Kereta api Serayu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Serayu
PapanKeretaApi 2020.svg
KA SERAYU
Purwokerto - Pasar Senen (PP)
CC 203 98 05 ft KA 302 Serayu.jpg
Kereta api Serayu melintas di Cikarang, Bekasi
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Pendahulu
  • Patas Bandung–Jakarta (mulai 1950-an)
  • Patas Banjar-Manggarai (mulai sekitar 1978)
  • Cepat Sidareja (1980-an–1990-an)
Mulai beroperasi1990-an
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalPurwokerto
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh443 km
Waktu tempuh reratarata-rata 10 jam 48/49 menit
Frekuensi perjalananDua kali dalam satu perjalanan pulang pergi
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEkonomi
Pengaturan tempat duduk106 tempat duduk disusun 3-2 (kelas ekonomi)
kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanTidak
Fasilitas bagasiAda
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional50–90 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal301-308

Kereta api Serayu merupakan layanan kereta api penumpang kelas ekonomi yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia, melayani lintas Pasar SenenPurwokerto melalui Bandung dan sebaliknya. Nama "Serayu" berasal dari nama salah satu sungai besar di Jawa Tengah, Kali Serayu.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Patas dan Cepat (mulai 1950-an–1990-an)[sunting | sunting sumber]

Sejarah pengoperasian kereta api Serayu berawal dari peluncuran kereta api Patas Bandung–Jakarta pada tahun 1950-an. Berdasarkan jadwal perjalanan kereta api yang diterbitkan pada 1965, kereta api tersebut melayani sebanyak empat kali perjalanan pulang-pergi.[1]

Pada sekitar tahun 1978, PJKA menyusun ulang perjalanan kereta api, salah satunya dengan memperpanjang rute kereta api Patas hingga Banjar yang mengakibatkan terjadinya penyesuaian nama kereta api menjadi Patas Banjar–Manggarai.[2] Dengan membawa tujuh hingga delapan kereta kelas ekonomi dalam pengoperasiannya, kereta api tersebut memiliki tingkat okupansi yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peminat pada saat lebaran.

Pada tahun 1980-an, perjalanan kereta api Patas kemudian kembali dilakukan pemanjangan rute hingga Sidareja, sehingga terjadi perubahan nama menjadi Cepat Sidareja. Kereta api Patas Banjar–Manggarai dan Cepat Sidareja beroperasi secara bersamaan dengan menerapkan pola v-slag, beroperasi dengan rute Bandung–Jakarta–Sidareja–Jakarta–Bandung.[2]

Kereta api Serayu (1990-an–sekarang)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Serayu saat melintas di Jembatan Cikubang, Bandung, Jawa Barat, sekitar 2011
Kereta api Serayu melintas di Cikarang, Bekasi

Kereta api Cepat Sidareja kemudian dilakukan pemanjangan rute hingga Kroya, sehingga terjadi perubahan nama menjadi Serayu mulai 1990-an—nama "Serayu" muncul pada grafik perjalanan kereta api tahun 1993 oleh Perumka.[3] Walaupun diberi nama "Serayu", kereta api ini lebih dikenal sebagai Cipuja oleh masyarakat yang tinggal di Daerah Operasi II Bandung. Rute kereta api ini sempat diperpanjang hingga Purwokerto sebelum dikembalikan seperti semula. Jadwal kereta api Patas Jakarta–Bandung "menghilang" saat rute kereta api Cepat Sidareja diperpanjang hingga Kroya.[2]

Pada pertengahan 1990-an, Perumka meluncurkan kereta api Serayu yang dioperasikan pada malam hari—dikenal sebagai Citrajaya oleh masyarakat yang tinggal di Daerah Operasi II Bandung.

Untuk mengakomodasi penumpang dari Cilacap, Perumka sempat mengoperasikan kereta api pengumpan lintas Kroya/Maos–Cilacap sebelum layanan tersebut dihentikan mulai tahun 2000-an.

Rute kereta api Serayu diperpanjang hingga Purwokerto mulai 1 September 2013, tetapi dioperasikan sebagai kereta api pengumpan di lintas Kroya–Purwokerto.[4][5] Penggabungan layanan dilakukan pada awal 2014.[2]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 2 Oktober 2020, KA 322 Serayu Pagi relasi Purwokerto – Kroya – Kiaracondong – Pasar Senen Anjlok di Ciamis. anjlokan terjadi di kilometer 285+01 petak antara Stasiun Manonjaya dan Stasiun Ciamis pada pukul 17:30 WIB. Anjlokan terjadi pada lokomotif kereta sehingga mengakibatkan kereta tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kereta penolong dan crane Kirow dari Bandung diturunkan untuk mengevakuasi lokomotif yang anjlok. penumpang KA Serayu Pagi kemudian diantar menuju Stasiun Banjar menggunakan bus untuk melanjutkan perjalanan menggunakan KA pengganti. Akibat anjlokan ini, perjalanan KA 78 Turangga relasi Bandung – Surabaya Gubeng terpaksa dialihkan lewat Cirebon. Hingga berita ini diturunkan proses evakuasi masih berlangsung.[6]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Nomor urut Lokomotif CC201, CC203 1 2 3 Kereta makan-pembangkit (KMP3) 4 5 6
Keterangan Kereta penumpang kelas ekonomi (K3) Kereta penumpang kelas ekonomi (K3)
Depo Kereta Purwokerto (PWT)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Indra Krishnamurti (2004). 1965 Timetable—Passenger Timetable. Diarsip dari jadwal perjalanan kereta api pada 1965
  2. ^ a b c d "Jalan Panjang Serayu". Roda Sayap. 2019-01-14. 
  3. ^ Jadwal Perjalanan Kereta Api: Dari Jakarta Kota, Pasar Senen, Tanjung Priuk, dan Tanah Abang. (1993). Perumka–Daop I Jakarta
  4. ^ "Rute KA Serayu Diperpanjang". Antara Jateng. 2013-08-31. 
  5. ^ "KAI Perpanjang Rute Perjalanan KA Serayu". Republika. 2013-08-30. 
  6. ^ "Kereta Api Serayu Anjlok, Sejumlah Perjalanan Kereta Memutar ke Utara". Diakses tanggal 13 Oktober 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]