Bank Maybank Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Sebelumnya
Bank Internasional Indonesia
Publik
Kode emitenIDX: BNII
IndustriJasa keuangan
Didirikan15 Mei 1959 (umur 63)
Kantor
pusat
Sentral Senayan III, Jakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia Indonesia
Malaysia Malaysia
Kepulauan Cayman Kepulauan Cayman
Mauritius Mauritius
Mumbai India
Tokoh
kunci
Taswin Zakaria (Presiden direktur)
Thilagavathy Nadason (Direktur keuangan)
ProdukRetail Banking,

Global Banking,
Business Banking,
Global Market,
Syariah,

e-Banking.
JasaTabungan
Giro
Deposito
Pinjaman
Investasi
PendapatanPenurunanRp 12,82 Triliun(2021)[1]
KenaikanRp.1,64 Triliun (2021)
Total asetPenurunanRp.168,76 Triliun (2021)
Total ekuitasKenaikanRp.28,73 Triliun (2021)
Karyawan
≥ 8 ribu orang
IndukSinar Mas Group (1982-1999)
BPPN (1999-2003)
Temasek (2003-2008)
Maybank (2009-sekarang)
Anak
usaha
WOM Finance
Maybank Finance
Situs webmaybank.co.id

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (sebelumnya bernama Bank Internasional Indonesia, disingkat BII) adalah salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia yang merupakan bagian dari grup Malayan Banking Berhad (Maybank), salah satu grup penyedia layanan keuangan terbesar di ASEAN.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perkembangan hingga 1999[sunting | sunting sumber]

Bank ini awalnya didirikan dengan nama Bank Internasional Indonesia (disingkat BII) pada tanggal 15 Mei 1959[2] oleh sekelompok pengusaha seperti Aridi Penjamin dan Jap Ing Hoat,[3] dan tercatat sempat berganti tiga kali pemilik dan merger di tanggal 31 Maret 1980 dengan PT Bank Tabungan untuk Umum 1859, Surabaya. Terakhir, pada awal 1980-an, BII dikuasai oleh Iskandar Widyadi,[4] seorang pengusaha tekstil (kini merupakan pemilik Bank Jasa Jakarta). Pada Agustus 1982, BII diambilalih oleh grup Sinar Mas[5] dari tangan Widyadi sebesar 70%[2] dengan modal Rp 13 miliar.[6] Aset bank itu saat diakuisisi hanya sebesar Rp 13 miliar dan modalnya Rp 3 miliar ditambah 2 cabang (kantor pusat di Jakarta dan cabang di Surabaya).[2]

Sinar Mas selanjutnya berhasil meningkatkan kinerja bank ini dengan pada 1984 menjadi bank terbesar kedua dari kelompok non-devisa,[7] memiliki 11 cabang (akhir 1980-an), dan modalnya meningkat menjadi Rp 38,5 miliar.[2][8] Sejak 10 November 1988, BII telah menyandang status sebagai bank devisa.[9] Setelah Paket Kebijaksanaan Oktober 1988 (Pakto), pertumbuhan BII jauh lebih mengesankan dengan tercatat sebagai bank swasta terbesar ketiga, meningkatkan cabangnya menjadi 25 buah[2] dan di tanggal 27 September 1989, modal dasar BII ditingkatkan dari Rp 60 miliar menjadi Rp 300 miliar.[10] Keluarga Widjaja sebagai pemilik bank ini juga memprofesionalisasi operasionalnya dari bank keluarga menjadi bank modern.[11]

BII memiliki lebih dari 100 cabang pada awal 1990-an, dan memfokuskan bisnisnya pada sektor korporat, ditambah sektor yang belum tersentuh bank-bank lain saat itu, seperti pembiayaan kendaraan dan kartu kredit.[8] Meskipun demikian, BII kemudian mulai agresif menyentuh sektor konsumer dengan aneka promosi bernilai ratusan juta rupiah.[11] Pada 21 November 1989, BII mencatatkan sahamnya (12 juta lembar, atau 9,6%) sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (sekarang telah merger menjadi Bursa Efek Indonesia) dengan harga penawaran Rp 11.000/lembar.[12][13] BII kemudian juga mendirikan bank asing patungan dengan nama PT Fuji Bank International Indonesia (kini Bank Mizuho Indonesia), PT Bank Credit Lyonnais Indonesia (kini bernama Bank Capital Indonesia) dan PT Bank BII Commonwealth (kini Bank Commonwealth) serta mendirikan beberapa kantor di luar negeri, seperti di Singapura dan Kepulauan Cayman.[8] BII juga mendirikan anak usaha BII Finance Center dan akuisisi perusahaan di Hong Kong bernama Alied Asia Finance Co. Ltd. (kemudian menjadi BII Finance Co. Ltd.),[14] dan sebuah bank di Tiongkok bernama Bank International Ningbo.[15]

Asetnya kemudian naik menjadi mendekati Rp 10 triliun di periode 1990-an.[6] BII berkembang sebagai bank swasta papan atas (urutan ketiga dan yang paling menguntungkan di tahun 1995),[16] dengan 165 cabang[15] dan menjadi salah satu pilar bisnis utama dan paling menguntungkan dari Sinar Mas Group.[10] Tercatat, dengan kinerjanya yang cukup bagus, BII sempat meraih penghargaan dari sejumlah publikasi dan lembaga internasional.[17] BII kemudian sejak 1998 juga mengembangkan internet banking terawal di Indonesia.[18] Sebelum 1998, 51% saham BII dikuasai oleh lengan usaha Sinar Mas Group di bidang keuangan, PT Sinar Mas Multiartha Tbk,[19] dan sebelumnya, dimiliki sahamnya oleh PT Sinar Mas Tunggal dan PT Supra Veritas yang juga dimiliki grup tersebut.[20]

Perkembangan 1999-2006[sunting | sunting sumber]

Kepemilikan keluarga Widjaja pada akhir 1990-an harus hilang dengan masuknya BII dalam program rekapitalisasi yang diadakan pada Maret 1999 seiring krisis ekonomi di akhir 1990-an.[21] Rekapitalisasi dilakukan setelah BII terjerat utang US$ 4,6 miliar sejak April 1998,[17] dan rasio kecukupan modalnya turun hingga -15%.[14] Lewat rekapitalisasi berbiaya Rp 6,6 triliun,[22] pada 31 Desember 2000, pemerintah (via Badan Penyehatan Perbankan Nasional/BPPN) memegang 56,78% saham di bank ini.[23] Meskipun demikian, saat itu, manajemen BII masih dikelola oleh orang-orang lama (Sinar Mas),[22] dan grup tersebut masih memegang sekitar 18% saham,[24] yang direncanakan akan ditambah dengan buyback dari pemerintah.[14] Bahkan, dikabarkan awalnya Sinar Mas sudah mengembalikan dana rekapitalisasi BII dari pemerintah sebesar Rp 2 triliun.[25]

Belakangan, pemerintah terpaksa menyuntikkan modal kembali di BII kembali lewat mekanisme rights issue senilai Rp 4,8 triliun, yang membuat keluarga Widjaja menyerahkan seluruh sisa sahamnya (efektif sejak 17 April 2002).[26][27] Tindakan ini diambil ketika terkuak di tahun 2001 BII tidak kunjung sehat akibat kredit macet yang disalurkan kepada perusahaan milik Sinar Mas Group sebanyak US$ 1,43 miliar,[28] belum lagi kredit macet raksasa yang diderita perusahaan kertas Asia Pulp & Paper senilai US$ 14 miliar. Rasio kecukupan modalnya pada tahun itu anjlok hingga -47,5%, kredit macetnya menjadi 61,88% dari total kredit,[29][30] ditambah kerugian Rp 4,1 triliun, belum lagi harga sahamnya yang anjlok hingga Rp 20/lembar.[31] Sebagai bayaran dari pengambilalihan itu dan penyelesaian utangnya, keluarga Widjaja kemudian juga menyerahkan sebagian asetnya ke BPPN dengan total US$ 1,2 miliar.[30] Direksi BII pasca pengendalian penuh pemerintah dirombak, dan berada di bawah kendali BPPN sejak 13 Juli 2001 sebagai bank dalam penyehatan.[32] Melalui sejumlah proses, pada tahun 2002 rasio kecukupan modal bank ini sudah menjadi 38%.[26] Untuk menyegarkan citranya setelah sehat, sejak 15 Januari 2003 BII juga sudah memiliki logo baru.[33] BII juga membuka cabang bank syariahnya (UUS) di periode ini.[24]

Pada saat bank ini kembali tertimpa masalah di tahun 2001, sempat ada isu rencana BII akan dimerger dengan Bank Mandiri dengan alasan BII cukup potensial (aset Rp 37,4 triliun dan nasabah 2 juta orang).[34] Belakangan, rencana itu batal dan pemerintah berencana untuk mendivestasi 71% sahamnya di BII (dari 93,6%) pada Juli 2003.[35] Melalui tender, muncul peminat seperti Sorak Financial Holdings Pte. Ltd. (konsorsium yang digawangi Kookmin Bank Korea Selatan bersama Temasek Holdings, Barclays dll), UOB Bank dan Panin Bank-ANZ.[36] Kemudian, pada November 2003, BPPN dan pemerintah resmi menetapkan konsorsium Sorak sebagai pemenang divestasi 51% saham BII[37][38] dengan harga Rp 2,1 triliun.[39] Sisa saham pemerintah kemudian dilepas pada tahun 2005 sebesar 15,25% dengan total penjualan Rp 1,35 triliun,[40] dan 5,5% lainnya pada 16 November 2006.[41][42] Meskipun demikian, sempat ada rumor tidak sedap mengenai pelepasan saham ke konsorsium Sorak tersebut, karena pemerintah dianggap merugi dari transaksi itu.[43] Sejak 22 April 2004, BPPN melepaskan pengawasannya atas BII kembali ke tangan Bank Indonesia.[44] Sementara itu, pada tahun 2005, Sinar Mas kembali membeli bank kecil lain bernama Bank Shinta, yang saat ini bernama Bank Sinarmas untuk kembali ke bisnis perbankan.[45]

Akuisisi Maybank dan pergantian nama[sunting | sunting sumber]

Kepemilikan konsorsium tersebut rupanya kemudian saling "diperebutkan" anggotanya. Sempat ada berbagai isu, seperti rencana Temasek menjual sahamnya ke Kookmin,[46] rencana merger BII-Bank Danamon yang keduanya memang dimiliki Temasek,[47][48][49] rencana penjualan ke bank BUMN, dll.[50] Belakangan, setelah sempat terkatung-katung,[51] pada 2008 BII diakuisisi oleh Maybank melalui anak perusahan yang dimiliki sepenuhnya yaitu Maybank Offshore Corporate Services (Labuan) Sdn. Bhd. dan Sorak Financial Holdings Pte. Ltd. yang dibeli dari anak usaha Temasek, Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. Pelepasan ini ditujukan dalam rangka memenuhi kewajiban pemerintah tentang Single Presence Policy di dunia bank.[52][53] Akuisisi oleh Maybank ini selesai dilakukan pada 30 September 2008 dengan total saham 55,51% dan harga US$ 2 miliar.[54] Saham Maybank kemudian naik menjadi 97,52%[55] dengan tender offer di bulan Desember 2008; saham ini kemudian dilepas sebagian di tahun 2013 untuk memenuhi kewajiban saham publik.[56] Tidak lama setelah itu juga, logo BII berubah dengan penambahan logo Maybank di bawahnya.

Melalui persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 September 2015, Bank Internasional Indonesia (BII) berubah nama menjadi Bank Maybank Indonesia,[57] mengukuhkan Identitasnya sebagai Entitas utuh yang tidak terpisahkan dari Grup Maybank serta senantiasa berusaha untuk menghadirkan Humanising Financial Services kepada semua pemangku kepentingan. Maybank Indonesia merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang terkoneksi dengan jaringan regional maupun internasional Grup Maybank. Per 31 Juni 2019 Maybank Indonesia memiliki 385 cabang[58] termasuk kantor cabang syariah dan kantor fungsional mikro yang tersebar di Indonesia serta satu cabang luar negeri (Mumbai, India), 2 mobil kas keliling dan 1.606 ATM[59] termasuk CDM[60] (Cash Deposit Machine) yang terkoneksi dengan lebih dari 20.000 ATM tergabung dalam jaringan ATM Prima, ATM Bersama, ALTO, Cirrus dan terhubung dengan 3.500 ATM Maybank di Singapura, Malaysia dan Brunei melalui jaringan MEPS.

Maybank Indonesia menyediakan serangkaian produk dan jasa komprehensif bagi nasabah individu maupun korporasi melalui layanan Community Financial Services (Perbankan Ritel dan Perbankan Non-Ritel) dan Perbankan Global, serta pembiayaan otomotif melalui entitas anak yaitu WOM Finance untuk kendaraan roda dua dan Maybank Finance untuk kendaraan roda empat. Maybank Indonesia juga terus mengembangkan layanan dan kapasitas digital melalui Mobile Banking, Internet Banking, Maybank M2U (mobile banking berbasis internet banking) dan berbagai saluran lainnya.

Per 30 Juni 2019, Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp 125,2 triliun dan memiliki aset senilai Rp 183,6 triliun.

Manajemen[sunting | sunting sumber]

Dewan Komisaris[sunting | sunting sumber]

  • Presiden Komisaris: Dato’ Khairussaleh Ramli
  • Komisaris: Edwin Gerungan
  • Komisaris: Lim Hong Tat
  • Komisaris: Dato' Zulkiflee Abbas Abdul Hamid
  • Komisaris Independen: Budhi Dyah Sitawati
  • Komisaris Independen: Achjar Iljas
  • Komisaris Independen: Hendar
  • Komisaris Independen: Putut Eko Bayuseno

Dewan Direksi[sunting | sunting sumber]

  • Presiden Direktur: Taswin Zakaria
  • Direktur Keuangan: Thilagavathy Nadason
  • Direktur Operasional : Widya Permana
  • Direktur Community Financial Services: Steffano Ridwan
  • Direktur yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan: Muhamadian
  • Direktur Manajemen Risiko: Effendi
  • Direktur Perbankan Global: Ricky Antariksa
  • Direktur Human Capital: Irvandi Ferizal

Dewan Pengawas Syariah[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: Anwar Ibrahim
  • Anggota: Abdul Jabar Majid
  • Anggota: Mohammad Bagus Teguh Prawira

Galeri gambar[sunting | sunting sumber]

Slogan[sunting | sunting sumber]

Sebagai Bank Internasional Indonesia (BII)[sunting | sunting sumber]

  • Kami Senang Menjadi Bank Anda (hingga 2001)
  • Melayani Lebih Baik dan Peduli (2001-2003)
  • Bank Lokal Sejati Berstandar Internasional (2003-2006)
  • True Local Bank. World Class Standard. (2003-2006)
  • Anda Inspirasi Kami (2006-2009)
  • Selalu Ada Mendampingi (2009-2012)
  • Humanising Financial Services Across Asia. (2012-2015)

Sebagai Bank Maybank Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • Humanising Financial Services. (2015-sekarang)

Nilai perusahaan[sunting | sunting sumber]

Team Work, Integrity, Growth, Excellence & Efficiency, Relationship Building (TIGER)

  • Kami bekerja sama sebagai satu tim yang didasari nilai saling menghargai dan rasa kebanggaan
  • Kami jujur, profesional dan berlandaskan moral dalam semua kegiatan usaha kami
  • Kami memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan peningkatan dan pembaharuan secara konsisten
  • Kami berkomitmen untuk menghasikan kinerja yang sempurna dan layanan prima
  • Kami secara berkesinambungan membangun hubungan kerjasama jangka panjang yang saling menguntungkan

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tahun 2016 - 2017 [61]

Maret

2017

Indonesia Employee Engagement Award 2017

Indonesia Financial Services Industry Employee Engagement Award (Platinum Category) dan Best Internal Communication 2016 dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dan Majalah Stabilitas dalam acara Indonesia Employee Engagement Award 2017

Maret 2017 Annual Global CSR Awards 2017

Penghargaan Bronze Award yang diselenggarakan oleh Pinnacle Group International untuk kategori Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment Program) dalam acara The 9th Annual Global CSR Awards 2017

April 2017 Indonesia Human Capital Award (IHCA) 2017

Penghargaan 1st The Best Human Capital 2017 (kategori Public Company), Best of The Best Human Capital 2017 (kategori Overall Company), dan Best of the Best Human Capital Director yang diraih oleh Direktur Human Capital Bapak Irvandi Ferizal pada Ajang Indonesia Human Capital Award (IHCA) 2017 yang diselenggarakan oleh Majalah Economic Review

Mei 2017 Karim Award 2017

Penghargaan “The Best Unit Sharia” kategori Assets > 1.5T dan “The Most Expanding Funding” kategori Unit Sharia, Assets > 1,5T untuk Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank Indonesia dalam acara Karim Award 2017 yang diselenggarakan oleh Karim Consulting Indonesia

Mei 2017 Karim Award 2017

Penghargaan “The Best Unit Sharia” kategori Assets > 1.5T dan “The Most Expanding Funding” kategori Unit Sharia, Assets > 1,5T untuk Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank Indonesia dalam acara Karim Award 2017 yang diselenggarakan oleh Karim Consulting Indonesia

Mei 2017 HR Asia Awards 2017

Best Employers 2017 dalam acara HR Asia Awards 2017 dari HR Asia Media

Juni 2017 Infobank Banking Service Excellence 2017

Penghargaan 10th Overall Cabang, E-Channel, Digital & Web – Category: Commercial Bank dan Maybank Syariah meraih 1st ATM Service dan 4th Overall performance dalam Infobank Banking Service Excellence 2017 yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank

Agustus

201

Best Syariah Award 2017

Penghargaan Bank Syariah Terbaik dalam kategori Unit Usaha Syariah Aset di Atas 5 Triliun Rupiah dalam ajang Best Syariah Award 2017 ke-9 yang diadakan oleh Majalah Investor

Agustus

2017

Indonesia Financial Award 2017

The Most Efficient Bank untuk Kategori Buku III pada Bisnis Indonesia Financial Award 2017 yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia

Oktober

2017

Sharia Awards 2017

The Best UUS dalam kategori Bank Assets > Rp5 Triliun pada ajang Infobank 6th Sharia Awards 2017 oleh Majalah Infobank

Oktober

2017

Stellar Workplace Award 2017

Penghargaan 2017 Best Stellar Workplace for Larger-Size Employer, Stellar Workplace Recognition in Employee Commitment, dan Stellar Workplace Recognition in Employee Satisfaction dalam acara Stellar Workplace Award 2017

Oktober

2017

Top IT & Telco Award 2017

The Best Top IT Implementation 2017 di Sektor Perbankan, dan Kepala Teknologi Informasi Risham Akashah dianugerahi The Best Top IT Manager 2017 dalam acara  Top IT & Telco Award 2017 yang diselenggarakan oleh Majalah Itech dan asosiasi telekomunikasi

November

2017

IICD Corporate Governance Award

Penghargaan the 9th Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Award for category Best Disclosure & Transparency on Big Cap dari IICD

November

2017

Indonesian Corporate Responsibility Awards 2017

Indonesian Corporate Responsibility Awards 2017 dari Indonesian-Asia

Institute bekerja sama dengan Economic Review

November 2017 Penghargaan Outstanding Payment Formatting and STP Rate oleh BNY Mellon
November 2017 Penghargaan STP USD Excellence Award yang diselenggarakan oleh Citibank
November 2017 Penghargaan the Best Banking Brand 2017 Award dalam kategori Financial Performance sebagai Good Financial Performance,

Category: Private Foreign Exchange National Bank yang diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi

Desember

2017

WOW Service Excellence Award 2017

Penghargaan Gold Champion of Indonesia WOW Service Excellence Award – Category:

Conventional Bank (BUKU III) dan Silver Champion of Jabodetabek WOW Service

Excellence Award – Category: Conventional Bank (BUKU III) dalam acara WOW Service

Excellence Award 2017 dari Markplus.Inc

Desember

2017

Penghargaan Elite Quality Recognition Award for Outstanding Achievement of Best in Class MT202 STP Rate 99,34% yang diselenggarakan oleh JPMorgan Chase
Desember

2017

Penghargaan Operational Excellence Award yang diselenggarakan oleh Wells Fargo
Desember

2017

Penghargaan sebagai Bank Terpercaya di Indonesia kategori The Safest Banks by Country 2017 pada penghargaan The Safest Banks in Indonesia yang diselenggarakan oleh majalah Global Finance
Januari 2016

HR Excellence Award 2015

Kategori BEST Performance Management dan BEST Rewards Management, serta memilih dua anggota tim Human Capital Maybank Indonesia sebagai Top 10 Finalis Indonesia Future HR Leader oleh Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FEUI) bersama Majalah SWA.

Februari 2016

Excellent Service Experience Award (ESE Award) 2016

Kategori “Regular Banking” oleh Carre – Center for Customer Satisfication and Loyality (Carre – CCSL) dan Majalah Service Excellence

Maret 2016

Indonesia Human Capital Awards 2016

Dalam 8 kategori: Best Inspiring HC Director, Best Human Capital for Public Company - Tbk (2nd), Best Human Capital of The Year 2016 (Big 5), The Big 5 in Organization Strategy (4th), The Big 5 in HC Architecture (4th), The Big 5 in HC Strategy (2nd), The Big 5 in Recruitment Strategy & HR Planning (5th), The Big 5 in Learning Development (2nd), and The Big 5 in Best HR Technology (5th) oleh Majalah Economic Review

April 2016

Carre Contact Center Service Excellence Awards (CCSEA)

Exceptional pada kategori Call Center untuk industri Regular Banking, Excellent pada kategori Call Center untuk industri Platinum Credit Card, Exceptional pada kategori Call Center untuk industri Regular Credit Card, Exceptional pada kategori Email Centers untuk industri Banking oleh Carre Center for Customer and Loyalty (Carre CSL) dan Majalah Service Excellence.

April 2016

HR Asia Awards 2016

The Best Company to work for in Asia oleh Majalah HR Asia.

Mei 2016

The 12th Islamic Finance Award

Peringkat 1 pada kategori The Most Expansive Financing, Peringkat 1 pada kategori The Most Expansive Funding, Peringkat 1 pada kategori The Most Efficient, Peringkat 1 pada kategori The Biggest Contributor Financing, dan Peringkat 2 pada kategori The Best Sharia Unit: Asset > 1,5 Triliun oleh KARIM Business Consulting Indonesia.

Mei 2016

Markplus WOW Service Excellence Award 2016

Bronze Champion pada kategori Bank Konvensional Buku III oleh Markplus Inc.

Juni 2016

Infobank Service Excellence Award 2016

Peringkat kedua untuk kategori Performa Terbaik ATM untuk Bank Umum dan Unit Usaha Syariah meraih peringkat Terbaik Kelima secara keseluruhan (overall performance).

 

Juni 2016

Indonesia Digital Innovation Award for Banking 2016

Untuk kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III oleh Majalah Warta Ekonomi.

Juni 2016

Trade Finance Partnership Award

Sebagai apresiasi peningkatan dan kerjasama yang erat antara Maybank Indonesia dan Wells Fargo Bank NA dalam bidang global trade, LC financing, Interbank Trade Loan, LC advising, dan lainnya.

Agustus 2016

JP Morgan Recognition Award

“MT 103 Elite Quality Recognition Award” dari JPMorgan untuk ke-lima kalinya (five consecutive year) untuk kategori kategori “STP Award”.

September 2016

Indonesia Banking Awards 2016

Maybank Indonesia meraih The Best Sharia Business Unit kategori Bank Umum Non BPD oleh Tempo Media Group dan Indonesia Banking School.

September 2016

Investor Best Sharia Awards

The Best Sharia Award untuk kategori Unit Usaha Syariah (UUS) dengan aset lebih dari Rp5 triliun oleh Majalah Investor.

September 2016

Infobank The Best Sharia Finance Award 2016

Maybank Indonesia Unit Usaha Syariah (UUS) menerima Predikat Sangat Bagus untuk kategori Unit Syariah oleh Majalah Infobank.

September 2016

10th Annual Alpha Southeast Asia Awards

Best SME Bank in Southeast Asia oleh majalah Alpha Southeast Asia.

Oktober 2016

Bisnis Indonesia Banking Award 2016

The Best Performance Bank dan The Best Efficient Bank untuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III.

November 2016

CG Conference & Award 2016

The Best CG Financial Sector oleh The Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).

November 2016

Asia Business Leader Award 2016

Presiden Direktur Maybank Indonesia “Taswin Zakaria” terpilih menjadi “Indonesia Business Leader of the Year” pada ajang CNBC’s 15th Asia Business Leaders Awards 2016.

Desember 2016

Sustainability Reporting Award 2016

Maybank meraih “Penghargaan sebagai the Best Practice in Micro Financing for Women” pada ajang Sustainability Report Award (SRA) 2016.

Desember 2016


Indonesia Best Banking Brand Award 2016

The Best Transparency Bank for Conventional, The Best Service Bank for Shariah Unit and The Best Performance for Shariah Unit oleh Majalah Warta Ekonomi.

Desember 2016

Best Employer Award 2016 The best employee award 2016 oleh Telkom University.

Penghargaan tahun tahun sebelumnya: 2010-2016

Unit Usaha Syariah[sunting | sunting sumber]

Adalah Unit Usaha Syariah dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk, yang menjalankan kegiatan usaha perbankan secara profesional berdasarkan prinsip-prinsip Syariah. Akses Layanan Syariah dapat diberikan oleh seluruh kantor cabang Maybank Indonesia. Produk yang ditawarkan meliputi:

  • Produk Simpanan Syariah
  • Produk Pembiayaan Syariah
  • Produk Wealth Management Syariah
  • Zakat, Infaq, Shodaqoh: Maybank Indonesia Unit Usaha Syariah bekerjasama dengan lembaga resmi pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, menerima dan menyalurkan zakat, infaq sedekah dari seluruh nasabah dan masyarakat Indonesia.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ [1][pranala nonaktif permanen]
  2. ^ a b c d e Eka Cipta Wijaya Raja Mal dan Perumahan
  3. ^ Globalization of the Jakarta Stock Exchange
  4. ^ CEO'S Mother
  5. ^ Asia Pulp & Paper Indonesia: The Business Rationale that Led to Forest Degradation and Financial Collapse
  6. ^ a b Mindset Orang Kaya: Akhirnya Terbongkar Sesuatu yang Dilupakan Oleh Mereka ...
  7. ^ Indonesian Financial Profile: A Profile of Indonesian Financial Services Featuring Banks, Insurance, and Financial Institutions in Indonesia
  8. ^ a b c Indonesia in the 1990's
  9. ^ Informasi, Volume 9,Masalah 101-106
  10. ^ a b Pasar modal Indonesia: retrospeksi lima tahun swastanisasi BEJ
  11. ^ a b Emiten pasar modal Indonesia
  12. ^ Ensiklopedi ekonomi, bisnis & manajemen: A-O
  13. ^ Winarto & Wang's Indonesia Stock Market Handbook
  14. ^ a b c Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 10,Masalah 46-52
  15. ^ a b HISTORY OF THE COMPANY
  16. ^ BII in Brieh
  17. ^ a b The Rise of the Corporate Economy in Southeast Asia
  18. ^ Anxieties/desires
  19. ^ Corporate Handbook, Indonesia: The Definitive Guide to Listed Companies, Volume 2
  20. ^ The Bankers' Almanac and Year Book, Volume 1
  21. ^ Sejarah Penggabungan Bank Negara setelah krisis 98 Jilid II
  22. ^ a b Governing Finance: East Asia's Adoption of International Standards
  23. ^ Perbankan Indonesia pasca krisis: analisis, prospek, dan profil
  24. ^ a b Country Finance: Indonesia
  25. ^ Tempo, Volume 34,Masalah 7-12
  26. ^ a b About Us
  27. ^ Right Issue BII Bukan Rekap Jilid II
  28. ^ Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 12,Masalah 1-8
  29. ^ Gamma, Volume 4,Masalah 10-15
  30. ^ a b Profil Bisnis Grup Salim
  31. ^ Pengamat: Right Issue BII Sama dengan Rekap Kedua
  32. ^ BPPN Merombak Direksi dan Komisaris BII
  33. ^ Sigit Pramono dengan logo BII
  34. ^ Akuisisi BII oleh Bank Mandiri Disambut Positif
  35. ^ Pelepasan Saham Pemerintah di Tiga Bank Disetujui
  36. ^ Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 16,Masalah 19-20
  37. ^ Konsorsium Sorak Pemilik BII
  38. ^ Perjanjian Jual Beli Divestasi BII Ditandatangani
  39. ^ Perusahaan Asing Membidik Eks Aset Konglomerat Indonesia
  40. ^ BII: Temasek Ikut Proses Divestasi
  41. ^ Menkeu Keluarkan Izin Divestasi Lanjutan BII dan Lippo
  42. ^ Pemerintah Kantongi Rp514,27 Miliar Divestasi Saham BII dan Bank Lippo
  43. ^ Di Balik Transaksi Temasek Penuh Kontroversi (2)
  44. ^ BPPN Kembalikan Bank Danamon, BII dan Bank Permata ke BI
  45. ^ Tempo, Volume 34,Masalah 13-18
  46. ^ Kookmin Bank Turunkan Harga Akuisisi BII
  47. ^ Kemungkinan BII Merger dengan Danamon
  48. ^ BII Belum Tahu Tamasek Jual Saham ke Kookmin
  49. ^ Pemegang Saham BII Utamakan Opsi Merger dengan Danamon
  50. ^ Pemerintah Buka Peluang Bank BUMN Membeli BII
  51. ^ Maybank Resmi Umumkan Pembatalan Akuisisi Saham BII
  52. ^ Fullerton Pertahankan Danamon dan Lepas BII
  53. ^ BII Dilepas, Temasek Pertahankan Danamon
  54. ^ Akuisisi BII Selesai Besok
  55. ^ Maybank Bakal Suntik BII
  56. ^ Maybank Rampungkan "Refloat" Saham BII
  57. ^ Ringkasan Risalah RUPSLB PT Bank Internasional Indonesia, Tbk per 26 Agustus 2015 http://www.maybank.co.id/investor/Rapat-Umum-Pemegang-Saham/Documents/Ringkasan%20Risalah%20RUPS%2024-08-2015.pdf
  58. ^ "Maybank Kantor Cabang". www.maybank.co.id. Diakses tanggal 2019-02-17. [pranala nonaktif permanen]
  59. ^ "ATM". www.maybank.co.id. Diakses tanggal 2019-02-17. [pranala nonaktif permanen]
  60. ^ "Cash Deposit Machine". www.maybank.co.id. Diakses tanggal 2019-02-17. [pranala nonaktif permanen]
  61. ^ "Penghargaan 2016". www.maybank.co.id. Diakses tanggal 2019-02-17. [pranala nonaktif permanen]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]