Seabank
Nama sebelumnya | PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (1991-2021) |
|---|---|
Jenis perusahaan | Perusahaan tertutup, anak usaha |
| Industri | Perbankan |
| Didirikan | Oktober 4, 1991 |
| Kantor pusat | Gama Tower, Jl. H. R. Rasuna Said No. 2, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan Jakarta, Indonesia |
Tokoh kunci | Sasmaya Tuhuleley (Direktur Utama) Dono Boestami (Komisaris Utama) |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | Sea Limited (100%) |
Karyawan | 624 (2024)[1] |
| Situs web | seabank |
PT Bank Seabank Indonesia (sebelumnya bernama PT Bank Kesejahteraan Ekonomi)[2][3] atau lebih dikenal dengan nama Seabank adalah bank keuangan di Indonesia. PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) adalah lembaga keuangan digital milik Sea Limited/Sea Group, perusahaan induk dari situs e-commerce Shopee[4] dan penerbit game online Garena.[5]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Bank Kesejahteraan
[sunting | sunting sumber]
PT Bank Seabank Indonesia didirikan sebagai PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE) pada 4 Oktober 1991. Bank BKE sendiri mulai beroperasi sebagai Bank pada tanggal 27 Februari 1992.[6] Pendirian BKE dirintis oleh Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo. Fokus bisnis adalah pembiayaan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Koperasi Primer Pegawai Negeri (KP-RI) dengan pola executing dalam memberi solusi finansial bagi pegawai, terutama PNS, sekaligus memberdayakan koperasi. Adapun pemegang saham utama BKE adalah Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKP-RI), koperasi yang didirikan demi mendukung perekonomian para aparatur sipil negara. Lahirnya bank ini didasari oleh pengalaman IKP-RI (d/h IKPN) yang sebelumnya sudah mengelola Lembaga Usaha Perkreditan (Lemusdit). Lemusdit memiliki keterbatasan karena tidak bisa menghimpun dana dari masyarakat, di saat permintaan kredit dari anggota IKPN semakin besar. Dengan adanya kebijakan baru perbankan lewat Pakto 88, maka diputuskanlah untuk mengubah lembaga perkreditan itu menjadi bank.[7]
Meskipun memiliki cakupan bisnis yang terbilang kecil, Bank Kesejahteraan mampu bertahan dari berbagai tantangan, termasuk krisis ekonomi maupun ketika mulai diterapkannya kebijakan Arsitektur Perbankan Indonesia. Namun, demi bertahan itu juga, pemegang sahamnya juga sempat berubah, meskipun tetap didominasi IKP-RI. Mulanya pemegang saham lain meliputi sejumlah dana pensiun milik perusahaan-perusahaan BUMN, yang kemudian berganti menjadi Recapital Group, kongsi Sandiaga Uno dan Rosan Roeslani mulai tahun 2005.[8] Meskipun Recapital juga sempat menguasai dua bank lain (BTPN dan Bank Pundi), namun Bank Kesejahteraan tidak pernah dimerger karena Recapital tidak memegang saham mayoritas.[9] Lalu, pada Januari 2015, perusahaan efek PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk ikut masuk dalam struktur kepemilikan bank ini melalui transaksi senilai Rp 60 miliar.[10]
Sejak tahun 2015, BKE memiliki Sentra Kredit Konsumer (SKK), yaitu semacam credit factory untuk pengembangan produk yang didukung infrastruktur teknologi informasi dengan menggandeng Telkom Indonesia melalui e-Koperasi tentang PPOB, Payment, sehingga anggota koperasi bisa bertransaksi seperti pembayaran listrik, telepon, PDAM, hingga produk mutakhir seperti ATM, EDC (electronic data capture), dan bancassurance (asuransi mikro). Mulai Agustus 2016, Bank Kesejahteraan menyederhanakan namanya menjadi Bank BKE saja. Setelah rebranding, BKE berencana untuk go public dan menerbitkan obligasi demi memperkuat permodalannya. Mereka juga masih ingin memperluas cakupannya ke koperasi anggota IKP-RI, karena dari 11.000 anggota aktif, baru 1.540 koperasi yang sudah berelasi dengan BKE.[11] Sebelum berganti nama, BKE terakhir memiliki kantor layanan sebanyak 12 kantor yang terdiri dari 8 kantor cabang dan 4 kantor cabang pembantu di beberapa kota besar Indonesia, 22 unit ATM plus layanan SMS Banker bagi seluruh nasabah.[6]
Bank Seabank Indonesia
[sunting | sunting sumber]Memasuki tahun 2019, BKE mengalami kondisi keuangan yang payah dengan mencatatkan rugi hingga Rp 136,5 miliar, plus kredit macet gross yang naik menjadi 7,63%. Penurunan kinerja ini terus terjadi di tahun 2020. Kondisi keuangan cekak tersebut memaksa mayoritas pemegang saham bank ini melepaskan seluruh sahamnya. Terkhusus bagi IKP-RI, mereka juga dibatasi oleh kebijakan OJK yang membatasi kepemilikan lembaga non-keuangan di bank menjadi hanya 30%.[12] Mulai tahun 2018, masuklah PT Danadipa Artha Indonesia (milik Setiawan Ichlas) sebagai pemegang saham utama di BKE. Dari awalnya hanya membeli 21% saham IKP-RI, di bulan Desember 2019, mereka mengakuisisi kepemilikan mayoritas pemegang saham lama (IKP-RI, Recapital dan Reliance) di BKE, sehingga menguasai 92,63% saham.[13][14]
Rupanya, aksi Danadipa menjadi pemegang saham mayoritas di BKE tersebut disokong oleh Turbo Cash (atau SeaMoney), anak usaha Sea Group.[15] Setelah itu, Turbo Cash membeli 82,19% saham Danadipa di bulan Januari dan November 2020, yang disusul pembelian 66,66% saham PT Koin Investama Nusantara (KIN) di bulan Juni 2020. PT Danadipa dan PT KIN-lah yang selanjutnya bertahan sebagai dua pemegang saham BKE, dengan masing-masing menguasai 95% dan 5% (kini 85% dan 15%). Proses tersebut membuat kepemilikan BKE sejak Januari 2020 resmi jatuh kepada Sea Group.[4] Pasca-akuisisi oleh Sea Group, mulai 10 Februari 2021, PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE) mengganti nama dan logonya menjadi PT Bank Seabank Indonesia (disingkat SeaBank).[16]
Aksi korporasi Sea Group tersebut mengikuti gelombang perbankan digital yang melanda Indonesia pada awal 2020-an, saat pandemi COVID-19. Adapun Sea Group sebelumnya telah mendapatkan lisensi untuk bank digital di Singapura pada Desember 2020.[17] Meskipun demikian, Indonesia-lah yang menjadi negara pertama di Asia Tenggara di mana Sea Group membuka layanan perbankan digitalnya. Tidak lama setelah menyandang nama baru, aplikasi SeaBank diluncurkan ke masyarakat,[18] tanpa gembar-gembor seperti bank digital yang muncul selanjutnya. Dengan mengusung integrasi bersama ekosistem Sea Group di Indonesia, khususnya aplikasi Shopee lewat kemudahan penggunanya membuka rekening SeaBank plus berbagai macam promo menarik,[19] SeaBank Indonesia mencatatkan pertumbuhan pesat. Hal ini dibuktikan dari aset perusahaan yang naik tajam dari Rp 3,46 triliun di tahun 2020 menjadi Rp 11 triliun di tahun 2021.[18] Tahun selanjutnya, SeaBank mulai mencatatkan untung dari sebelumnya merugi.[20] Kini SeaBank merupakan bank digital dengan aset terbesar di Indonesia, senilai Rp 37,03 triliun.[21]
Kantor
[sunting | sunting sumber]Bank ini berpusat di Jakarta, dan memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Jabodetabek (Gama Tower, Kelapa Gading dan Bintaro Jaya), Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar dan Banjarmasin.
Manajemen
[sunting | sunting sumber]- Komisaris Utama/Independen: Dono Boestami
- Komisaris Independen: Joice F. Rosandi
- Komisaris: Hans K. Saleh
- Komisaris: Tianyi Wang
- Direktur Utama: Sasmaya Tuhuleley
- Wakil Direktur Utama: Junedy Liu
- Direktur Kepatuhan: Anti Deisnasari
- Direktur: Evangelina Sintawati
- Direktur: Lindawati Octaviani
- Direktur: Michael Salam
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ LapTahunan Seabank 2024
- ↑ Citradi, Tirta (2021-02-16). "Gojek-Tokopedia Merger, Nasib OVO 'Si Anak Kandung' Piye?". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2021-09-09.
- ↑ "Dipegang Sea Group, Bank Kesejahteraan Ekonomi Kini Jadi SeaBank". id.techinasia.com. 23 Februari 2021.
- 1 2 Pramisti, Nurul Qomariyah. "Mengapa Induk Shopee Mau Membeli Bank BKE yang Kecil dan Rugi?". tirto.id. Diakses tanggal 2021-10-14.
- ↑ Sandria, tahir saleh & Ferry (2021-03-31). "Waspada Bank Kakap RI! Ada 'Kuda Hitam' Baru dari Singapura". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2021-10-14.
- 1 2 Laporan Tahunan SeaBank 2020 (PDF). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Buku Ajar Ekonomi Koperasi Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Beberapa Aspek
- ↑ Sekilas Bank Kesejahteraan
- ↑ Recapital Bantah Kuasai Saham Bank Kesejahteraan
- ↑ Reliance Securities beli 20% Bank Kesejahteraan
- ↑ Re-Branding, Bank Kesejahteraan Ekonomi Ubah Nama Dan Logo
- ↑ Nasib Baik Bank-Bank Eks-Milik Yayasan & Koperasi TNI/PNS
- ↑ Danadipa Ambil Alih Kendali Bank BKE
- ↑ Danadipa Artha Indonesia akan menambah modal Bank BKE lewat private placement
- ↑ Dicaplok Shopee, Bank BKE Ganti Nama Jadi Seabank Indonesia
- ↑ Sitorus, Ropesta (2021-02-22). Alfi, Azizah Nur (ed.). "Resmi Diakuisisi Sea Group, Bank BKE Kini Berganti Nama Jadi Seabank". Bisnis.com. Diakses tanggal 2021-11-18.
- ↑ "Indonesian banking regulator says Sea Group's Shopee acquires Bank BKE". thejakartapost.com. 18 Februari 2021.
- 1 2 LapTahunan SeaBank 2021
- ↑ Ramadani, Alisha (2021-11-29). "Apa Itu SeaBank : Fitur, Bunga & Keuntungan". Sakudigital. Diakses tanggal 2022-06-17.
- ↑ Perjalanan SeaBank
- ↑ Top 10 Bank Digital Terbesar RI: Seabank Kokoh Teratas, Aset Superbank Melonjak