Kereta api Ciremai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Ciremai
PapanKeretaApi 2020.svg
KA CIREMAI
Semarang Tawang - Bandung (PP)
KA Ciremai Ekspress melintas JPL 1 Cikampek.jpg
Kereta api Ciremai saat melintas di Cikampek, 2019
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi IV Semarang
Mulai beroperasi28 September 2013
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.800 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalSemarang Tawang
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirBandung
Jarak tempuh530 km
Waktu tempuh reratarata-rata 7 jam 54 menit hingga 8 jam 40 menit
Frekuensi perjalananDua kali dalam satu perjalanan pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan bisnis
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 64 tempat duduk disusun 2-2 (kelas bisnis)
    arah kursi dapat diatur
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Hanya pada kelas eksekutif
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70 s.d. 105 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal145-152

Kereta api Ciremai (disebut juga sebagai Ceremai atau Cereme) merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan bisnis yang dioperasikan oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) untuk melayani lintas Semarang Tawang-Bandung melewati Cikampek dan sebaliknya. Bersama dengan kereta api Harina, kereta api ini beroperasi melayani lintas Semarang-Bandung melalui jalur utara.

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama "Ciremai" diambil dari sebuah gunung berapi, Gunung Ceremai (Aksara Sunda Baku: ᮌᮥᮔᮥᮀ ᮎᮨᮛᮨᮙᮦ), yang terletak di Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada 3 Maret 2009, terdapat rencana pengoperasian kereta api yang menghubungkan Bandung dan Cirebon sudah disiapkan dengan nama "Papandayan Ekspres". Adanya pertentangan dari pelaku moda transportasi lain di jalur yang sama dan pihak dari Dinas Perhubungan (Dishub) mengakibatkan kereta api tersebut batal beroperasi.[1]

Pada 28 September 2013, kereta api dengan lintasan yang telah direncanakan sebelumnya akhirnya beroperasi untuk melayani satu kali perjalanan lintas Bandung-Cirebon dengan nama "Ciremai". Awalnya, kereta api Ciremai melayani kelas eksekutif dan kelas ekonomi split.

Mulai 11 Agustus 2014, layanan kereta api Ciremai kelas ekonomi dihapus dan digantikan kelas bisnis dan jumlah perjalanan ditambah sehingga ia melayani empat kali perjalanan—dua di antaranya merupakan kereta api tambahan yang memiliki layanan kelas eksekutif dan bisnis hingga layanan dihapus mulai tanggal 16 Januari 2015.

Mulai 3 Oktober 2016, lintas pelayanan kereta api Ciremai diperpanjang hingga Semarang yang disebabkan oleh banyaknya penumpang ingin berpergian dari Bandung menuju arah Semarang.[2][3] Selain itu, kereta api ini mengalami perpindahan operasional dari Daerah Operasi III Cirebon menjadi Daerah Operasi IV Semarang, beserta rangkaiannya yang sebelumnya diasuh oleh Depo Kereta Cirebon (CN) dimutasi ke Depo Kereta Semarang Poncol (SMC).

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Nomor urut Lokomotif CC206 1 2 3 Kereta makan (M1) 1 2 3 4 5 Kereta pembangkit (P)
Keterangan Kereta penumpang kelas bisnis (K2) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Depo Kereta Semarang Poncol (SMC)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp100.000,00-Rp225.000,00 untuk kelas bisnis dan Rp145.000,00-Rp 280.000,00 untuk kelas eksekutif tergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan pada stasiun-stasiun yang berada di dalam lintas berikut.

  • Semarang - Tegal maupun sebaliknya: Rp85.000,00 (eksekutif) dan Rp75.000,00 (bisnis)
  • Tegal - Cirebon maupun sebaliknya: Rp30.000,00 (eksekutif) dan Rp25.000,00 (bisnis)
  • Tegal - Haurgeulis dan Cikampek - Bandung maupun sebaliknya: Rp65.000,00 (eksekutif) dan Rp55.000,00 (bisnis)
  • Cirebon - Haurgeulis maupun sebaliknya: Rp50.000,00 (eksekutif) dan R40.000,00 (bisnis)
  • Purwakarta - Bandung maupun sebaliknya: Rp55.000,00 (eksekutif) dan Rp45.000,00 (bisnis)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "KA Ciremai Ekspres Siap Layani Cirebon-Bandung". Suara Merdeka. 2013-07-20. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-09-18. Diakses tanggal 2013-09-26. 
  2. ^ "Rute KA Ciremai Diperpanjang dari Bandung Sampai Semarang". Republika Online. Antara. 2016-08-31. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-21. Diakses tanggal 2019-12-29. 
  3. ^ "KA Ciremai Ekspres Bandung-Semarang Beroperasi 3 Oktober". Republika Online. Antara. 2016-09-27. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-21. Diakses tanggal 2018-05-23. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]