Kereta api Dharmawangsa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Dharmawangsa
PapanKeretaApi Dharmawangsa 2022.PNG
Dharmawangsa 130.jpg
Kereta api Dharmawangsa melintasi di area persawahan Srengseng.
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi2 Desember 2019
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalJakarta Pasarsenen
Stasiun akhirSurabaya Pasarturi
Jarak tempuh719 km
Waktu tempuh rerata10 jam 45 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan Ekonomi
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 106 tempat duduk disusun 3-2 (kelas ekonomi)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda.
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, tanpa tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Hanya tersedia pada layanan kelas eksekutif
Fasilitas bagasiAda (Bukan Kereta Bagasi)
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70–90km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal129–130A

Kereta api Dharmawangsa merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani lintas Jakarta PasarsenenSurabaya Pasarturi melalui Semarang Tawang dan sebaliknya.

Kereta api yang diluncurkan pada 2 Desember 2019 di Jakarta Pasarsenen, beroperasi menggunakan rangkaian kereta api Brantas maupun rangkaian cadangan milik Depo Kereta Jakarta Kota.[1]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Nomor urut Lokomotif CC201, CC203 1 2 3 4 5 Kereta makan-pembangkit (MP3) 1 2 3
Keterangan Kereta penumpang kelas ekonomi (K3) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Depo Sidotopo (SDT)
Cipinang (CPN)
Blitar (BL)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama Dharmawangsa sendiri berasal dari raja terakhir Kerajaan Medang bernama Dharmawangsa Teguh yang memerintah sekitar tahun 991-1007.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "KAI Luncurkan Kereta Dharmawangsa, Rute Jakarta-Surabaya". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-01-09. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]