Lompat ke isi

Cisompet, Garut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Cisompet
ᮎᮤᮞᮧᮙ᮪ᮕᮦᮒ᮪
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenGarut
Pemerintahan
 • CamatFahmi Prayoga, S.STP., M.Ak. (2022)
Populasi
 • Total+- 44,962 jiwa
Kode pos
44174
Kode Kemendagri32.05.28 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS3205090 Edit nilai pada Wikidata
Luas17.225 Ha
Situs webhttps://kecamatancisompet.id/

Cisompet adalah sebuah kecamatan terletak di bagian selatan di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Cisompet memiliki 11 (sebelas) Desa dengan pusat pemerintahan terletak di Desa Cisompet. Cisompet berjarak 66 Km dari Ibukota Kabupaten Garut yakni Kecamatan Tarogong Kidul dan 133 Km dari Kota Bandung, Jawa Barat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cisompet pada awalnya tergabung dalam Kecamatan Pameungpeuk sebelum akhirnya dibagi menjadi empat kecamatan terpisah yakni Kecamatan Cibalong, Kecamatan Cikelet, Kecamatan Pameungpeuk, dan Kecamatan Cisompet itu sendiri. Wilayah ini awalnya termasuk dalam Kawedanan Nagara sebelum berganti nama menjadi Kecamatan Pameungpeuk.

Kecamatan Pameungpeuk, termasuk didalamnya wilayah Kecamatan Cisompet, awalnya masuk dalam Kabupaten Soekapoera (sekarang Kabupaten Tasikmalaya) sebelum dialihkan kedalam wilayah Kabupaten Limbangan (sekarang Kabupaten Garut).

Kecamatan ini memiliki situs bersejarah, seperti Gunung Nagara di Desa Depok, sebagai tempat pemakaman tokoh-tokoh kerajaan Islam, yakni Eyang Ruhi Kudratullah dan Prabu Kiansantang. Situs ini berperan penting dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Garut Selatan, terutama di Kecamatan Cisompet.

Pada tahun 1920, wilayah Desa Panyindangan sebagai bagian dari Kecamatan Cisompet pada saat itu menjadi tempat persinggahan orang Belanda yang berkebun di perkebunan Pasir Jagong dan Cikareo (Desa Sukanagara). Nama "Panyindangan" berasal dari aktivitas orang Belanda yang menandakan tempat persinggahan mereka di wilayah tersebut, menunjukkan hubungan antara masyarakat lokal dengan orang Belanda pada masa itu.

Kecamatan Cisompet juga dikenal sebagai petilasan Tanah Sancang utama di Garut Selatan, terutama di Desa Cikondang. Di wilayah utara, seperti Desa Neglasari dan Margamulya, terdapat daerah yang disebut Gunung Gelap yang konon menjadi tempat legendaris bagi pertarungan antara dua jawara sakti yang tercatat dalam legenda lokal di masyarakat sekitar.

Kelurahan/desa[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cisompet memiliki 11 (sebelas) Desa dengan pembagian administratif yakni sebagai berikut:

  1. Cihaurkuning
  2. Cikondang
  3. Cisompet
  4. Depok
  5. Jatisari
  6. Margamulya
  7. Neglasari
  8. Panyindangan
  9. Sindangsari
  10. Sukamukti
  11. Sukanagara

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cisompet terletak di Bagian Selatan Kabupaten Garut berbatasan dengan beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Garut yakni

Batas Wilayah Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut
Utara Kecamatan Cikajang, Kecamatan Singajaya
Selatan Kecamatan Pameungpeuk, Kecamatan Cibalong
Barat Kecamatan Pameungpeuk, Kecamatan Cikelet, Kecamatan Pakenjeng
Timur Kecamatan Cihurip, Kecamatan Cibalong, Kecamatan Pendeuy

Penggunaan Lahan[sunting | sunting sumber]

Proporsi penggunaan lahan di Kecamatan Cisompet di Kabupaten Garut, Jawa Barat, memiliki proporsi wilayah yang beragam, mencakup berbagai jenis penggunaan lahan. Secara keseluruhan, wilayah ini terdiri dari perkampungan (5%), industri (0,01%), pertambangan (0%), pesawahan (7%), tegalan (9%), kebun campuran (15%), perkebunan (27%), padang semak (5%), hutan (29%), perairan darat (1%), dan lain-lain (1%). Proporsi wilayah tersebut mencerminkan keragaman aktivitas ekonomi dan penggunaan lahan di kecamatan ini.

Dengan mayoritas wilayah berada di ketinggian 25-1100 meter di atas permukaan laut (DPL), Kecamatan Cisompet menawarkan beragam potensi dan karakteristik alam. Seperti, area hutan yang mencakup hampir sepertiga wilayah dari kecamatan ini dan lingkungan Pesawahan serta tegalan yang cukup luas yang berkembang sebagai sarana penguatan ekonomi dan agrikultur masyarakat di sekitar, sementara keberadaan perkebunan dan kebun campuran menunjukkan bahwa kecamatan Cisompet memiliki keragaman potensi perkebunan campuran yakni perkebunan karet, coklat dan perkebunan teh.

Kondisi topografi yang beragam, mulai dari dataran rendah di wilayah Desa Depok hingga ketinggian yang cukup tinggi di wilayah Desa Neglasari dan Margamulya, memberikan peluang bagi pengembangan berbagai jenis aktivitas ekonomi dan pariwisata untuk kemajuan sektor pertanian dan penggunaan lahan di Kecamatan Cisompet.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cisompet memiliki iklim tropis yang bervariasi, mengingatkan pada kesamaan keadaan iklim di Kecamatan Pakenjeng. Wilayah daerah ini menampilkan kontur yang beragam, mulai dari dataran tinggi hingga dataran rendah yang mendekati kontur pantai di bagian selatan, terutama di Desa Depok. Di sebelah utara, terdapat area pegunungan yang menjadikan iklimnya cenderung tropis sejuk, terutama di wilayah seperti Desa Neglasari dan Margamulya bagian utara. Perbedaan ini mencerminkan keragaman geografis yang memengaruhi iklim serta kondisi lingkungan di berbagai bagian Kecamatan Cisompet.

Sumber Daya Alam[sunting | sunting sumber]

Sektor pertanian di Kecamatan Cisompet, Garut, memiliki ragam komoditas unggulan yang mendukung perekonomian lokal. Di antara komoditas tersebut adalah manggis ( Desa Depok, Sukanagara, Sukamukti, dan Cihaurkuning). Selain itu, ditemukan kebun pisang di Desa (Sukanagara, Depok, Neglasari, Cikondang, dan Jatisari), sedangkan ubi kayu umumnya ditanam di Desa Panyindangan. Kecamatan ini juga terkenal dengan produksi mangga di wilayah Desa Depok dan Desa Cisompet, serta perkebunan coklat di Cisompet dan Sindangsari. Petai juga menjadi komoditas penting yang tersebar di Depok, Sukanagara, dan Sukamukti.

Di sektor perkebunan, Kecamatan Cisompet turut berperan dalam produksi komoditas seperti cengkeh (Sukamukti, Sukanagara), kakao, kelapa (Depok, Sukanagara), kopi, nilam, dan karet (Sindangsari, Cisompet), serta banyak perkebunan teh di Neglasari dan sebagian Sindangsari Utara.

Sementara itu, sektor perikanan darat juga memiliki peran penting dalam ekonomi lokal Kecamatan Cisompet, dengan sumbangan produksi mencapai 250,36 ton pada tahun 2023. Potensi perikanan darat di wilayah ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya perairan yang tepat untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan dan perekonomian masyarakat di Kecamatan Cisompet.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Total jumlah penduduk Kecamatan Cisompet pada tahun 2022 mencapai 44.962 jiwa, terdiri dari 22.482 laki-laki dan 21.432 perempuan. Wilayah ini memiliki kepadatan penduduk sebesar 284 jiwa per kilometer persegi, dengan total rumah tangga mencapai 13.971.

Kecamatan Cisompet didominasi oleh penduduk dari Suku Sunda, dengan persentase mencapai 98% dari total populasi. Sementara itu, kelompok etnis lainnya tersebar dalam proporsi kecil, di antaranya Suku Jawa dan Suku Melayu bersama dengan suku-suku lainnya dalam jumlah yang lebih kecil.

Mayoritas penduduk Kecamatan Cisompet menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian, perdagangan, dan agrobisnis lainnya. Hal ini sejalan dengan karakteristik geografis dan ekonomi wilayah yang didominasi oleh kegiatan pertanian.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa yang dituturkan oleh masyarakat Kecamatan Cisompet adalah bahasa Sunda dialek Priangan Timur sebagai bahasa Ibu dan bahasa komunikasi.

Bahasa Indonesia juga aktif dituturkan sebagai bahasa kerja, pendidikan dan komunikasi antar-suku bagi masyarakat di Kecamatan Cisompet.

Agama[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Cisompet menganut agama Islam (100%)

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Cisompet memiliki data pendidikan yaitu TK: 4, RA: 1, SD: 48, SMP: 11, MTS: 1, SMA: 3, SMK: 2

Sekolah Dasar[sunting | sunting sumber]

Sekolah Dasar di Cisompet tersebar di 11 desa di seluruh Kecamatan Cisompet, rata-rata masing-masing desa memiliki 4 Sekolah Dasar Negeri/Swasta.

Sekolah Menengah Pertama[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cisompet memiliki 6 Sekolah Menengah Pertama Negeri, 6 Sekolah Menengah Pertama Swasta, dan 1 Madrasah Tsanawiyah dengan rincian sebagai berikut

  1. SMP Negeri 1 Cisompet
  2. SMP Negeri 2 Cisompet
  3. SMP Negeri 3 Cisompet
  4. SMP Negeri 4 Cisompet
  5. SMP Negeri 5 Cisompet
  6. SMP Negeri Satu Atap 1 Cisompet
  7. SMP Cihaurkuning Satu
  8. SMP Islam Terpadu Al-Wasi
  9. SMP IT Annur Wahid
  10. SMP Nurul Hikmah
  11. SMP Plus Nurul Huda Yaspinda
  12. MTs Darul Arqaam Muhammadiyah Cisompet

Sekolah Menengah Atas[sunting | sunting sumber]

Terdapat 5 (lima) Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Cisompet dengan data sebagai berikut

  1. SMA Negeri 22 Garut (dahulu SMA Negeri 1 Cisompet)
  2. SMA Al-Hasbillah Cisompet
  3. SMA Plus Al-Muqorrobin Cisompet
  4. SMK Gunung Nagara
  5. SMK Nurul Huda Yaspinda

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cisompet menyediakan beragam sarana kesehatan untuk melayani kebutuhan masyarakatnya. Terdapat 1 (satu) Puskesmas Lengkap dan 8 (delapan) Puskesmas Pembantu yang tersebar di berbagai desa.

Selain itu, terdapat juga delapan Balai Pengobatan yang memberikan layanan kesehatan dasar kepada penduduk setempat. Kecamatan ini juga dilengkapi dengan 1 (satu) Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), 2 (dua) toko obat (Apotek), serta 1 (satu) Poned yang turut mendukung upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cisompet, yang terletak sekitar 66 Km atau 3 jam perjalanan darat dari Ibukota Kabupaten Garut dan 133 Km atau 4 jam 50 menit perjalanan darat dari Kota Bandung, memiliki posisi strategis di jalur utama antara Kecamatan Pameungpeuk di selatan dan Garut Kota di utara, yaitu Jalan Raya Pameungpeuk - Garut.

Wilayah ini dilalui oleh berbagai sarana transportasi umum seperti minibus (elp) yang menghubungkan Kota Bandung, Garut, Pameungpeuk, Cikelet, dan Cibalong, memberikan akses vital bagi masyarakat Kecamatan Cisompet di sekitar jalan raya tersebut.

Selain itu, tersedia juga layanan minibus (elp) lokal yang menghubungkan Kota Bandung - Garut Kota - menuju Desa Cikondang/Cihaurkuning serta Garut Kota - Desa Cisompet menuju Desa Panyindangan, beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat lokal di sekitar desa-desa tersebut.

Transportasi lokal di Kecamatan Cisompet didukung oleh angkutan desa yang dikenal dengan sebutan Cisompetan, yang melayani beberapa rute terutama antara Desa Depok menuju Kecamatan Pameungpeuk setiap hari dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, serta tersedia Pangkalan Ojek yang tersebar di berbagai desa.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat Wisata[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cisompet merupakan kecamatan yang memiliki banyak potensi wisata indah di setiap desa. Dengan tempat-tempat wisata yakni

  1. Curug Dengdeng, Desa Margamulya
  2. Curug Cisanggiri, Desa Cikondang
  3. Curug Jagapati, Desa Neglasari
  4. Curug Jatisari, Desa Jatisari
  5. Curug Neglasari, Desa Neglasari
  6. Leuwi Kanjeng Dalem, Desa Cikondang
  7. Leuwi Tamiang, Desa Depok
  8. Leuwi Taruna, Desa Cikondang
  9. Padepokan Gunung Nagara, Desa Depok
  10. Warudoyong, Desa Panyindangan

Makanan Khas[sunting | sunting sumber]

Cisompet memiliki beberapa makanan khas yang menjadi komoditas unggul ekonomi masyarakat dan menjadi ciri khas kebudayaan lokal Kecamatan Cisompet yakni

  1. Wajit Cisompet
  2. Comring Cisompet
  3. Sale Pisang Desa Depok, Cisompet
  4. Opak Cisompet