Jalur kereta api Gundih–Solo Balapan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Gundih–Solo Balapan
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusGundih
Solo Balapan
Stasiun10
Operasi
Dibuka1873
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi VI Yogyakarta
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60 s.d. 90 km/jam
Peta rute

SLO-KTS
KTA–SLO
Stasiun Solo Balapan
11 km
Kalioso
19 km
Salem
28 km
Sumberlawang
35 km
Goprak
37 km
Batas wilayah D4 SM-D6 YK
Gundih
BBG–GD
GBN–GD

Jalur kereta api Gundih-Solo Balapan (bahasa Jawa: ꦗꦭꦸꦂ​ꦱꦼꦥꦸꦂ​ꦒꦸꦤ꧀ꦢꦶꦃ​ꦱꦭ​ꦧꦭꦥꦤ꧀, translit. Jalur sepur Gundih-Sala Balapan) menghubungkan Stasiun Gundih dengan Stasiun Solo Balapan. Jalur ini merupakan jalur percabangan dari jalur rel kereta api lintas utara ke jalur rel kereta api lintas selatan di Pulau Jawa. Tergolong jalur sepi, jalur ini merupakan salah satu jalur historis yang dimiliki oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij yang dibangun pada tahun 1867 hingga 1873, melayani rute Semarang–Solo–Djokdjakarta.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Setelah sukses dengan jalur kereta api Samarang–Tangoeng pada tanggal 10 Agustus 1867, NIS melanjutkan kembali pembangunan jalurnya. Kali ini pembangunan jalurnya dibagi menjadi tiga afdeeling, Kedoeng-Djati, menuju Serang, kemudian ke arah Djenkilon, dan terakhir ke arah Solo. Jalurnya memiliki satu jembatan sepanjang 50 hasta di atas Sungai Tuntang dan melewati pedesaan, hutan jati, dan sawah di daerah Telawa. Hingga awal tahun 1869, biaya yang dikeluarkan untuk membangun lintas ini sebesar 296.785 gulden, sehingga pada awal tahun tersebut NIS juga akan membangun jalur baru menuju Bringin dan selanjutnya diperpanjang menuju Ambarawa. Bahkan dalam rencana yang dibuat oleh NIS, jalur kereta api Kedungjati–Gundih–Solo Balapan akan segera dilaksanakan berturut-turut 1 Mei dan 1 September 1869. Pada tanggal 21 Mei 1873, jalur Samarang–Vorstenlanden telah selesai dibangun.[1][2][3]

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas semiaktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Angkutan semen, tujuan Arjawinangun dan tujuan Solo Balapan bersambung Brambanan dan Lempuyangan

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 14 SemarangGundihSolo BalapanYogyakarta
Segmen Gundih–Solo Balapan
Diresmikan pada tanggal 1868–1869 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang
3207 Gundih GD Geyer, Geyer, Grobogan km 65+857 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres/Yogyakarta
km 0+000 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi
+54 m Beroperasi Stasiun Gundih 2019.jpg
3208 Monggot MGT km 68+794 Tidak beroperasi
Termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta
3209 Goprak GPK Juworo, Geyer, Grobogan km 72+130 +74 m Beroperasi Stasiun Goprak 2019.jpg
3211 Sumberlawang SUM Mojopuro, Sumberlawang, Sragen km 79+883 +126 m Beroperasi Stasiun Sumberlawang 2019.jpg
3212 Sokojengkilong SKG km 83+418 Tidak beroperasi
3213 Bogorame BOR km 86+472 Tidak beroperasi
3214 Salem SLM Jalan Raya Solo–Purwodadi, Kwangen, Gemolong, Sragen km 88+867 +146 m Beroperasi Stasiun Salem 2019.jpg
3215 Saren SRN km 92+206 Tidak beroperasi
3216 Kalioso KO Tuban, Gondangrejo, Karanganyar km 97+191 +117 m Beroperasi Stasiun Kalioso 2019.jpg
3217 Siwal SIW km 99+950 Tidak beroperasi
- Kadipiro - Kadipiro, Banjarsari, Surakarta km ? Tidak beroperasi
3130 Solo Balapan SLO Jalan Wolter Monginsidi 112, Kestalan, Banjarsari, Surakarta km 262+720 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 107+914 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres/Yogyakarta
+93 m Beroperasi Stasiun Solo Balapan 2019.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [4][5][6]


Percabangan menuju Bandara Adisumarmo[sunting | sunting sumber]

Untuk mempermudah mobilitas penumpang antarmoda dari dan ke Bandar Udara Internasional Adisumarmo, saat ini di petak jalan antara Kalioso–Solo Balapan sedang dibangun percabangan jalur menuju bandara tersebut. Percabangan itu tersambung dengan jalur ini di wilayah Kadipiro, Banjarsari, Surakarta. Untuk menunjang operasional percabangan tersebut, Direktorat Jenderal Perkeretaapian memutuskan membangun dua stasiun baru. Stasiun itu adalah Stasiun Bandara Adisumarmo dan Stasiun Kadipiro. Percabangan ini sejajar dengan Jalan Tol Solo–Ngawi dan merupakan jalur layang. Di samping membangun jalur layang, DJKA juga membangun terowongan di bawah gerbang tol Ngemplak.[7][8]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Percabangan menuju Bandara Adisumarmo
oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta
- Kadipiro - Kadipiro, Banjarsari, Surakarta km ? Tidak beroperasi
- Bandara Adisumarmo - Kompleks Bandara Internasional Adisumarmo, Ngesrep, Ngemplak, Boyolali - Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [9][5][10]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Schetskaart van de spoorweg Samarang-Vorstenlanden door de Raad van Beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij aan de Heeren leden van de Staten-Generaal aangeboden. 1869. 
  2. ^ Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser. 
  3. ^ Perquin, B.L.M.C. (1921). Nederlandsch Indische staatsspooren tramwegen. Bureau Industria. 
  4. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  5. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  7. ^ Pool. "Bandara Adi Soemarmo Tak Lama Lagi Terhubung Kereta". detikfinance. Diakses tanggal 2019-08-03. 
  8. ^ Okezone. "Menhub Targetkan Proyek KA Bandara Adi Soemarmo Selesai Tahun Depan : Okezone Economy". Okezone.com. Diakses tanggal 2019-08-03. 
  9. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  10. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia