Kereta api pengangkut kertas dan bubur kertas di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Di Indonesia, kereta api pengangkut kertas dan bubur kertas (pulp) merupakan proyek kereta api barang untuk pengangkutan kertas dan bubur kertas yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan kertas (pihak ketiga) yang mempergunakan jasa layanan KA barang tersebut.

PT KAI (dan pendahulunya) telah bekerja sama dengan PT Kertas Leces di Kabupaten Probolinggo dan PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper. Kini, satu-satunya layanan yang beroperasi sebagai kereta pengangkut kertas adalah kereta api pulp PT TEL di Sumatera Selatan.

Kereta api pengangkut kertas dan bubur kertas di Jawa[sunting | sunting sumber]

Kereta api pengangkut kertas dan bubur kertas di Jawa terutama bekerja sama dengan PT Kertas Leces, Kabupaten Probolinggo, yang ditarik oleh lokomotif BB305.

Kertas Leces adalah pabrik kertas tertua di Indonesia yang sudah ada sejak 1939. Produk-produk Kertas Leces menggunakan selulosa ampas tebu dan jerami sebagai bahan bakunya, tidak seperti pabrik kertas lainnya yang menggunakan batang pohon untuk bahan kertas. Untuk menunjang produksi, di pabrik tersebut dibangun jalur-jalur untuk lori pengangkut ampas tebu dan jerami dari stasiun Leces menuju pabrik.

Dahulu, pengangkutan ampas tebu dan jerami dari Pabrik Gula Semboro di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember menuju kompleks pabrik PT Kertas Leces, menggunakan kereta api ini. Kemudian ampas tebu dan jerami ini dibawa ke pabrik menggunakan lori dan diproduksi menjadi kertas. Ketika Kertas Leces mengalami kesulitan keuangan, maka KA ini berhenti beroperasi mulai tahun 1998.[1]

Kereta api pengangkut kertas dan bubur kertas di Sumatera[sunting | sunting sumber]

Kereta api pulp TEL
CC203 Loco of TEL.jpg
Kereta api barang pulp TEL no. 3170 ditarik traksi ganda Lokomotif CC203.
Info
Kelas KA Barang
Status Beroperasi
Lokal

Divisi Regional III Palembang

Divisi Regional IV Tanjungkarang
Stasiun terminus Tarahan
Niru
Rute pelayanan 1
Nomor KA 3184 (muatan pulp, NRU - X6)
3181 (muatan pulp, X6 - THN)
3182 (muatan kayu, THN - X6)
3183 (muatan kayu, X6 - NRU)
Operasional
Pemilik PT Tanjung Enim Lestari
PT Kereta Api Indonesia
Operator

Divisi Regional III Palembang

Divisi Regional IV Tanjungkarang
Karakteristik jalur KA rute dari Niru membawa isi bubur kertas/pulp, sementara KA rute dari Tarahan membawa kayu sebagai bahan baku industri bubur kertas/pulp.
Depot Lokomotif:
Tanjungkarang (TNK)
Kertapati (KPT)
Gerbong:
Tanjungkarang (TNK)
Sarana yang dijalankan CC202, CC203, CC204
Teknis
Jarak tempuh 350 km
Lebar sepur 1.067 mm
Kecepatan operasi 40 s.d. 80 km/jam

Di Sumatera, kereta api pulp yang beroperasi hanyalah kereta api pulp TEL yang dioperasikan kerja sama antara PT KAI dengan PT TEL.

PT TEL bergerak di bidang produksi bubur kertas sebagai bahan baku pembuatan kertas dan tissue yang berlokasi di Sumatera Selatan ini memiliki gudang dan dermaga sendiri di Stasiun Tarahan. Untuk kelancaran pengiriman pulp dari pabriknya yang berada di Stasiun Niru, Muaraenim ke Tarahan untuk ekspor dan pemasaran di dalam negeri, maka pengangkutan dengan kereta api jauh lebih efisiensi.

PT TEL per tahunnya rata-rata produksi 420 ribu ton bubur kertas yang berasal dari sekitar 2,4 juta kubik kayu gelondongan yang dipasok PT Musi Hutan Persada. PT TEL mengekspor sebanyak 85 persen pulp dan sebagian sisanya dipasarkan di dalam negeri, seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang. Negara tujuan ekspor utama meliputi Asia Pasifik seperti: Jepang, Korea, Taiwan, Tiongkok, India, Bangladesh, dan Asia Selatan.[2]

Rangkaian[sunting | sunting sumber]

Frekuensi kereta api pulp adalah 2 kali dengan relasi Niru-Tarahan pergi-pulang (pp) per hari. Namun dengan alasan adanya perbedaan alur penomoran KA dari arah Tanjung Karang dan Kertapati yang menyebabkan terjadinya persilangan KA sesama nomor ganjil/genap dengan arah berbeda, sehingga sangat berpotensi menyebabkan kebingungan PPKA stasiun pada jalur Simpang X5 - Stasiun Niru yang melayani perjalanan KA dari arah Tanjung Karang dan Kertapati. Sehingga pada GAPEKA 2015 ditetapkan penomoran parsial perjalanan KA pulp dengan perubahan ganjil ke genap atau sebaliknya terjadi di simpang X6 sebagai berikut[3]:

  • 3184 (Niru - Simpang X6) membawa pulp/bubur kertas.
  • 3181 (Simpang X6 - Tarahan) membawa pulp/bubur kertas.
  • 3182 (Tarahan - Simpang X6) membawa gelondongan kayu untuk bahan baku pembuatan pulp.
  • 3183 (Simpang X6 - Niru) membawa gelondongan kayu untuk bahan baku pembuatan pulp.

Jika dilihat sesuai rencana awal dari PT TEL, setiap satu rangkaian kereta api pulp ini selalu menggunakan dua lokomotif CC203 milik PT TEL sendiri yang kini ber-livery hijau yang khas, karena lokomotif CC203 yang dimiliki PT TEL seringkali diforsir pada awal pengoperasiannya, maka lokomotif tersebut sering terjadi kerusakan.

Karena CC203 kurang andal dalam menarik barang, sehingga harus selalu digunakan skema traksi ganda, selain itu setelah CC203 milik PT TEL sering mengalami gangguan, maka lokomotif CC202 dan CC204 secara bergantian berdinas kereta api pulp ini untuk membantu mengurangi frekuensi dinas yang dilakukan lokomotif CC203 sebelumnya. Selain itu karena lokomotif CC202 dan CC204 lebih handal dalam menarik barang, sehingga cukup digunakan traksi tunggal yang berararti lebih efisien dalam menggunakan bahan bakar.

Untuk menampung pulp digunakanlah gerbong tertutup (GT) dan muatan kayu ditampung di gerbong terbuka (GB) "perahu" eks babaranjang, ataupun menggunakan gerbong datar (GD) 50 ton yang telah dimodifikasi oleh Balai Yasa Lahat ( BY LT ).

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]