Kereta api Sawunggalih Utama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Sawunggalih
SAWUNGGALIH.PNG
Sawunggalih+full+bisnis.jpg
KA Sawunggalih Utama berjalan langsung Stasiun Notog
Informasi umum
Jenis layanan Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi V Purwokerto
Pendahulu
  • Sawunggalih Ekonomi
  • Kutojaya Bisnis
Mulai beroperasi
  • 31 Mei 1977 (Sebagai KA Sawunggalih)
  • 19 November 1984 (Sebagai KA Kutojaya Bisnis)
  • 27 Agustus 2018 (Sebagai KA Sawunggalih Eksekutif-Ekonomi)
  • Penerus
  • Kereta api Kutojaya Utara
  • Kereta api Kutojaya Selatan
  • Pemilik PT Kereta Api Indonesia
    Penumpang harian 1.144 penumpang per hari (rata-rata)
    Perjalanan
    Relasi perjalanan KutoarjoPasar Senen, p.p.
    Jumlah perhentian Lihatlah di bawah.
    Jarak tempuh 465 km
    Frekuensi perjalanan harian Dua kali pergi pulang sehari
    Nomor kereta api
    • 121-124 (Reguler)
    • 7039-7040 (Tambahan)
    Jenis rel Rel berat
    Pelayanan
    Kelas layanan
    • Eksekutif Plus dan Premium Plus
    • Eksekutif dan Bisnis AC
    • Bisnis AC
    Susunan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat (eksekutif)
  • 64 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat (bisnis)
  • 80 tempat duduk disusun 2-2, reclining seat saling berhadapan ke kiri dan berhadapan ke kanan (premium)
  • Fasilitas kereta makan Ada, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
    Jenis kaca jendela Kaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
    Fasilitas hiburan Ada
    Bagasi Ada
    Lain-lain Lampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
    Teknis sarana dan prasarana
    Lokomotif sawunggalih utama ka 123-ka 122:
    CC201/CC203
    sawunggalih utama ka 121-ka 124:
    CC206
    Lebar sepur 1.067 mm
    Kecepatan operasional 65 s.d. 120 km/jam
    Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
    Nomor pada jadwal 121-124 (Reguler)

    Kereta api Sawunggalih Utama adalah Merupakan kereta api Kelas Eksekutif Plus dan Premium Plus (reguler) maupun Kelas Bisnis AC (Kelas Eksekutif dan Bisnis AC) (tambahan) yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia yang melayani jurusan Kutoarjo-Jakarta Pasar Senen.

    Sejarah KA Sawunggalih[sunting | sunting sumber]

    Kereta api ini merupakan pengembangan dari kereta api Sawunggalih Ekonomi yang beroperasi sejak tanggal 31 Mei 1977. Pada tanggal 19 November 1984, Sawunggalih jurusan Jakarta dikembangkan dengan diluncurkannya lagi satu KA Sawunggalih kelas bisnis yang diberi nama Sawunggalih Utama. Pemberangkatan KA ini awalnya dari Stasiun Jakarta Kota lewat Gambir. Namun seiring kebijakan baru, pada tahun 2001 semua kereta api kelas bisnis yang pemberangkatannya dari Stasiun Gambir dialihkan ke Stasiun Pasar Senen, termasuk KA Sawunggalih Utama. Sejak saat itulah mulai banyak perubahan. Kereta api Sawunggalih Utama Pagi dari Jakarta namanya berubah menjadi Kutojaya Bisnis. Sementara Kereta api Sawunggalih Utama Malam dari Jakarta namanya tetap KA Sawunggalih Utama. Untuk Sawunggalih Ekonomi yang semula pemberangkatannya dari Stasiun Pasar Senen dialihkan ke Stasiun Tanahabang dan namanya berubah menjadi Kutojaya Ekonomi.

    Pada tahun 2004, rangkaian kereta api Sawunggalih Utama Malam dari Jakarta yang sebelumnya hanya menyediakan kereta kelas bisnis, ditambah satu kereta kelas eksekutif. Sementara untuk KA Kutojaya Bisnis belum ditambah kereta eksekutif. Barulah pada akhir 2005 Kutojaya Bisnis ini ditambah kereta kelas eksekutif dan sejak saat itu nama Kutojaya Bisnis tidak pernah lagi terdengar karena namanya menjadi KA Sawunggalih Utama kembali. Untuk Kutojaya Ekonomi namanya tetap dipertahankan. Pada akhir tahun 2009 kelas eksekutif pada Sawunggalih Utama Pagi dari Jakarta atau Sawunggalih Utama Malam dari Kutoarjo dihapus. Mulai 27 Agustus 2018, Sawunggalih berubah menjadi kereta eksekutif-ekonomi premium.[1][2]

    Rangkaian KA[sunting | sunting sumber]

    Stamformasi untuk rangkaian kereta api Sawunggalih adalah dua kereta eksekutif, enam kereta ekonomi premium, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit dengan menggunakan kereta-kereta stainless steel milik Dipo Kereta Kutoarjo. Rangkaian kereta ini ini sering kali bertukar kereta dengan KA Kutojaya Utara yang sudah Menggunakan K3 Premium 2018 Stainless Steel.

    Berikut Ini Stamformasi KA Sawunggalih:

    • KA 121-124
      • 1 Lokomotif CC206 (Dipo Induk PWT/JNG)
      • 6 Kereta Premium Plus (K3 2018 KTA)
      • 1 Kereta Makan (M1 2018 KTA)
      • 2 Kereta Eksekutif Plus (K1 2018 KTA)
      • 1 Kereta Pembangkit (P 2018 KTA)
    • KA 122-123
      • 1 Lokomotif CC201/CC203 (Dipo Induk PWT/JNG)
      • 2 Kereta Eksekutif Plus (K1 2018 KTA)
      • 1 Kereta Makan (M1 2018 KTA)
      • 6 Kereta Premium Plus (K3 2018 KTA)
      • 1 Kereta Pembangkit (P 2018 KTA)
    • PLB 7039-7040
      • 1 Lokomotif CC201/CC203/CC206 (Dipo Induk PWT/JNG)
      • 4 Kereta Bisnis AC (K2 KTA)
      • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP2/MP2 KTA)
      • 5 Kereta Bisnis AC (K2 KTA)

    Singgah Stasiun[sunting | sunting sumber]

    Kereta api Sawunggalih Utama memiliki jarak perjalanan sejauh 450 km yang ditempuh dalam waktu sekitar kurang dari 8 jam. Kereta ini melewati beberapa stasiun besar, antara lain, Stasiun Kebumen, Stasiun Karanganyar, Stasiun Gombong, Stasiun Kroya, Stasiun Purwokerto, dan Stasiun Cirebon.

    Tarif[sunting | sunting sumber]

    Tarif kereta api ini bersifat fluktuatif, yakni berkisar antara Rp 130.000,00 - Rp 300.000,00 untuk kelas ekonomi premium, Rp 290.000,00 untuk kelas bisnis (khusus KA Sawunggalih Tambahan), dan Rp 180.000,00 - Rp 400.000,00 untuk kelas eksekutif, bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam rute berikut.

    • Purwokerto - Kutoarjo maupun sebaliknya Rp 55.000,00 (Eksekutif) dan Rp 35.000,00 (Ekonomi Premium)
    • Cirebon - Jakarta maupun sebaliknya Rp 165.000,00 (Eksekutif) dan Rp 105.000,00 (Ekonomi Premium)
    • Bekasi - Jakarta maupun sebaliknya Rp 30.000,00 (Eksekutif) dan Rp 20.000,00 (Ekonomi Premium)

    Jadwal Perjalanan[sunting | sunting sumber]

    Jadwal perjalanan kereta api Sawunggalih Utama per 18 Oktober 2018 (sesuai revisi Gapeka 2017)

    KA 121 Sawunggalih (KTA-PSE) Lok CC206
    Stasiun Kedatangan Keberangkatan
    Kutoarjo - 07.00
    Kebumen 07.25 07.27
    Karanganyar 07.39 07.41
    Gombong 07.50 08.02
    Kroya 08.26 08.30
    Purwokerto 08.57 09.10
    Bumiayu 09.52 09.54
    Prupuk 10.13 10.15
    Ciledug 10.45 10.47
    Cirebon 11.14 11.24
    Bekasi 13.48 13.50
    Jatinegara 14.06 14.08
    Pasar Senen 14.18 -
    KA 124 Sawunggalih (PSE-KTA) Lok CC206
    Stasiun Kedatangan Keberangkatan
    Pasar Senen - 18.30
    Cirebon 21.16 21.25
    Prupuk 22.21 22.23
    Bumiayu 22.39 22.41
    Purwokerto 23.22 23.32
    Kroya 00.00 00.06
    Sumpiuh 00.17 00.23
    Gombong 00.41 00.43
    Karanganyar 00.51 00.53
    Kebumen 01.07 01.09
    Kutoarjo 01.44 -
    KA 122 Sawunggalih (PSE-KTA) Lok CC201/CC203
    Stasiun Kedatangan Keberangkatan
    Pasar Senen - 08.15
    Cirebon 11.04 11.12
    Ciledug 11.39 11.41
    Prupuk 12.13 12.15
    Bumiayu 12.31 12.33
    Purwokerto 13.16 13.29
    Kroya 13.57 14.01
    Gombong 14.27 14.29
    Karanganyar 14.38 14.40
    Kebumen 14.52 14.54
    Kutoarjo 15.19 -
    KA 123 Sawunggalih (KTA-PSE) Lok CC201/CC203
    Stasiun Kedatangan Keberangkatan
    Kutoarjo - 19.00
    Kebumen 19.26 19.38
    Karanganyar 19.50 19.52
    Gombong 20.00 20.02
    Kroya 20.26 20.29
    Purwokerto 20.56 21.08
    Bumiayu 21.50 21.55
    Prupuk 22.14 22.16
    Cirebon 23.14 23.24
    Bekasi 01.46 01.48
    Jatinegara 02.04 02.07
    Pasar Senen 02.17 -

    Galeri[sunting | sunting sumber]

    Referensi[sunting | sunting sumber]

    Lihat pula[sunting | sunting sumber]

    Pranala luar[sunting | sunting sumber]

    1. ALIH Templat:Daftar KA penumpang Indonesia