Kereta api batu bara rangkaian panjang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Babaranjang)
Lompat ke: navigasi, cari
Kereta api Batu Bara Rangkaian Panjang (KA Babaranjang)
EMD GT38ACe, in action closely captured.jpg
KA Babaranjang dihela CC205
Info
Kelas KA Barang
Sistem Cost Insurance Freight (CIF)
Status Beroperasi
Lokal Divisi Regional III Palembang
Divisi Regional IV Tanjungkarang
Stasiun terminus Tarahan
Tanjungenim Baru
Jumlah stasiun 57
Rute pelayanan 1
Nomor KA 3001 - 3040 (THN - X6 atau sebaliknya)
3041 - 3080 (X6 - TMB atau sebaliknya)
Operasional
Dibuka 1 Oktober 1986[1]
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
PT Tambang Batubara Bukit Asam
Operator PT Kereta Api Indonesia (Divisi Regional III Palembang dan Divisi Regional IV Tanjungkarang)
Depot Lokomotif:
Tanjungkarang (TNK)
Kertapati (KPT)
Gerbong:
Tanjungenim Baru (TMB)
Rejosari (RJS).
Sarana yang dijalankan CC202, CC204, CC205, CC206
Teknis
Jarak tempuh 420 km
Lebar sepur 1.067 mm
Kecepatan operasi 40 s.d. 80 km/jam

Kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) adalah kereta api jenis barang yang mengangkut batu bara milik PT Tambang Batubara Bukit Asam, sebagai wujud kerja sama antara Bukit Asam dengan PT Kereta Api Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini diluncurkan sebagai realisasi proyek Kelompok Proyek Pengembangan Pengangkutan Batu Bara Kereta Api (KP3BAKA), dan pada akhirnya, kereta api disepakati sebagai angkutan utama batu bara relasi Tanjungenim-Tarahan yang sekarang dikenal dengan sebutan Babaranjang.[2]

Angkutan kereta api dari Tanjung Enim dan Baturaja menuju Pelabuhan Tarahan menggunakan sistem cost insurance freight (CIF). Artinya, batu bara yang diangkut merupakan tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia.

Karena kondisi jalan lintas Sumatera dan angkutan sungai di Sumatera Selatan tidak layak yang terutama pada Sungai Musi, transportasi dapat terhambat karena sedimentasi sungai tersebut, sehingga kereta api menjadi pilihan utama untuk mengangkut batu bara produksi dari PT Bukit Asam.[3]

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Adapun KA Babaranjang ini berguna untuk memasok batu bara untuk PLTU Suralaya di Banten yang merupakan salah satu pemasok listrik utama di Pulau Jawa. Sebab, batu bara sebagai bahan bakar PLTU tersebut, selama ini memang sepenuhnya dipasok Bukit Asam. Dari Tanjung Enim, batu bara diangkut Babaranjang ke Tarahan, seterusnya dibawa dengan kapal ke Suralaya.

Diperkirakan, KA Babaranjang ini menjadi tambang uang PT Kereta Api Indonesia (KAI), karena kabarnya, laba yang diraup oleh PT.KAI dari angkutan batu bara di Sumatera ini setiap tahunnya dapat menutup biaya operasional KA-KA penumpang di Pulau Jawa.[3]

Stamformasi dan perjalanan KA[sunting | sunting sumber]

Frekuensi rata-rata Kereta Babaranjang adalah 40 kali dengan relasi Tanjungenim Baru-Tarahan pergi-pulang (pp) per hari. Namun dengan alasan adanya perbedaan alur penomoran KA dari arah Tanjung Karang dan Kertapati yang menyebabkan terjadinya persilangan KA sesama nomor ganjil/genap dengan arah berbeda, sehingga sangat berpotensi menyebabkan kebingungan PPKA stasiun pada jalur Simpang X5 - Stasiun Tanjungenim Baru yang melayani perjalanan KA dari arah Tanjung Karang dan Kertapati. Sehingga pada GAPEKA 2015 ditetapkan penomoran parsial perjalanan KA babaranjang dengan perubahan ganjil ke genap atau sebaliknya terjadi di simpang X6 sebagai berikut[4]:

  • 3001 - 3040 (Tarahan - Simpang X6 atau sebaliknya)
Nomor ganjil untuk arah KA yang menuju Tarahan.
Nomor genap untuk arah KA yang menuju Tanjungenim Baru.
Nomor ganjil untuk arah KA yang menuju Tanjungenim Baru.
Nomor genap untuk arah KA yang menuju Tarahan.

Namun dikarenakan kode baru pada GAPEKA 2015 ini masih sedikit membingungkan, terutama di pos-pos perlintasan sebidang, maka khusus untuk KA ini, terkadang masih diberi tambahan huruf "B" di depannya (misalnya B 3001-B 3040), sebagai pembeda antara KA Babaranjang dengan KA barang lain.

Setiap satu rangkaian Kereta Babaranjang ini biasanya memerlukan dua lokomotif untuk menggerakkan rangkaian sebab panjang dan beratnya. Berdasarkan jumlah gerbong yang ditarik dalam satu rangkaian, babaranjang dapat dibedakan menjadi dua jenis [5] yaitu:

Jenis KA Lokomotif penarik Estimasi jumlah gerbong per rangkaian
BBR Suralaya
(Historis)
Tiga buah lokomotif BB203 Tidak diketahui.
BBR reguler Dua buah lokomotif CC202
Dua buah lokomotif CC204
±40 hingga ±50 gerbong terbuka (GB)
BBR super Dua buah lokomotif CC205
Tiga buah lokomotif CC202
Tiga buah lokomotif CC204
Tiga buah lokomotif CC206
±60 hingga ±70 gerbong terbuka (GB)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Rangkaian KA terpanjang di ASEAN Mulai Operasi". Pikiran Rakyat. Oktober 1986. 
  2. ^ Majalah Kereta Api, tahun dan edisi tidak diketahui
  3. ^ a b Kompasiana: Babarajang Rangkaian Kereta Api Terpanjang di Indonesia
  4. ^ PPK No. 8 Divre III Sumsel-Lampung KAI
  5. ^ Semboyan 35: Babaranjang. hlm. 2