Kereta api batu bara Sukacinta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Batu Bara Sukacinta (KA SCT)
KA Sukacinta by Ivan Juli 2015.jpg
KA Sukacinta super ditarik traksi ganda Lokomotif CC204.
Ikhtisar
SistemKereta api Barang
StatusBeroperasi
LokasiDivisi Regional III Palembang
TerminusKertapati (PT BAU dan PT BMSS)
Simpang (PT. RMK)
Sukacinta
Layanan2
Operasi
Dibuka2011 (PT BAU)
2012 (PT BMSS)
2016 (PT. RMK)[1]
PemilikPT Bara Alam Utama (PT BAU)
PT Bara Multi Sugih Sentosa (PT BMSS)
PT RMK Energy (PT RMK)
OperatorPerjalanan:
PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang
Logistik bongkar muat barang:
PT Kereta Api Logistik
DepotLokomotif: Kertapati (KPT)
Gerbong: Kertapati (KPT)
RangkaianCC206
Data teknis
Panjang lintas179 km
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasiMaksimal 55 km/jam
Jumlah rute3121 s.d 3132

Kereta api batu bara Sukacinta (biasa disebut KA SCT/"Cinto" untuk komunikasi lisan pegawai via HT) adalah kereta api jenis barang yang mengangkut batu bara milik PT BAU dan PT BMSS, sebagai wujud kerja sama antara perusahaan tambang swasta dengan PT Kereta Api Indonesia dengan anak perusahaan PT Kereta Api Logistik (PT KALOG).[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

KA Sukacinta (selanjutnya disebut KA SCT saja) merupakan sebutan kereta api batubara milik dua perusahaan swasta, yaitu PT Bara Alam Utama (PT BAU) dan PT Bara Multi Sugih Sentosa (PT BMSS). Adapun demikian, kedua perusahaan memiliki kerja sama dengan PT KALOG berbeda tahun, yaitu PT BAU yang memulai kerjasama pada tahun 2011, dan PT BMSS pada tahun 2012.[3]

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Adapun KA SCT ini berguna untuk mengantarkan batu bara dari daerah Sukamarga, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan untuk diekspor ke luar negeri melalui dermaga Kertapati. Berkat adanya dua perusahaan tambang yaitu PT Bara Alam Utama dan PT Bara Multi Sugih Sentosa yang menjadi pengguna jasa kereta api untuk mengangkut batu bara hasil tambang keduanya, stasiun Sukacinta yang dulunya hanya berupa stasiun kecil biasa berubah menjadi stasiun besar yang memiliki basis pemuatan batu bara milik swasta, ditandai dengan dibangunnya spoor belok (spoor 1 dan 3) sepanjang 600 meter.

Penanganan Muatan[4][sunting | sunting sumber]

Pemuatan batu bara di stasiun Sukacinta (foto oleh PT KALOG).
  • Stasiun dan storage yard Sukacinta - Lahat: Operator logistik melakukan kegiatan bongkar/muat dan penataan batu bara dari armada truk ke storage yard, lalu dimuatkan ke kontainer modifikasi di kereta api.
  • Stasiun dan storage yard Kertapati - Palembang: Operator logistik melakukan pembongkaran batu bara dengan gantry crane untuk dibawa dengan dump truck dari kereta api menuju storage yard Kertapati, kemudian dilakukan pemuatan batu bara dari storage yard ke tongkang dengan mengintegrasikan alat berat seperti misalnya conveyor belt, dump truck, excavator, dozer, dan wheel loader.

Stamformasi dan perjalanan KA[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan GAPEKA 2017, frekuensi rata-rata KA SCT adalah 12 kali dengan relasi Sukacinta - Kertapati/Stasiun Simpang atau sebaliknya bernomor 3121 s.d 3132, dimana semuanya memiliki rangkaian dengan jumlah 60 gerbong datar (GD) bermuatan maksimum 50 ton dari INKA.

KA SCT biasa dengan traksi tunggal lokomotif CC204 semasa masih beroperasi.

Secara lebih ringkas stamformasi ditampilkan dalam tabel berikut:

Jenis KA Lokomotif penarik Estimasi jumlah gerbong per rangkaian
SCT biasa
(tidak beroperasi lagi)
Satu buah lokomotif CC204 35 gerbong datar (GD) dengan kontainer modifikasi.
SCT super (reguler) Dua buah lokomotif CC204 atau CC206 Batch 2 60 gerbong datar (GD) dengan kontainer modifikasi.

Trivia[sunting | sunting sumber]

KA SCT ini merupakan salah satu dari KA barang terpanjang di Indonesia bersama babaranjang karena panjang rangkaiannya mampu membawa 60 gerbong kontainer modifikasi batubara. Namun dari segi beban dan kecanggihan bongkar-muat, KA SCT masih kalah jika dibandingkan babaranjang yang sudah beroperasi sejak 1986. Disebabkan karena hal berikut:

  • KA SCT super yang saat ini berjalan merupakan campuran GD kapasitas 50 ton dan 40 ton (yang merupakan eks KA SCT biasa). Berbeda dengan babaranjang yang sejak awal beroperasi selalu berjalan dengan GB kapasitas 50 ton. Sehingga kapasitas angkut lebih besar pada babaranjang.
  • KA SCT memuat dan membongkar batu bara secara manual dengan bantuan alat berat, berbeda dengan babaranjang dalam hal ini sudah serba otomatis karena sudah dimuat dengan TLS (Train Loading System) dan dibongkar dengan RCD (Rotary Car Dumper).
  • KA SCT menggunakan GD 40/50 ton biasa yang dipasang kontainer modifikasi batu bara, berbeda dengan babaranjang yang menggunakan GB khusus yang dapat diputar dengan RCD (Rotary Car Dumper).

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]