Stasiun Benowo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Benowo
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun BNW.png
  • Singkatan: BNW
  • Nomor: 4419
Stasiun Benowo 2020.jpg
Peron Stasiun Benowo, 2020
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KotaSurabaya
KecamatanPakal
KelurahanBenowo
Kode pos60195
Koordinat7°14′03″S 112°36′55″E / 7.234034°S 112.615165°E / -7.234034; 112.615165Koordinat: 7°14′03″S 112°36′55″E / 7.234034°S 112.615165°E / -7.234034; 112.615165
Sejarah
Dibuka1903
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Kelas stasiunIII/kecil[1]
Ketinggian+3 m
Letak[2]km 215+801 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi
LayananKomuter Surabaya-Lamongan (SuLam) dan Ekonomi Lokal/KRD Bojonegoro
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
menuju Lamongan
Komuter SuLam
Lamongan–Surabaya Pasarturi, p.p.
menuju Bojonegoro
KRD Bojonegoro
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
menuju Sidoarjo
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau (antara jalur 1 dan 2) yang sama-sama rendah; peron pulau sengaja dibangun miring)
Tipe persinyalan
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya
Toilet: Ya

Stasiun Benowo (BNW) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Benowo, Pakal, Surabaya. Sebenarnya stasiun ini dulunya berada di daerah Kecamatan Benowo, tetapi karena ada pemisahan wilayah kecamatan tersebut sekitar tahun 2000, kini stasiun ini berada di daerah Kecamatan Pakal. Stasiun yang terletak pada ketinggian +3 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan merupakan stasiun KA yang lokasinya paling barat di Kota Surabaya.

Awalnya stasiun ini menggunakan sistem persinyalan mekanik dan hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen Babat-Kandangan resmi dioperasikan mulai awal Mei 2014[3], terdapat masing-masing satu jalur lurus dan jalur belok baru di sisi utara stasiun sehingga jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Surabaya saja, sedangkan jalur lurus baru tersebut menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus hanya untuk arah Semarang. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.

Seperti Stasiun Tandes, Stasiun Benowo juga merupakan stasiun lengkung dengan jalur yang menikung dan memiliki peron tengah yang sengaja dibuat miring yang bertujuan untuk menyesuaikan tinggi peron dengan pintu kereta yang miring karena berada di jalur yang menikung dan juga agar kereta api yang melintas langsung tetap dapat melaju cepat di tikungan.

Dahulu ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Kandangan, terdapat Halte Semimi yang kini sudah tidak aktif.[4]

Di dekat stasiun ini terdapat Stadion Gelora Bung Tomo yang merupakan stadion terbaru dan termegah di Kota Surabaya.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Papasan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

KA Komuter Surabaya-Lamongan (SuLam) tujuan Lamongan (KA 399) berpapasan dengan KA Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya (KA 4) dan kemudian disusul KA Harina tujuan Cikampek bersambung Bandung (KA 129/132) yang keduanya melintas langsung.

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Benowo per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
397 Komuter Surabaya-Lamongan (SuLam) Lamongan (LMG) Komuter Ekonomi AC 04.50 04.52
398 Surabaya Pasarturi (SBI) 06.37 06.39
476/477 Ekonomi Lokal/KRD Bojonegoro Bojonegoro (BJ) Lokal Ekonomi AC 11.14 11.16
478/479 Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Sidoarjo (SDA) 15.46 15.48
399 Komuter Surabaya-Lamongan (SuLam) Lamongan (LMG) Komuter Ekonomi AC 16.55 17.10
400 Surabaya Pasarturi (SBI) 18.57 18.59

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 25 Maret 2004, kereta api Kertajaya relasi Surabaya Pasar Turi-Jakarta Pasar Senen anjlok sebelum memasuki Stasiun Benowo di daerah Raci, Benowo, Surabaya karena ia berjalan di luar jalur yang mengakibatkan sepuluh penumpang luka.[5][6]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "Rel Ganda Tersambung, Bulan Depan Kereta Ditambah". Tempo.co. 2014-05-09. Diakses tanggal 2020-04-19. 
  4. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1931. hlm. 168–171. 
  5. ^ Fokus Indosiar: Enam kecelakaan KA dalam 3 Bulan
  6. ^ "KA Kertajaya Anjlok di Benowo, 10 Luka". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2004-03-25. Diakses tanggal 2019-10-07. 
Stasiun sebelumnya   Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
menuju Gambringan
Gambringan–Surabaya Pasarturi