Daftar kecelakaan kereta api di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kecelakaan kereta api (atau disebut juga PLH (peristiwa luar biasa hebat)) adalah kejadian tabrakan antar kereta api, anjlok, terguling, atau terbakar. Non kecelakaan kereta api atau disebut juga PL adalah kejadian selain kecelakaan kereta api seperti gangguan sarana, prasarana, alam, ditabrak transportasi lain, dsb.


Daftar tahun kecelakaan[sunting | sunting sumber]

Sejumlah kecelakaan kereta api pernah terjadi, dengan jumlah korban meninggal maupun luka berat yang bervariasi. Penyebabnya pun beragam, mulai dari aspek kelalaian manusia, masalah tidak lengkapnya perlintasan kereta dengan palang pintu, hingga masalah perawatan kereta yang kurang baik hingga menyebabkan kecelakaan (seperti rem blong). Dalam pengidentifikasian penyebab kecelakaan Kereta Api, faktor kesalahan manusia (human error) selalu menjadi penyebab utama.

Berikut ini daftar kecelakaan kereta api di Indonesia.[1] Harus diingat, apabila Anda menambahkan kecelakaan baru, Anda wajib menyebut referensinya. Jika tidak, bagian tersebut akan dihapus.

1944[sunting | sunting sumber]

1945[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 23 Maret 1945, terjadi kembali kejadian yang sama dan di tempat yang sama, yakni kereta api kehilangan rem di lembah Anai, Sumatra Barat.[2]

1981[sunting | sunting sumber]

1987[sunting | sunting sumber]

1993[sunting | sunting sumber]

1995[sunting | sunting sumber]

  • Pada 24 Oktober 1995, kereta api Kahuripan yang digabung dengan kereta api Galuh anjlok di daerah Kadipaten, Tasikmalaya, tepatnya di daerah Trowek (sekarang sekitar Stasiun Cirahayu). Kejadian ini mengakibatkan rangkaian kereta masuk jurang serta dua buah lokomotif, CC 201 05 dan CC 201 75R mengalami kerusakan parah dan harus menjalani perbaikan besar-besaran. Korban tewas dan luka-luka berada pada kereta yang masuk jurang.[7]

2001[sunting | sunting sumber]

2002[sunting | sunting sumber]

  • 10 Juni 2002, sekitar pukul 11.45 WIB, langsiran lokomotif BB 306 15 yang membawa 7 rangkaian gerbong semen (KKW) bertabrakan dengan rangkaian kereta api batu bara nomor KA-2807 yang ditarik oleh lokomotif BB 204 10, membawa 8 gerbong batubara (KKBW) dan lokomotif pendorong BB 306 14. Tabrakan terjadi di perlintasan Koto Luar di kilometer 11+450 petak jalan Pauhlima–Indarung.[9]
  • 9 Desember 2002, Jam 22:50 WIB, Kereta api Argo Dwipangga dengan rute Solo Balapan-Gambir anjok di di Desa Sarwagadung-Mirit, Prembun, Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kecelakaan tersebut, lima penumpang kereta tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Penyebab kecelakaan adalah rel yang bergeser akibat tersundul truk boks yang melewati terowongan di bawah jalur kereta sesaat sebelum Argo Dwipangga lewat. ini merupakan kecelakaan kereta api pada saat arus balik lebaran terparah pada tahun 2002.[10]

2003[sunting | sunting sumber]

2005[sunting | sunting sumber]

2006[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal:

  • 14 April 2006, pukul 02.15 dini hari di Grobogan. Kereta api Kertajaya dengan masinis Nurhadi bertabrakan dengan kereta api Sembrani dengan masinis Muhadi. Sebanyak 14 orang tewas. Bermula dari KA Kertajaya yang masuk ke Stasiun Gubug dari arah Jakarta. Saat itu, Kertajaya masuk di Jalur 1. KA Gumarang kemudian masuk ke Stasiun Gubug di jalur 2. Setelah Gumarang melintas, seperti tidak sabar, KA Kertajaya beranjak keluar stasiun dan masuk ke jalur 2. Padahal, saat itu KA Kertajaya belum diberi aba-aba untuk jalan. Ketika KA Kertajaya masuk ke jalur 2 tiba-tiba KA Sembrani dengan masinis Muhadi datang dari arah Jakarta dengan kecepatan tinggi, dan tabrakan hebat pun tak dapat dihindari. Kedua lokomotif yang bertabrakan, yakni CC 201 135R (KA Kertajaya) dan CC 203 39 (KA Sembrani) mengalami kerusakan parah dan nyaris tak berbentuk, lokomotif CC 201 135R kemudian di mutasi ke Sumatera pada 2007.[18]
  • 18 April 2006, kereta rel listrik Pakuan jurusan JakartaBogor menabrak Metromini S-64 jurusan Pasar Minggu-Cililitan. Lima orang meninggal di tempat, seorang meninggal di rumah sakit, sedangkan satu orang lainnya masih dalam kondisi kritis. Peristiwa itu terjadi saat Metromini hendak melewati perlintasan kereta api Duren Kalibata, Jakarta Selatan, di bawah jalan layang Kalibata sekitar pukul 3 sore. Menurut seorang saksi mata, kecelakaan itu terjadi sebab laju Metromini tertahan karena tepat di depannya ada angkutan lain yang sedang berhenti. Meski sopir sudah membunyikan klakson berkali-kali supaya angkutan lain maju, tapi tidak dihiraukan.[19]
  • 1 November 2006, kereta eksekutif Parahyangan, rute Bandung–Jakarta, anjlok di Kampung Babakan, Tanjungpura, Karawang. Tidak ada korban.[20]
  • 11 Desember 2006, kereta Mutiara Timur, rute Surabaya-Banyuwangi, anjlok di desa Randuagung, Lumajang. Tidak ada korban.
  • 13 Desember 2006, kereta eksekutif Sawunggalih, rute Kutoarjo-Jakarta, anjlok di Karangsari, Cilongok, Banyumas. Tidak ada korban.[21]

2007[sunting | sunting sumber]

2008[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 4 Juli 2008, dua kereta api bertabrakan di jalur dua Stasiun Sengon, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur. Tabrakan terjadi akibat lokomotif BB301 21 tanpa gerbong yang turun dari arah Malang remnya tak berfungsi. Akibatnya, lokomotif yang dijalankan masinis Harianto, warga Bangil, tidak dapat berhenti di jalur 2 Stasiun Sengon. Pada saat bersamaan datang rangkaian kereta api BBM yang ditarik lokomotif CC 203 27 dari arah Bangil yang dijalankan masinis Katnadi warga Malang, masuk juga di jalur 2. Akibatnya, tabrakan tidak bisa terhindarkan. Akibat tabrakan adu depan itu, kedua lokomotif mengalami kerusakan cukup serius. Kedua muka lokomotif ringsek, termasuk rangkaian gerbong BBM. Karena posisi tabrakan tepat di atas persilangan jalur, mengakibatkan seluruh perjalanan kereta api Surabaya-Malang lewat Bangil, atau sebaliknya menjadi tertunda.[35]
  • Pada tanggal 30 Oktober 2008, KRL Ekonomi AC 421 yang dilayani KRL eks Toei 6000 rangkaian 6181F ditabrak dari belakang oleh KA barang Antaboga 1001 di antara stasiun Kemayoran dan Kampung Bandan. [36]

2009[sunting | sunting sumber]

2010[sunting | sunting sumber]

  • 29 Juni 2010 kereta api Logawa anjlok dan terguling di dusun Petung, Pajaran, Saradan, Madiun, sekitar 1 kilometer dari perbatasan Madiun-Nganjuk. Enam penumpang tewas terjepit gerbong. Diduga kereta terguling karena kecepatannya tinggi saat masuk jalur belok..[41]
  • 2 Oktober 2010 (Jalur Utara), terjadi tabrakan antara kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak kereta Senja Utama Semarang yang saat itu sedang menunggu di stasiun Petarukan. KA Senja Utama Semarang menunggu di jalur 3 untuk disusul KA Argo Bromo Anggrek. Tetapi KA Argo Bromo Anggrek dari arah Jakarta memasuki jalur yang salah. Kereta tersebut masuk di jalur 3 yang sudah terisi KA Senja Utama Semarang. Akibatnya kereta itu menabrak kereta Senja Utama Semarang dari belakang, dan 4 gerbong paling belakang dari KA Senja Utama Semarang rusak berat. [42]
  • 2 Oktober 2010 (Jalur Selatan), Tabrakan kereta api juga terjadi di hari yang sama.Yaitu Kereta api Bima menyerempet gerbong paling belakang Kereta api Gaya Baru Malam Selatan yang terparkir tidak penuh di Stasiun Purwosari. KA Gaya Baru Malam Selatan menunggu di jalur 1 Stasiun Purwosari untuk disusul KA Bima,namun KA Gaya Baru Malam Selatan terparkir tidak penuh.Akibatnya Kereta Api Bima menyerempet KA Gaya Baru Malam Selatan dari belakang,dan gerbong paling belakang dari KA Gaya Baru Malam Selatan rusak berat.Kejadian ini mengakibatkan 1 orang tewas,4 orang terluka.Penyebabnya kesalahan PPKA Stasiun Purwosari.
  • 9 November 2010, KA 60 Cirebon Ekspres relasi Gambir-Cirebon, anjlok di Stasiun Telagasari Kab. Indramayu. Tidak ada korban tewas dalam peristiwa tersebut, tetapi Jadwal perjalanan KA yang melewati jaur Utara Jawa mengalami Keterlambatan.
  • 28 November 2010, KA 1 Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya Pasarturi - Jakarta Gambir  dengan nomor lokomotif CC203 21 menabrak truk bernomor polisi S 8584 C di Desa Kebonsari, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tiga korban yang tewas adalah penumpang truk, Sunaji (35), Mulyadi (35) dan Sutrsino (32) sopir truk, semuanya warga Desa Cendoro, Palang, Tuban, Jawa Timur. Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00. Saat itu truk bermuatan batu kumbung melaju dari arah timur (Surabaya). Sesampainya di TKP truk belok kiri menuju lintasan rel kereta api.[43]

2011[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 28 Januari 2011, terjadi tabrakan antara kereta api Mutiara Selatan tujuan Bandung dengan kereta api Kutojaya Selatan tujuan Kutoarjo yang saat itu sedang menunggu bersilang dengan KA Mutiara Selatan di Stasiun Langen. Tetapi KA Mutiara Selatan melanggar sinyal dan langsung masuk ke jalur 3. Tabrakan pun tak terhindarkan, kedua lokomotif, CC201 62 dan CC203 11 rusak di bagian depan.[44]
  • Pada 4 Januari 2011 sekitar pukul 13.15 WIB, rangkaian kereta api Gajayana berjalan tanpa lokomotif dari Stasiun Malang. Rangkaian kereta tersebut kemudian merusak tembok pengaman dan menabrak tiga rumah warga. Kecelakaan ini mengakibatkan satu anak-anak tewas dan satu anak lainnya luka-luka.[45]

2012[sunting | sunting sumber]

  • Februari 2012, terjadi tabrakan antara Kereta Api Babaranjang tujuan Tanjung Enim dan kereta api batu bara Stasiun Kertapati tujuan Stasiun Sukacinta. 4 orang tewas di tempat, 2 lokomotif, yaitu CC202 16 dan CC201 83R ringsek dan terbakar. Akibat kecelakaan ini menyebabkan empat korban tewas seketika karena terjepit dan musibah ini mengakibatkan PT KAI kehilangan kedua lokomotif tersebut karena afkir.[46]
  • 4 Oktober 2012 KA Commuter Line 435 tujuan Jakarta Kota anjlok di Stasiun Cilebut, peron stasiun rusak karena tertabrak gerbong 3. Akibat kejadian ini jadwal perjalanan Commuter Line hanya sampai Stasiun Bojong Gede dan Stasiun Bogor ditutup karena kereta tidak bisa lewat.[47]

2013[sunting | sunting sumber]

Kejadian saat KRL terbakar.
  • Pada tanggal 9 Desember 2013, kereta api rel listrik (KRL) Commuter Line menabrak sebuah truk tangki Pertamina yang membawa bahan bakar jenis premium sebanyak 24.000 liter di perlintasan kereta api Pondok Betung, Bintaro pada Senin pagi. Kecelakaan ini terjadi diduga karena palang pintu tidak berfungsi. KRL Commuter Line jurusan Serpong–Tanah Abang bernomor 1131 berangkat dari Serpong sekitar pukul 11.01, namun sedikit terlambat karena ada perbaikan AC. Setelah itu berangkat menuju Pondok Ranji. Disitulah kesalahan mulai terjadi. Truk tangki melewati perlintasan, tak jauh KRL datang. Petugas langsung mengibarkan bendera merah. KRL tak bisa rem mendadak dan akhirnya pukul 11.25 terjadilah tabrakan. Sekitar pukul 11.30 barulah tiga kali terjadi ledakan.[48]

2014[sunting | sunting sumber]

  • Tanggal 3 Januari 2014 pukul 14.05, KA 7118 Pangrango relasi Bogor Paledang - Sukabumi anjlok di Jembatan Pamoyanan Cicurug, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat dikarenakan adanya rel patah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 1 kereta makan yang berada di rangkaian terakhir KA nyaris terguling akibat menginjak rel yang patah. Akhirnya kereta makan tersebut dilepaskan dan ditinggalkan dari rangkaian lalu kereta kembali berjalan tanpa aliran listrik & fasilitas restorasi. Perbaikan rel telah selesai dilakukan pada pukul 21.25, dengan memperbaiki bantalan yang patah dan esoknya KA bisa kembali melintas dengan normal.[49]
  • Pada 23 Januari 2014, kereta api Senja Utama Solo menabrak pelajar SMA Negeri 1 Gamping di perlintasan sebidang Gamping, Sleman, tepatnya di Desa Banyuraden. Diceritakan bahwa ketika palang pintu menutup, kereta api Prambanan Ekspres lewat. Namun baru setelah palang terbuka, tiba-tiba KA Senja Utama meluncur dari arah barat.[50] Diketahui, terjadi error pada palangnya yang otomatis.[51] Akibatnya empat orang tewas yakni Gitri Yudha Widada (17), warga Balecatur Sleman, Latifah Sylfia Erpriliani (16) warga Godean, Sleman, keduanya siswa SMAN 1 Gamping, serta Sumardi (57) warga Kanoman Gamping dan Suparwanto (41).[52]
  • Pada hari Senin, 10 Februari 2014 dua gerbong KA Siliwangi yang menempuh perjalanan dari Cianjur menuju Sukabumi anjlok sekitar pukul 13.30 WIB di dekat terowongan Lampegan, Cianjur tepatnya di petak Stasiun Lampegan - Stasiun Cireungas. Badan salah satu gerbong sempat membentur terowongan Lampegan saat tergelincir, namun tidak sampai merusak konstruksi terowongan.[53]
  • Pada tanggal 8 Maret 2014, bus pariwisata PO Haryanto nopol B 7036 PGA yang mengangkut rombongan anak-anak yang melakukan kegiatan pemberian santunan ditabrak kereta api Menoreh saat melewati perlintasan liar di antara Stasiun Cikarang dan Stasiun Tambun. Akibatnya, lokomotif rusak, lampu-lampunya pecah berantakan. Akan tetapi, sang sopir bus berhasil kabur dan kernetnya diamankan.[54]
  • Pada hari Jumat, tanggal 4 April 2014, KA Malabar terguling di sekitar daerah Tasikmalaya, Jawa Barat antara petak Stasiun Ciawi-Cirahayu di km 244. Hingga saat ini, empat korban dilaporkan tewas, dua korban lainnya masih terjepit di antara kereta yang terguling. KA Malabar ini terguling akibat adanya tanah longsor. Dikabarkan kereta api ini terguling ke jurang. Korban-korban KA maut tersebut dibawa ke Puskesmas Ciawi. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.[55]
  • Pada tanggal 4 Mei 2014, Kereta api Bogowonto beserta gerbong pembangkit (P 0 08 01) yang menarik CC206 terguling setelah menabrak truk kontainer di Cirebon, Jawa Barat. Tidak ada korban jiwa, namun masinis dan beberapa penumpang terluka. Kejadian ini menyebabkan jadwal kereta terhambat dan evakuasi berjalan sulit karena bobot CC206 yang berat.[56]

2015[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 23 Mei 2015, pukul 18.50 WIB, kereta api Bangunkarta tujuan Stasiun Surabaya Gubeng menyenggol KA 2502 pengangkut pipa besar di Stasiun Waruduwur, Daerah Operasi III Cirebon, hingga anjlok satu gerbong pembangkit, dua gerbong penumpang eksekutif, dan lokomotif dengan nomor CC206 13 23 milik Depo Lokomotif Purwokerto. Anjlokan terjadi di wesel, kemudian lokomotifnya memalang sehingga mengenai kereta api barang KA 2502 Pipa Gas yang sedang berhenti di jalur 4 lantaran gerbong paling belakang belum melewati batas ruas bebas. Pada saat yang sama, kereta api semen sedang singgah di jalur 1. Salah seorang petugas pengawal kereta api barang KA 2502 yang membawa pipa mengalami luka yang serius pada kakinya yang patah sehingga dirawat di Rumah Sakit Ciremai, Cirebon. Semenatara itu, satu lagi sudah pulang.[57]
  • Pada hari Rabu, tanggal 23 September 2015, pukul 15.25 WIB, terjadi kecelakaan yang melibatkan dua KRL JR 205 SF 10 (rangkaian 205-54F dan 205-123F) di Stasiun Juanda. Kondisi kedua kabin KRL JR 205 (KuHa 204 / 205) tersebut rusak berat. Kondisi kereta nomor 1-9 pada kedua rangkaian kereta tersebut juga mengalami kerusakan yang cukup berat, terutama di bagian persambungannya yang seluruhnya juga mengalami kerusakan berat dan remuk. 42 orang luka-luka akibat kecelakaan tersebut.[58][59] Kejadian ini mengakibatkan sang masinis KRL 1156, Gustian, terluka parah dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.[60]
  • Pada hari Minggu, 6 Desember 2015, terjadi kecelakaan yang melibatkan KRL 1528/JR 205 dengan MetroMini nopol B 7760 FD di kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, dekat stasiun Angke, dikarenakan MetroMini menerobos perlintasan sebidang. Untuk sementara tiga belas orang penumpang MetroMini tewas dalam kejadian tersebut, namun tiada korban jiwa dari penumpang Commuter Line, begitu menurut Eva Chairunnisa, corporate communication PT KCJ. Lalu lintas yang melewati perlintasan sebidang kemudian dialihkan melalui fly over yang terletak di atas perlintasan sebidang ini.[61] Namun, korban tewas kecelakaan ini bertambah menjadi 18 orang...[62]

2016[sunting | sunting sumber]

  • Pada hari Kamis, tanggal 19 Mei 2016 pada pukul 04.23 terjadi kecelakaan Kereta api Senja Utama Solo menabrak mobil Toyota Avanza dan bus Trans Jakarta di PJL Gunung Sahari. Diduga kecelakaan ini terjadi karena petugas PJL Gunung Sahari terlambat menutup palang pintu perlintasan kereta api.[63]
  • Kecelakaan yang melibatkan KA Pasundan oleh truk bermuatan pasir yang mogok di perlintasan nomor 450 km 469+7/8 Desa Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap pada 11 Januari 2016 lalu mengakibatkan PT KAI mengalami kerugian hingga Rp 112 juta. Akibat peristiwa ini lokomotif CC 2039816 dan 1 kereta rangkaian KA Pasundan mengalami kerusakan.

2017[sunting | sunting sumber]

  • Pada hari Minggu, 23 April 2017 pukul 05.00 terjadi kecelakaan KA 90 menabrak mobil di Perlintasan Jemursari, 3 orang tewas dan dirawat di RSU Dr. Soetomo dan RS Bhayangkara Polda Jatim.
  • Pada tanggal 20 Mei 2017, pukul 10.30 WIB, kereta api Argo Bromo Anggrek (KA 1) tujuan Stasiun Gambir menabrak Minibus Toyota Avanza di perlintasan tak berpalang, 500 meter dari Stasiun Sedadi. Bagian luar depan lokomotif dengan nomor CC206 13 92 milik Depo Lokomotif Yogyakarta terbakar akibat kebakaran Minibus yang ditabraknya, dan Minibus terseret hingga Stasiun Sedadi. 4 orang di Minibus tewas, sementara perjalanan Argo Anggrek terhambat karena menunggu lokomotif penolong (CC 206 13 66 SMC) datang dari Depo Lokomotif Semarang Poncol.
  • Pada tanggal 21 Mei 2017, pukul 21.52 WIB, KA 3 Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir menabrak mobil bak terbuka bernomor polisi K 1804 MN di perlintasan wilayah kecamatan Randublatung, Blora. Lokomotif CC 206 13 69 milik Depo Lokomotif Yogyakarta pun mengalami kerusakan di bagian depan, dan mobil bak terbuka tersebut ringsek ditempat. Tidak ada korban jiwa, namun pengemudi mobil tersebut kabur, serta kereta api melanjutkan perjalanan 2 menit kemudian hingga Stasiun Semarang Tawang guna penggantian lokomotif oleh CC 201 83 24 (CC 201 62) Depo Induk Purwokerto.
  • Pada tanggal 31 Agustus 2017 Sebuah Mobil menabrak Kereta api Bogowonto di Stasiun Cakung, tetapi belum ada nomor polisinya, kemungkinan besar ada korban.

2018[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 6 April 2018, KA Sancaka dengan nomor KA 86 anjlok akibat ditabrak oleh truk trailer pembawa beton di km 215+8 lintas Sambirejo, Mantingan, Ngawi. Akibat kecelakaan ini masinis KA 86 meninggal dunia, asisten masinis koma. Kerusakan dalam kecelakaan ini membuat Lokomotif CC201 dengan seri CC201 83 49 milik Depo Induk Sidotopo afkir, 3 Kereta kelas Eksekutif dan 1 Kereta Pembangkit anjlok dan rusak.[64]
  • Pada tanggal 20 Agustus 2018, Kereta api Bangunkarta jurusan Surabaya menabrak sebuah mobil di daerah Bulak Kapal, Bekasi. Peristiwa bermula ketika sebuah mobil hendak melintas perlintasan sebidang tak berpalang, ketika hendak melintas pengemudi sempat diberhentikan oleh saksi yang sedang menjaga perlintasan, namun korban tetap menerobos lalu mobil mengalami mati mesin, tak lama kemudian kereta api Bangunkarta yang melaju dari arah Jakarta menabrak mobil tersebut. Kereta api sempat berhenti setelah menabrak mobil tersebut, lalu sebuah Kereta api Taksaka yang melaju dari arah timur ikut menabrak mobil tersebut. Dalam peristiwa ini, pengemudi mobil meninggal dunia.[65][66]

2019[sunting | sunting sumber]

  • Pada 10 Maret 2019, Tokyu 8512F yang bertugas sebagai KRL 1721/1722 rute Jatinegara-Kampung Bandan-Bogor anjlok di petak Cilebut-Bogor di wilayah Kebon Pedes, Bogor. Kecelakaan ini menyebabkan kereta MC2 (8612) anjlok dan menabrak tiang LAA hingga penyok di bagian depan kanan. Empat unit kereta yang mengalami kecelakaan dinyatakan pensiun (afkir), sementara empat unit kereta lainnya selamat dan dihibahkan ke KRL Tokyu 8510F. Selama proses evakuasi, listrik aliran atas di jalur kereta api harus dimatikan.[67]
  • Pada 4 Juni 2019, Kereta api Serayu dengan nomor perjalanan 215 anjlok di km. 193 petak Lebakjero-Nagreg. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi sejumlah perjalanan kereta api lain terlambat hingga beberapa jam. Beberapa kereta api bahkan harus memutar lewat Cirebon.[68]

2020[sunting | sunting sumber]

  • Pada 21 Januari 2020 Kereta api Tawang Jaya dengan nomor perjalanan 329 anjlok di perlintasan sebidang di wilayah Pondok Jati, Matraman, Jakarta Timur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah perjalanan kereta listrik Commuter Line mengalami gangguan.[69]
  • Pada 25 Februari 2020 pukul 14.28 WIB, kereta api komuter dengan nomor perjalanan 1118 Jakarta kota-Bogor anjlok di Stasiun Jayakarta. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.[70]
  • Pada 2 Oktober 2020, lokomotif kereta api Serayu Pagi dengan nomor perjalanan 322 rute Purwokerto–Pasar Senen anjlok di Ciamis. Anjlokan terjadi di kilometer 285+01 petak antara Stasiun Manonjaya dan Stasiun Ciamis pada pukul 17:30 WIB. Insiden ini mengakibatkan kereta tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kereta penolong dan crane Kirow dari Bandung diturunkan untuk mengevakuasi lokomotif yang anjlok. penumpang Kereta api Serayu Pagi kemudian diantar menuju Stasiun Banjar menggunakan bus untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api pengganti. Akibat anjlokan ini, perjalanan kereta api Turangga dengan nomor perjalanan 78 tujuan Surabaya Gubeng terpaksa dialihkan lewat Cirebon.[71]
  • Pada 30 Oktober 2020, kereta komuter dengan nomor perjalanan 1481 rute Bekasi-Jakarta Kota via Pasar Senen anjlok di Stasiun Kampung Bandan. Kejadian tersebut mengakibatkan perjalanan kereta api dari Bogor hingga Jatinegara hanya sampai Stasiun Angke. Untuk perjalanan KA Bekasi-Jakarta Kota via Pasar Senen hanya sampai Stasiun Kemayoran. Sedangkan untuk perjalanan KA dari Jatinegara hingga Bogor dialihkan menjadi relasi Jatinegara-Manggarai-Bogor.[72]
  • Pada 31 Oktober 2020, rangkaian KRL JR East 205 yang sedang dikirimkan menuju Klaten rusak setelah atapnya menyerempet bagian atas Jembatan Kalioso yang ketinggiannya lebih rendah dari atap KRL. Akibatnya pantograf kereta hancur dan AC kereta mengalami kerusakan parah. Terdapat panel AC yang tersangkut di Jembatan Kalioso setelah insiden tersebut. Meskipun demikian, rangkaian menjalani perbaikan setibanya Klaten sebelum bertugas sebagai sarana kereta rel listrik lintas Yogyakarta–Solo.[73]
  • Pada 18 November 2020 sekitar pukul 14.30, rangkaian kereta api Gajayana beserta tujuh unit kereta cadangan meluncur tanpa lokomotif dari Stasiun Malang menuju Stasiun Malang Kotalama. Rangkaian tersebut anjlok setelah menabrak eskavator karena Stasiun Malang Kotalama dilakukan perbaikan rel. Kejadian ini mengakibatkan empat kereta mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini.
  • Pada 13 Desember 2020 pukul 22.45 WIB Kereta Api Brantas menabrak sebuah mobil patroli polisi milik Polsek Kalijambe yang berisi 2 Anggota Polisi dan 1 TNI Koramil Kalijambe di perlintasan tanpa palang pintu Dukuh Siboto RT 11/02, Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen, menjelang Stasiun Kalioso. Kejadian ini mengakibatkan 3 aparat tewas.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Daftar Kecelakaan Kereta Api di Indonesia articles.portal-tol.net
  2. ^ a b NewsRoom (2013-09-28). "Monumen Sejarah Kecelakaan Kereta Api di Padang Panjang". infoSumbar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-25. 
  3. ^ one (2020-10-19). "Ini Deretan Sejarah Kelam Perkeretaapian Indonesia". Minews ID. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber (2019-10-19). "Senin Kelam 19 Oktober 1987, Terjadinya Tragedi Bintaro..." KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  5. ^ Slamet Suradio, Masinis KA dalam Tragedi Bintaro 1987[pranala nonaktif permanen] m.jpnn.com
  6. ^ Lima Kecelakaan Maut di Rel Jabodetabek news.liputan6.com
  7. ^ Aditya, Reza (2016-05-22). "Locomotive Sunday : Saksi Bisu Dua Lokomotif Tragedi Cirahayu - Part 1". KAORI Nusantara (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-25. 
  8. ^ Tabrakan Kereta di Brebes Tidak Menghambat Perjalanan Kereta Lainnya tempo.co.id
  9. ^ Laporan Investigasi Kecelakaan Kereta Api - Tabrakan Antara Rangkaian yang Ditarik Lokomotif Langsir/Larat dengan Rangkaian Kereta Api KA2807 Batu Bara (PDF). Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi. 2003. 
  10. ^ Liputan6.com (2002-12-10). "KA Dwipangga Anjlok, Tiga Penumpang Tewas". liputan6.com. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  11. ^ Dephub: Lembaran Temuan Data dan Informasi Lapangan: Kecelakaan Rangkaian Kereta Bima, tanggal 03 Januari 2003, lokasi di Wesel nomor 13A Km 313+8/9 Emplasmen Stasiun Bumiayu Antara Stasiun Kretek - Linggapura[pranala nonaktif permanen]
  12. ^ Ibid. Kecelakaan KA Babaranjang di km 8+470, petak antara Tanjung Karang-Tarahan[pranala nonaktif permanen]
  13. ^ Ibid. Kecelakaan KA Sancaka di km 204[pranala nonaktif permanen]
  14. ^ Ibid. Kecelakaan KA Ketel 1404[pranala nonaktif permanen]
  15. ^ Ibid. Laporan Kecelakaan KA Kamandanu 84[pranala nonaktif permanen]
  16. ^ Ibid. Laporan Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek 1[pranala nonaktif permanen]
  17. ^ Ibid. Kecelakaan KA FU Ekspres Lampung[pranala nonaktif permanen]
  18. ^ Ibid. Kecelakaan KA Kertajaya[pranala nonaktif permanen]
  19. ^ Liputan6.com (2006-04-18). "KRL Pakuan Menghajar Metromini, Delapan Tewas". liputan6.com. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  20. ^ AntaraNews: Parahyangan Terbalik di Karawang, Empat Gerbong Keluar Rel
  21. ^ SuaraMerdeka.com: Sudah 7 KA yang Anjlok[pranala nonaktif permanen]
  22. ^ AntaraNews: KRL Bojonggede Jakarta Anjlok di Stasiun Kota
  23. ^ Dephub. Laporan Kecelakaan KA Bengawan 2007[pranala nonaktif permanen]
  24. ^ Detikcom: Kronologi Anjloknya KA Bengawan
  25. ^ SuaraMerdeka.com: KA Sancaka Anjlok di Nganjuk[pranala nonaktif permanen]
  26. ^ AntaraNews: Dua dari Tiga Kecelakaan KA di Sumut Akibat Sabotase
  27. ^ Kereta Seruduk Truk di Blitar news.detik.com
  28. ^ Detikcom: KA Tabrak 3 Mobil di Surabaya, 3 Orang Tewas
  29. ^ AntaraNews: KA Tawang Jaya Jakarta-Semarang Anjlok di Suradadi
  30. ^ AntaraNews: KA Serayu Terguling Karena Hujan
  31. ^ KA Argolawu Anjlok di Banyumas antaranews.com
  32. ^ Liputan6: Kereta Semen yang Anjlok Mulai Dievakuasi
  33. ^ AntaraNews: Rel Dipotong, KA Gumarang Anjlok di Purwodadi
  34. ^ Kereta Barang Dievakuasi, Jalur Normal Pukul 22.00 WIB news.detik.com
  35. ^ Dua Kereta Api Bertabrakan di Pasuruan m.liputan6.com
  36. ^ KNKT (2012). Laporan Hasil Investigasi Kecelakaan Kereta Api Tumburan KA 1001 Antaboga dengan KA 421 KRL Ekonomi KM 1+700 Petak Jalan antara St. Kemayoran - St. Kampung Bandan, DKI Jakarta, Daop 1 Jakarta, 30 Oktober 2008 (PDF). Jakarta: Kementerian Perhubungan. 
  37. ^ Kompas.com: KA Rajawali Tabrak KA Antaboga
  38. ^ Solopos: KRL Tabrak KRL di Manggarai
  39. ^ [1]
  40. ^ Tabrak Kerbau, PT Kereta Api Rugi 10 Miliar
  41. ^ Korban Luka KA Logawa Dilarikan ke Madiun nasional.news.viva.co.id
  42. ^ Tabrakan Kereta Api di Pemalang Jadi Berita Dunia tribunnews.com
  43. ^ Argo Bromo Anggrek Tabrak Truk antaranews.com
  44. ^ Tabrakan Kereta Diduga Akibat Kelalaian Manusia suarapembaruan.com
  45. ^ "Kilas Balik Kereta Berjalan Sendiri di Malang, Tewaskan Seorang Bocah pada 2011". Kumparan. 2020-11-20. 
  46. ^ Penyebab Tabrakan KA 4 Tewas di Sumsel Masih Diselidiki news.okezone.com
  47. ^ KRL Anjlok, PT KAI Bisa Kena Denda Rp 500 Juta tribunnews.com
  48. ^ Majalah KA Edisi Januari 2014
  49. ^ Radar Sukabumi: Gerbong KA Pangrango Anjlok
  50. ^ Kecelakaan Maut Kereta, 4 Orang Tewas[pranala nonaktif permanen]
  51. ^ Harian Jogja: Kecelakaan Kereta: Terjadi Error Pada Sistem Palang Pintu Perlintasan[pranala nonaktif permanen]
  52. ^ "KR Jogja: Palang Misterius Menjemput Maut". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-02-03. Diakses tanggal 2015-08-04. 
  53. ^ Republika: Kereta Api Siliwangi Anjlok di Lampegan
  54. ^ Sumber: Tribunnews. 8 Maret 2014. Diakses tanggal 2 Juli 2015.
  55. ^ Majalah KA Edisi Mei 2014: KA Malabar Terperosok Longsor
  56. ^ Majalah KA Edisi Juni 2014: Lagi-lagi CC206 Jungkel
  57. ^ Majalah KA Edisi Juni 2015
  58. ^ MetroTVNews.com: KRL Tabrak KRL di Stasiun Juanda, Korban Berjatuhan[pranala nonaktif permanen]
  59. ^ Tempo: Ini 42 Korban Luka Kecelakaan KRL di Stasiun Juanda
  60. ^ "MetroTVNews.com: Humas KCJ: Masinis Gustian Luka Parah". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-09-25. Diakses tanggal 2015-12-06. 
  61. ^ MetroTVNews:
  62. ^ Kompas: Korban Tewas Akibat Tabrakan Metromini dan KRL Jadi 18 Orang
  63. ^ [2]
  64. ^ [3]
  65. ^ "Sebelum tabrakan dengan kereta, mobil sempat disetop penjaga rel".  [pranala nonaktif permanen]
  66. ^ Warta Kota Bekasi. "Toyota Avanza terseret kereta api sejauh 1 kilometer di perlintasan Bulak Kapal, pengemudi tewas". 
  67. ^ Chairunnisa, Ninis (2019-03-10). "Kecelakaan KRL di Bogor, Dua Gerbong Terguling". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-25. 
  68. ^ Fikri, Ahmad (2019-06-04). "Kereta Api Serayu Anjlok di Nagreg". Tempo. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  69. ^ Pahrevi, Dean (2020-01-21). "Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  70. ^ Bomantama, Rizal (2020-02-25). "KRL Anjlok di Stasiun Jayakarta, Perjalanan ke Bogor dan Bekasi Terganggu". iNews.ID. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  71. ^ Susanti, Reni (2020-10-01). "KA Serayu Pagi Jurusan Pasar Senen-Purwokerto Anjlok di Ciamis, Ganggu Perjalanan KA Lain". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  72. ^ "KRL Bekasi-Jakarta Kota Anjlok di Stasiun Kampung Bandan". medcom.id. 2020-10-30. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  73. ^ "KRL Klaten-Jogja Sempat Nyangkut di Kalioso, Uji Coba Operasional Terganggu?". Solopos.com. 2020-10-31. Diakses tanggal 2021-05-25. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]