Lompat ke isi

Kereta api Bukit Serelo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Bukit Serelo
BS
Kereta api Bukit Serelo di Stasiun Tebing Tinggi (Empat Lawang)
Ikhtisar
Nama lainKereta api Serelo
JenisEkonomi
SistemKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
LokalDivre 3 Palembang
TerminusKertapati
Lubuk Linggau
Stasiun12
Layanan1
Operasi
Dibuka2000
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorDivisi Regional III Palembang
DepoKertapati
RangkaianCC201
CC204
Data teknis
Panjang lintas304,9 km
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60–90 km/jam
Jumlah ruteS9-S10
Peta rute
Lubuk Linggau
BS10 SM06
Kota Padang
BS09
Muara Saling
BS08
Tebing Tinggi
BS07 SM05
Bunga Mas
BS06
Lahat
BS05 SM04
Muara Enim
BS04 SM03
R menuju Tanjungkarang
Prabumulih
BS03 SM02 R03 S02
Payakabung
BS02 R02
Kertapati
K01 BS01 SM01 R01 S01

Keterangan:
  • Nama stasiun yang dicetak miring menandakan bahwa stasiun tersebut tidak melayani naik dan turunnya penumpang dari kereta api apapun.
  •   menandakan perhentian bagi kereta api Sindang Marga dan Bukit Serelo.
  •   menandakan perhentian hanya bagi kereta api Bukit Serelo.

Kereta api Bukit Serelo merupakan layanan kereta api kelas ekonomi yang melayani relasi KertapatiLubuk Linggau, Sumatera Selatan. Sebelum KA Bukit Serelo dioperasikan, pernah ada KA kelas campuran eksekutif, bisnis dan ekonomi dengan nama KA Bukit Sulap yang berjalan pada siang hari. Namun, pelayanan KA Bukit Sulap dipecah menjadi KA Serelo untuk kelas ekonomi yang berjalan pada siang hari dan Sindang Marga untuk kelas eksekutif dan bisnis yang berjalan di malam hari.

Nama kereta api ini diambil dari nama perbukitan di bagian barat Sumatera Selatan, yakni Bukit Serelo. Perbukitan ini terletak di Desa Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat.

Pada 6 Juli 2005, sekitar pukul 14.45 WIB, dua kereta api Bukit Serelo dengan nomor S7 dan S8 bertabrakan di Stasiun Banjarsari. Pada awalnya, pukul 14.00, KA S7 dengan lokomotif CC201 tujuan Stasiun Lubuk Linggau berhenti di emplasemen stasiun untuk menunggu bersilang dan tukar lokomotif dengan KA S8 yang ditarik lokomotif BB203 tujuan Stasiun Kertapati. Setelah 45 menit, KA S8 datang dan seharusnya berhenti di sinyal masuk yang berkedudukan tidak aman, tetapi kereta tersebut justru tetap melaju hingga menabrak KA S7, menyebabkan salah satu kereta dari KA S7 anjlok sebanyak 2 as roda. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, tetapi sebanyak 25 orang mengalami luka-luka.[1]

Pada 21 November 2006, sekitar pukul 09.00 WIB, 4 kereta terakhir dari kereta api Bukit Serelo anjlok di jembatan Sungai Sibujuk, Lubuk Linggau. Sebanyak 3 kereta ekonomi anjlok dan 1 kereta ekonomi terjatuh ke sungai. Akibat kecelakaan ini, sebanyak 9 orang meninggal dunia dan 22 lainnya mengalami luka-luka.[2][3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Dua KA Serelo Tabrakan di Banjarsari" (PDF). Sriwijaya Post. 12-10-2005. Diakses tanggal 03-10-2024. {{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  2. Liputan6.com (2006-11-21). "Tujuh Penumpang KA Serelo Tewas". liputan6.com. Diakses tanggal 2024-11-07.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. Liputan6.com (2006-11-21). "Tiga Gerbong Kereta Serelo Berhasil Dievakuasi". liputan6.com. Diakses tanggal 2024-11-07.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]