Stasiun Sragen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Sragen
Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SR.png
Stasiun Sragen 2020.jpg
Pintu masuk Stasiun Sragen, 2020
LokasiJalan Salak No. 1
Sragen Kulon, Sragen, Sragen, Jawa Tengah 57251
Indonesia
Ketinggian+86 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VI Yogyakarta
Letak dari pangkalkm 233+761 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama tinggi, namun tidak ada peron pulau di antara jalur 2 dan 3)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • SR
  • 4005
[2]
KlasifikasiII[2]
Sejarah
Dibuka1 Maret 1884
Nama sebelumnyaHalte Modjo Sragen
Operasi layanan
Gaya Baru Malam Selatan, Brantas, Ranggajati, Wijayakusuma, Bangunkarta, Malioboro Ekspres, Mutiara Timur, Logawa, Majapahit (arah Malang), Jayakarta, Kahuripan, Pasundan (reguler & tambahan), Sri Tanjung, serta Parcel ONS (Tengah dan Selatan)
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Pusat informasi Musala Toilet Isi baterai 
Tipe persinyalan
Diagram lintasan stasiun
ke Masaran
Jl. K.H. Agus Salim
Jl. Kartini
Jl. P.
Jl. Wage Rudolf
Diponegoro
Soepratman
Jl. Veteran
ke Kebonromo
Lokasi pada peta

Stasiun Sragen (SR), pada masa kolonial bernama Stasiun Modjo Sragen, adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Sragen Kulon, Sragen, Sragen dan termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta. Stasiun ini berjarak sekitar 50 meter ke arah selatan dari jalan raya SoloNgawi; berdekatan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Sragen dan Pasar Bunder.

Stasiun ini pernah diberi nama Modjo Sragen pada masa Hindia Belanda karena terdapat pabrik gula Mojo di selatan kawasan stasiun.[3] Stasiun ini juga dirancang supaya dapat memudahkan pengiriman produk tetes tebu dari pabrik gula. Pabrik gula tersebut dikuasai oleh Perkebunan Nusantara IX.[4]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Emplasemen Halte Modjo-Sragen sekitar tahun 1880-an
Stasiun Sragen setelah mengalami penambahan kanopi serta peninggian peron, 2021

Stasiun Sragen memiliki empat jalur kereta api, pada awalnya hanya jalur 1 yang merupakan sepur lurus, sementara jalur 4 dijadikan jalur langsir menuju ke gudang. Setelah jalur ganda ruas PalurKedungbanteng dioperasikan sejak 5 Maret 2019,[5] tata letak jalur mengalami perubahan sehingga jalur 2 dan 3 dijadikan sepur lurus berturut-turut untuk arah Solo dan Madiun. Selain itu, juga dilakukan pembangunan peron stasiun supaya lebih tinggi, penambahan kanopi—kanopi dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian[6]—serta sistem persinyalan diubah menjadi sistem persinyalan elektrik. Gudang di seberang stasiun telah dirobohkan karena lahan tersebut terkena dampak pembangunan sepur badug baru yang bercabang dari sisi barat jalur 4. Setelah pembangunan jalur ganda selesai dikerjakan, bangunan ini tidak mengalami perubahan yang mencolok.

Bangunan stasiun saat ini tampak lebih besar daripada bangunan asli peninggalan Staatsspoorwegen (lihat gambar). Bangunan asli telah dirobohkan sejak lama. Penggantian bangunan dilakukan untuk menampung penumpang dalam jumlah besar di masa mendatang.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Parcel ONS (overnight service):

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 28 Juni 2010, sebuah kereta barang pupuk relasi Cilacap-Sragen anjlok saat langsir memutar rangkaian kereta. Kejadian bermula saat kereta hendak langsir ke jalur 2, tetapi petugas tiba-tiba memindahkan wesel ke jalur 1 sehingga kereta anjlok hingga beberapa meter. Kejadian ini menyebabkan perjalanan kereta api terganggu.[7]

Pada tanggal 17 Juli 2013, KA Bangunkarta menabrak truk tronton muatan gulungan kertas di perlintasan kereta Beloran, sebelah barat Stasiun Sragen. Peristiwa bermula ketika truk melewati perlintasan kereta api. Ketika truk melewati perlintasan, as roda truk patah dan berhenti di tengah rel. Beberapa saat kemudian, melintas KA Bangunkarta dari arah barat. Akhirnya KA Bangunkarta menabrak truk dan terseret. Akibat kejadian tersebut, bagian kabin masinis Lokomotif CC 203 95 12 rusak parah, sedangkan truk ringsek. Dalam kejadian ini, masinis dan asisten masinis alami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit, sedangkan sopir truk kabur menyelamatkan diri.[8]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1932. 
  4. ^ Media, Suharsih - Solopos Digital. "PG Mojo Sragen Bersolek, Mesin Uap Buatan 1905 Jadi Tempat Selfie". SOLOPOS.com. Diakses tanggal 2018-02-22. 
  5. ^ Isnanto, Bayu. Ardi. "Jalur Ganda Stasiun Palur-Kedungbanteng Resmi Beroperasi". detiknews. Diakses tanggal 2019-03-06. 
  6. ^ "Stasiun Wates Butuhkan Atap Peron". krjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-01-29. 
  7. ^ "Kereta Barang Anjlok di Sragen". Liputan 6. 2010-06-28. 
  8. ^ "KECELAKAAN SRAGEN : KA Bangun Karta Hantam Truk di Beloran". Solopos.com. [pranala nonaktif permanen]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Masaran
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Kebonromo
ke arah Kertosono

Koordinat: 7°25′46″S 111°01′04″E / 7.429369°S 111.017703°E / -7.429369; 111.017703