Stasiun Tarahan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Tarahan
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun THN.png
  • Singkatan: THN
  • Nomor: -
AlamatAH 25 Jalan Soekarno Hatta/Raya Lintas Sumatra
Srengsem, Panjang, Bandar Lampung
Lampung 35242
Ketinggian+5 m
Letakkm 6+821 lintas Pos km 3 Pidada–Tarahan[1]
OperatorDivisi Regional IV Tanjungkarang
Konstruksi
Jumlah jalur7 (jalur 2: sepur lurus)
Informasi lain
Kelas stasiunBesar tipe C[2]
Tipe persinyalanElektrik tipe modular block interface system Len
Sejarah
Dibuka1986
Layanan
Angkutan batu bara rangkaian panjang (babaranjang) dan pulp/kayu
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun Tarahan (THN) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak pada ketinggian +5 meter; termasuk ke dalam Divisi Regional IV Tanjungkarang. Walaupun stasiun ini bernama Tarahan (suatu desa di Kabupaten Lampung Selatan), stasiun ini terletak pada wilayah administratif Kelurahan Srengsem, Panjang, Bandar Lampung. Lokasi stasiun memang berada di dekat perbatasan kedua desa/kelurahan tersebut. Stasiun ini memiliki tujuh jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus, serta sebuah sepur belok di sebelah barat laut stasiun untuk mengontrol perjalanan KA babaranjang dan angkutan pulp.

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api pertama di Lampung yang menggunakan persinyalan elektrik, diproduksi oleh PT Len Industri.[3]

Stasiun ini merupakan stasiun akhir perjalanan KA babaranjang dan Pulp, sekaligus stasiun paling selatan di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, dan pulau Sumatra. Ke arah selatan, jalur KA membentuk lingkaran (loop) melalui Rotary Car Dumper (RCD), RCD adalah alat yang dirancang khusus untuk membongkar muatan gerbong batu bara hanya dengan memutar gerbong tanpa harus melepas alat perangkai karena sumbu perangkai dirancang dapat berputar saat proses pembongkaran muatan dengan RCD. Saat ini, telah beroperasi dua unit RCD yang dikelola sepenuhnya oleh PT Bukit Asam.[4][5]

Di stasiun ini terdapat dipo lokomotif yang melayani stabling, perawatan, dan perbaikan lokomotif. Serta terdapat emplasemen pergudangan milik PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper (PT TEL) yang masih dikendalikan PPKA Stasiun Tarahan, digunakan untuk melakukan bongkar pulp dan memuat bahan baku pulp (kayu) milik PT TEL.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "Stasiun-stasiun di Lintas KA Babaranjang". Kementerian BUMN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-19. 
  4. ^ Wijaya, A. "Rp2 triliun untuk pelabuhan batu bara Tarahan". Antara News Lampung. Diakses tanggal 2019-04-19. 
  5. ^ "Pelabuhan Tarahan Lampung Punya Tiga Dermaga". sentananews.com. Diakses tanggal 2019-04-19. 
  6. ^ "ANGKUTAN BARANG PT.KERETA API INDONESIA (PERSERO)". cargo.kai.id. Diakses tanggal 2019-04-19. 
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sukamenanti
ke arah Pidada
Percabangan menuju Tarahan Terminus

Koordinat: 5°30′24″S 105°20′20″E / 5.506666°S 105.338888°E / -5.506666; 105.338888