Cibatu, Garut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Cibatu
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Garut
Pemerintahan
 • Camat Dra. MEKARWATI, M.Si
Luas - 4.143 ha
Jumlah penduduk - 76.838(sensus 2009)
Kepadatan - 14.65,78 jiwa/km²
Desa/kelurahan 11

Cibatu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Yang memiliki Visi "Terwujudnya Kecamatan Cibatu yang PROSFEKTIF ( Profesional, Responsif, Efektif dan inovatif ) menuju cibatu yang bermartabat nyaman dan sejahtera " dan kecamatan yang penduduknya mayoritas agraris dan Cibatu dimpimpin oleh camat Dra. MEKARWATI, M.Si. jarak dari kecamatan ke kabupaten adalah sekitar 21 km

Batas-batas wilayah kecamatan cibatu dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Utara    : Kecamatan Bl Limbangan
  • Timur   : Kecamatan Kersamanah
  • Selatan : Kecamatan Sukawening
  • Barat    : Kecamatan Leuwigoong dan Kecamatan Cibiuk

Kelurahan/desa[sunting | sunting sumber]

  1. Desa Cibatu
  2. Desa Cibunar
  3. Girimukti
  4. Karyamukti
  5. Keresek
  6. Kertajaya
  7. Mekarsari
  8. Padasuka
  9. Sindangsuka
  10. Sukalilah
  11. Wanakerta

Populasi[sunting | sunting sumber]

Jumlah polulasi penduduk di kecamatan cibatu pada tahun 2016 mencapai kurang lebih 74.775 Jiwa dengan Jumlah Laki-laki 38.178 Perempuan 36.597 dan jumlah Kepala Keluarga 21.608

Demografi[sunting | sunting sumber]

Laju pertumbuhan penduduk Cibatu 1,44 dan jumlah rumah tangga 15.805

  • mata pencaharian agribisnis dan perdagangan
  • penduduk laki laki 38.178 orang sedangkan penduduk perempuan 36.597 orang

Sumber Daya Alam[sunting | sunting sumber]

  • Pertanian :
  1. Sirsak
  2. Nangka
  3. Sukun
  • Peternakan :
  1. Unggas = 48.750
  2. Ternak Besar = 8571
  • Kehutanan :
  1. Kayu Pinus
  2. Getah Pinus
  • Perkebunan :
  1. Jahe
  2. Kunir
  3. Kelapa
  4. Kopi
  • Perikanan : Produksi 2003 - 384,83
  • Tambang :
  1. Pasir
  2. kaolin
  • Kelautan : -

Sarana Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • TK : 20
  • RA : 5
  • SD : 49
  • MI : 4
  • SMP : 6
  • Mts : 3
  • SMA : 3
  • MA : 1
  • SMK : 3

Sarana Kesehatan[sunting | sunting sumber]

  • Puskesmas DTP : 1
  • Puskesmas Lengkap : 1
  • Puskesmas Pembantu : 4
  • Puskesmas Keliling : 1
  • Balai Pengobatan : 10
  • BKIA : 1
  • Apotek : 2
  • Toko Obat : 3

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Di Kecamatan Cibatu ini ternyata banyak objek pariwisata yang perlu dikembangkan contoh

  1. Bendungan Beko
  2. Curug Kancil
  3. Kampung Bali
  4. Stasiun Cibatu
  5. gua batu rompe
Berkas:Gizel.JPG
Mojang Garut

Cibatu memiliki peluang sangat besar dalam pengembangan pariwisata karena dengan sarana dan juga akses publik yang memadai dan juga merupakan jalur provinsi didukung pula dengan kemenangan Cibatu dalam kompetisi duta pariwisata atas nama Nadya Ingridia dalam kontes Mojang Jajaka Garut 2013 dan kemenangan Zevana Aubry dalam kontes Miss Garut Beauty Pageant , dan Ichsan Nur dalam Mojang Jajaka Jawa Barat 2013

Kesenian[sunting | sunting sumber]

Di Cibatu juga ada salah satu keunikan budaya disana yaitu

Lais[sunting | sunting sumber]

Lais yang hampir punah. Kesenian Lais Diambil Dari Nama Seseorang Yang Sangat Terampil Dalam Memanjat Pohon Kelapa Yang Bernama ? Laisan ? Yang Sehari-Hari Di Panggil Pak Lais. Lais ini Sudah Dikenal Sejak Jaman Penjajahan Belanda. Tempatnya di Kampung Nangka Pait, Kecamatan Sukawening. Atraksi yang ditontonkan mula-mula pelais memanjat bambu lalu pindah ke tambang sambil menari-nari dan berputar di udara tanpa menggunakan sabuk pengaman, sambil diiringi tetabuhan seperti dog-dog, gendang, kempul dan terompet.

Raja Dogar[sunting | sunting sumber]

Raja Dogar artinya seni Raja Dogar alias Raja Domba Garut seni Raja Dogar ini bukanlah mempertontonkan adu domba Garut yang sebenarnya, Domba yang digunakan untuk aduan ini adalah dodombaan alias kostum domba garut tiruan yang digunakan oleh dua orang Raja Dogar merupakan seni pertunjukan yang mempertontonan simulasi adu domba yang digabungkan dengan unsur-unsur hiburan maupun komedi dengan diiringi nayaga (instrument musik) khas sunda. Seni ini bernama Raja Dogar dengan filosofi kata Raja memiliki arti kebesaran yang tak terukur sedangkan Dogar adalah hewan ternak yang khas dari Kabupaten Garut yang digunakan untuk aduan. Kostum Dogar yang digunakan memiliki bentuk yang lebih besar dari aslinya yaitu Domba Garut. Raja Dogar diperagakan dengan dua sosok manusia (bagian kepala dan bagian ekor), satu warna hitam dan satu warna putih. Warna hitam menunjukkan keserakahan dan kemunafikan sedangkan warna putih menggambarkan kebijakan/kebenaran dan pada waktu adu ketangkasan warna hitam akan selalu kalah oleh warna putih yang melambangkan kebenaran. Raja Dogar diramaikan dan didukung oleh 4 orang yang berperan sebagai domba garut, 1 orang wasit adu domba, 2 orang lengser, 8 orang boboth (pendukung) yang berpakaian khas jawara sunda, 10 orang nayaga/ pemain instrument music sunda, 24 orang penari dan 4 orang pembawa property umbul-umbul. Total personil Raja Dogar sebanyak 56 orang Pertunjukan Raja Dogar telah beberapa kali diliput dan menjadi bagian dari program beberapa televisi nasional, seperti Trans TV, Trans 7, maupun MNC TV. “Salah satu pertunjukan yang paling membanggakan saat tampil di Istana Presiden dan disaksikan langsung oleh Pak SBY” tutur Pak Memed, ketua pertunjukan raja dogar sekaligus ketua RW 08 Kampung Loji Desa Keresek.

Raja Dogar dalam penampilannya selain di kabupaten Garut terpilih mewakili Provinsi Jawa Barat di Tingkat Nasional dalam acara gelar budaya yang dihadiri oleh Bapak Presiden serta duta besar Negara-negara sahabat pada tahun 2009. Serta mewakili Kabupaten Garut di acara Kemilau Nusantara di Bandung. Serta berbagai acara yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah.