Kereta api batu bara Kertapati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Batu Bara Kertapati (KA KPT)
KA KPT 50 ton by Rahman.jpg
KA KPT dengan gerbong 50 ton ditarik Lokomotif CC204.
Ikhtisar
SistemKereta api Barang
StatusBeroperasi
LokasiDivisi Regional III Palembang
TerminusKertapati
Tanjungenim Baru
Layanan1
Operasi
PemilikPT Bukit Asam
OperatorPT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang
DepotLokomotif:
Kertapati (KPT)
Gerbong:
Kertapati (KPT)
Tanjungenim Baru (TMB)
RangkaianCC204
CC206 Batch 2
Data teknis
Panjang lintas164 km
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasiMaksimal 55 km/jam
Jumlah rute3101 s.d 3118

Kereta api batu bara Kertapati (yang berikutnya disebut KA KPT saja) merupakan kereta api yang mengantarkan batu bara dari tambang PT Bukit Asam (PT BA) di Tanjungenim Baru ke Dermaga Kertapati (Palembang). Jika dibandingkan dengan babaranjang yang juga mengawali perjalanan dari Tanjungenim Baru, KA ini rangkaiannya lebih pendek dan jenis gerbongnya lebih bervariasi dengan lokomotif penariknya menggunakan CC204 yang sudah ditetapkan sebagai penarik tetapnya. Dahulu sebelum CC204 batch 2 semuanya didatangkan ke Divisi Regional III Palembang, KA KPT biasanya cukup menggunakan lokomotif seri CC201 atau diperbantukan seri CC202 yang telah selesai berdinas babaranjang. Kedepannya, lokomotif CC206 batch 2 juga akan menarik kereta ini.

Pengoperasian[sunting | sunting sumber]

KA KPT beroperasi dari Tanjungenim Baru ke Kertapati ditempuh sejauh 164 km dengan waktu sekitar 5 jam. Dalam sehari, ada 8 KA yang mengangkut batubara dari Tanjungenim ke Kertapati, serta 8 KA ke arah sebaliknya (kosongan). Sehingga total 16 perjalanan per hari.

Berbeda dengan pembongkaran di Tarahan, pembongkaran di Kertapati dilakukan secara manual/bottom loading dengan membuka penutup gerbong KKBW (GB) bagian samping. Untuk memasukkan rangkaian ke jalur pembongkaran, lokomotif harus berpindah posisi untuk mendorong mundur rangkaian ke Apron Feeder (bak penampung bongkaran batubara). Selanjutnya batubara diolah lagi dan dikirim menggunakan kapal tongkang untuk keperluan ekspor dan pasokan ke Suralaya dan Cilegon, serta diekspor ke luar negeri.[1]

Stamformasi[sunting | sunting sumber]

Sepanjang sejarah, KA KPT diangkut dengan jenis bervariasi sebagai berikut:

  • KKBW (GB) "perahu" eks babaranjang modifikasi 50 ton.
  • KKBW (GB) buatan Rumania 30 ton.
  • KKBW (GB) eks Ombilin 25 ton. (tidak dipakai lagi dengan alasan efisiensi rendah)

Ringkasan stamformasi ada sebagai berikut:

Jenis KA Lokomotif penarik Estimasi jumlah gerbong per rangkaian
KPT 50 ton Satu buah lokomotif CC204/CC206 ±17 - 30 KKBW (GB) "perahu" eks babaranjang.
KPT 30 ton Satu buah lokomotif CC204/CC206 ±40 KKBW (GB) buatan Rumania.
KPT 25 ton
(tidak beroperasi karena efisiensi rendah)
Satu buah lokomotif CC201 ±20 - 25 KKBW (GB) eks Ombilin.
KPT Super
(tidak beroperasi)
Dua buah lokomotif CC204 ±50 KKBW kapsul (GB) "perahu" eks babaranjang.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]