Daftar kecelakaan kereta api di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Kecelakaan kereta api (atau disebut juga PLH (peristiwa luar biasa hebat)) adalah kejadian baik disengaja ataupun tidak yang mengkibatkan perjalanan kereta api terganggu. Misalnya, tabrakan antar kereta api, tabrakan dengan kendaraan/alat transportasi lain, tabrakan dengan manusia/hewan, dan sebagainya.

Daftar tahun kecelakaan[sunting | sunting sumber]

Sejumlah kecelakaan kereta api pernah terjadi, dengan jumlah korban meninggal maupun luka berat yang bervariasi. Penyebabnya pun beragam, mulai dari aspek kelalaian manusia, masalah tidak lengkapnya perlintasan kereta dengan palang pintu, hingga masalah perawatan kereta yang kurang baik hingga menyebabkan kecelakaan (seperti rem blong). Dalam pengidentifikasian penyebab kecelakaan Kereta Api, faktor kesalahan manusia (human error) selalu menjadi penyebab utama.

Berikut ini daftar kecelakaan kereta api di Indonesia.[1] Harus diingat, apabila Anda menambahkan kecelakaan baru, Anda wajib menyebut referensinya. Jika tidak, bagian tersebut akan dihapus.

1944[sunting | sunting sumber]

1945[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 23 Maret 1945, terjadi kembali kejadian yang sama dan di tempat yang sama, yakni kereta api kehilangan rem di lembah Anai, Sumatra Barat. [3]

1981[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 21 Januari 1981, kereta api Senja IV stasiun Purwokerto dan kereta api Maja yang berangkat dari stasiun Kroya bertabrakan di daerah Gunung Payung, dekat jembatan Sungai Serayu. Pasca tabrakan, komponen mesin dan sasis dari kedua lokomotif CC 201 33 dan 35 digunakan untuk menggantikan komponen CC 201 yang masih beroperasi karena kerusakannya teramat parah dan dinyatakan sudah tidak layak beroperasi lagi.[4]

1987[sunting | sunting sumber]

1993[sunting | sunting sumber]

1995[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 25 Oktober 1995, kereta api Kahuripan yang digabung dengan kereta api Galuh anjlok di daerah Kadipaten, Tasikmalaya, tepatnya di daerah Trowek (sekarang sekitar stasiun Cirahayu). Kejadian ini mengakibatkan rangkaian kereta masuk jurang serta dua buah lokomotif, CC 201 05 dan CC 201 75R mengalami kerusakan parah dan harus menjalani perbaikan besar-besaran. Korban tewas dan luka-luka berada pada kereta yang masuk jurang.[7]

2001[sunting | sunting sumber]

2002[sunting | sunting sumber]

  • 10 Juni 2002, jam 11:37 WIB, rangkaian langsiran lokomotif BB 306 15 yang membawa 7 rangkaian gerbong semen (KKW) bertabrakan dengan rangkaian kereta api batu bara nomor KA-2807 lokomotif BB 204 10 yang membawa 8 gerbong batubara (KKBW) dan lokomotif pendorong BB 306 14. Tabrakan terjadi di perlintasan Koto Luar di kilometer 11+450 petak jalan Pauhlima – Indarung.[9]
  • 9 Desember 2002, Jam 22:50 WIB, Kereta api Argo Dwipangga dengan relasi Solo balapan-Gambir anjok di di Desa Sarwagadung-Mirit, Prembun, Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kecelakaan tersebut, lima penumpang kereta tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Penyebab kecelakaan adalah rel yang bergeser akibat tersundul truk boks yang melewati terowongan di bawah jalur kereta sesaat sebelum Argo Dwipangga lewat. ini merupakan kecelakaan kereta api pada saat Arus balik lebaran terparah di tahun 2002.[2]

2003[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal:

2005[sunting | sunting sumber]

2006[sunting | sunting sumber]

Kereta api Serayu anjlok pada 21 April 2007 mengakibatkan 46 korban luka

Pada tanggal:

  • 14 April 2006, Grobogan, 02.15 dini hari. Kereta api Kertajaya dengan masinis Nurhadi bertabrakan dengan kereta api Sembrani dengan masinis Muhadi. Sebanyak 14 orang tewas. Bermula dari KA Kertajaya yang masuk ke Stasiun Gubug dari arah Jakarta. Saat itu, Kertajaya masuk di Jalur 1. KA Gumarang kemudian masuk ke Stasiun Gubug di jalur 2. Setelah Gumarang melintas, seperti tidak sabar, KA Kertajaya beranjak keluar stasiun dan masuk ke jalur 2. Padahal, saat itu KA Kertajaya belum diberi aba-aba untuk jalan. Ketika KA Kertajaya masuk ke jalur 2 tiba-tiba KA Sembrani dengan masinis Muhadi datang dari arah Jakarta dengan kecepatan tinggi, dan tabrakan hebat pun tak dapat dihindari.[17]
  • 18 April 2006, kereta rel listrik Pakuan jurusan Jakarta-Bogor menabrak Metromini S-64 jurusan Pasar Minggu-Cililitan. Lima orang meninggal di tempat, seorang meninggal di rumah sakit, sedangkan satu orang lainnya masih dalam kondisi kritis. Peristiwa itu terjadi saat Metromini hendak melewati perlintasan kereta api Duren Kalibata, Jakarta Selatan, di bawah fly over Kalibata sekitar pukul 3 sore. Menurut seorang saksi mata, kecelakaan itu terjadi sebab laju Metromini tertahan karena tepat di depannya ada angkutan lain yang sedang berhenti. Meski sopir sudah membunyikan klakson berkali-kali supaya angkutan lain maju, tapi tidak dihiraukan.[18]
  • 1 November 2006, kereta eksekutif Parahyangan, rute Bandung Jakarta, anjlok di Kampung Babakan, Tanjung Pura, Karawang. Tidak ada korban.[19]
  • 11 Desember 2006, kereta Mutiara Timur, rute Surabaya-Banyuwangi, anjlok di desa Randu Agung, Klakah, Lumajang. Tidak ada korban. Dua hari berikutnya, 13 Desember 2006, kereta eksekutif Sawunggalih, rute Kutoarjo-Jakarta, anjlok di Karangsari, Cilongok, Banyumas. Tidak ada korban.[20]

2007[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal:

2008[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 4 Juli 2008, dua kereta api bertabrakan di jalur dua Stasiun Sengon, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur. Tabrakan terjadi akibat lokomotif BB301 21 tanpa gerbong yang turun dari arah Malang remnya tak berfungsi. Akibatnya, lokomotif yang dijalankan masinis Harianto, warga Bangil, tidak dapat berhenti di jalur 2 Stasiun Sengon. Pada saat bersamaan datang rangkaian kereta api BBM yang ditarik lokomotif CC 203 27 dari arah Bangil yang dijalankan masinis Katnadi warga Malang, masuk juga di jalur 2. Akibatnya, tabrakan tidak bisa terhindarkan. Akibat tabrakan adu depan itu, kedua lokomotif mengalami kerusakan cukup serius. Kedua muka lokomotif ringsek, termasuk rangkaian gerbong BBM. Karena posisi tabrakan tepat di atas persilangan jalur, mengakibatkan seluruh perjalanan kereta api Surabaya-Malang lewat Bangil, atau sebaliknya menjadi tertunda. [34]

2009[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal:

2010[sunting | sunting sumber]

  • 29 Juni 2010 kereta api Logawa anjlok dan terguling di dusun Petung, Pajaran, Saradan, Madiun, sekitar 1 kilometer dari perbatasan Madiun-Nganjuk. Enam penumpang tewas terjepit gerbong. Diduga kereta terguling karena kecepatannya tinggi saat masuk jalur belok..[37]
  • 2 Oktober 2010, terjadi tabrakan antara kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak kereta Senja Utama Semarang yang saat itu sedang menunggu di stasiun Petarukan. KA Senja Utama Semarang menunggu di jalur 3 untuk disusul KA Argo Bromo Anggrek. Tetapi KA Argo Bromo Anggrek dari arah Jakarta memasuki jalur yang salah. Kereta tersebut masuk di jalur 3 yang sudah terisi KA Senja Utama Semarang. Akibatnya kereta itu menabrak kereta Senja Utama Semarang dari belakang, dan 4 gerbong paling belakang dari KA Senja Utama Semarang rusak berat.[38]
  • 28 November 2010, KA 1 Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya Pasarturi - Jakarta Gambir  dengan nomor lokomotif CC203 21 menabrak truk bernomor polisi S 8584 C di Desa Kebonsari, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tiga korban yang tewas adalah penumpang truk, Sunaji (35), Mulyadi (35) dan Sutrsino (32) sopir truk, semuanya warga Desa Cendoro, Palang, Tuban, Jawa Timur. Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00. Saat itu truk bermuatan batu kumbung melaju dari arah timur (Surabaya). Sesampainya di TKP truk belok kiri menuju lintasan rel kereta api.[39]

2011[sunting | sunting sumber]

2012[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal:

  • Februari 2012 Tabrakan antara Kereta Api Babaranjang tujuan Tanjung Enim dan kereta api batu bara Stasiun Kertapati tujuan Stasiun Sukacinta. 4 orang tewas di tempat, 2 lokomotif, yaitu CC202 16 (CC202 90 01) dan CC201 83R (CC201 89 11) ringsek dan terbakar. Akibat kecelakaan ini menyebabkan empat korban tewas seketika karena terjepit dan musibah ini mengakibatkan PT KAI kehilangan kedua lokomotif tersebut karena afkir.[41]
  • 4 Oktober 2012 KA Commuter Line 435 tujuan Jakarta Kota anjlok di Stasiun Cilebut, peron stasiun rusak karena tertabrak gerbong 3. Akibat kejadian ini jadwal perjalanan Commuter Line hanya sampai Stasiun Bojong Gede dan Stasiun Bogor ditutup karena kereta tidak bisa lewat.[42]

2013[sunting | sunting sumber]

Kejadian saat KRL terbakar.
  • Pada tanggal 9 Desember 2013, kereta api rel listrik (KRL) Commuter Line menabrak sebuah truk tangki Pertamina yang membawa bahan bakar jenis premium sebanyak 24.000 liter di perlintasan kereta api Pondok Betung, Bintaro pada Senin pagi. Kecelakaan ini terjadi diduga karena palang pintu tidak berfungsi. KRL Commuter Line jurusan Serpong–Tanah Abang bernomor 1131 berangkat dari Serpong sekitar pukul 11.01, namun sedikit terlambat karena ada perbaikan AC. Setelah itu berangkat menuju Pondok Ranji. Disitulah kesalahan mulai terjadi. Truk tangki melewati perlintasan, tak jauh KRL datang. Petugas langsung mengibarkan bendera merah. KRL tak bisa rem mendadak dan akhirnya pukul 11.25 terjadilah tabrakan. Sekitar pukul 11.30 barulah tiga kali terjadi ledakan.[43]

2014[sunting | sunting sumber]

  • Tanggal 3 Januari 2014 pukul 14.05, KA 7118 Pangrango relasi Bogor Paledang - Sukabumi anjlok di Jembatan Pamoyanan Cicurug, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat dikarenakan adanya rel patah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 1 kereta makan yang berada di rangkaian terakhir KA nyaris terguling akibat menginjak rel yang patah. Akhirnya kereta makan tersebut dilepaskan dan ditinggalkan dari rangkaian lalu kereta kembali berjalan tanpa aliran listrik & fasilitas restorasi. Perbaikan rel telah selesai dilakukan pada pukul 21.25, dengan memperbaiki bantalan yang patah dan esoknya KA bisa kembali melintas dengan normal.[44]
  • Pada 23 Januari 2014, kereta api Senja Utama Solo menabrak pelajar SMA Negeri 1 Gamping di perlintasan sebidang Gamping, Sleman, tepatnya di Desa Banyuraden. Diceritakan bahwa ketika palang pintu menutup, kereta api Prambanan Ekspres lewat. Namun baru setelah palang terbuka, tiba-tiba KA Senja Utama meluncur dari arah barat.[45] Diketahui, terjadi error pada palangnya yang otomatis.[46] Akibatnya empat orang tewas yakni Gitri Yudha Widada (17), warga Balecatur Sleman, Latifah Sylfia Erpriliani (16) warga Godean, Sleman, keduanya siswa SMAN 1 Gamping, serta Sumardi (57) warga Kanoman Gamping dan Suparwanto (41).[47]
  • Pada hari Senin, 10 Februari 2014 dua gerbong KA Siliwangi yang menempuh perjalanan dari Cianjur menuju Sukabumi anjlok sekitar pukul 13.30 WIB di dekat terowongan Lampegan, Cianjur tepatnya di petak Stasiun Lampegan - Stasiun Cireunghas. Badan salah satu gerbong sempat membentur terowongan Lampegan saat tergelincir, namun tidak sampai merusak konstruksi terowongan.[48]
  • Pada tanggal 8 Maret 2014, bus pariwisata PO Haryanto nopol B 7036 PGA yang mengangkut rombongan anak-anak yang melakukan kegiatan pemberian santunan ditabrak kereta api Menoreh saat melewati perlintasan liar di antara Stasiun Cikarang dan Stasiun Tambun. Akibatnya, lokomotif rusak, lampu-lampunya pecah berantakan. Akan tetapi, sang sopir bus berhasil kabur dan kernetnya diamankan.[49]
  • Pada hari Jumat, tanggal 4 April 2014, KA Malabar terguling di sekitar daerah Tasikmalaya, Jawa Barat antara petak Stasiun Ciawi-Cirahayu di km 244. Hingga saat ini, empat korban dilaporkan tewas, dua korban lainnya masih terjepit di antara kereta yang terguling. KA Malabar ini terguling akibat adanya tanah longsor. Dikabarkan kereta api ini terguling ke jurang. Korban-korban KA maut tersebut dibawa ke Puskesmas Ciawi. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.[50]
  • Pada tanggal 4 Mei 2014, Kereta api Bogowonto beserta gerbong pembangkit (P 0 08 01) yang menarik CC206 terguling setelah menabrak truk kontainer di Cirebon, Jawa Barat. Tidak ada korban jiwa, namun masinis dan beberapa penumpang terluka. Kejadian ini menyebabkan jadwal kereta terhambat dan evakuasi berjalan sulit karena bobot CC206 yang berat.[51]

2015[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 23 Mei 2015, pukul 18.50 WIB, kereta api Bangunkarta tujuan Stasiun Surabaya Gubeng menyenggol KA 2502 pengangkut pipa besar di Stasiun Waruduwur, Daerah Operasi III Cirebon, hingga anjlok satu gerbong pembangkit, dua gerbong penumpang eksekutif, dan lokomotif dengan nomor CC206 13 23 milik Dipo Lokomotif Purwokerto. Anjlokan terjadi di wesel, kemudian lokomotifnya memalang sehingga mengenai kereta api barang KA 2502 Pipa Gas yang sedang berhenti di jalur 4 lantaran gerbong paling belakang belum melewati batas ruas bebas. Pada saat yang sama, kereta api semen sedang singgah di jalur 1. Salah seorang petugas pengawal kereta api barang KA 2502 yang membawa pipa mengalami luka yang serius pada kakinya yang patah sehingga dirawat di Rumah Sakit Ciremai, Cirebon. Semenatara itu, satu lagi sudah pulang.[52]
  • Pada hari Rabu, tanggal 23 September 2015, pukul 15.25 WIB, terjadi kecelakaan yang melibatkan dua KRL JR 205 SF 10 (rangkaian 205-54F dan 205-123F) di Stasiun Juanda. Kondisi kedua kabin KRL JR 205 (KuHa 204 / 205) tersebut rusak berat. Kondisi kereta nomor 1-9 pada kedua rangkaian kereta tersebut juga mengalami kerusakan yang cukup berat, terutama di bagian persambungannya yang seluruhnya juga mengalami kerusakan berat dan remuk. 42 orang luka-luka akibat kecelakaan tersebut.[53][54] Kejadian ini mengakibatkan sang masinis KRL 1156, Gustian, terluka parah dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.[55]
  • Pada hari Minggu, 6 Desember 2015, terjadi kecelakaan yang melibatkan KRL 1528/JR 205 dengan MetroMini nopol B 7760 FD di kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, dekat stasiun Angke, dikarenakan MetroMini menerobos perlintasan sebidang. Untuk sementara tiga belas orang penumpang MetroMini tewas dalam kejadian tersebut, namun tiada korban jiwa dari penumpang Commuter Line, begitu menurut Eva Chairunnisa, corporate communication PT KCJ. Lalu lintas yang melewati perlintasan sebidang kemudian dialihkan melalui fly over yang terletak di atas perlintasan sebidang ini.[56] Namun, korban tewas kecelakaan ini bertambah menjadi 18 orang.[57]

2016[sunting | sunting sumber]

  • Pada hari Kamis, tanggal 19 Mei 2016 pada pukul 04.23 terjadi kecelakaan Kereta api Senja Utama Solo menabrak mobil Toyota Avanza dan bus Trans Jakarta di PJL Gunung Sahari. Diduga kecelakaan ini terjadi karena petugas PJL Gunung Sahari terlambat menutup palang pintu perlintasan kereta api.[58]

Statistik[sunting | sunting sumber]

Dalam kurun waktu dari bulan Januari hingga Juli 2014 telah terjadi 7 kecelakaan kereta api di Indonesia.

Kecelakaan Kereta Api 2004-2014
Jenis kecelakaan 1987 1993 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Antarkereta api 7 1 9 5
Kereta dan kendaraan lain 31 0 10 22 11
Anjlok dan terguling 90 0 99 52
Kereta terkena longsor 4 0 3 7 2
Lain-lain (kriminal) 289 0 294 297
Sumber: Koran Tempo 1 Februari 2007

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Daftar Kecelakaan Kereta Api di Indonesia articles.portal-tol.net
  2. ^ Info Sumbar: Monumen Sejarah Kecelakaan Kereta Api di Padang Panjang
  3. ^ Info Sumbar: Monumen Sejarah Kecelakaan Kereta Api di Padang Panjang
  4. ^ Salah satu arsip mengenai kecelakaan kereta api Senja IV vs. Senja Maja di Kebasen
  5. ^ Slamet Suradio, Masinis KA dalam Tragedi Bintaro 1987 m.jpnn.com
  6. ^ Lima Kecelakaan Maut di Rel Jabodetabek news.liputan6.com
  7. ^ Saksi Bisu Dua Lokomotif Tragedi Cirahayu
  8. ^ Tabrakan Kereta di Brebes Tidak Menghambat Perjalanan Kereta Lainnya tempo.co.id
  9. ^ Tragedi 10 Juni 2002 kriztpopo.heck.in
  10. ^ Dephub: Lembaran Temuan Data dan Informasi Lapangan: Kecelakaan Rangkaian Kereta Bima, tanggal 03 Januari 2003, lokasi di Wesel nomor 13A Km 313+8/9 Emplasmen Stasiun Bumiayu Antara Stasiun Kretek - Linggapura
  11. ^ Ibid. Kecelakaan KA Babaranjang di km 8+470, petak antara Tanjung Karang-Tarahan
  12. ^ Ibid. Kecelakaan KA Sancaka di km 204
  13. ^ Ibid. Kecelakaan KA Ketel 1404
  14. ^ Ibid. Laporan Kecelakaan KA Kamandanu 84
  15. ^ Ibid. Laporan Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek 1
  16. ^ Ibid. Kecelakaan KA FU Ekspres Lampung
  17. ^ Ibid. Kecelakaan KA Kertajaya
  18. ^ Liputan6.com: KRL Pakuan Menghajar MetroMini, Delapan Tewas
  19. ^ AntaraNews: Parahyangan Terbalik di Karawang, Empat Gerbong Keluar Rel
  20. ^ SuaraMerdeka.com: Sudah 7 KA yang Anjlok
  21. ^ AntaraNews: KRL Bojonggede Jakarta Anjlok di Stasiun Kota
  22. ^ Dephub. Laporan Kecelakaan KA Bengawan 2007
  23. ^ Detikcom: Kronologi Anjloknya KA Bengawan
  24. ^ SuaraMerdeka.com: KA Sancaka Anjlok di Nganjuk
  25. ^ AntaraNews: Dua dari Tiga Kecelakaan KA di Sumut Akibat Sabotase
  26. ^ Kereta Seruduk Truk di Blitar news.detik.com
  27. ^ Detikcom: KA Tabrak 3 Mobil di Surabaya, 3 Orang Tewas
  28. ^ AntaraNews: KA Tawang Jaya Jakarta-Semarang Anjlok di Suradadi
  29. ^ AntaraNews: KA Serayu Terguling Karena Hujan
  30. ^ KA Argolawu Anjlok di Banyumas antaranews.com
  31. ^ Liputan6: Kereta Semen yang Anjlok Mulai Dievakuasi
  32. ^ AntaraNews: Rel Dipotong, KA Gumarang Anjlok di Purwodadi
  33. ^ Kereta Barang Dievakuasi, Jalur Normal Pukul 22.00 WIB news.detik.com
  34. ^ Dua Kereta Api Bertabrakan di Pasuruan m.liputan6.com
  35. ^ Kompas.com: KA Rajawali Tabrak KA Antaboga
  36. ^ Solopos: KRL Tabrak KRL di Manggarai
  37. ^ Korban Luka KA Logawa Dilarikan ke Madiun nasional.news.viva.co.id
  38. ^ Tabrakan Kereta Api di Pemalang Jadi Berita Dunia tribunnews.com
  39. ^ Argo Bromo Anggrek Tabrak Truk antaranews.com
  40. ^ Tabrakan Kereta Diduga Akibat Kelalaian Manusia suarapembaruan.com
  41. ^ Penyebab Tabrakan KA 4 Tewas di Sumsel Masih Diselidiki news.okezone.com
  42. ^ KRL Anjlok, PT KAI Bisa Kena Denda Rp 500 Juta tribunnews.com
  43. ^ Majalah KA Edisi Januari 2014
  44. ^ Radar Sukabumi: Gerbong KA Pangrango Anjlok
  45. ^ Kecelakaan Maut Kereta, 4 Orang Tewas
  46. ^ Harian Jogja: Kecelakaan Kereta: Terjadi Error Pada Sistem Palang Pintu Perlintasan
  47. ^ KR Jogja: Palang Misterius Menjemput Maut
  48. ^ Republika: Kereta Api Siliwangi Anjlok di Lampegan
  49. ^ Sumber: Tribunnews. 8 Maret 2014. Diakses tanggal 2 Juli 2015.
  50. ^ Majalah KA Edisi Mei 2014: KA Malabar Terperosok Longsor
  51. ^ Majalah KA Edisi Juni 2014: Lagi-lagi CC206 Jungkel
  52. ^ Majalah KA Edisi Juni 2015
  53. ^ MetroTVNews.com: KRL Tabrak KRL di Stasiun Juanda, Korban Berjatuhan
  54. ^ Tempo: Ini 42 Korban Luka Kecelakaan KRL di Stasiun Juanda
  55. ^ MetroTVNews.com: Humas KCJ: Masinis Gustian Luka Parah
  56. ^ MetroTVNews:
  57. ^ Kompas: Korban Tewas Akibat Tabrakan Metromini dan KRL Jadi 18 Orang
  58. ^ [1]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]