Krom Bank Indonesia
Nama sebelumnya | PT Bank Ekonomi Nasional (1957–1976) PT Bank Pengembangan Nasional (1976–1995) PT Business International Bank (1995–1996) PT Bank Bisnis Internasional (1996–2022) |
|---|---|
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas publik, anak usaha |
| Kode emiten | BEI: BBSI |
| Industri | Jasa keuangan |
| Didirikan | 16 Maret 1957 di Bandung |
| Kantor pusat | Gedung Dipo Tower, Lt. 3 Unit D-E Jakarta Pusat, DKI Jakarta |
Tokoh kunci | Anton Hermawan (Direktur Utama) Dinno Indiano (Komisaris Utama) |
| Jasa | |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | Kredivo Group |
Karyawan | 340 (2025)[1] |
| Induk | PT FinAccel Teknologi Indonesia (75%) Sundjono Suriadi (14,74%)[1] |
| Situs web | krom |
PT Krom Bank Indonesia Tbk, atau disingkat Krom (sebelumnya bernama PT Bank Bisnis Internasional Tbk atau Bank Bisnis) adalah sebuah bank di Indonesia yang berdiri sejak 1957. Bank swasta non-devisa ini kini berfokus pada perbankan digital dan mayoritas dimiliki sahamnya oleh perusahaan tekfin Kredivo.[2]
Perkembangan
[sunting | sunting sumber]Termasuk bank kecil[3] dengan modal Rp 2,06 triliun di akhir 2021,[4] Bank Bisnis sesungguhnya memiliki usia yang cukup tua, telah berdiri sejak 16 Maret 1957 dengan nama NV (kemudian PT)[5] Bank Ekonomi Nasional yang berbasis di Bandung. Bank Ekonomi Nasional mendapat izin sebagai Bank Umum sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.56202/U.M.II. tertanggal 11 April 1957.[6] Pada saat didirikan, pemilik sahamnya terdiri dari beberapa orang yaitu Ahman Warsoma, Atim Djamhari, Njonja Soemarni, Thjie Soei Seng, dan Oh Siauw Law.[7] Pada tahun 1965, Bank Ekonomi Nasional memiliki 2 kantor, yaitu kantor pusat di Jl. Asia Afrika 123, Bandung dan satu kantor cabang di Krekot, Jakarta.[8] Namun, di tahun 1970-an, tercatat bank ini sempat menderita krisis dan hampir bangkrut.[9]
Belakangan, di tanggal 2 Juni 1976, nama Bank Ekonomi Nasional diganti menjadi Bank Pengembangan Nasional (disingkat Bank BPN).[6] Tercatat, di tahun 1988, Bank Pengembangan Nasional dikelola oleh Sukun Natawidjaja dkk. Sundjono Suriadi, yang nantinya akan mengendalikan bank ini, juga duduk di kursi komisaris. Saat itu, kantor pusatnya sudah pindah ke Jl. Asia Afrika 121, Bandung, dan pada tahun tersebut mencatatkan aset Rp 11 miliar.[10] Pada tanggal 10 Januari 1995, nama bank berganti menjadi Business International Bank, yang berubah lagi pada 3 Mei 1996 menjadi Bank Bisnis Internasional.[6] Pada titik inilah, Sundjono Suriadi hadir sebagai pemegang saham dominan, di mana pada tahun 2002, 100% saham bank ini dimilikinya melalui PT Sun Land Investama dan PT Sun Antarnusa Investment.[11] Sundjono merupakan seorang pengusaha tekstil yang memiliki sejumlah pabrik seperti PT Sunson Textile Manufacturer Tbk dan PT Maju Mustika Garment. Belakangan, anak-anak Sundjono juga duduk dalam kepemimpinan bank ini.[6][7]
Pada tahun 2017, Bank Bisnis dikuasai sahamnya oleh PT Sun Antarnusa Investment 10,43%, PT Sun Land Investama 35,60%, dan Sundjono Suriadi 53,96%.[7] Meskipun demikian, Bank Bisnis masih tergolong bank kecil, dengan pada tahun 2014 memiliki aset Rp 540 miliar, modal Rp 83,6 miliar, 7 kantor cabang dan status bank nondevisa.[12] Di tahun 2020, asetnya menjadi Rp 985 miliar dan modal inti Rp 491 miliar. Belakangan, demi menambah modal sesuai dengan kewajiban OJK, keluarga Sundjono Suriadi melepas 15% sahamnya seharga Rp 480/lembar dalam proses go public[7] di Bursa Efek Indonesia pada 7 September 2020.[13]
Namun, kemungkinan karena masih belum cukup menambah modal, Bank Bisnis mengundang sebuah fintech, Kredivo (PT FinAccel Teknologi Indonesia) untuk membeli saham bank ini. Pada 21 Mei 2021, Kredivo membeli 24% saham Bank Bisnis,[14] yang bertambah menjadi 40% pada 15 Oktober 2021. Kredivo saat itu memang dikabarkan ingin memiliki bank digital, yang rencananya diberi nama Lime Bank.[15] Kemudian, di tanggal 4 April 2022, saham Kredivo naik menjadi 75% sehingga menjadikannya pemegang saham mayoritas, yang berarti juga mengakhiri kendali keluarga Suriadi di bank ini walaupun masih bertahan sebagai pemilik minoritas.[4] Masuknya Kredivo ke bank kecil ini tercatat sempat menaikkan harga sahamnya menjadi Rp 7.900/lembar di Oktober 2021.[7] Kredivo sendiri berkomitmen untuk menaikkan modal inti Bank Bisnis hingga memenuhi kewajiban Rp 3 triliun.[4]
Pasca-pergantian pengendalian dan rencana bank ini menjadi bank digital, mulai 15 September 2022, nama Bank Bisnis resmi berganti menjadi Krom Bank.[2] Krom Bank akan menjadi bank berbasis layanan digital, dengan klaim layanan yang mudah dan fleksibel.[16] Adapun produk perbankan digitalnya diluncurkan pada Oktober 2023, yang menawarkan sejumlah fitur seperti tabungan dan deposito yang bisa dibuat hingga 20 buah per rekening.[17] Per akhir 2025, nasabah Krom Bank telah mencapai 1 juta yang mampu meraup dana pihak ketiga hingga Rp 10 triliun. Kinerja ini diraih tanpa mengandalkan ekosistem Kredivo sebagai pemiliknya, yang akan mulai dikembangkan di tahun berikutnya. Dengan pondasi pertumbuhan organik dan profitabilitas yang solid, Krom optimistis memperkuat posisinya sebagai platform keuangan pilihan milenial dan Gen Z Indonesia.[18]
Manajemen
[sunting | sunting sumber]- Presiden Komisaris: Dinno Indiano
- Komisaris Independen: Zainal Abidin
- Komisaris Independen: Markus Sugiono
- Presiden Direktur: Anton Hermawan
- Direktur: Wisaksana Djawi
- Direktur: Alvin James Kurniawan
- Direktur: Laniwati Tjandra
- Direktur: Tan Alie[1]
Kantor
[sunting | sunting sumber]Bank ini berpusat di Jakarta, dan memiliki satu kantor cabang di Bandung dan satu kantor cabang di Jakarta (KCU Mangga Dua).
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2025" (PDF). PT Bank Krom Indonesia Tbk. Diakses tanggal 30 April 2026.
- 1 2 Bank Bisnis Resmi Ganti Nama Jadi Krom Bank Indonesia Setelah Dikendalikan Kredivo
- ↑ Bank-bank Kecil Kebut Jual Saham Baru untuk Kerek Modal di Ujung Tahun
- 1 2 3 Setelah Dikuasai Kredivo, Bank Bisnis (BBSI) Harus Tambah Modal Lagi
- ↑ Ekonomi, keuangan dan bank, Volume 1-2
- 1 2 3 4 Prospektus BBSI 2020
- 1 2 3 4 5 Ada Konglomerat Cuan Rp 500 M dari Jual Bank, Ini Sosoknya!
- ↑ Sangkakala, Volume 1,Masalah 1-3
- ↑ Modern Orient : monthly magazine of information and studies for the dissemination and knowledge of the East, above all Muslim , Volume 51
- ↑ Directory of Banks in ASEAN.
- ↑ Perbankan Indonesia pasca krisis: analisis, prospek, dan profil
- ↑ LapTahunan BBSI 2014
- ↑ Baru IPO Saham Bank Ini Sudah Meroket, Siapa Pengendalinya?
- ↑ Saingi Akulaku, Kredivo Beli 24% Saham Bank Bisnis Internasional
- ↑ Jadi Pengendali Bank Bisnis, Kredivo Suntik Rp 439,69 Miliar
- ↑ Situs resmi krom bank
- ↑ BPR Lewat! Krom Bank Tawarkan Bunga Deposito hingga 8,75%
- ↑ Tumbuh Organik, Krom Bank Tembus 1 Juta Rekening dan DPK Rp 10 Triliun
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Situs resmi Krom Bank
- (Indonesia) Situs resmi lama Bank Bisnis Internasional