Babat, Lamongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Babat
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenLamongan
Pemerintahan
 • CamatJohnny Indrianto, STP
Populasi
 • Total90,434 jiwa
Kode Kemendagri35.24.05 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS3524100 Edit nilai pada Wikidata
Luas63,39 km²
Desa/kelurahan21 desa, 2 kelurahan, 47 dusun

Babat adalah sebuah kota kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 27 Kilometer dari Pusat Kota Lamongan ke arah barat, dan 74 Kilometer dari Pusat Kota Surabaya ke arah barat. Kecamatan ini mendapat julukan "Kota Wingko", kue khas Jawa Timur yang cukup legendaris dan memang asli berasal dari kecamatan ini.

Kecamatan ini berada pada persimpangan antara jalur utama lintas utara Pulau Jawa Jakarta–Surabaya dan jalan provinsi Babat–Jombang, serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro.

Jejak bangunan peninggalan era kolonial juga masih bisa terlihat sampai saat ini, dikarenakan Kecamatan Babat pernah menjadi pusat ibu kota Kabupaten Lamongan pada era Hindia Belanda. Selain itu kota ini juga pernah menjadi saksi bisu kekejaman Agresi Militer Belanda I & II.

Pusat Perdagangan dan kesehatan[sunting | sunting sumber]

Pasar Besar Babat & Pasar Argobis Semando merupakan kawasan grosir bagi 4 kota/kabupaten untuk memperoleh komoditas perdagangan terutama hasil-hasil pertanian. Selain itu terdapat beberapa pasar pendukung seperti pasar plaosan, pasar Moropelang dan Pasar Gembong

Kota Babat juga mempunya beberapa Rumah Sakit RS Muhammadiyah Babat, RSNU Babat, RSUD Karangkembang Babat, dan RSU Permata Bunda Babat. Selain itu terdapat 2 Puskesmas yakni Puskesmas Moropelang dan Babat.

Transportasi Umum[sunting | sunting sumber]

Desa/ kelurahan[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Sekaran dan Tuban
Timur Pucuk
Selatan Modo, Lamongan Dan Kedungpring, Lamongan
Barat Bojonegoro

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]