Bluebird

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Blue Bird Group)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Blue Bird Tbk.
Publik
Simbol sahamIDX: BIRD[1]
IndustriTransportasi
Didirikan1972
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Tokoh
kunci
Noni Sri Ayati Purnomo (Presiden Direktur)
PendapatanRp 4,2 triliun (2018), Rp 4 triliun (2019)
Rp 457 miliar (2018), Rp 314 miliar (2019)
Karyawan
3.547 orang (2019)
Situs webwww.bluebirdgroup.com
Sebuah Taksi Bluebird

Bluebird merupakan perusahaan publik yang bergerak dalam bidang transportasi dan bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1972. Perusahaan ini mengelola lima jenis transportasi darat dengan mereknya sendiri-sendiri, yaitu taksi Bluebird, bus Bigbird, taksi eksekutif Silverbird, penyewaan mobil Goldenbird, dan logistik Ironbird.

Perusahaan ini didirikan tahun 1972, sebagai sebuah bisnis taksi kecil yang dirintis oleh Mutiara Djokosoetono, istri Djokosoetono, seorang pakar hukum yang mendirikan cikal bakal PTIK, yaitu Akademi Polisi. Bisnis taksi yang kemudian berkembang ke dalam beberapa bisnis yang berkaitan dengan transportasi dan pariwisata yang kemudian dikenal sebagai Blue Bird Group.[2]

Pada tahun 2017, perusahaan menjalin kerja sama dengan Gojek dalam bentuk pemesanan melalui aplikasi Gojek, dimana sebelumnya sejak 2011, Blue Bird sudah meluncurkan aplikasi pemesanan taksi sendiri dan melakukan perubahan aplikasi pada tahun 2016.[3][4]

Kemudian, melanjutkan kerjasama yang telah dilakukan, pada tahun 2020, Gojek melakukan pembelian terhadap 4,3% saham Bluebird (senilai Rp 411 miliar) yang dilepas oleh PT Pusaka Citra Djokosoetono (Pusaka Group), perusahaan yang dimiliki keluarga Djokosoetono.[5]

Perusahaan tercatat melakukan beberapa ekspansi, semisal dengan menggandeng Mitsubishi UFG Lease and Finance Co. Ltd. dan Takari Kokoh Sejahtera untuk membuat balai lelang bernama Balai Lelang Caready dan melakukan akuisisi terhadap aset, merek dan kewajiban Cititrans dari Citra Tiara Global melalui anak usahanya yaitu Trans Antar Nusabird senilai Rp 115 miliar, dimana kedua ekspansi ini dilakukan pada tahun 2019.[6]

Perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia tahun 2014.

Manajemen[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]