Kereta api Menoreh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kereta api Menoreh
Plat nama KA Menoreh.PNG
Menoreh New Image.jpg
Kereta api Menoreh dengan rangkaian Ekonomi 2016 menuju Stasiun Pasar Senen
Informasi umum
Jenis kereta api Kereta api ekspres Jarak Jauh
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi IV Semarang
Pendahulu Fajar dan Senja Utama Semarang
Mulai beroperasi 29 September 2012 - Sebagai KA Menoreh 1
19 Agustus 2014 - Peluncuran KA Menoreh 2
Terakhir beroperasi 3 Oktober 2016 (KA Menoreh 1)
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Perjalanan
Relasi perjalanan Semarang TawangPasar Senen, p.p.
Jumlah perhentian Lihatlah di bawah.
Jarak tempuh 405 km
Waktu tempuh rata-rata 7 jam 8 menit (Rata-rata)
Frekuensi perjalanan harian Satu kali pergi pulang sehari
Nomor kereta api 149 dan 150
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas Ekonomi AC Plus Non-PSO
Fasilitas difabel Ada, sekurang nya satu kereta khusus Difabel
Susunan tempat duduk 80 Tempat duduk dengan konfigurasi 2-2, khas Kereta Ekonomi New Image 2016
Fasilitas kereta makan Ada, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Jenis kaca jendela Kaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburan Ada
Lain-lain Lampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lokomotif CC 201, CC 203, atau CC 206
Lebar sepur 1.067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasional 60 s.d. 100 km/jam
Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal 149 dan 150
Peta rute

Keterangan :

  • KA Fajar Utama/Senja Utama Semarang hanya berhenti di stasiun Cirebon Kejaksan.
  • KA Menoreh hanya berhenti di stasiun yang bercetak tebal.
Continuation backward
Ke Surabaya Pasarturi, Gundih
Station on track
Stasiun Semarang Tawang
Station on track
Stasiun Semarang Poncol
Stop on track
Stasiun Jerakah
Stop on track
Stasiun Mangkang
Stop on track
Stasiun Kaliwungu
Stop on track
Stasiun Kalibodri
Stop on track
Stasiun Weleri
Stop on track
Stasiun Krengseng
Stop on track
Stasiun Plabuan
Stop on track
Stasiun Kuripan
Stop on track
Stasiun Ujungnegoro
Stop on track
Stasiun Batang
Station on track
Stasiun Pekalongan
Stop on track
Stasiun Sragi
Stop on track
Stasiun Comal
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Ujunggede
Stop on track
Stasiun Petarukan
Stop on track
Stasiun Pemalang
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Babadan
Stop on track
Stasiun Suradadi
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Maribaya
Stop on track
Stasiun Larangan
Station on track
Stasiun Tegal
Junction to left Unknown route-map component "CONTfq"
Ke Prupuk, Purwokerto
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop III CN - Daop IV SM
Station on track
Stasiun Brebes
Stop on track
Stasiun Bulakamba
Stop on track
Stasiun Tanjung
Stop on track
Stasiun Losari
Stop on track
Stasiun Pabedilan
Stop on track
Stasiun Babakan
Stop on track
Stasiun Waruduwur
Station on track
Stasiun Cirebon Prujakan
Unknown route-map component "KRWg+l" Unknown route-map component "CONTfq"
Ke Purwokerto, Yogyakarta
Station on track
Stasiun Cirebon
Stop on track
Stasiun Cangkring
Stop on track
Stasiun Bangoduwa
Stop on track
Stasiun Arjawinangun
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Kaliwedi
Stop on track
Stasiun Kertasemaya
Station on track
Stasiun Jatibarang
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop I JAK - Daop III CN
Unknown route-map component "KRWg+l" Unknown route-map component "CONTfq"
Ke Purwakarta, Bandung
Stop on track
Stasiun Cikampek
Stop on track
Stasiun Tambun
Stop on track
Stasiun Bekasi
Stop on track
Stasiun Kranji
Stop on track
Stasiun Rawabebek
Stop on track
Stasiun Cakung
Stop on track
Stasiun Klender Baru
Stop on track
Stasiun Klender
Stop on track
Stasiun Cipinang
Station on track
Stasiun Jatinegara
Unknown route-map component "CONTgq" Junction to right
Ke Gambir
Stop on track
Stasiun Keramat Sentiong
Unknown route-map component "hBHF"
Stasiun Pasarsenen
Unknown route-map component "hCONTf"
Ke Jakarta Kota

Kereta api Menoreh adalah nama kereta api penumpang kelas Ekonomi AC Plus yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia di Jawa dengan rute Semarang Tawang - Pasar Senen dan Sebaliknya, Kereta api Menoreh merupakan KA ekonomi keempat tahun 2012 (Menoreh 2) di Indonesia yang dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara (AC) setelah KA Majapahit.

Awalnya pada tanggal 29 September 2012 kereta api ini menggantikan Kereta api Fajar Utama Semarang yang berangkat dari Pasar Senen menuju Semarang Tawang pada pagi hari dan Kereta api Senja Utama Semarang yang berangkat dari Semarang Tawang menuju Pasar Senen pada malam hari, lalu pada tanggal 19 Agustus 2014 disusul dengan mengganti kedua rangkaian kereta tersebut pada rute sebaliknya.

Spesifikasi KA[sunting | sunting sumber]

Rangkaian Menoreh 1[sunting | sunting sumber]

Ka Menoreh 1 Menggunakan Rangkaian Kelas Ekonomi AC Baru Buatan PT INKA Madiun

  • 1 Lokomotif Seri CC201 dan CC203
  • 4 Kelas Ekonomi AC (K3 SMC) Buatan Tahun 2014
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP3 SMC)
  • 4 Kelas Ekonomi AC (K3 SMC) Buatan Tahun 2014

Rangkaian Menoreh 2[sunting | sunting sumber]

Ka Menoreh 2 Menggunakan Rangkaian Kelas Ekonomi AC Lama Buatan PT INKA Madiun

  • 1 Lokomotif Seri CC201 dan CC203
  • 4 Kelas Ekonomi AC (K3 SMC) Buatan Tahun 2012
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP3 SMC) Buatan Tahun 2012
  • 4 Kelas Ekonomi AC (K3 SMC) Buatan Tahun 2012

Rangkaian Menoreh Ekonomi New Image[sunting | sunting sumber]

Rangkaian ini menggunakan Rangkaian Ekonomi New Image Buatan INKA tahun 2016

  • 1 Lokomotif Seri CC201, CC203 dan CC206 Milik Dipo Induk SMC atau JNG
  • 4 Kelas Ekonomi New Image AC 2016 (K3 2016 SMC)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit New Image 2016 (MP3 2016 SMC)
  • 4 Kelas Ekonomi New Image 2016 (K3 2016 SMC)

Keterangan:

  • Rangkaian Menoreh K3 2012 dan K3 2014 dialokasikan untuk KA Kamandaka dan rangkaian KA Menoreh diganti dengan Rangkaian K3 2016.[1]
  • Tanda (Coret) berarti: Rangkaian KA Menoreh dari sebelum Kode gerbong smc dan sekarang sudah dihapus dari dipo kereta api semarang poncol (SMC).

Asal-usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama Menoreh diambil dari Pegunungan Menoreh, sebuah pegunungan yang membentang dari Kabupaten Magelang hingga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, serta Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebutan 'Menoreh" akhirnya juga dipakai sebagai nama tempat ngopi, home stay dan destinasi wisata, seperti Menoreh Kopi Sangan (de MKS), yang terletak di Bukit Menoreh km 9 Samigaluh Kulon Progo.

Akhir Beroperasi KA Menoreh 1[sunting | sunting sumber]

Mulai 3 Oktober 2016 KA 159-160 Menoreh 1 (2014) secara resmi dihapus, karena rangkaian KA Menoreh 1 buatan tahun 2014 akan dipakai untuk Kereta api Ambrawa Ekspres dengan rute Semarang Poncol-Surabaya Pasar Turi dan mulai beroperasi tanggal 4 Oktober 2016, Selain itu perjalanan kereta api Menoreh 1 tersebut memiliki tingkat okupansi yang cukup rendah, yaitu di bawah 50 persen. Hal ini disebabkan oleh preferensi penumpang yang lebih memilih bepergian dengan kereta pada sore atau malam hari.

Pemberhentian[sunting | sunting sumber]

Kereta ini berhenti di beberapa stasiun besar, antara lain Weleri, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Cirebon Prujakan, Bekasi, dan Jatinegara.

Jadwal Perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal Perjalanan KA Menoreh mulai 1 April 2017

KA 149 Menoreh (Semarang Tawang - Pasar Senen)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Semarang Tawang - 08.00
Weleri 08.37 08.40
Pekalongan 09.18 09.22
Pemalang 09.47 09.50
Tegal 10.13 10.24
Brebes 10.36 10.38
Cirebon Prujakan 11.25 11.33
Jatibarang 12.06 12.08
Jatinegara 14.18 14.20
Pasar Senen 14.30 -
KA 150 Menoreh (Pasar Senen - Semarang Tawang)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Pasar Senen - 20.30
Jatibarang 22.49 22.51
Cirebon Prujakan 23.26 23.39
Brebes 00.24 00.27
Tegal 00.39 00.45
Pemalang 01.07 01.11
Pekalongan 01.37 02.05
Weleri 02.44 02.48
Semarang Tawang 03.28 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 8 Maret 2014, bus pariwisata PO Haryanto nopol B 7036 PGA yang mengangkut rombongan anak-anak yang melakukan kegiatan pemberian santunan ditabrak kereta api Menoreh saat melewati perlintasan liar di antara Stasiun Cikarang dan Stasiun Tambun. Akibatnya, lokomotif rusak, lampu-lampunya pecah berantakan. Akan tetapi, sang sopir bus berhasil kabur dan kernetnya diamankan.[2]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]