Kereta api Cilamaya/Walahar Ekspres

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Cilamaya/Walahar Ekspres
New Papan Nama KA Walahar khas Daop 1.PNG
KA 324A Walahar Ekspres di Stasiun Kedunggedeh.jpg
Kereta api 324 Walahar Ekspres dengan Lokomotif CC 203 98 04 JNG di Stasiun Kedunggedeh
Info
KelasEkonomi AC
SistemKereta api lokal
StatusBeroperasi
LokalDaop 1 Jakarta
Stasiun terminusTanjung Priuk
Purwakarta
Rute pelayanan10
Nomor KA321, 322, 324, 326, 327, 329
Operasional
Dibuka17 Agustus 1971
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorDaerah Operasi I Jakarta
DepotJakarta Kota (JAKK), Untuk Rangkaian Kereta Permanen
Jatinegara (JNG), Untuk Lokomotif Kereta
Sarana yang dijalankanCC 201, CC 203
Kecepatan operasi50 s.d. 90 km/jam
Peta Rute
Kereta api Walahar/Jatiluhur
Tanjung Priuk
ke Sungai Lagoa
Ls Ancol
ke Kampungbandan
Kemayoran
Pasar Senen
Ls Gang Sentiong
Ls Kramat
Ls Pondok Jati
ke Gambir
Ls Jatinegara
Ls Cipinang
Ls Klender
Ls Buaran
Ls Klender Baru
Ls Cakung
Ls Rawabebek (rencana)
Ls Kranji
Ls Bekasi
Ls Bekasi Timur
Tambun
Ls Cibitung
Cikarang
ke Cikarang Dry Port
Lemahabang
Kedunggedeh
Karawang
ke Karawang Trem
Klari
Kosambi
Dawuan
Cikampek
ke Tanjungrasa (rencana)
Cibungur
Ls Cibening
Ls Sadang
Ls Pasar Jumahat
Purwakarta
ke Bandung, Banjar
Rangkaian K3 0 14 25 JAKK milik Kereta api Jayabaya yang pernah berdinas di KA Cilamaya/Walahar Ekspres
Jalur 4 ada Rangkaian KA Lokal Purwakarta akan disusul di jalur 3 KA Argo Lawu Fakultatif di Stasiun Tambun

Kereta api Cilamaya/Walahar Ekspres (terkadang masih disebut Kereta api Ekonomi Lokal atau Lokal Purwakarta (Singkatan dari Lopur) oleh PPKA dan masyarakat) adalah kereta api lokal kelas ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia yang melayani rute Tanjung Priok-Purwakarta dan sebaliknya. Kereta api ini dahulu lebih dikenal sebagai Kereta api odong-odong, padahal istilah odong-odong sebenarnya merujuk pada kereta api lokal Cikampek yang hanya melayani penumpang hingga stasiun Cikampek.

Setiap hari disediakan enam kali perjalanan dengan perincian tiga kali pergi pulang perjalanan dari Tanjung Priok-Cikampek-Purwakarta. Saat ini kereta tersebut telah disatukan dengan kereta api Jatiluhur Ekspres, dengan Walahar melayani perjalanan Tanjung Priok-Purwakarta serta KA Lokal Cikampek melayani perjalanan Tanjung Priok-Cikampek.

Anehnya lagi, meskipun disebut KRD, kereta ini sudah tidak lagi sebagai kereta rel diesel, tetapi sebagai kereta ekonomi biasa (kode K3). Rangkaian kereta api ini dimulai dari sebuah lokomotif diesel, tujuh hingga sembilan gerbong K3, sebuah gerbong makan pembangkit, dan gerbong bagasi.

Perjalanan dengan tarif murah sebesar Rp6.000,00 sekali jalan melewati lintasan yang hampir lurus di wilayah Jalur KA Jatinegara-Cikampek, hingga sampai di Stasiun Tanjung Priok, serta menjadi andalan bagi kaum komuter luar Jakarta.

Kereta Patas Purwakarta lahir pada awal dekade 1970-an pada masa-masa indah Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), ketika kereta api ini dikategorikan sebagai kereta cepat. Perlu ditegaskan bahwa sebelum ada sistem penamaan untuk kereta api ini, kereta api kelas ekonomi masih diberi label menurut kategorinya, seperti KA cepat, patas, atau ekspres. Pada mulanya, kereta api ini dihela oleh lokomotif diesel hidraulik unggulan PJKA pada masa itu, namun kemudian digantikan dengan diesel elektrik.

Kereta api ini pada umumnya menggunakan kereta ekonomi buatan tahun 1964-65-66-78 sampai dengan 1985, namun terkadang kereta ini bisa saja meminjam dari Kereta api Gaya Baru Malam Selatan sedangkan Kereta api Jayabaya meminjam rangkaian kereta ekonomi AC plus (K3 2014 JAKK) Trainset 3 untuk pengganti K3 1966 s.d 1985 lagi menjalankan Perawatan Akhir Manggarai (PA MRI).

Nama Walahar dan Jatiluhur resmi digunakan sejak Februari 2017 lalu ketika kedua kereta ini dialihkan ke Stasiun Tanjung Priok.

Nama Walahar Ekspres berasal dari nama bendungan di Kabupaten Karawang, yaitu Bendungan Walahar. Bendungan ini mengalir air hingga sampai Sungai Ci Tarum. Bendungan ini berbatasan dengan Gintungkerta sebelah utara, Anggadita sebelah barat, Kutapuhaci sebelah selatan, dan sebelah timur berbatasan dengan Cimahi.

Jadwal[sunting | sunting sumber]

Jadwal sesuai Gapeka 2017[1]

Ingat, jadwal yang tertera di bawah adalah jadwal keberangkatan. Dengan demikian kereta api ini tiga kali pergi-pulang.

Stasiun KA 321 Cilamaya Pagi KA 327 Cilamaya Siang KA 329 Cilamaya Sore
Purwakarta 05.30 13.40 14.25
Cibungur 05.54 14.00 14.40
Cikampek 06.04 14.10 14.50
Dawuan 06.12 14.18 14.58
Kosambi 06.21 14.35 15.07
Klari 06.28 14.42 15.14
Karawang 06.37 14.52 15.23
Kedung Gedeh 06.46 15.14 15.40
Lemah Abang 06.57 15.25 15.51
Cikarang 07.05 15.32 16.08
Tambun 07.18 15.44 16.20
Bekasi ls.
Pasar Senen 07.54 16.17 16.51
Kemayoran 08.00 16.25 16.57
Tanjung Priok 08.18 16.40 17.14
Stasiun KA 324 Walahar Pagi KA 326 Walahar Siang KA 322 Walahar Sore
Tanjung Priok 09.55 11.05 16.15
Kemayoran 10.16 11.24 16.36
Bekasi ls
Tambun 10.52 11.59 17.12
Cikarang 11.03 12.20 17.23
Lemah Abang 11.11 12.27 17.31
Kedung Gedeh 11.30 12.38 17.52
Karawang 11.39 12.47 18.01
Klari 11.48 13.03 18.11
Kosambi 11.55 13.09 18.18
Dawuan 12.04 13.17 18.37
Cikampek 12.12 13.24 18.45
Cibungur 12.22 13.34 18.55
Purwakarta 12.33 13.45 19.06

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 13 Juni 2017, Kereta api Walahar Ekspres yang melayani relasi Tanjung Priok - Purwakarta menabrak mobil pick-up Daihatsu Gran Max di perlintasan KA Pasar Gaplok, Senen, Jakarta Pusat hingga mobil tersebut terbakar. Hal ini menyebabkan dua penumpang mobil tewas dan satu kereta dalam rangkaian Walahar Ekspres terbakar.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]