Rajawali Nusantara Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)
Jenis BUMN / Perseroan Terbatas
Industri/jasa Agroindustri, farmasi, perdagangan
Didirikan 1964[1][2]
Kantor pusat Jakarta, Jakarta, Indonesia
Daerah layanan Seluruh Indonesia[1]
Tokoh penting Suparto (Komisaris Utama)[3]
Didik Prasetyo (Direktur Utama)[4]
Pendapatan Rp 450 miliar (2012)[5]
Jumlah aset Rp 5.09 triliun (per Desember 2011)[1]
Pemilik Pemerintah Indonesia
Karyawan 7.401 karyawan tetap[1]
Situs web rni.co.id

Rajawali Nusantara Indonesia atau disingkat sebagai RNI adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang agroindustri, farmasi, dan perdagangan.[6] RNI didirikan pada tahun 1964 sebagai kelanjutan dari nasionalisasi aset-aset grup konglomerat Oei Tiong Ham Concern (OTHC) atau Kian-gwan Kongsi yang didirikan oleh "Raja Gula" Oei Tiong Ham.

Salah satu inovasi RNI adalah dibukanya gerai Waroeng Rajawali. Gerai ini terkenal di bulan Ramadhan tahun 2013 karena menjual daging sapi[7] dan kebutuhan primer rakyat lainnya seperti gula dan teh dengan harga yang murah. Selain itu, Waroeng Rajawali juga menjual produk BUMN lainnya.[8] Pada tahun 2014, Waroeng Rajawali akan menjadi waralaba dengan target jumlah gerai sebanyak 1500 buah di seluruh Indonesia.[9][10][11][12]

Bidang usaha[sunting | sunting sumber]

Bidang usaha yang digeluti oleh RNI bersifat integrasi dari hulu sampai hilir. Usaha perkebunan kelapa sawit tidak cukup hingga sampai penjualan CPO, namun juga diolah menjadi minyak goreng. Begitu juga usaha peternakan sapi yang sapinya menjadi daging sapi potong, perkebunan tebu yang hasilnya diolah menjadi gula, dan perkebunan karet yang lateksnya dijadikan kondom dan sarung tangan.

Agroindustri
Farmasi
Perdagangan
Lain-lain

Anak perusahaan[sunting | sunting sumber]

RNI memiliki beberapa anak perusahaan, diantaranya:[26]

Bisnis[sunting | sunting sumber]

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mengembangkan pabrik teh hijau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Melalui anak usahanya, PT Mitra Kerinci, RNI mengembangkan pabrik teh hijau di kawasan Sangir, Solok Selatan, Sumatera Barat, dengan kapasitas pengolahan 60 ton pucuk basah per hari. Menurut Didik Prasetyo, direktur utama RNI, tingginya permintaan produk teh hijau Liki di pasar teh nasional dan pasar ekspor mendorong perusahaan agar mampu menaikkan kapasitas produksi hingga 80 ton pucuk basah per hari.[29]

Tempo menuliskan bahwa Mitra Kerinci saat ini menghasilkan perolehan pucuk basah sebesar 18.874 ton dan tingkat produktivitas sebesar 3,69 ton per Ha sehingga mengukuhkannya sebagai perkebunan dengan tingkat produktivitas tertinggi sepanjang berdirinya RNI. Mitra Kerinci saat ini mengelola sekitar 2.025 hektar perkebunan dan pabrik pengolahan teh Liki di Sangir; setiap tahun, teh Liki menghasilkan 17 juta kg daun teh segar yang diolah menjadi 5,5 juta kg teh untuk kebutuhan dalam dan luar negeri.[29]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Profil Perusahaan". Diakses tanggal 2 Desember 2013. 
  2. ^ "Sejarah PT Rajawali Nusantara Indonesia". Ciputra Entrepreneurship. Diakses tanggal 2 Desember 2013. 
  3. ^ "Suparto Komisaris Utama PT RNI". Kais 2 Mei 2013. 
  4. ^ "Dirut RNI nilai transformasi BUMN harus berkelanjutan". Antara. 12 Desember 2013. 
  5. ^ "Laba RNI Rp 450 Miliar". Tribunnews Surabaya. 2 Januari 2013. 
  6. ^ a b c d e "PT Rajawali Nusantara Indonesia". Portal Nasional Republik Indonesia. Diakses tanggal 2 Desember 2013. 
  7. ^ a b c "Waroeng Rajawali Jual Daging Sapi Rp 70 Ribu per Kg". Tribunnews. Jumat, 16 Agustus 2013. 
  8. ^ a b "RNI Tambah Waroeng Rajawali ke-25 di Pancoran". Jumat 16 Agustus 2013. 
  9. ^ a b "RNI Incar Bangun Total 1.500 Waroeng Rajawali di 2014". Liputan 6. 16 Agustus 2013. 
  10. ^ a b "2014, Waroeng Rajawali Bakal Jadi Waralaba". Tribunnews. Jumat 16 Agustus 2013. 
  11. ^ a b "RNI Siap Buka Gerai Jumbo Pesaing Hypermart". Tribunnews. Jumat, 16 Agustus 2013. 
  12. ^ "Rajawali Nusantara Indonesia Serius Masuk ke Bisnis Ritel". Majalah Swa. 10 Mei 2013. 
  13. ^ "Rajawali Siapkan 2 ribu Hektar Kebun Kedelai". 11 September 2012. 
  14. ^ "Produksi Gula:RNI akan Produksi Gula Premium". Berita RNI. 11 September 2012. 
  15. ^ "RNI Merambah ke Industri Peternakan". Kompas. 12 Oktober 2013. 
  16. ^ "RNI Siap Beli Lahan Ternak Sapi di Australia". Tribunnews. Senin, 12 Agustus 2013. 
  17. ^ "Beternak sapi di NTB, RNI gandeng BUMD". Kontan. 12 Desember 2012. 
  18. ^ "RNI Bangun Empat Penggilingan Gabah". Antara. 19 Agustus 2014. 
  19. ^ "Majukan Penjualan, Kondom Meong Tawarkan Empat Rasa". Tribunnews. Senin, 12 Agustus 2013. 
  20. ^ "Kepak Sayap Bisnis RNi Merambah ke Sarung Tangan". Berita RNI. 11 Oktober 2013. 
  21. ^ "RNI Jual 47 Juta Ton Daging Sapi Selama Ramadan". Tribunnews. Senin, 12 Agustus 2013. 
  22. ^ "PT Rajawali Nusantara Indonesia Dapat Izin Impor Daging Sapi". Tribunnews. Kamis, 17 Oktober 2013. 
  23. ^ "RNI Jualan Sapi Jelang Udil Adha". Inilah.com. 24 Oktober 2013. 
  24. ^ "RNI Ingin Bantu Stabilkan Harga Kedelai". Liputan 6. 13 September 2013. 
  25. ^ "RNI Bisnis Air Mineral Investasi Rp150 Miliar". Republika. 19 Agustus 2014. 
  26. ^ "IPO ANAK USAHA: RNI Tunjuk Penasihat Keuangan Awal 2013". Bisnis.com. Senin, 12 November 2012. 
  27. ^ [1] "Sekilas tentang PT Rajawali Tanjungsari"
  28. ^ "Sejarah PT Mitra Kerinci". 
  29. ^ a b Rajawali Nusantara Bangun Pabrik Teh Hijau Terbesar se-ASEAN, TEMPO.CO, 5 Januari 2016 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]