Stasiun Kapas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Kapas
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun KPS.png
  • Singkatan: KPS
  • Nomor: 4401
Sta-KPS 03-2015.JPG
Bangunan baru Stasiun Kapas, 2015
AlamatKapas, Kapas, Bojonegoro
Jawa Timur
Koordinat7°11′57″S 111°56′00″E / 7.199149°S 111.933346°E / -7.199149; 111.933346Koordinat: 7°11′57″S 111°56′00″E / 7.199149°S 111.933346°E / -7.199149; 111.933346
Ketinggian+20 m
Letakkm 131+272 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi[1]
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Konstruksi
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peronSatu peron sisi yang cukup tinggi
Fasilitas
  • Parkir
  • Toilet
  • Musala
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[2]
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring, melayani pemesanan langsung di loket untuk KA lokal.
Layanan
Ekonomi Lokal/KRD Bojonegoro
Operasi
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Bojonegoro
Terminus
KRD Bojonegoro
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Sumberejo
ke arah Sidoarjo
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun Kapas (KPS) (bahasa Jawa: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦏꦥꦱ꧀, translit. Sêtasiyun Kapas) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kapas, Kapas, Bojonegoro. Stasiun ini cukup mudah dijangkau karena terletak di dekat Jalan Raya Babat-Bojonegoro. Stasiun yang terletak pada ketinggian +20 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya.

Awalnya stasiun ini menggunakan sistem persinyalan mekanik dan memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen Bojonegoro-Babat resmi dioperasikan mulai pertengahan April 2014[3], ketiga jalur tersebut sedikit digeser dari posisinya semula yang mengakibatkan bangunan lama stasiun ini harus dibongkar dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar, kemudian ditambahkan satu jalur belok baru di sisi barat daya stasiun sehingga jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Semarang saja, sedangkan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Surabaya. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.[4]

Dahulu ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Sumberejo, terdapat Halte Balen dan Halte Besuki yang kini sudah tidak aktif.[5]

Hanya satu kereta api yang berhenti di stasiun ini, yaitu KA Ekonomi Lokal/KRD Bojonegoro.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Ekonomi Lokal/KRD Bojonegoro, tujuan Bojonegoro dan tujuan Surabaya bersambung Sidoarjo (lokal ekonomi)

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Kapas per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
476/477 Ekonomi Lokal/KRD Bojonegoro Bojonegoro (BJ) Lokal Ekonomi 12.52 12.54
478/479 Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Sidoarjo (SDA) 13.53 13.55

Insiden[sunting | sunting sumber]

PLH Kapas[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 23 Januari 2009, terjadi tabrakan kereta api Rajawali dengan kereta api peti kemas Antaboga di stasiun ini, tepatnya di jalur 1. Masinis KA Antaboga tewas akibat kecelakaan tersebut. Kecelakaan terjadi diduga karena keteledoran masinis dan asisten masinis KA Rajawali, yaitu melanggar sinyal masuk ketika aspek (isyarat) sinyal masih menandakan bahaya. Petugas PPKA tidak memindahkan wesel ke jalur 2 yang masih kosong. Tabrakan tidak mampu dihindari lagi. Dari kejadian ini, tercatat bahwa masinis kereta api peti kemas Antaboga dan asistennya tewas terjepit dalam kondisi lokomotif yang ringsek.[6]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Aziz, Abd (2014-04-22). "Rel jalur ganda Surabaya-Bojonegoro tersambung 55 km". Antara News. Diakses tanggal 2020-04-18. 
  4. ^ Ritonga, Efri NP (2014-05-09). "Rel Ganda Tersambung, Bulan Depan Kereta Ditambah". Tempo. Diakses tanggal 2018-04-11. 
  5. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1931. hlm. 168–171. 
  6. ^ Kompas.com: KA Rajawali Tabrak KA Antaboga
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bojonegoro
ke arah Gambringan
Gambringan–Surabaya Pasarturi Sumberejo