang keluar dari area proyek dan bercampur dengan air hujan. Pihak MRT juga menyampaikan bahwa material salju tersebut tidak beracun dan ramah lingkungan. Butiran tersebut dibersihkan sekitar pukul 19:00 WIB

Sementara pihak BMKG menyatakan,[9]

Revitalisasi Trotoar yang Belum Selesai dan Halte yang Terpisah dari Jalan[sunting | sunting sumber]

Sejumlah Shelter halte bus di Jalan Jendral Sudirman terpisah dari pinggir jalan oleh sebuah koridor hijau yang dibuat untuk ditanami tumbuhan dan pepohonan saat proses revitalisasi trotoar Jalan Jendral Sudirman untuk menyambut Asian Games 2018.

Pada bulan April hingga Juli 2018, Trotoar di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta pada saat itu sedang direvitalisasi sebagai persiapan sebelum operasional MRT Jakarta dan penyelenggaraan Asian Games 2018. Akan tetapi, Revitalisasi trotoar di koridor utama ibukota Jakarta tersebut secara keseluruhan tidak merata. Sejumlah bagian trotoar sudah selesai direvitalisasi, sementara sebagian lainnya belum. Yang menjadi pusat perhatian adalah kondisi halte bus di Depan Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno sebagai venue utama Asian Games. Shelter halte bus terpisah dari jalan utama oleh sebuah koridor hijau yang merupakan bagian dari revitalisasi trotoar. Sejumlah warga menjadi bingung bagaimana bisa menaiki bus dari halte yang terpisah dari jalan, ada warga yang harus memutar bahkan menginjak area rumput. Namun pada akhirnya, sebuah ramp dibangun untuk menghubungkan antara shelter halte dengan jalan utama.[10][11]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jalan sebelumnya:
Jalan MH Thamrin
Jalur Jalan Raya Kota - Pondok Labu Jalan berikutnya:
Jalan Sisingamangaraja
  1. ^ Media, Kompas Cyber (2022-06-26). "Jangan Lupa, Ganjil Genap Jakarta Berlaku di 25 Ruas Jalan Ini". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-06-27. 
  2. ^ Mediatama, Grahanusa (2022-06-04). "Besok Ada lagi, Ini Lokasi dan Aturan CFD Jakarta 5 Juni 2022". PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Diakses tanggal 2022-06-27. 
  3. ^ Media, Kompas Cyber (2022-06-05). "Catat, 6 Lokasi Car Free Day di Jakarta Hari Ini". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-06-27. 
  4. ^ PENGHANCURAN GEDUNG TASPEN, UNTUK OASIS CENTRAL SUDIRMAN JAKARTA 350 METER, diakses tanggal 2022-06-27 
  5. ^ Media, Kompas Cyber (2021-07-03). "Oasis Central Sudirman, Ambisi Mitsubishi-Taspen Bangun Supertall Tertinggi di Indonesia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-06-27. 
  6. ^ Liputan6.com (2022-03-14). "Menengok JPO Pinisi Sudirman, Bisa Dilintasi Sepeda dan Ada Nama Nakes yang Gugur Akibat Pandemi". liputan6.com. Diakses tanggal 2022-06-27. 
  7. ^ "Menara Mandiri". Setiap Gedung Punya Cerita. 2020-10-02. Diakses tanggal 2022-06-27. 
  8. ^ a b Media, Kompas Cyber (2022-04-15). "11 Halte Transjakarta Direvitalisasi Mulai Jumat, Begini Penyesuaiannya Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-06-27. 
  9. ^ Media, Kompas Cyber (2017-05-06). "Dikira Hujan Salju, Ini yang Sebenarnya Terjadi di Jalan Sudirman". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-06-27. 
  10. ^ Media, Kompas Cyber (2018-07-24). "Penampakan Jalur Hijau di Trotoar Sudirman yang Pisahkan Halte Bus dan Jalan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-06-27. 
  11. ^ Media, Kompas Cyber (2018-07-24). "Warga Bingung Ada Area Rumput Pisahkan Halte Bus dengan Jalan Raya di Sudirman". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-06-27.