Jembatan Cisomang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jembatan Cisomang
Kategori bangunan hikmat: Jembatan
Jembatan cisomang.jpg
Jembatan Cisomang lama (generasi kedua) dan yang baru (generasi ketiga)
Letak
ProvinsiJawa Barat
KabupatenPurwakarta
KecamatanDarangdan
PosisiDi atas Sungai Ci Somang
Sejarah
Tahun dibangun1894 (Jembatan generasi pertama)

1906 (Jembatan generasi kedua)

2004 (Jembatan generasi ketiga)
Informasi bangunan
OperatorDaerah Operasi II Bandung
Panjang Jembatan230 m
LayananArgo Parahyangan, kereta api Serayu, Simandra Lokal Cibatu,Kereta api Lokal Bandung Raya,Kereta api Harina,Ciremai Ekspres dan kereta api peti kemas.

Jembatan Cisomang berlokasi di Desa Cisomang, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Jembatan ini digunakan untuk menghubungkan kota Bandung dengan kota Jakarta, dan terletak pada perbatasan antara Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung Barat. Jembatan Cisomang (Aksara Sunda Baku: ᮏᮙ᮪ᮘᮒᮔ᮪ ᮎᮤᮞᮧᮙᮀ, Sunda: Jambatan Cisomang) merupakan jembatan kereta api yang tertinggi di Indonesia yang masih aktif digunakan, dan terdiri dari tiga generasi.

Jembatan Cisomang generasi pertama sekarang sudah sulit ditemui bekasnya dan hanya tinggal pondasinya saja.[1] Jembatan generasi kedua merupakan jembatan baja yang digunakan sejak zaman Belanda sebagai pengganti jembatan generasi satu, sampai dengan tahun 2004. Jembatan generasi ketiga merupakan jembatan dengan jalur ganda yang saat ini digunakan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Jembatan Cisomang Generasi 1[sunting | sunting sumber]

Jembatan ini merupakan jembatan yang pertama kali ada, dan dibangun pada zaman kolonial Belanda. Jejaknya memang sulit dicari karena letaknya cukup jauh dari dua jembatan Cisomang yang lebih baru. Jembatan ini dibangun pada tahun 1894 dan hanya digunakan selama 5-6 tahun saja dan karena kondisi tanah yang labil, akhirnya jembatan ini tidak digunakan lagi dan hanya tersisa pondasinya saja.

Jembatan Cisomang Generasi 2[sunting | sunting sumber]

Berdiri sejak tahun 1906, Jembatan Cisomang generasi kedua memiliki panjang 230 meter dengan ketinggian hampir 100 meter dari dasar sungai Cisomang. Jembatan Cisomang lama bercirikan pilar besi baja yang menjulang tinggi, dengan fondasi beton tertanam 3 meter lebih di kedalaman tanah. Jembatan ini cukup lama digunakan dari zaman kolonial Belanda sampai dengan masa-masa setelah Indonesia merdeka. Kereta api Parahyangan dan Argo Gede yang diresmikan pada tahun 1971 dan 1995 pun sempat melewati jembatan ini.

Karena jembatan Cisomang lama tidak mungkin dibuat double track, maka pada tahun 2000 mulai dibangun jembatan Cisomang baru yang selesai pada tahun 2004, dimana akhirnya jembatan ini pun tergantikan dengan Jembatan Cisomang baru, generasi ketiga, yang sudah disiapkan untuk memiliki jalur ganda. Setelah jembatan ini dinonaktifkan, rel dan bantalannya pun dicabut.

Beberapa tahun setelah jembatan ini dinonaktifkan, rangkanya dicat dengan warna merah (kecuali tiangnya, yang masih menggunakan warna abu-abu). Sampai saat ini, Jembatan Cisomang lama masih berdiri di samping jembatan Cisomang baru.

Jembatan Cisomang Generasi 3[sunting | sunting sumber]

Jembatan Cisomang baru sepanjang 243 meter dikerjakan oleh para ahli konstruksi jembatan kereta api dari Voesp MCE (Austria) mulai tahun 2000 sampai dengan tahun 2004. Jembatan Cisomang baru ini menggunakan konstruksi rangka baja yang melengkung ke atas, dan memiliki jalan kecil di pinggir rel yang bisa dilalui oleh sepeda motor.[1] Jembatan Cisomang baru juga sudah disiapkan untuk jalur ganda kereta api antara stasiun Cisomang dengan stasiun Cikadongdong, meskipun jalur ganda pada petak tersebut baru beroperasi sejak tahun 2014. Selama 10 tahun dari tahun 2004 sampai dengan 2014, jalur dari arah Stasiun Cisomang menuju Jembatan Cisomang baru masih berupa jalur tunggal yang merupakan jalur yang sebelumnya menuju jembatan lama.

Jembatan Cisomang baru diresmikan penggunaannya oleh Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri pada 3 Agustus 2004, meskipun beberapa bulan sebelumnya, jembatan ini sudah mulai digunakan sebagai bentuk uji coba dalam penggunaannya. Jembatan Cisomang baru tersebut merupakan pengganti dari jembatan Cisomang lama yang telah berusia 100 tahun lebih.

Data Teknis[sunting | sunting sumber]

BH 445
Nama Jembatan Cisomang
Nama Sungai Cisomang
Tahun Pembuatan lama 1906, baru 2004
Konstruksi lama: Rangka baja dengan tiga tiang baja, baru: Rangka baja dengan konstruksi tiang melengkung antara dua tebing
Panjang lama 230 M, baru 243 M
Letak KM 128+400 antara Halte Cisomang, Purwakarta dan Stasiun Cikadongdong, Bandung Barat

Jembatan lama yang dimaksud adalah jembatan generasi kedua, dan jembatan baru adalah jembatan generasi ketiga.

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Kereta api Argo Parahyangan anjlok di ujung Jembatan Cisomang, dua kereta anjlok dan 1 lokomotif CC203 hampir jatuh ke dasar jurang. Akibatnya, perjalanan kereta api pun terhambat, meskipun tidak signifikan. Kereta api Argo Parahyangan mengalami anjlok dikarenakan masuk ke jalur ganda yang belum tersambung dengan jembatan Cisomang baru (saat itu, rel menuju Jembatan Cisomang baru masih jalur tunggal dan merupakan sambungan dari rel lama yang sebelumnya menuju Jembatan Cisomang lama). Sejak itu, rel ganda antara Stasiun Cisomang dan Stasiun Cikadongdong pun diaktifkan, membuat jalur tunggal yang lama antara Stasiun Cisomang dan Jembatan Cisomang tidak digunakan lagi.[2]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Cikopo Ways". Cikopo Ways. Diakses tanggal 2016-09-06. 
  2. ^ "Semboyan35 Indonesian Railfans". www.semboyan35.com. Diakses tanggal 2016-09-09.