Kereta api Dharmawangsa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Dharmawangsa
Kereta api Dharmawangsa melintasi Walet, Tambun.
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi I Jakarta
Mulai beroperasi2 Desember 2019
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalPasarsenen
Stasiun akhirSurabaya Pasarturi
Jarak tempuh719 km
Waktu tempuh rerata10 jam 46 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan Ekonomi
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 106 tempat duduk disusun 3-2 (kelas ekonomi)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda.
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, tanpa tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Hanya tersedia pada layanan kelas eksekutif
Fasilitas bagasiAda (Bukan Kereta Bagasi)
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal131-132

Kereta api Dharmawangsa merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani relasi Pasar SenenSurabaya Pasarturi di lintas utara Pulau Jawa.

Pengoperasian[sunting | sunting sumber]

Kereta api Dharmawangsa diluncurkan pada 2 Desember 2019 di Stasiun Pasar Senen oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro sejak diberlakukan perjalanan Gapeka 2019.[1] Selama pengoperasian, Kereta Api Dharmawangsa memanfaatkan rangkaian kereta api Brantas yang sedang tidak digunakan dan bertukar di Stasiun Pasarsenen.[2]

Asal-usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama Dharmawangsa sendiri berasal dari raja terakhir Kerajaan Medang bernama Dharmawangsa Teguh yang memerintah sekitar tahun 991-1007 dan merupakan penerus sekaligus putra dari raja Medang sebelumnya, yaitu Makutawangsawardhana yang memerintah sekitar tahun 985-990.[3] Menurut prasasti Sirah Keting, nama asli Dharmawangsa Teguh adalah Wijayamreta Wardhana.

Stasiun pemberhentian[sunting | sunting sumber]

Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun[4] Keterangan Status
Jawa Timur Surabaya Surabaya Pasarturi A B FD7
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Commuter Line Arjonegoro, Blorasura, Sindro, dan angkutan pengumpan Wirawiri Suroboyo
Lamongan Lamongan A B
Terintegrasi dengan Commuter Line Commuter Line Arjonegoro dan Blorasura
Babat
Bojonegoro Bojonegoro
Jawa Tengah Blora Cepu B
Terintegrasi dengan Blora Jaya dan Commuter Line Blorasura
Randublatung Terintegrasi dengan Blora Jaya
Grobogan Ngrombo Terintegrasi dengan Blora Jaya dan Kedung Sepur
Semarang Semarang Tawang  2   3A   3B   4   7 
Terintegrasi dengan Kedung Sepur, Blora Jaya dan bus Trans Semarang dan Trans Jateng
Semarang Poncol  3A   3B   4 
Terintegrasi dengan Kedung Sepur, Blora Jaya dan bus Trans Semarang dan Trans Jateng
Kendal Weleri
Pekalongan Pekalongan Terletak di Jalan Lintas Utara Jawa
Tegal Tegal
Brebes Brebes
Tanjung
Jawa Barat Cirebon Cirebon Prujakan
Indramayu Jatibarang
Haurgeulis
Subang Pegaden Baru
Karawang Karawang LW
Terintegrasi dengan Commuter Line Walahar dan Jatiluhur
Bekasi Bekasi C
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang dan bus Trans Patriot, stasiun ini juga merupakan stasiun pemberhentian Commuter Line Cikarang
Daerah Khusus Ibukota Jakarta Jakarta Timur Jatinegara C 5 5C 5D 7F 10 11
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang, bus BRT Transjakarta, bus kota, dan Mikrotrans; stasiun ini juga merupakan stasiun pemberhentian Commuter Line Cikarang.
Jakarta Pusat Pasar Senen C 2 2A 5 5C 5D 7F
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang, bus BRT Transjakarta, bus kota, dan Mikrotrans; stasiun ini juga merupakan stasiun pemberhentian Commuter Line Cikarang.

Legenda

Stasiun ujung (terminus)
Berhenti hanya mengarah Surabaya (satu arah)
Berhenti hanya mengarah Jakarta (satu arah)
Berhenti untuk semua arah

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]