Terminal Pulo Gebang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Terminal Pulo Gebang
Terminal Pulo Gebang.jpg
Pintu masuk Terminal Pulo Gebang
<mapframe zoom="13" frameless="1" align="center" height="200" latitude="-6.21183" longitude="106.95247" width="270">[

{"properties":{"stroke-width":3,"stroke":"#FF0000","title":"Terminal Pulo Gebang"},"type":"ExternalData","service":"geoshape","ids":"Q28725669"}, {"properties":{"stroke-width":5,"stroke":"#FF0000","title":"Terminal Pulo Gebang"},"type":"ExternalData","service":"geoline","ids":"Q28725669"}, {"type":"Feature","geometry":{"coordinates":[106.95247,-6.21183],"type":"Point"},"properties":{"title":"Terminal Pulo Gebang","marker-color":"5E74F3"}}

]</mapframe>
Nama lainTerminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulo Gebang
Informasi umum
JenisTerminal bus
LokasiBendera Indonesia Jakarta Timur, DKI Jakarta
AlamatJl. Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13950
Mulai dibangun2009
Selesai2012
Diresmikan28 Desember 2016
BiayaRp. 448,6 miliar

Terminal Pulo Gebang atau dikenal juga dengan nama Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulo Gebang adalah salah satu terminal bus tipe A yang terletak di Cakung, Jakarta Timur dan diresmikan pada 28 Desember 2016.[1] Terminal ini dirancang oleh arsitek Paul Tanjung Tan[2] pada 2001, namun baru mulai dibangun pada 2009 [3] dan merupakan terminal bus terbesar se-Asia Tenggara [4]. Proyek ini diprakarsai oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi Provinsi DKI Jakarta dan menghabiskan dana sebesar 450 miliar rupiah.[5][6] Terminal ini dibangun untuk menggantikan fungsi Terminal Pulo Gadung yang sudah tidak layak serta menghilangkan terminal bayangan di Jakarta yang selama ini menjadi penyebab kemacetan, serta menyediakan fasilitas transportasi yang nyaman, aman, dan aksesibel.[7][8] Mulai akhir Januari 2017, seluruh bus Antar Kota Antar Provinsi (kecuali tujuan Jawa Barat) diwajibkan masuk ke Terminal Pulo Gebang untuk aktivitas naik dan turun penumpang.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Fasilitas yang terdapat di Terminal Pulo Gebang antara lain:[9]

Lantai Mezzanine

Tempat loket tiket bus AKAP, bus Transjakarta, ruang pengumuman, dan fasilitas umum lainnya.

Lantai 1

Terdapat area parkir pool bus AKAP, area parkir kendaraan pribadi, parkir motor, parkir taksi, masjid, ruang informasi, kantin dan SPBG mobile serta SPBU.

Lantai 2

Ruang tunggu penumpang dengan fasilitas posko terminal, posko kesehatan, dan ruang laktasi (ibu menyusui) serta fasilitas mengisi ulang daya ponsel.

Lantai 3

Digunakan sebagai pusat jajanan serba ada (Pujasera/Foodcourt) dan tempat untuk 54 kios, ruangan toilet, dan lainnya

Lantai 4

Ruang perkantoran dari pihak pengelola, ruang perwakilan perusahaan otobus (PO) serta kontrol room.

Fasilitas penunjang lain yaitu:

  • Fasilitas kesehatan siaga 24 jam
  • Ruang isirahat bagi awak bus selama 24 jam
  • Tersedia alat pemadam kebakaran di setiap ruangan
  • Toilet gratis
  • Masjid dengan kapasitas sekitar 700 orang Area parkir motor atau mobil pribadi luas di pelataran terminal
  • Total ada 62 CCTV di area terminal
  • Pos keamanan bersama polisi, Garnisun TNI, dan Satpol PP di setiap sisi terminal

Bus AKAP yang melayani Terminal Pulo Gebang

Jurusan JAWA TENGAH

  • jurusan Cepu; Haryanto, Nusantara, Garuda Mas, Lorena, Shantika
  • jurusan Cilacap; DAMRI, Gapuraning Rahayu, Murni Jaya, Sinar Jaya
  • jurusan Gemolong; Garuda Mas, Haryanto
  • jurusan Jepara/Kelet (via Kudus); Bejeu, Haryanto, Muji Jaya, Nusantara, Shantika
  • jurusan Karangpucung/Wangon; Gapuraning Rahayu
  • jurusan Kawungaten (via Sidareja); Gapuraning Rahayu
  • jurusan Klaten (via Magelang, Jogja); Murni Jaya, Sinar Jaya, Rosalia Indah
  • jurusan Semarang (Mangkang); Haryanto
  • jurusan Pati; Budi Jaya, Haryanto, Muji Jaya, Nusantara, Selamet, Shantika, Trans Zentrum
  • jurusan Pekalongan; Dewi Sri, Dedy Jaya, Kurnia Jaya, Putri Jaya, Sinar Jaya
  • jurusan Purwodadi; Bayu Megah, Bejeu, Trans Zentrum
  • jurusan Purwokerto; DAMRI, Dewi Sri, Dedy Jaya, DMI, Kurnia Jaya, Lorena, Pahala Kencana, Putri Jaya, Rosalia Indah, Sinar Jaya, Setia Negara
  • jurusan Purworejo (via Gombong); Karya Sari, Kurnia Jaya, Malino Putra, Sinar Jaya, Sumber Alam
  • jurusan Solo (Tirtonadi); Haryanto, Langsung Jaya, Rosalia Indah, Safari Lux, Sudiro Tungga Jaya
  • jurusan Wonogiri/Purwantoro; Agramas, GMS, Laju Prima, Pahala Kencana, Purwo Widodo, Sari Giri, Sindo Satriamas, Tunggal Dara, Tunggal Dara Putera, Tunggal Daya,Sudiro Tungga Jaya
  • jurusan Wonosobo; Dieng Indah, DMI, Lorena, Malino Putra, Murni Jaya, Pahala Kencana, Sinar Jaya, Setia Negara

Jurusan DIY

  • jurusan Jogja (via Ciamis) (Giwangan); Handoyo, Maju Lancar, Murni Jaya, Sinar Jaya,
  • jurusan Jogja (via Bumiayu, Purwokerto) (Giwangan); Lorena, Laju Prima, Maju Lancar, Pahala Kencana, Rosalia Indah, Sinar Jaya, Sumber Alam,
  • jurusan Jogja (via Temanggung) (Jombor); Handoyo, Maju Lancar, Safari Dharma Raya, Santoso
  • jurusan Jogja (via Semarang) (Jombor); Kramat Djati, Laju Prima, Lorena, Nusantara
  • jurusan Wonosari; Maju Lancar, Rosalia Indah, Santoso, Sinar Jaya

Jurusan JAWA TIMUR

  • jurusan Blitar; Harapan Jaya, Lorena, Pahala Kencana, Rosalia Indah, Rukun Jaya
  • jurusan Bojonegoro; Haryanto, Lorena, Pahala Kencana,
  • juursan Lasem; Pahala Kencana, Tri Sumber Urip/Madu Kismo
  • jurusan Madura; Haryanto, Kramat Djati, Pahala Kencana
  • jurusan Malang (Arjosari); Gunung Harta, Kramat Djati, Lorena, Malino Putra, Pahala Kencana, Rosalia Indah (via Solo & Blitar), Safari Dharma Raya, Setia Bhakti
  • jurusan Ponorogo (via Madiun); Gunung Harta, Haryanto, Jaya, Laju Prima, Pahala Kencana, Sindo Satriamas
  • jurusan Surabaya (Purabaya); Gunung Harta, Haryanto, Kramat Djati, Lorena, Malino Putra, Pahala Kencana, Rosalia Indah (via Solo), Setia Bhakti

Feeder Transjakarta[sunting | sunting sumber]

Mulai 1 Februari 2017, Badan Pengelola Trans Jakarta (BPJT) mengoperasikan empat rute baru bus feeder Transjakarta dari empat titik terminal di DKI Jakarta menuju Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.[10]

1. Terminal Tanjung Priok - Terminal Terpadu Pulogebang (Kode Trayek: 10C)

Berangkat: Terminal Tanjung Priok - Jl Enggano - Jl Raya Sulawesi - Jl Raya Pelabuhan - Jl Jampea - Jl Cilincing Raya - Jl Cakung Cilincing Raya - Jalan Tol Lingkar Luar Timur - Terminal Pulogebang.

Kembali: Terminal Terpadu Pulogebang - Jl Cakung Cilincing Timur - Jl Pangeran Komarudin - Jl Cakung Cilincing Raya - Jl Jampea - Jl Raya Pelabuhan - Jl Raya Sulawesi - Jl Enggano - Terminal Tanjung Priok.

2. Terminal Lebak Bulus - Terminal Terpadu Pulogebang (Kode Trayek: 11E)

Berangkat: Terminal Lebak Bulus - Jl Lebak Bulus Raya - Jl Pondok Pinang Raya - Jl TB Simatupang - Jl Tol Lingkar Luar Jakarta - keluar pintu tol Pulogebang - Jl Sentra Primer Timur - Terminal Terpadu Pulogebang.

Kembali: Terminal Terpadu Pulogebang - Jl Tol Lingkar Luar Timur - Jl Tol Lingkar Luar Jakarta - keluar pintu tol Lebak Bulus - Jl Lebak Bulus Raya - Terminal Lebak Bulus.

3. Terminal Pasar Minggu - Terminal Terpadu Pulogebang (Kode Trayek: 11F)

Berangkat: Terminal Pasar Minggu - Jl Terminal Baru - Jl Raya Ragunan - Jl Raya Pasar Minggu - Jl Tanjung Barat Raya - Jl Tanjung Barat Lama - Jl TB Simatupang - Sentara Pintu Tol Lenteng Agung - Jl Tol Lingkar Luar Jakarta - keluar pintu tol Pulo Gebang - Jl Sentra Primer Timur - Terminal Terpadu Pulogebang.

Kembali: Terminal Terpadu Pulogebang - Jl Tol Lingkar Luar Timur - Jl Tol Lingkar Luar Jakarta - keluar pintu tol Tanjung Barat - Jl TB Simatupang - Jl Tanjung Barat Lama - Jl Tanjung Barat Raya - Terminal Pasar Minggu.

4. Terminal Pinang Ranti - Terminal Terpadu Pulogebang (Kode Trayek: 11H)

Berangkat: Terminal Pinang Ranti - Jl Pondok Gede - Jl Taman Mini 1 - Jl Hankam - masuk tol Bambu Apus - Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta - keluar pintu tol Pulogebang - Jl Sentra Primer Timur - Terminal Terpadu Pulogebang.

Kembali: Terminal Terpadu Pulogebang - Jl Tol Lingkar Luar Timur - Jl Tol Lingkar Luar Jakarta - Jl Tol Jagorawi - keluar pintu tol TMII/Pondok Gede - Jalan Pondok Gede - Terminal Pinang Ranti.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Beritajakarta. "28 Desember, Soft Launching Terminal Pulogebang - Beritajakarta.com". http://www.beritajakarta.com/. Diakses tanggal 2017-01-31.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  2. ^ Media, Kompas Cyber. "Didesain Mirip Bandara, Pengoperasian Terminal Pulogebang Malah Semrawut" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-01-31. 
  3. ^ developer, metrotvnews. "Mengintip Kemegahan Terminal Pulo Gebang yang Tak Kunjung Beroperasi". metrotvnews.com. Diakses tanggal 2017-01-31. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber. "Menengok Terminal Terbesar Se-Asia Tenggara di Pulo Gebang". kompas.com. Diakses tanggal 2017-02-26. 
  5. ^ Media, Kompas Cyber. "Terminal Pulogebang Jadi Percontohan" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-01-31. 
  6. ^ Liputan6.com. "Pembangunan Terminal Pulo Gebang Telan Biaya Rp 450 Miliar". liputan6.com. Diakses tanggal 2017-01-31. 
  7. ^ "Penumpang Lebih Nyaman dan Aman di Terminal Pulogebang". detiknews. Diakses tanggal 2017-01-31. 
  8. ^ Liputan6.com. "Terminal Pulo Gebang Jadi Pusat Agen Bus Jalur Jawa". liputan6.com. Diakses tanggal 2017-01-31. 
  9. ^ koran-sindo.com. "Fasilitas Pulogebang Senyaman Bandara". koran-sindo.com. Diakses tanggal 2017-02-26. 
  10. ^ Detik.com. "Terminal Pulogebang Beroperasi, 26 Bus Feeder TransJ Disiapkan". detik.com. Diakses tanggal 2017-02-26.