Kereta api Argo Dwipangga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kereta api Argo Dwipangga
Plat nama KA Argo Dwipangga.PNG
CC 206 13 42 Argo Dwipangga Jembatan Kalasan.jpg
KA Argo Dwipangga.
Informasi umum
Jenis kereta api Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi VI Yogyakarta
Pendahulu -
Mulai beroperasi 21 April 1998
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Penumpang harian 800 penumpang per hari (rata-rata)
Perjalanan
Relasi perjalanan Solo Balapan-Gambir, pp.
Jumlah perhentian Lihatlah di bawah.
Jarak tempuh 571 km
Waktu tempuh rata-rata 8 jam 28 menit (Solo-Gambir)
8 jam 35 menit (Gambir-Solo)
Frekuensi perjalanan harian Satu kali pergi pulang sehari
Nomor kereta api 9-10
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas Eksekutif
Fasilitas difabel Ada
Susunan tempat duduk 50 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat, dengan sandaran kaki.
Susunan tempat tidur -
Fasilitas kereta makan Ada, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Jenis kaca jendela Kaca panorama dupleks, dengan blinds, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburan Ada
Bagasi Ada
Lain-lain Lampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lokomotif CC206
Lebar sepur 1.067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasional 70 s.d. 120 km/jam
Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal 9-10
Peta rute

(Keterangan: Ls.: berjalan langsung, kereta tidak berhenti di stasiun yang terdapat tanda ini)
(KA semua kelas arah Jakarta tetap berhenti di Stasiun Jatinegara)

Continuation backward
Ke Madiun, Surabaya
Station on track
Stasiun Solo Balapan
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Ke Wonogiri
Station on track
Ls. Stasiun Purwosari
Stop on track
Ls. Stasiun Gawok
Stop on track
Ls. Stasiun Delanggu
Stop on track
Ls. Stasiun Ceper
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Stasiun Ketandan
Station on track
Stasiun Klaten
Stop on track
Ls. Stasiun Srowot
Stop on track
Ls. Stasiun Brambanan
Unknown route-map component "eHST"
Ls.Stasiun Kalasan
Stop on track Airport
Ls. Stasiun Maguwo
Station on track
Ls. Stasiun Lempuyangan
Station on track
Stasiun Yogyakarta
Stop on track
Ls. Stasiun Patukan
Stop on track
Ls. Stasiun Rewulu
Stop on track
Ls. Stasiun Sentolo
Stop on track
Ls. Stasiun Wates
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Stasiun Kedundang
Stop on track
Ls. Stasiun Wojo
Stop on track
Ls. Stasiun Jenar
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Stasiun Montelan
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop VI YK - Daop V PWT
Continuation to left Unknown route-map component "KRWg+r"
Ke Purworejo
Station on track
Ls. Stasiun Kutoarjo
Stop on track
Ls. Stasiun Butuh
Stop on track
Ls. Stasiun Prembun
Stop on track
Ls. Stasiun Kutowinangun
Stop on track
Ls. Stasiun Wonosari
Station on track
Ls. Stasiun Kebumen
Stop on track
Ls. Stasiun Soka
Stop on track
Ls. Stasiun Sruweng
Station on track
Stasiun Karanganyar
Station on track
Ls. Stasiun Gombong
Enter and exit tunnel
Terowongan Ijo
Stop on track
Ls. Stasiun Ijo
Stop on track
Ls. Stasiun Tambak
Stop on track
Ls. Stasiun Sumpiuh
Stop on track
Ls. Stasiun Kemranjen
Station on track
Ls. Stasiun Kroya
Junction to left Continuation to right
Ke Cilacap, Bandung
Stop on track
Ls. Stasiun Randegan
Stop on track
Ls. Stasiun Kebasen
Enter and exit tunnel
Terowongan Kebasen
Transverse water Bridge over water Transverse water
Jembatan Kali Serayu
Enter and exit tunnel
Terowongan Notog
Stop on track
Ls. Stasiun Notog
Station on track
Stasiun Purwokerto
Stop on track
Ls. Stasiun Karanggandul
Stop on track
Ls. Stasiun Karangsari
Stop on track
Ls. Stasiun Legok
Stop on track
Ls. Stasiun Patuguran
Stop on track
Ls. Stasiun Kretek
Transverse water Bridge over water Transverse water
Jembatan Sakalimolas
Stop on track
Ls. Stasiun Bumiayu
Stop on track
Ls. Stasiun Linggapura
Stop on track
Ls. Stasiun Prupuk
Continuation to left Junction to right
Ke Tegal
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop V PWT - Daop III CN
Stop on track
Ls. Stasiun Songgom
Stop on track
Ls. Stasiun Larangan
Stop on track
Ls. Stasiun Ketanggungan
Stop on track
Ls. Stasiun Ketanggungan Barat
Stop on track
Ls. Stasiun Ciledug
Stop on track
Ls. Stasiun Karangsuwung
Stop on track
Ls. Stasiun Sindanglaut
Stop on track
Ls. Stasiun Luwung
Continuation to left Unknown route-map component "KRWg+r"
Ke Semarang
Station on track
Stasiun Cirebon
Stop on track
Ls. Stasiun Cangkring
Stop on track
Ls. Stasiun Bangoduwa
Stop on track
Ls. Stasiun Arjawinangun
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Stasiun Kaliwedi
Stop on track
Ls. Stasiun Kertasemaya
Station on track
Ls. Stasiun Jatibarang
Stop on track
Ls. Stasiun Telagasari
Stop on track
Ls. Stasiun Terisi
Stop on track
Ls. Stasiun Kadokangabus
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Halte Cipedang
Stop on track
Ls. Stasiun Cilegeh
Station on track
Ls. Stasiun Haurgeulis
Stop on track
Ls. Stasiun Cipunegara
Stop on track
Ls. Stasiun Pegadenbaru
Stop on track
Ls. Stasiun Cikaum
Stop on track
Ls. Stasiun Pasirbungur
Stop on track
Ls. Stasiun Pringkasap
Stop on track
Ls. Stasiun Pabuaran
Stop on track
Ls. Stasiun Tanjungrasa
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop III CN - Daop I JAK
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Ke Bandung
Station on track
Ls. Stasiun Cikampek
Stop on track
Ls. Stasiun Dawuan
Stop on track
Ls. Stasiun Kosambi
Stop on track
Ls. Stasiun Klari
Station on track
Ls. Stasiun Karawang
Stop on track
Ls. Stasiun Kedunggedeh
Stop on track
Ls. Stasiun Lemahabang
Stop on track
Ls. Stasiun Cikarang
Stop on track
Ls. Stasiun Cibitung
Stop on track
Ls. Stasiun Tambun
Station on track
Ls. Stasiun Ampera
Station on track
Ls. Stasiun Bekasi
Stop on track
Ls. Stasiun Kranji
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Stasiun Rawabebek
Stop on track
Ls. Stasiun Cakung
Stop on track
Ls. Stasiun Klender Baru
Stop on track
Ls. Stasiun Buaran
Stop on track
Ls. Stasiun Klender
Stop on track
Ls. Stasiun Cipinang
Station on track
Stasiun Jatinegara
Continuation to left Junction to right
Ke Pasar Senen
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Ke Bogor dan Sukabumi
Station on track
Ls. Stasiun Manggarai
Junction to left Continuation to right
Ke Tanah Abang dan Maja
Unknown route-map component "BRÜCKEa"
Unknown route-map component "hHST"
Ls. Stasiun Cikini
Unknown route-map component "hHST"
Ls. Stasiun Gondangdia
Unknown route-map component "hBHF"
Stasiun Gambir
Unknown route-map component "hCONTf"
Ke Jakarta Kota

Kereta api Argo Dwipangga (Hanacaraka: ꧋ꦱꦼꦥꦸꦂ​ꦲꦂꦒ​ꦢ꧀ꦮꦶꦥꦁꦒ꧉, Sepur Harga Dwipangga), adalah kereta api kelas eksekutif argo yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta di Jawa, yang melayani tujuan Solo Balapan-Gambir, pp.

Pertama kali diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI pada tanggal 21 April 1998 dengan menggunakan nama KA Dwipangga. Akan tetapi seiring dengan tuntuan pelanggan yang menginginkan penambahan KA Argo jurusan Jakarta - Solo, maka KA Dwipangga sengaja dimodifikasi untuk layanan kelas eksekutif argo, sehingga brand-nya pun diganti menjadi KA Argo Dwipangga pada tanggal 5 Oktober 1998.

Kereta api ini menempuh perjalanan sejauh 571 km dengan koridor Gambir - Solo Balapan, dalam waktu sekitar 8 jam dan hanya berhenti di Klaten, Yogyakarta, Purwokerto, dan Jatinegara (arah Gambir). Argo Dwipangga dengan kapasitas 350-400 penumpang dan membawa 7-8 kereta kelas eksekutif argo ini menawarkan alternatif perjalanan pada siang hari dari stasiun Gambir ke Solo Balapan dan perjalanan pada malam hari dari arah sebaliknya (berkebalikan dengan alternatif perjalanan yang ditawarkan oleh kereta api Argo Lawu).

Asal usul istilah[sunting | sunting sumber]

Kata Argo digunakan sebagai brand image layanan kereta api eksekutif milik PT KAI dan penamaan Dwipangga memang sengaja dibedakan dengan argo lainnya yang lazim menggunakan nama gunung mengingat nama Dwipangga dirasakan sudah sangat melekat di benak pelanggan. Kata Dwipangga diambil dari sebutan kendaraan Dewa Indra berupa gajah yang setia dan mampu melindungi pengendaranya dalam segala keadaan, sehingga menumbuhkan kebanggaan dan prestise bagi penumpangnya.

Rangkaian KA[sunting | sunting sumber]

Rangkaian KA Argo Dwipangga terdiri dari 7-8 kereta kelas eksekutif argo (K1), 1 Kereta Makan bermotif batik (M), dan 1 Kereta Pembangkit Listrik (P). Kereta yang digunakan awalnya merupakan kereta kelas satwa saat masih menjadi KA Dwipangga, namun sejak menjadi kelas Argo, beberapa kereta buatan 1998 dari PT INKA dialokasikan untuk Argo Dwipangga juga. Lalu kereta buatan 1996 dari Argo Lawu juga dipakai sejak Argo Lawu memakai kereta kelas Anggrek. Argo Dwipangga mendapat tambahan rangkaian lagi dari INKA, yaitu batch 2002. Tetapi sejak Balai Yasa Manggarai meretrofit kereta K1 produksi 1984 dan 1986, kereta buatan 1996 dihibahkan ke KA Taksaka sepenuhnya.

Sebelum 2016, kereta ini sering bertukar rangkaian dengan Argo Dwipangga dan Argo Lawu. Saat ini seringkali kereta ini saling bertukar kereta dengan Argo Lawu dan Argo Dwipangga Fakultatif karena kebijakan rotasi dari dipo, sehingga seringkali kereta milik Argo Dwipangga dapat tersambung di kereta Argo Lawu, maupun sebaliknya. Karena kereta pembangkit asli milik kereta ini juga sering dipakai kereta lain, maka kereta ini dan Argo Lawu juga terkadang menggunakan kereta pembangkit yang khas (P 0 78 03 SLO), karena mirip dengan kereta bagasi (B). Rangkaian ini kemudian dijadikan sebagai rangkaian fakultatif sejak sejumlah kereta eksekutif milik dipo Solo Balapan dihibahkan.

Saat ini, rangkaian kereta api Argo Dwipangga reguler resmi menggunakan rangkaian kereta eksekutif terbaru produksi 2016 oleh PT Inka, Madiun. Adapun susunan rangkaiannya adalah sebuah lokomotif, delapan kereta eksekutif (K1 0 16 xx), satu kereta makan (M1 0 16 xx), kereta pembangkit (P), dan kereta bagasi (B). Terkadang kereta api ini menggunakan kereta pembangkit tipe lamanya.

 Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini adalah Rp 215.000,00 - Rp 445.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan pada stasiun-stasiun yang berada dalam rute berikut.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal sesuai Gapeka 2015

KA 9 (Solo Balapan-Gambir)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Solo Balapan - 20.00
Klaten 20.26 20.28
Yogyakarta 20.52 20.57
Kutoarjo 21.49 21.53
Purwokerto 23.24 23.33
Cirebon 01.33 01.40
Jatinegara 04.15 04.17
Gambir 04.28 -
KA 10 (Gambir-Solo Balapan)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Gambir - 08.00
Cirebon 10.46 10.53
Purwokerto 12.50 12.58
Kroya 13.25 13.32
Kutoarjo 14.40 14.44
Yogyakarta 15.33 15.42
Klaten 16.06 16.09
Solo Balapan 16.35 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 10 Desember 2002, kereta api Argo Dwipangga terguling ke sawah di Sarwogadung, Mirit, Kebumen. Akibatnya empat orang tewas dan 24 lainnya luka berat, serta ratusan penumpang terluka ringan akibat anjlokan tersebut.[1]
  • Pada tanggal 3 April 2007, kereta api Argo Dwipangga anjlok di km 342+500, Babakan, Karanglewas, Banyumas. Akibatnya, perjalanan kereta api yang melewati Purwokerto terhambat.[2]
  • Pada tanggal 1 Oktober 2013, kereta api Argo Dwipangga menabrak mobil pick up yang mengangkut rombongan haji di Kertasemaya, Indramayu. Ketiga belas orang tewas dalam kejadian tersebut.[3]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Suara Merdeka: KA Dwipangga Terguling, 4 Tewas
  2. ^ Detikcom: KA Dwipangga Anjlok di Banyumas, Jalur Tengah Terganggu
  3. ^ Vivanews: Argo Dwipangga Tabrak Pick Up Rombongan Haji, 13 Meninggal

Pranala luar[sunting | sunting sumber]